Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jihad NU Melawan Korupsi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2016
  • visibility 329
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sudah lama kita yakini, perjuangan melawan korupsi merupakan perjuangan yang sejalan dengan spirit keagamaan (ruhul jihad). Dalam situasi seperti sekarang ini, perang melawan korupsi bisa disepadankan dengan jihad fi sabilillah. Tidak ada yang menyangkal bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan, bahkan ada yang menyebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa diperangi dengan cara-cara yang biasa. Karena itu, diperlukan kesungguhan dengan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberantas kejahatan korupsi. Itulah jihad fi sabilillah
Bukan hanya aparat penegak hukum yang menangkap koruptor atau aktivis yang jihad melawan korupsi, para pemimpin dalam berbagai tingkatan yang menyelamatkan uang negara agar tidak dikorup, pada dasarnya dia sedang menjalankan misi luhur agama, jihad fi sabilillah. Pemimpin-pemimpin yang diberi amanat untuk mengelola uang dan kekayaaan negara, dan mereka berhasil menunaikan tugas dengan cara men-tasharruf-kan yang benar dan tidak dikorup, pada dasarnya mereka menjalankan misi agung, yaitu misi menegakkan keadilan untuk kemaslahatan (tahqiqul ’adli li ishlahi ar-ra’iyyah).
Korupsi adalah tindakan memporak-porandakan keadilan. Implikasi korupsi adalah terjadinya kerusakan, terlanggarnya hak asasi manusia, pemiskinan, kehancuran tatanan kehidupan, dan sebagainya. Hal inilah yang diperangi oleh semua agama. Karena itu, agama tidak bisa dijadikan tempat berlindung para koruptor.
Jihad melawan korupsi tidak bisa hanya dilakukan dengan menangkapi koruptor setiap hari dengan harapan menimbulkan efek jera. Dalam praktik pemberantasan korupsi di Indonesia membuktikan, penangkapan dan penghukuman para koruptor tidak serta merta menghilangkan korupsi. Korupsi masih tetap subur di mana-mana. Bukan berarti penindakan terhadap koruptor tidak penting, tetapi hal ini tidak cukup. Upaya pencegahan yang selama ini kurang menjadi prioritas perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Dalam Islam, upaya pencegahan dan penindakan terdapat dalam istilah dar’ul mafasid wa jalbul mashalih. Melakukan pencegahan korupsi pada dasarnya merupakan upaya mencegah terjadinya kerusakan (dar’ul mafasid), sedangkan melakukan penindakan dengan menangkap dan menghukum koruptor bisa disebut sebagai upaya jalbul mashalih. Dalam qawa’id fiqhiyyah terdapat kaidah bagaimana mengimplementasikan pencegahan dan penindakan: dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, upaya mencegah kerusakan (pencegahan korupsi) harus didahulukan daripada mencari kemaslahatan (penindakan korupsi). Di sinilah pentingnya aparat penegak hukum antikorupsi, terutama KPK, lebih memperkuat upaya-upaya pencegahan korupsi, bekerjasama dengan masyarakat sipil, khususnya organisasi keagamaan. 
NU sebagai organisasi sosial keagamaan mendukung penuh penguatan pencegahan korupsi ini. Wawasan tentang antikorupsi tidak boleh hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menginternalisasi menjadi nilai-nilai yang memengaruhi tindakan. Perkembangan hukum antikorupsi dan juga modus-modus baru korupsi harus diketahui masyarakat. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) misalnya, merupakan hal baru yang harus diketahui masyarakat. Tentu, saya sangat sedih jika tokoh NU atau pesantren yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba terseret persoalan korupsi karena ketidaktahuannya. Karena itu, penting sekali memberi wawasan kepada para kiai dan tokoh-tokoh pesantren tentang perkembangan ini yang kapan saja bisa menjerat kita.
Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) NU juga bisa melakukan pembahasan sejumlah persoalan baru terkait tindak pidana korupsi yang dibahas dalam buku ini, misalnya soal konflik kepentingan (conflict of interest), pemilik keuntungan (beneficial ownership), perdagangan pengaruh (trading in influence), imbal balik (kickback), dan sebagainya. Fiqih Islam perlu melihat persoalan-persoalan tersebut untuk memberi perspektif pada perkembangan hukum antikorupsi. 
Info Buku
Judul : Jihad NU Melawan Korupsi: Studi Kontemporer Fiqih Antikorupsi di Indonesia
Penulis : Rumadi Ahmad, dkk
Editor: Marzuki Wahid & Hifdzil Alim
Penerbit : Lakpesdam PBNU
Tahun : 2016
Tebal : XVI + 194
ISBN 978-979-18217-8-0

