Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jihad NU Melawan Korupsi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2016
  • visibility 383
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sudah lama kita yakini, perjuangan melawan korupsi merupakan perjuangan yang sejalan dengan spirit keagamaan (ruhul jihad). Dalam situasi seperti sekarang ini, perang melawan korupsi bisa disepadankan dengan jihad fi sabilillah. Tidak ada yang menyangkal bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan, bahkan ada yang menyebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa diperangi dengan cara-cara yang biasa. Karena itu, diperlukan kesungguhan dengan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberantas kejahatan korupsi. Itulah jihad fi sabilillah
Bukan hanya aparat penegak hukum yang menangkap koruptor atau aktivis yang jihad melawan korupsi, para pemimpin dalam berbagai tingkatan yang menyelamatkan uang negara agar tidak dikorup, pada dasarnya dia sedang menjalankan misi luhur agama, jihad fi sabilillah. Pemimpin-pemimpin yang diberi amanat untuk mengelola uang dan kekayaaan negara, dan mereka berhasil menunaikan tugas dengan cara men-tasharruf-kan yang benar dan tidak dikorup, pada dasarnya mereka menjalankan misi agung, yaitu misi menegakkan keadilan untuk kemaslahatan (tahqiqul ’adli li ishlahi ar-ra’iyyah).
Korupsi adalah tindakan memporak-porandakan keadilan. Implikasi korupsi adalah terjadinya kerusakan, terlanggarnya hak asasi manusia, pemiskinan, kehancuran tatanan kehidupan, dan sebagainya. Hal inilah yang diperangi oleh semua agama. Karena itu, agama tidak bisa dijadikan tempat berlindung para koruptor.
Jihad melawan korupsi tidak bisa hanya dilakukan dengan menangkapi koruptor setiap hari dengan harapan menimbulkan efek jera. Dalam praktik pemberantasan korupsi di Indonesia membuktikan, penangkapan dan penghukuman para koruptor tidak serta merta menghilangkan korupsi. Korupsi masih tetap subur di mana-mana. Bukan berarti penindakan terhadap koruptor tidak penting, tetapi hal ini tidak cukup. Upaya pencegahan yang selama ini kurang menjadi prioritas perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Dalam Islam, upaya pencegahan dan penindakan terdapat dalam istilah dar’ul mafasid wa jalbul mashalih. Melakukan pencegahan korupsi pada dasarnya merupakan upaya mencegah terjadinya kerusakan (dar’ul mafasid), sedangkan melakukan penindakan dengan menangkap dan menghukum koruptor bisa disebut sebagai upaya jalbul mashalih. Dalam qawa’id fiqhiyyah terdapat kaidah bagaimana mengimplementasikan pencegahan dan penindakan: dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, upaya mencegah kerusakan (pencegahan korupsi) harus didahulukan daripada mencari kemaslahatan (penindakan korupsi). Di sinilah pentingnya aparat penegak hukum antikorupsi, terutama KPK, lebih memperkuat upaya-upaya pencegahan korupsi, bekerjasama dengan masyarakat sipil, khususnya organisasi keagamaan. 
NU sebagai organisasi sosial keagamaan mendukung penuh penguatan pencegahan korupsi ini. Wawasan tentang antikorupsi tidak boleh hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menginternalisasi menjadi nilai-nilai yang memengaruhi tindakan. Perkembangan hukum antikorupsi dan juga modus-modus baru korupsi harus diketahui masyarakat. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) misalnya, merupakan hal baru yang harus diketahui masyarakat. Tentu, saya sangat sedih jika tokoh NU atau pesantren yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba terseret persoalan korupsi karena ketidaktahuannya. Karena itu, penting sekali memberi wawasan kepada para kiai dan tokoh-tokoh pesantren tentang perkembangan ini yang kapan saja bisa menjerat kita.
Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) NU juga bisa melakukan pembahasan sejumlah persoalan baru terkait tindak pidana korupsi yang dibahas dalam buku ini, misalnya soal konflik kepentingan (conflict of interest), pemilik keuntungan (beneficial ownership), perdagangan pengaruh (trading in influence), imbal balik (kickback), dan sebagainya. Fiqih Islam perlu melihat persoalan-persoalan tersebut untuk memberi perspektif pada perkembangan hukum antikorupsi. 
Info Buku
Judul : Jihad NU Melawan Korupsi: Studi Kontemporer Fiqih Antikorupsi di Indonesia
Penulis : Rumadi Ahmad, dkk
Editor: Marzuki Wahid & Hifdzil Alim
Penerbit : Lakpesdam PBNU
Tahun : 2016
Tebal : XVI + 194
ISBN 978-979-18217-8-0

