Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jihad NU Melawan Korupsi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2016
  • visibility 366
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sudah lama kita yakini, perjuangan melawan korupsi merupakan perjuangan yang sejalan dengan spirit keagamaan (ruhul jihad). Dalam situasi seperti sekarang ini, perang melawan korupsi bisa disepadankan dengan jihad fi sabilillah. Tidak ada yang menyangkal bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan, bahkan ada yang menyebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa diperangi dengan cara-cara yang biasa. Karena itu, diperlukan kesungguhan dengan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberantas kejahatan korupsi. Itulah jihad fi sabilillah
Bukan hanya aparat penegak hukum yang menangkap koruptor atau aktivis yang jihad melawan korupsi, para pemimpin dalam berbagai tingkatan yang menyelamatkan uang negara agar tidak dikorup, pada dasarnya dia sedang menjalankan misi luhur agama, jihad fi sabilillah. Pemimpin-pemimpin yang diberi amanat untuk mengelola uang dan kekayaaan negara, dan mereka berhasil menunaikan tugas dengan cara men-tasharruf-kan yang benar dan tidak dikorup, pada dasarnya mereka menjalankan misi agung, yaitu misi menegakkan keadilan untuk kemaslahatan (tahqiqul ’adli li ishlahi ar-ra’iyyah).
Korupsi adalah tindakan memporak-porandakan keadilan. Implikasi korupsi adalah terjadinya kerusakan, terlanggarnya hak asasi manusia, pemiskinan, kehancuran tatanan kehidupan, dan sebagainya. Hal inilah yang diperangi oleh semua agama. Karena itu, agama tidak bisa dijadikan tempat berlindung para koruptor.
Jihad melawan korupsi tidak bisa hanya dilakukan dengan menangkapi koruptor setiap hari dengan harapan menimbulkan efek jera. Dalam praktik pemberantasan korupsi di Indonesia membuktikan, penangkapan dan penghukuman para koruptor tidak serta merta menghilangkan korupsi. Korupsi masih tetap subur di mana-mana. Bukan berarti penindakan terhadap koruptor tidak penting, tetapi hal ini tidak cukup. Upaya pencegahan yang selama ini kurang menjadi prioritas perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Dalam Islam, upaya pencegahan dan penindakan terdapat dalam istilah dar’ul mafasid wa jalbul mashalih. Melakukan pencegahan korupsi pada dasarnya merupakan upaya mencegah terjadinya kerusakan (dar’ul mafasid), sedangkan melakukan penindakan dengan menangkap dan menghukum koruptor bisa disebut sebagai upaya jalbul mashalih. Dalam qawa’id fiqhiyyah terdapat kaidah bagaimana mengimplementasikan pencegahan dan penindakan: dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, upaya mencegah kerusakan (pencegahan korupsi) harus didahulukan daripada mencari kemaslahatan (penindakan korupsi). Di sinilah pentingnya aparat penegak hukum antikorupsi, terutama KPK, lebih memperkuat upaya-upaya pencegahan korupsi, bekerjasama dengan masyarakat sipil, khususnya organisasi keagamaan. 
NU sebagai organisasi sosial keagamaan mendukung penuh penguatan pencegahan korupsi ini. Wawasan tentang antikorupsi tidak boleh hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menginternalisasi menjadi nilai-nilai yang memengaruhi tindakan. Perkembangan hukum antikorupsi dan juga modus-modus baru korupsi harus diketahui masyarakat. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) misalnya, merupakan hal baru yang harus diketahui masyarakat. Tentu, saya sangat sedih jika tokoh NU atau pesantren yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba terseret persoalan korupsi karena ketidaktahuannya. Karena itu, penting sekali memberi wawasan kepada para kiai dan tokoh-tokoh pesantren tentang perkembangan ini yang kapan saja bisa menjerat kita.
Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) NU juga bisa melakukan pembahasan sejumlah persoalan baru terkait tindak pidana korupsi yang dibahas dalam buku ini, misalnya soal konflik kepentingan (conflict of interest), pemilik keuntungan (beneficial ownership), perdagangan pengaruh (trading in influence), imbal balik (kickback), dan sebagainya. Fiqih Islam perlu melihat persoalan-persoalan tersebut untuk memberi perspektif pada perkembangan hukum antikorupsi. 
Info Buku
Judul : Jihad NU Melawan Korupsi: Studi Kontemporer Fiqih Antikorupsi di Indonesia
Penulis : Rumadi Ahmad, dkk
Editor: Marzuki Wahid & Hifdzil Alim
Penerbit : Lakpesdam PBNU
Tahun : 2016
Tebal : XVI + 194
ISBN 978-979-18217-8-0