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC GP Ansor Bagelen Gelar Ziarah Makam Aulia di Jawa Timur

    PAC GP Ansor Bagelen Gelar Ziarah Makam Aulia di Jawa Timur

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pada tanggal 4 hingga 6 Agustus 2023, Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Bagelen menyelenggarakan kegiatan ziarah ke beberapa tempat makam Aulia di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat rasa kebersamaan dan meningkatkan spiritualitas anggota dalam mendekatkan diri kepada Tuhan serta mengenang jasa pahlawan dan tokoh agama di tempat-tempat bersejarah. Hari […]

  • Tetap Setia NKRI, Banser Purworejo Tak Gentar Hadapi ISIS

    Tetap Setia NKRI, Banser Purworejo Tak Gentar Hadapi ISIS

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Purworejo menegaskan pihaknya tidak berubah sikap atas ancaman salah seorang simpatisan Islam State of Irak and Syiria (ISIS) yang diputar melalui Youtube akhir pekan lalu. Mereka menyatakan kesetiaan total untuk NKRI. Demikian disampaikan Komandan Satkorcab Banser Purworejo Daryanto. “Selama ini Banser telah membuktikan kesetiannya terhadap keutuhan […]

  • Pimpinan Ranting GP Ansor Sidomulyo dan Pemantapan Calon Pengurus Pimpinan Ranting Fatayat NU Sidomulyo

    Pimpinan Ranting GP Ansor Sidomulyo dan Pemantapan Calon Pengurus Pimpinan Ranting Fatayat NU Sidomulyo

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 134
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Ahad (4/12) ada pemandangan menarik di Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo. Pasalnya, riuh gemuruh ‘kaum hijau’ NU, Muslimat, Fatayat, Ansor berkumpul di Musholla Baitul Makmur Sidomulyo pimpinan KH. Pawit Abu Bakar dalam acara pengajian dhuha Muslimat NU sekaligus pelantikan Pimpinan Ranting GP Ansor Sidomulyo dan Pemantapan Calon Pengurus Pimpinan Ranting Fatayat NU Sidomulyo. […]

  • LPBI NU Purworejo Distribusikan Bantuan ke Warga Dampak Bencana Pituruh

    LPBI NU Purworejo Distribusikan Bantuan ke Warga Dampak Bencana Pituruh

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 977
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pendistribusian bantuan logistik dan obat-obatan korban bencana alam tanah longsor di wilayah kecamatan Pituruh, yaitu Desa Brengkol dan Kalijering. Kegiatan ini bersinergi dengan Mikat Al-Khidmah, LPBI NU Purworejo dan Pimpinan Anak Cabang Gerakana Pemuda Ansor Pituruh, pada Senin, 26/10/2020 siang memberikan bantuan logistik berupa mie instan, air mineral dan obat-obatan, guna memenuhi […]

  • Desa Kedungloteng Jadi Pilot Project Desa Sejahtera NU di Purworejo

    Desa Kedungloteng Jadi Pilot Project Desa Sejahtera NU di Purworejo

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Lazisnu Purworejo luncurkan Desa Sejahtera NU di Kedungloteng, Bener, sebagai pilot project dengan 5 pilar program: pendidikan, ekonomi, kesehatan, dakwah, dan lingkungan.

  • Muhasabah, From Zero To Hero

    Muhasabah, From Zero To Hero

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle Masagoez
    • visibility 507
    • 0Komentar

    Setiap pergantian tahun merupakan momentum bagi setiap orang untuk melakukan muhasabah (mawas diri) terhadap perjalanan hidup yang dilalui selama setahun. Apakah yang telah kita lakukan dari detik ke menit , menit ke jam, jam ke hari, hari ke pekan dan pekan ke bulan? Perbandingan bagi seorang pedagang tentu akan dihitung untung ruginya barang yang telah […]

expand_less