Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jihad NU Melawan Korupsi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2016
  • visibility 411
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sudah lama kita yakini, perjuangan melawan korupsi merupakan perjuangan yang sejalan dengan spirit keagamaan (ruhul jihad). Dalam situasi seperti sekarang ini, perang melawan korupsi bisa disepadankan dengan jihad fi sabilillah. Tidak ada yang menyangkal bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan, bahkan ada yang menyebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa diperangi dengan cara-cara yang biasa. Karena itu, diperlukan kesungguhan dengan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberantas kejahatan korupsi. Itulah jihad fi sabilillah. 
Bukan hanya aparat penegak hukum yang menangkap koruptor atau aktivis yang jihad melawan korupsi, para pemimpin dalam berbagai tingkatan yang menyelamatkan uang negara agar tidak dikorup, pada dasarnya dia sedang menjalankan misi luhur agama, jihad fi sabilillah. Pemimpin-pemimpin yang diberi amanat untuk mengelola uang dan kekayaaan negara, dan mereka berhasil menunaikan tugas dengan cara men-tasharruf-kan yang benar dan tidak dikorup, pada dasarnya mereka menjalankan misi agung, yaitu misi menegakkan keadilan untuk kemaslahatan (tahqiqul ’adli li ishlahi ar-ra’iyyah).
Korupsi adalah tindakan memporak-porandakan keadilan. Implikasi korupsi adalah terjadinya kerusakan, terlanggarnya hak asasi manusia, pemiskinan, kehancuran tatanan kehidupan, dan sebagainya. Hal inilah yang diperangi oleh semua agama. Karena itu, agama tidak bisa dijadikan tempat berlindung para koruptor.
Jihad melawan korupsi tidak bisa hanya dilakukan dengan menangkapi koruptor setiap hari dengan harapan menimbulkan efek jera. Dalam praktik pemberantasan korupsi di Indonesia membuktikan, penangkapan dan penghukuman para koruptor tidak serta merta menghilangkan korupsi. Korupsi masih tetap subur di mana-mana. Bukan berarti penindakan terhadap koruptor tidak penting, tetapi hal ini tidak cukup. Upaya pencegahan yang selama ini kurang menjadi prioritas perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Dalam Islam, upaya pencegahan dan penindakan terdapat dalam istilah dar’ul mafasid wa jalbul mashalih. Melakukan pencegahan korupsi pada dasarnya merupakan upaya mencegah terjadinya kerusakan (dar’ul mafasid), sedangkan melakukan penindakan dengan menangkap dan menghukum koruptor bisa disebut sebagai upaya jalbul mashalih. Dalam qawa’id fiqhiyyah terdapat kaidah bagaimana mengimplementasikan pencegahan dan penindakan: dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, upaya mencegah kerusakan (pencegahan korupsi) harus didahulukan daripada mencari kemaslahatan (penindakan korupsi). Di sinilah pentingnya aparat penegak hukum antikorupsi, terutama KPK, lebih memperkuat upaya-upaya pencegahan korupsi, bekerjasama dengan masyarakat sipil, khususnya organisasi keagamaan. 
NU sebagai organisasi sosial keagamaan mendukung penuh penguatan pencegahan korupsi ini. Wawasan tentang antikorupsi tidak boleh hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menginternalisasi menjadi nilai-nilai yang memengaruhi tindakan. Perkembangan hukum antikorupsi dan juga modus-modus baru korupsi harus diketahui masyarakat. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) misalnya, merupakan hal baru yang harus diketahui masyarakat. Tentu, saya sangat sedih jika tokoh NU atau pesantren yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba terseret persoalan korupsi karena ketidaktahuannya. Karena itu, penting sekali memberi wawasan kepada para kiai dan tokoh-tokoh pesantren tentang perkembangan ini yang kapan saja bisa menjerat kita.
Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) NU juga bisa melakukan pembahasan sejumlah persoalan baru terkait tindak pidana korupsi yang dibahas dalam buku ini, misalnya soal konflik kepentingan (conflict of interest), pemilik keuntungan (beneficial ownership), perdagangan pengaruh (trading in influence), imbal balik (kickback), dan sebagainya. Fiqih Islam perlu melihat persoalan-persoalan tersebut untuk memberi perspektif pada perkembangan hukum antikorupsi. 
Info Buku
Judul : Jihad NU Melawan Korupsi: Studi Kontemporer Fiqih Antikorupsi di Indonesia
Penulis : Rumadi Ahmad, dkk
Editor: Marzuki Wahid & Hifdzil Alim
Penerbit : Lakpesdam PBNU
Tahun : 2016
Tebal : XVI + 194
ISBN 978-979-18217-8-0