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWC NU Kecamatan Bayan Gelar Konferensi Pemilihan Pengurus Baru

    MWC NU Kecamatan Bayan Gelar Konferensi Pemilihan Pengurus Baru

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 591
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Bulan ini terasa istimewa bagi warga Nahdliyyin di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sebab pada hari ini, minggu (1/8) MWC NU Kecamatan Bayan menyelenggarakan Konferensi MWCNU di Ponpes Al Hamidiyyah Sucenjuru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Konferensi yang bertemakan “Merawat Tradisi, Menguatkan Jati Diri, Menuju Organisasi yang Berwibawa dan Mandiri” ini […]

  • Majelis Dzikir GP Ansor Bener Padati Balai Desa Cacaban Kidul

    Majelis Dzikir GP Ansor Bener Padati Balai Desa Cacaban Kidul

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 39
    • 0Komentar

    BENER – Balai Desa Cacaban Kidul dipenuhi aura religius dan semangat kebersamaan saat Majelis Dzikir dan Sholawat yang digelar oleh PAC GP Ansor Kecamatan Bener berlangsung pada Sabtu malam (15/11). Dimulai pukul 21.00 WIB, kegiatan ini menyedot perhatian ratusan jamaah dari berbagai ranting Ansor se-Kecamatan Bener. Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dzikir […]

  • Musyawarah Anggota Ansor Winong Teguhkan Regenerasi dan Arah Gerakan Masa Khidmah 2026–2028

    Musyawarah Anggota Ansor Winong Teguhkan Regenerasi dan Arah Gerakan Masa Khidmah 2026–2028

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KEMIRI – Musyawarah Anggota Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Winong menjadi ruang strategis dalam meneguhkan regenerasi kepemimpinan dan arah gerakan organisasi untuk masa khidmah 2026–2028. Kegiatan yang digelar di Masjid Al Huda Desa Winong, Jumat (09/01/2026), berlangsung khidmat dengan semangat musyawarah dan kebersamaan. Sebagai forum tertinggi di tingkat ranting, Musyawarah Anggota tidak hanya menjadi […]

  • Selapanan NU Ranting Kaliwungu: Jelaskan Barokahnya Berkhidmah dan Membaca Sholawat

    Selapanan NU Ranting Kaliwungu: Jelaskan Barokahnya Berkhidmah dan Membaca Sholawat

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 76
    • 0Komentar

    Purworejo, 9 Juli 2023 – Pengajian rutin selapanan Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kaliwungu kembali digelar dengan semarak di Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Acara yang dihadiri oleh kepengurusan NU Ranting Kaliwungu dan berbagai banom (badan otonom) NU seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, dan IPPNU ini menjadi momen yang penuh berkah bagi seluruh peserta. Penceramah […]

  • Catatan Untuk Pemuda: Refleksi dan Resolusi 2020

    Catatan Untuk Pemuda: Refleksi dan Resolusi 2020

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2020
    • account_circle A. Nur Kholis
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Tak terasa kita sudah berada di awal tahun 2020. Semua momen senang, sedih, marah, dan perasaan lainnya telah kita lalui. Semua kenagan itu bisa menjadi pengalaman berharga kita di tahun lalu. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, umumnya masyarakat merayakan momen pergantian tahun dengan cara berkumpul bersama keluarga ataupun sahabat. Ada pula cara lain yang dilakukan, seperti […]

  • MWC NU Kemiri Penguatan Organisasi dengan Sambang Ranting

    MWC NU Kemiri Penguatan Organisasi dengan Sambang Ranting

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 249
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Sambang ranting merupakan program kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri pada tahun 2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan organisasi dan filantropi NU dengan ranting nahdlatul ulama di Zona IV (Ranting NU Bedono Karangduwur, Ranting NU Rebug, Ranting NU Winong, Ranting NU Sutoragan, Ranting NU Loning. Hal ini juga merupakan dalam […]

expand_less