Breaking News
light_mode
Trending Tags

Catatan Untuk Pemuda: Refleksi dan Resolusi 2020

  • account_circle A. Nur Kholis
  • calendar_month Rabu, 1 Jan 2020
  • visibility 819
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tak terasa kita sudah berada di awal tahun 2020. Semua momen senang, sedih, marah, dan perasaan lainnya telah kita lalui. Semua kenagan itu bisa menjadi pengalaman berharga kita di tahun lalu.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, umumnya masyarakat merayakan momen pergantian tahun dengan cara berkumpul bersama keluarga ataupun sahabat. Ada pula cara lain yang dilakukan, seperti berlibur atau makan malam bersama. Hal yang nggak ketinggalan dari momen ini adalah harapan-harapan atau resolusi yang akan dicapai di tahun mendatang.

Apakah semua cita-cita dan harapan kita di tahun 2019 sudah tercapai semua? Jika belum jangan bersedih, mungkin di tahun ini atau selanjutnya, kita dapat mewujudkan semua cita-cita yang belum terwujud. Bulatkan tekad dan susun kembali rasa semangat yang ada dalam diri kita untuk menyongsong hari yang baru. Mungkin kita juga butuh beberapa harapan dan doa, seperti diberikan umur panjang, keberuntungan, kemurahan rejeki, didekatkan jodoh, hingga kesuksesan karier.

Perubahan diri sendiri tergantung dari kemamuan untuk merubah nasibnya. Ya karena kehidupan masa depan merupakan sebuah misteri, sedangkan masa lalu hanyalah kenangan yang bisa kita jadikan pembelajaran.

Sebelum merancang resolusi 2020, ada satu tahapan yang perlu diselesaikan. Tahapan ini adalah refleksi diri. Refleksi diri adalah tindakan untuk berusaha menilai dan mengkaji diri sendiri, kebiasaan, serta perilaku yang selama ini dilakukan. Pada pengertian yang lebih sempit, refleksi diri juga dilakukan untuk menilai aktivitas sehari-hari, seperti cara bekerja dan belajar.

Refleksi diri memiliki banyak manfaat. Anda akan lebih mudah mengembangkan kesadaran mental dan emosional dengan refleksi diri. Mengembangkan kesadaran tersebut menjadi dasar dalam membantu diri untuk terus berkembang. Sebuah refleksi diri yang perlu kita bangun dalam konsep diri antara lain :

  1. Jujur dengan diri sendiri Refleksi diri dapat menjadi momen untuk bisa terbuka pada diri sendiri. Apabila Anda tidak 100 persen jujur dengan diri sendiri terkait hal yang tengah terjadi, atau cara Anda berperilaku selama ini, proses membantu diri sendiri pun akan menjadi sulit dilakukan.
  2. Kenali pola kebiasaan yang rutin dijalani Sebagai manusia,
    tentu kita sering menjalankan banyak kebiasaan. Beberapa kebiasaan tersebut bermanfaat, namun sebagian lagi bisa saja merugikan diri sendiri dan orang lain. Dalam melakukan proses refleksi diri, Anda perlu mengenali dan mengelompokkan kebiasaan yang sering dilakukan. Dengan mempelajari kebiasaan-kebiasaan tersebut, Anda bisa menghilangkan kebiasaan yang tak bermanfaat, sekaligus menambah kebiasaan sehat dan positif.
  3. Pelajari kebiasaan baik dan kurang baik yang selama ini Anda lakukan
    Sebagai contoh, Anda sering terlambat ke kantor karena telat bangun. Anda bisa mengidentifikasi penyebab terlambat bangun tersebut, termasuk kebiasaan bermain gadget sebelum tidur yang membuat jam tidur menjadi mundur
  4. Pahami yang terbaik untuk diri sendiri
    Kunci lain untuk bisa tumbuh dan menjadi yang terbaik untuk diri sendiri adalah mengenali yang terbaik untuk diri. Dengan memahami hal ini, Anda bisa menilai apakah nilai tersebut sudah didapatkan di tahun-tahun sebelumnya. Hal yang menjadi terbaik untuk diri sendiri pun dapat bervariasi tergantung pribadi masing-masing. Entah itu pekerjaan yang dijalani, hubungan asmara, hingga kebutuhan finansial.
  5. Memaafkan diri sendiri
    Terkadang, kebiasaan buruk memang sulit untuk disingkirkan. Anda tak harus melakukan perubahan dalam sekejap. Jika ada resolusi dan tujuan tak tercapai, Anda tak perlu menyalahkan diri sendiri. Maafkanlah diri sendiri walau terkadang membuat kesalahan. Sebab, pada akhirnya, kita semua adalah manusia. Dan sangat manusiawi jika kita melakukan kesalahan.
  6. Monitor refleksi diri yang dilakukan
    Anda disarankan untuk mengamati bagaimana diri Anda berkembang setelah melakukan refleksi diri. Sambil mengamatinya, catat dan tuliskan perkembangan (atau hambatan) diri dalam buku harian atau jurnal.

