Breaking News
light_mode
Trending Tags

Catatan Untuk Pemuda: Refleksi dan Resolusi 2020

  • account_circle A. Nur Kholis
  • calendar_month Rabu, 1 Jan 2020
  • visibility 794
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tak terasa kita sudah berada di awal tahun 2020. Semua momen senang, sedih, marah, dan perasaan lainnya telah kita lalui. Semua kenagan itu bisa menjadi pengalaman berharga kita di tahun lalu.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, umumnya masyarakat merayakan momen pergantian tahun dengan cara berkumpul bersama keluarga ataupun sahabat. Ada pula cara lain yang dilakukan, seperti berlibur atau makan malam bersama. Hal yang nggak ketinggalan dari momen ini adalah harapan-harapan atau resolusi yang akan dicapai di tahun mendatang.

Apakah semua cita-cita dan harapan kita di tahun 2019 sudah tercapai semua? Jika belum jangan bersedih, mungkin di tahun ini atau selanjutnya, kita dapat mewujudkan semua cita-cita yang belum terwujud. Bulatkan tekad dan susun kembali rasa semangat yang ada dalam diri kita untuk menyongsong hari yang baru. Mungkin kita juga butuh beberapa harapan dan doa, seperti diberikan umur panjang, keberuntungan, kemurahan rejeki, didekatkan jodoh, hingga kesuksesan karier.

Perubahan diri sendiri tergantung dari kemamuan untuk merubah nasibnya. Ya karena kehidupan masa depan merupakan sebuah misteri, sedangkan masa lalu hanyalah kenangan yang bisa kita jadikan pembelajaran.

Sebelum merancang resolusi 2020, ada satu tahapan yang perlu diselesaikan. Tahapan ini adalah refleksi diri. Refleksi diri adalah tindakan untuk berusaha menilai dan mengkaji diri sendiri, kebiasaan, serta perilaku yang selama ini dilakukan. Pada pengertian yang lebih sempit, refleksi diri juga dilakukan untuk menilai aktivitas sehari-hari, seperti cara bekerja dan belajar.

Refleksi diri memiliki banyak manfaat. Anda akan lebih mudah mengembangkan kesadaran mental dan emosional dengan refleksi diri. Mengembangkan kesadaran tersebut menjadi dasar dalam membantu diri untuk terus berkembang. Sebuah refleksi diri yang perlu kita bangun dalam konsep diri antara lain :

  1. Jujur dengan diri sendiri Refleksi diri dapat menjadi momen untuk bisa terbuka pada diri sendiri. Apabila Anda tidak 100 persen jujur dengan diri sendiri terkait hal yang tengah terjadi, atau cara Anda berperilaku selama ini, proses membantu diri sendiri pun akan menjadi sulit dilakukan.
  2. Kenali pola kebiasaan yang rutin dijalani Sebagai manusia,
    tentu kita sering menjalankan banyak kebiasaan. Beberapa kebiasaan tersebut bermanfaat, namun sebagian lagi bisa saja merugikan diri sendiri dan orang lain. Dalam melakukan proses refleksi diri, Anda perlu mengenali dan mengelompokkan kebiasaan yang sering dilakukan. Dengan mempelajari kebiasaan-kebiasaan tersebut, Anda bisa menghilangkan kebiasaan yang tak bermanfaat, sekaligus menambah kebiasaan sehat dan positif.
  3. Pelajari kebiasaan baik dan kurang baik yang selama ini Anda lakukan
    Sebagai contoh, Anda sering terlambat ke kantor karena telat bangun. Anda bisa mengidentifikasi penyebab terlambat bangun tersebut, termasuk kebiasaan bermain gadget sebelum tidur yang membuat jam tidur menjadi mundur
  4. Pahami yang terbaik untuk diri sendiri
    Kunci lain untuk bisa tumbuh dan menjadi yang terbaik untuk diri sendiri adalah mengenali yang terbaik untuk diri. Dengan memahami hal ini, Anda bisa menilai apakah nilai tersebut sudah didapatkan di tahun-tahun sebelumnya. Hal yang menjadi terbaik untuk diri sendiri pun dapat bervariasi tergantung pribadi masing-masing. Entah itu pekerjaan yang dijalani, hubungan asmara, hingga kebutuhan finansial.
  5. Memaafkan diri sendiri
    Terkadang, kebiasaan buruk memang sulit untuk disingkirkan. Anda tak harus melakukan perubahan dalam sekejap. Jika ada resolusi dan tujuan tak tercapai, Anda tak perlu menyalahkan diri sendiri. Maafkanlah diri sendiri walau terkadang membuat kesalahan. Sebab, pada akhirnya, kita semua adalah manusia. Dan sangat manusiawi jika kita melakukan kesalahan.
  6. Monitor refleksi diri yang dilakukan
    Anda disarankan untuk mengamati bagaimana diri Anda berkembang setelah melakukan refleksi diri. Sambil mengamatinya, catat dan tuliskan perkembangan (atau hambatan) diri dalam buku harian atau jurnal.