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngaji Kitab Fathul Qorib Bersama Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC Pituruh

    Ngaji Kitab Fathul Qorib Bersama Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC Pituruh

    • calendar_month Kamis, 13 Jul 2023
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 87
    • 1Komentar

    Prapagkidul, 5 Juni 2023 – Mushola Al-Ikhlas Prapagkidul Pituruh menjadi saksi dari kegiatan pengajian rutin yang diadakan oleh Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul PAC Ansor Pituruh. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2023 dengan mengusung kajian kitab Fathul Qorib sebagai materi pembahasannya. Acara yang dihadiri oleh para anggota Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul PAC […]

  • Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

    Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Bandung, NU Online Penyebaran radikalisme agama semakin berkembang ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Kelompok garis keras sengaja merekrut anak muda yang cerdas, mempunyai emosionalnya tinggi, tetapi awam pengetahuan agamanya alias tidak berbasis pesantren. Demikian muncul dalam seminar bertajuk “Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama” yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyyah dan Keguruan, […]

  • Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid

    Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 938
    • 0Komentar

    Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid atau terkenal sebagai Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940 dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil atau “Sang Penakluk”, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara dari keluarga yang sangat terhormat […]

  • Ansor Banser Purworejo Salurkan Bantuan Ke 9 Kecamatan di Kabupaten Purworejo

    Ansor Banser Purworejo Salurkan Bantuan Ke 9 Kecamatan di Kabupaten Purworejo

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 761
    • 0Komentar

    PURWOREJO, (ansorpurworejo,org) – PC GP ANSOR Kabupaten Purworejo melalui Tim Gugus Tugas GP ANSOR Kabupaten Purworejo melakukan kegiatan penggalangan dan penyaluran donasi untuk warga berdampak penyebaran virus covid-19 dengan Satgas Covid-19 PC GP ANSOR Purworejo, Sabtu, 25/04/2020. Pembentukan Satgas Covid-19 PC GP ANSOR Purworejo ini dimulai sejak tanggal 20 April dan khusus ditugaskan untuk mengelola […]

  • Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

    Al-Syami Kecam Tindakan Repressif Assad

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 1Komentar

    Jakarta, NU Online Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengimbau umat Islam senantiasa melihat konflik di Suriah secara objektif dan tidak terjebak pada subjektivitas kelompok agama atau pendukung pemerintahan Suriah. “Dunia Islam hendaknya melihat kerangka konflik dengan obyektivitas persatuan umat muslim, bukan kepentingan suatu negara tertentu, sekte, atau golongan,” ujar M. Najih Arromadloni, Sekretaris al-Syami, […]

  • Ansor Siap Sinergi dengan HIPMI Hadirkan Program Bermanfaat Untuk Masyarakat

    Ansor Siap Sinergi dengan HIPMI Hadirkan Program Bermanfaat Untuk Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Purworejo, 27 Juni 2023 – Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Purworejo memberikan dukungan penuh kepada kader-kader Ansor untuk menjadi pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Purworejo. Salah satu yang dilantik adalah sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, H.M. Tashilul Manasik yang didapuk menjadi Ketua Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Olahraga. Selain itu masih banyak lagi kader-kader Ansor […]

expand_less