Berbagai kisah telah kita lalui, entah disadari atu tidak. Perjalanan kisah itu membuat kita berani membuat resolusi 2020. Pastinya kita juga harus mendongkrak rasa semangat dalam diri untuk lebih termotivasi kembali untuk mencapai goal di tahun baru ini

  • Penulis: A. Nur Kholis

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rijalul Ansor Pituruh Gelar Ngaji Rutin Ahlussunah Wal Jamaah

    Rijalul Ansor Pituruh Gelar Ngaji Rutin Ahlussunah Wal Jamaah

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 221
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor PAC Pituruh menggelar ngaji rutin setiap dua minggu sekali setiap Rabu malam kamis di gedung MWC NU Pituruh Megulunglor. Peserta sahabat-sahabat Ansor dari seluruh desa di Kecamatan Pituruh. Rutinan MDS Rijalul Ansor Pituruh dilaksanakan dengan diskusi ilmiah secara santai yang sesuai dengan pandangan generasi muda […]

  • Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

    Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 666
    • 0Komentar

    Assalamualaikum wr wb. Perkenalkan, nama saya Bramantyo dan Alhamdulillah saya termasuk warga NU. Walaupun ‘NU Abangan’, wong Iqra saja belum khatam. Tapi saya sangat bangga jadi warga NU, walaupun saya tidak tahu, apakah NU bangga punya warga seperti saya. Dan sebagai bukti kebanggaan saya menjadi warga NU, saya tidak terpancing untuk ikut-ikutan ganti nama menjadi […]

  • KH Hasyim Asy’ari dan Tebuireng Awal

    KH Hasyim Asy’ari dan Tebuireng Awal

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 840
    • 1Komentar

    Pemilihan lokasi Muktamar NU di Jombang 1-5 Agustus pada 2015 nanti patut diapresiasi. Sebagai “ibu kota” NU, Jombang melahirkan banyak tokoh NU. Mulai Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Mbah Wahab Hasbullah, Mbah Bisri Syansuri, Gus Wahid Hasyim sampai presiden RI ke-4 Gus Dur. Jumlah ini belum ditambah dengan banyak aktivis NU yang sudah almarhum maupun yang […]

  • KH Zainul Arifin Pohan: Panglima Santri, Bangsawan dari Barus

    KH Zainul Arifin Pohan: Panglima Santri, Bangsawan dari Barus

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    Oleh Munawir Aziz Narasi perjuangan kemerdekaan Indonesia dipenuhi oleh penguasa dan jaringan militer yang melanggengkan heroisme. Sejarah perjuangan kaum santri tidak banyak tercatat, hanya sayup-sayup terdengar. Padahal, dari rahim pesantren, terdapat Laskar Hizbullah, Sabilillah dan segenap laskar pemuda santri yang berjuang untuk kemerdekaan. Gerak juang kaum santri terpinggirkan dari panggung sejarah perjuangan Indonesia. Bagaimana sejarahnya? […]

  • Gus Ahil: Gus Menteri Memikirkan Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat Indonesia

    Gus Ahil: Gus Menteri Memikirkan Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 5 Jun 2021
    • account_circle Surato
    • visibility 1.079
    • 0Komentar

    Keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia yang membatalkan keberangkatan jamaah haji Indonesia pada tahun ini menimbulkan polemik. Siaran pers yang dilakukan oleh Menteri Agama, H Yaqut Cholil Qoumas tersebut langsung mendapatakan banyak pendapat baik yang pro maupun kontra. Seperti telah diberitakan sebelumnya, pembatalan ini disebabkan karena masih dalam kondisi pandemi covid-19 dan pemerintah Arab Saudi belum […]

  • Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Islam pasti akan jaya, tidak akan menjadi agama hina hanya karena dijelek-jelekkan oleh siapapun. Demikian disampaikan Mubaligh dari Kedung Sari, Purworejo KH Yusuf Rosyadi saat mengisi ceramah di Senepo, Kutoarjo, Jawa Tengah. Di Purworejo, Selasa (1/11), Kiai Yusuf mengatakan, umat Islam mempunyai pendapat berbeda-beda menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) […]

expand_less