Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jihad NU Melawan Korupsi

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 12 Jul 2016
  • visibility 330
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sudah lama kita yakini, perjuangan melawan korupsi merupakan perjuangan yang sejalan dengan spirit keagamaan (ruhul jihad). Dalam situasi seperti sekarang ini, perang melawan korupsi bisa disepadankan dengan jihad fi sabilillah. Tidak ada yang menyangkal bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan, bahkan ada yang menyebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa diperangi dengan cara-cara yang biasa. Karena itu, diperlukan kesungguhan dengan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberantas kejahatan korupsi. Itulah jihad fi sabilillah
Bukan hanya aparat penegak hukum yang menangkap koruptor atau aktivis yang jihad melawan korupsi, para pemimpin dalam berbagai tingkatan yang menyelamatkan uang negara agar tidak dikorup, pada dasarnya dia sedang menjalankan misi luhur agama, jihad fi sabilillah. Pemimpin-pemimpin yang diberi amanat untuk mengelola uang dan kekayaaan negara, dan mereka berhasil menunaikan tugas dengan cara men-tasharruf-kan yang benar dan tidak dikorup, pada dasarnya mereka menjalankan misi agung, yaitu misi menegakkan keadilan untuk kemaslahatan (tahqiqul ’adli li ishlahi ar-ra’iyyah).
Korupsi adalah tindakan memporak-porandakan keadilan. Implikasi korupsi adalah terjadinya kerusakan, terlanggarnya hak asasi manusia, pemiskinan, kehancuran tatanan kehidupan, dan sebagainya. Hal inilah yang diperangi oleh semua agama. Karena itu, agama tidak bisa dijadikan tempat berlindung para koruptor.
Jihad melawan korupsi tidak bisa hanya dilakukan dengan menangkapi koruptor setiap hari dengan harapan menimbulkan efek jera. Dalam praktik pemberantasan korupsi di Indonesia membuktikan, penangkapan dan penghukuman para koruptor tidak serta merta menghilangkan korupsi. Korupsi masih tetap subur di mana-mana. Bukan berarti penindakan terhadap koruptor tidak penting, tetapi hal ini tidak cukup. Upaya pencegahan yang selama ini kurang menjadi prioritas perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Dalam Islam, upaya pencegahan dan penindakan terdapat dalam istilah dar’ul mafasid wa jalbul mashalih. Melakukan pencegahan korupsi pada dasarnya merupakan upaya mencegah terjadinya kerusakan (dar’ul mafasid), sedangkan melakukan penindakan dengan menangkap dan menghukum koruptor bisa disebut sebagai upaya jalbul mashalih. Dalam qawa’id fiqhiyyah terdapat kaidah bagaimana mengimplementasikan pencegahan dan penindakan: dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, upaya mencegah kerusakan (pencegahan korupsi) harus didahulukan daripada mencari kemaslahatan (penindakan korupsi). Di sinilah pentingnya aparat penegak hukum antikorupsi, terutama KPK, lebih memperkuat upaya-upaya pencegahan korupsi, bekerjasama dengan masyarakat sipil, khususnya organisasi keagamaan. 
NU sebagai organisasi sosial keagamaan mendukung penuh penguatan pencegahan korupsi ini. Wawasan tentang antikorupsi tidak boleh hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menginternalisasi menjadi nilai-nilai yang memengaruhi tindakan. Perkembangan hukum antikorupsi dan juga modus-modus baru korupsi harus diketahui masyarakat. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) misalnya, merupakan hal baru yang harus diketahui masyarakat. Tentu, saya sangat sedih jika tokoh NU atau pesantren yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba terseret persoalan korupsi karena ketidaktahuannya. Karena itu, penting sekali memberi wawasan kepada para kiai dan tokoh-tokoh pesantren tentang perkembangan ini yang kapan saja bisa menjerat kita.
Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) NU juga bisa melakukan pembahasan sejumlah persoalan baru terkait tindak pidana korupsi yang dibahas dalam buku ini, misalnya soal konflik kepentingan (conflict of interest), pemilik keuntungan (beneficial ownership), perdagangan pengaruh (trading in influence), imbal balik (kickback), dan sebagainya. Fiqih Islam perlu melihat persoalan-persoalan tersebut untuk memberi perspektif pada perkembangan hukum antikorupsi. 
Info Buku
Judul : Jihad NU Melawan Korupsi: Studi Kontemporer Fiqih Antikorupsi di Indonesia
Penulis : Rumadi Ahmad, dkk
Editor: Marzuki Wahid & Hifdzil Alim
Penerbit : Lakpesdam PBNU
Tahun : 2016
Tebal : XVI + 194
ISBN 978-979-18217-8-0