Berbagai kisah telah kita lalui, entah disadari atu tidak. Perjalanan kisah itu membuat kita berani membuat resolusi 2020. Pastinya kita juga harus mendongkrak rasa semangat dalam diri untuk lebih termotivasi kembali untuk mencapai goal di tahun baru ini

  • Penulis: A. Nur Kholis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • STAINU Purworejo Gelar Wisuda Sarjana ke-29

    STAINU Purworejo Gelar Wisuda Sarjana ke-29

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 7
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Purworejo menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Sarjana (S1) ke-29 Tahun 2023, pada Sabtu (29/7/23). Wisuda kali ini mengusung tema “Harmoni dan Sinergi: Peran LPT-PBNU dalam Membangun STAINU Purworejo Menuju Perguruan Tinggi Bereputasi”, sebagai representasi dari gerak transformatif STAINU Purworejo merealisasikan PTNU Unggulan baik […]

  • Jangan Sampai ‘Kebanjiran’ Informasi | with Sob Ahmad Naufa KH. F. Play Button

    Jangan Sampai ‘Kebanjiran’ Informasi | with Sob Ahmad Naufa KH. F.

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Eps. 10-12 kita kedatangan tamu sepsial jurnalis muda NU yang akan mengangakat aktivitas aktivitas kreatif di tengah pandemi

  • Ikrar Kesetiaan NKRI

    Ikrar Kesetiaan NKRI

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Bayan, ansorpurworejo.org Melihat perkembangan jaman semakin “konyol”, kita sama-sama melihat, mendengar dari pemberitaan-pemberitaan yang juga membuat “miris” para orang tua, ada orang-orang yang menyakiti diri saja itu dianggap Jihad, menganggap orang yg berbeda pendapat/pemahamannya dianggap Kafir, sehingga “halal” disakiti bahkan dibunuh. Bahkan bisa dirasakan betapa resahnya kita akan generasi-generasi muda yang semakin “ngawur” cara berpikir […]

  • 9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu

    9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu

    • calendar_month Minggu, 17 Sep 2017
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Sembilan tim siap ikut meramaikan kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Tengah II Zona Kedu. Mereka akan memperebutkan satu tiket ke babak final Region Jateng II, di mana satu tiket sudah digenggam oleh pemenang dari Zona Soloraya, Walisongo FC. Penanggung jawab LSN Jateng II Zona Kedu Sholahuddin Al-Ahmadi menerangkan sembilan tim tersebut akan […]

  • Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

    Radikalisme Sasar Mahasiswa Awam Pengetahuan Agama

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Bandung, NU Online Penyebaran radikalisme agama semakin berkembang ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di kalangan mahasiswa. Kelompok garis keras sengaja merekrut anak muda yang cerdas, mempunyai emosionalnya tinggi, tetapi awam pengetahuan agamanya alias tidak berbasis pesantren. Demikian muncul dalam seminar bertajuk “Mencegah Kekerasan Atas Nama Agama” yang digelar Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Tarbiyyah dan Keguruan, […]

  • Janganlah Engkau Menodai Agama!

    Janganlah Engkau Menodai Agama!

    • calendar_month Sabtu, 5 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 1Komentar

    Dalam kitab suci Al-Qur’an, istilah pelecehan agama memang tidak ada. Namun dalam konteks yang sama, ada istilah-istilah tertentu yang bisa dipahami sebagai padanan dari pelecehan. Adapun bahaya tindakan melecehkan itu bukan cuma mengancam mereka yang melecehkan, namun juga merugikan objek, pihak, atau orang yang dilecehkan. Dalam buku ini, Imanuddin dan Zaenal mengidentifikasi adanya tiga kata […]

expand_less