Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tata Cara Sholat Tasbih

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
  • visibility 6.334
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh para ulama kita adalah shalat tasbih. Dinamakan demikian karena di dalam shalat tersebut banyak dibaca tasbih. Sebagian masyarakat muslim di Indonsia menjadikan shalat tasbih sebagai sarana untuk mendapatkan lailatul qadr di bulan Ramadhan. Untuk menjaring malam yang sangat mulia ini mereka melakukan shalat malam secara berjamaah di sepuluh malam terakhir Ramadhan dan shalat tasbih dipilih untuk menjadi sarananya.

Bila dilihat dari sisi keutamaannya para ulama memandang shalat tasbih memiliki keutamaan yang begitu besar sampai Imam As-Subki menyatakan bahwa tidaklah orang yang mendengar tentang keutamaan shalat tasbih namun ia meninggalkannya (tidak melakukannya) kecuali orang itu adalah orang yang merendahkan agama (lihat: Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203). Varor menulis artikel tentang topik ini di situs webnya.

Adapun waktu pelaksanaan shalat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang hari ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk shalat. Hanya saja Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan shalat tasbih di siang dan malam hari. Bagi beliau bila shalat tasbih dilakukan di malam hari maka akan lebih baik bila dilakukan dua rakaat – dua rakaat masing-masing dengan satu salam. Namun bila dilakukan di siang hari maka bisa dilakukan dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam.

Tata Cara Shalat Tasbih:

Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menuliskan:

و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

Artinya: “dan (termasuk shalat sunnah) adalah shalat tasbih, yaitu shalat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203)

Dari penjelasan Ibnu Hajar di atas dapat disimpulkan tata cara pelaksanaan shalat tasbih sebagai berikut:

  1. Pada dasarnya tata cara pelaksanaan shalat sunnah tasbih tidak jauh berbeda dengan tata cara pelaksanaan shalat-shalat lainnya, baik syarat maupun rukunnya. Hanya saja di dalam shalat tasbih ada tambahan bacaan kalimat thayibah dalam jumlah tertentu.
  2. Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya, sebelum ruku’ terlebih dahulu membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (selanjutnya kalimat ini disebut tasbih) sebanyak 15 kali. Setelah itu baru kemudian melakukan ruku’.
  3. Pada saat ruku’ sebelum bangun untuk i’tidal terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu baru kemudian bangun untuk i’tidal.
  4. Pada saat i’tidal sebelum turun untuk sujud terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian sujud.
  5. Pada saat sujud yang pertama sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian bangun untuk duduk.
  6. Pada saat duduk di antara dua sujud sebelum melakukan sujud kedua membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian melakukan sujud yang kedua.
  7. Pada saat sujud kedua sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  8. Setelah sujud yang kedua tidak langsung bangun untuk berdiri memulai rakaat yang kedua, namun terlebih dahulu duduk untuk membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu barulah bangun untuk berdiri kembali memulai rakaat yang kedua.
  9. Dengan demikian maka dalam satu rakaat telah terbaca tasbih sebanyak 75 kali.
  10. Untuk rakaat yang kedua tata cara pelaksanaan shalat dan jumlah bacaan tasbihnya sama dengan rakaat pertama, hanya saja pada rakaat kedua setelah membaca tasyahud sebelum salam terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian membaca salam sebagaimana biasa sebagai penutup shalat. Wallâhu a’lam.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sambang sahabat Ranting  PAC GP Ansor Pituruh disambut antusias oleh masyarakat

    Sambang sahabat Ranting PAC GP Ansor Pituruh disambut antusias oleh masyarakat

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 179
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pengurus PAC GP Ansor Pituruh melakukan agenda silaturahmi dalam agenda reoni PKD ke 3 angkatan 2022. Kegiatan dilaksanakan di mushola Az Zahro. Kegiatan dihadiri oleh alumni PKD Angkatan 2022, tokoh masyarakat, pengurus PC GP Ansor Purworejo. Minggu, 25/09/2022. Malik Khairul Anam, Ketua PAC Ansor Pituruh menyampaikan bahwa tantangan Ansor kedepan cukup besar […]

  • Pelantikan Serentak Ranting NU se-Kecamatan Bagelen Berlangsung Khidmat

    Pelantikan Serentak Ranting NU se-Kecamatan Bagelen Berlangsung Khidmat

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 119
    • 2Komentar

    Bagelen, 9 Agustus 2025 — Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Bagelen resmi dilantik dalam acara pelantikan serentak yang digelar di Gedung NU Kecamatan Bagelen, Sabtu (9/8). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran NU di tingkat desa, sekaligus mempererat sinergi antar pengurus di seluruh wilayah kecamatan. Pelantikan dipimpin langsung oleh jajaran Pengurus Cabang […]

  • Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 646
    • 2Komentar

    Muktamar ke-33 di Kota Santri Jombang merupakan momentum untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berpegang teguh pada Islam yang wasathiyah (moderat), Islam Nusantara, Islam yang hidup ditengah-tengah ke-Bhineka-an. Tema yang diusungkan dalam Muktamar tersebut adalah Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Tema ini menegaskan komitmen NU untuk memajukan peradaban dari Indonesia […]

  • Terpilih Kembali, Sahabat Akhmad Burhani Kembali Pimpin PAC GP Ansor Bayan

    Terpilih Kembali, Sahabat Akhmad Burhani Kembali Pimpin PAC GP Ansor Bayan

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 1Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – Hari yang spesial dirasakan oleh warga NU Kecamatan Bayan, karena telah terlaksananya Konferensi Anak Cabang atau Konferancab PAC GP Ansor Bayan yang berlangsung di Mushola Al Musthofa Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Minggu (26/09). Konferancab PAC GP Ansor Bayan diikuti oleh 11 Ranting Ansor Se-kecamatan Bayan. Juga dihadiri Rois Syuriyah MWCNU […]

  • Dapat Tambahan Armada, Ansor Peduli Makin Gesit Layani Masyarakat

    Dapat Tambahan Armada, Ansor Peduli Makin Gesit Layani Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 25 Feb 2021
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 816
    • 1Komentar

    Gerakan Ansor Peduli yang digawangi Lembaga Sosial dan Banser PC GP Ansor Kabupaten Purworejo tampaknya semakin dirasakan masyarakat. Ini terbukti dengan semakin banyakanya permintaan masyarakat yang diterima tim Ansor Peduli. Baca Juga: Ini Cara Gunakan Ambulance Ansor Peduli Meskipun terus ‘mengaspal’ di jalanan Ansor Peduli juga tidak lepas dari beberapa tantangan, diantaranya adalah keterbatasan Armada […]

  • Belajar Perdamaian Pada Gus Dur

    Belajar Perdamaian Pada Gus Dur

    • calendar_month Sabtu, 18 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 574
    • 1Komentar

    Buku ini merupakan hasil tesis penulis yang kemudian digubah menjadi buku populer sehingga setiap pembaca mampu mencerna dengan renyah. Selain itu, penulis buku ini menjadi aktifis Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), dimana Gus Dur menjadi bagian dari pendiri lembaga ini. Lembaga yang lahir pada 12 Juli 2000 ini berusaha menyebarkan tradisi dialog dalam […]

expand_less