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jadikan Puasa Sebagai Kebutuhan, Pasti Akan Enjoy! Play Button

    Jadikan Puasa Sebagai Kebutuhan, Pasti Akan Enjoy!

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Di Eps 2 masih bersama Gus Ahiel membahas tentang semangat menjalani puasa selama bulan Ramadlan.

  • Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 28
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Imam Puro STAINU Purworejo menggelar Pelantikan Pengurus Masa Khidmah 2025/2026 yang dirangkai dengan Talkshow Aswaja, bertempat di Auditorium STAINU Purworejo, pada Sabtu (10/1/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisariat PMII Imam Puro dan berlangsung dengan khidmat serta penuh semangat kaderisasi. Hadir dalam kegiatan tersebut Churdaini, M.Pd., Sekretaris PCNU […]

  • PAC Gerakan Pemuda Ansor Gebang Lampaui Batas Minimal Akreditasi

    PAC Gerakan Pemuda Ansor Gebang Lampaui Batas Minimal Akreditasi

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Proggres E-KTA Ansor ; PAC GP Ansor Gebang Lampaui Batas Minimal Akreditasi Purworejo, 18/07/2023 – Dalam semangat memajukan organisasi dan memperkuat peranannya di tingkat kecamatan, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Gebang berhasil meraih pencapaian luar biasa dengan melampaui batas minimal syarat akreditasi yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor. Keberhasilan ini menandai komitmen kuat […]

  • Sekretaris GP Ansor Purworejo Tekankan Pentingnya Empat Sifat Utama Nabi Muhammad SAW pada Kegiatan Pramuka

    Sekretaris GP Ansor Purworejo Tekankan Pentingnya Empat Sifat Utama Nabi Muhammad SAW pada Kegiatan Pramuka

    • calendar_month Minggu, 28 Jul 2024
    • account_circle admin
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Purworejo, ANSORPURWOREJO.ORG – Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Purworejo, Muhammad Tashilul Manasik, menekankan pentingnya kejujuran dan empat sifat utama Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikannya saat memberikan tausiah dalam kegiatan pramuka alih golongan dari penggalang ke penegak di SMK YPT Purworejo pada Jumat (26/7/2024). Dalam ceramahnya, Gus Ahil menjelaskan […]

  • Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj

    Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    Tak kenal maka tak sayang. Barangkali peribahasa itu tepat untuk menggambarkan keadaan Indonesia akhir-akhir ini, dimana orang tak hanya tak kenal dan tak sayang, tetapi bahkan justru memfitnah, membenci dan memaki, dengan orang yang belum dikenalnya di media. Tak terkecuali, berbagai fitnah, berita palsu (hoax) dan makian yang dialamatkan kepada Prof Dr KH Said Aqil […]

  • PAC GP Ansor Bagelen Gelar Ziarah Makam Aulia di Jawa Timur

    PAC GP Ansor Bagelen Gelar Ziarah Makam Aulia di Jawa Timur

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pada tanggal 4 hingga 6 Agustus 2023, Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Bagelen menyelenggarakan kegiatan ziarah ke beberapa tempat makam Aulia di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat rasa kebersamaan dan meningkatkan spiritualitas anggota dalam mendekatkan diri kepada Tuhan serta mengenang jasa pahlawan dan tokoh agama di tempat-tempat bersejarah. Hari […]

expand_less