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ambulan NU Purworejo untuk Sesama

    Ambulan NU Purworejo untuk Sesama

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 762
    • 0Komentar

    Salah satu program andalan bagi Pengurus PCNU Kabupaten Purworejo masa khidmah 2014-2019 adalah keinginannya untuk menyentuh masyarakat luas khususnya warga NU di Purworejo, oleh karenanya perwujudan dari program itu telah menjadi komitmen pengurus untuk segera mewujudkan sarana yang bisa digunakan oleh masyarakat ialah pengadaan sarana ambulan. Berkat kemauan yang keras dari pengurus maka saat ini […]

  • PC GP Ansor Purworejo Lakukan Visitasi Akreditasi PAC dan Ranting Se-Kecamatan Bayan

    PC GP Ansor Purworejo Lakukan Visitasi Akreditasi PAC dan Ranting Se-Kecamatan Bayan

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 701
    • 0Komentar

    PURWOREJO, Guna menata organisasi, PC GP Ansor Purworejo melakukan Visitasi Akreditasi Ke Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting Se-Kecamatan Bayan, minggu (22/8) di Masjid Darul Falah Pucang agung, Bayan, Purworejo. Visitasi Akreditasi ini diikuti oleh perwakilan dari 11 Ranting GP Ansor Se-Kecamatan Bayan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Turut hadir dalam acara Visitasi Akreditasi tersebut […]

  • Manisjangan Bersholawat Siap Digelar, Sabtu Malam Minggu 15 November 2025

    Manisjangan Bersholawat Siap Digelar, Sabtu Malam Minggu 15 November 2025

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 73
    • 2Komentar

    Purworejo,  – Gelaran Manisjangan Bersholawat dipastikan siap terlaksana pada Sabtu malam Minggu, 15/11/2025, berlokasi di selatan lapangan Manisjangan, Sidomulyo. Hingga Jumat sore, seluruh persiapan telah mencapai 80 persen, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia, Sugeng Pamuji. Acara ini digelar dalam rangka Harlah ke-8 Pemuda Manisjangan sekaligus memperingati Satu Dekade DRW Skincare. Peringatan sepuluh tahun DRW Skincare […]

  • Setelah Di lantik PC IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo Masa Khidmah 2022-2024 Siap Bertugas dan Tancap Gas

    Setelah Di lantik PC IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo Masa Khidmah 2022-2024 Siap Bertugas dan Tancap Gas

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 226
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – PC IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo telah resmi dilantik oleh PW IPNU IPPNU Jawa tengah, Lokasi tempat pelantikan tersebut berada di Auditorium STAINU Purworejo. Pelantikan ini diselenggarakan pada hari Ahad, Tanggal : 7 Agustus 2022. Kegiatan ini selain untuk Mengesahkan kepengurusan PC IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo Masa Khidmah 2022-2024 juga dilanjutkan kegiatan rencana […]

  • SMK NU Gebang Gelar Wisuda Siswa Tahun Pelajaran 2021/2022

    SMK NU Gebang Gelar Wisuda Siswa Tahun Pelajaran 2021/2022

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 261
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan siswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu jenjang Sekolah. Pada umumnya prosesi wisuda dengan Protokoler yang diawali dengan prosesi masuknya Pimpinan Lembaga / Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Kompetensi Keahlian ataupun Managemen Sekolah lainnya guna mewisuda para calon wisudawan / wisudawati. Wisuda dan Pelepasan […]

  • Kader Ansor Purworejo Korban Longsor telah Teridentifikasi dan Dimakamkan

    Kader Ansor Purworejo Korban Longsor telah Teridentifikasi dan Dimakamkan

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Dalam bencana longsor di Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo yang terjadi Sabtu(18/06) malam lalu terdapat salah satu korban tewas yang merupakan kader Ansor Purworejo. Ia adalah Syarif Marsahid (45) yang terkubur longsor bersama istrinya Syarifah (43) saat perjalanan pulang menuju Desa Telogorejo, Kecamatan Kaligesing.Jenazah sang istri telah ditemukan dan diidentifikasi pada hari […]

expand_less