Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tata Cara Sholat Tasbih

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
  • visibility 6.014
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh para ulama kita adalah shalat tasbih. Dinamakan demikian karena di dalam shalat tersebut banyak dibaca tasbih. Sebagian masyarakat muslim di Indonsia menjadikan shalat tasbih sebagai sarana untuk mendapatkan lailatul qadr di bulan Ramadhan. Untuk menjaring malam yang sangat mulia ini mereka melakukan shalat malam secara berjamaah di sepuluh malam terakhir Ramadhan dan shalat tasbih dipilih untuk menjadi sarananya.

Bila dilihat dari sisi keutamaannya para ulama memandang shalat tasbih memiliki keutamaan yang begitu besar sampai Imam As-Subki menyatakan bahwa tidaklah orang yang mendengar tentang keutamaan shalat tasbih namun ia meninggalkannya (tidak melakukannya) kecuali orang itu adalah orang yang merendahkan agama (lihat: Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203). Varor menulis artikel tentang topik ini di situs webnya.

Adapun waktu pelaksanaan shalat tasbih dapat dilakukan kapan saja, baik siang hari ataupun malam hari, sepanjang tidak pada waktu yang dilarang untuk shalat. Hanya saja Imam Nawawi memiliki pendapat yang menyatakan adanya perbedaan dalam teknis pelaksanaan shalat tasbih di siang dan malam hari. Bagi beliau bila shalat tasbih dilakukan di malam hari maka akan lebih baik bila dilakukan dua rakaat – dua rakaat masing-masing dengan satu salam. Namun bila dilakukan di siang hari maka bisa dilakukan dua rakaat satu salam atau langsung empat rakaat dengan satu salam.

Tata Cara Shalat Tasbih:

Ibnu Hajar Al-Haitami di dalam kitabnya Al-Minhâjul Qawîm menuliskan:

و صلاة التسبيح وهي أربع ركعات يقول في كل ركعة بعد الفاتحة والسورة: سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر، زاد في الإحياء: ولا حول ولا قوة إلا بالله خمس عشرة مرة وفي كل من الركوع والاعتدال وكل من السجدتين والجلوس بينهما والجلوس بعد رفعه من السجدة الثانية في كل عشرة فذلك خمس وسبعون مرة في كل ركعة

Artinya: “dan (termasuk shalat sunnah) adalah shalat tasbih, yaitu shalat empat rakaat di mana dalam setiap rakaatnya setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar—di dalam kitab Ihyâ ditambahi wa lâ haulâ wa lâ quwwata illâ billâh—sebanyak 15 kali, dan pada tiap-tiap ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan duduk setelah sujud yang kedua masing-masing membaca (kalimat tersebut) sebanyak 10 kali. Maka itu semua berjumlah 75 kali dalam setiap satu rakaat.” (Ibnu Hajar Al-Haitami, Al-Minhâjul Qawîm, Beirut: Darul Fikr, tt., hal. 203)

Dari penjelasan Ibnu Hajar di atas dapat disimpulkan tata cara pelaksanaan shalat tasbih sebagai berikut:

  1. Pada dasarnya tata cara pelaksanaan shalat sunnah tasbih tidak jauh berbeda dengan tata cara pelaksanaan shalat-shalat lainnya, baik syarat maupun rukunnya. Hanya saja di dalam shalat tasbih ada tambahan bacaan kalimat thayibah dalam jumlah tertentu.
  2. Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat lainnya, sebelum ruku’ terlebih dahulu membaca kalimat subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar (selanjutnya kalimat ini disebut tasbih) sebanyak 15 kali. Setelah itu baru kemudian melakukan ruku’.
  3. Pada saat ruku’ sebelum bangun untuk i’tidal terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu baru kemudian bangun untuk i’tidal.
  4. Pada saat i’tidal sebelum turun untuk sujud terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian sujud.
  5. Pada saat sujud yang pertama sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian bangun untuk duduk.
  6. Pada saat duduk di antara dua sujud sebelum melakukan sujud kedua membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian melakukan sujud yang kedua.
  7. Pada saat sujud kedua sebelum bangun membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  8. Setelah sujud yang kedua tidak langsung bangun untuk berdiri memulai rakaat yang kedua, namun terlebih dahulu duduk untuk membaca tasbih sebanyak 10 kali. Setelah itu barulah bangun untuk berdiri kembali memulai rakaat yang kedua.
  9. Dengan demikian maka dalam satu rakaat telah terbaca tasbih sebanyak 75 kali.
  10. Untuk rakaat yang kedua tata cara pelaksanaan shalat dan jumlah bacaan tasbihnya sama dengan rakaat pertama, hanya saja pada rakaat kedua setelah membaca tasyahud sebelum salam terlebih dahulu membaca tasbih sebanyak 10 kali, baru kemudian membaca salam sebagaimana biasa sebagai penutup shalat. Wallâhu a’lam.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC Purworejo Gelar Darling, Sahabat Taufik Nahkodai GP Ansor Ranting Pacekelan

    PAC Purworejo Gelar Darling, Sahabat Taufik Nahkodai GP Ansor Ranting Pacekelan

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 611
    • 0Komentar

    Ansorpurworejo.org Kota Purworejo (18/4). PAC Purworejo gelar Darling (Tadarus Keliling) di Desa Pecekelan. Kegiatan dengan tajuk Darling ini dimaksudkan untuk silaturahim, tadarusan atau membaca Al-Quran, dan koordinasi organisasi. Dalam sambutannya Sahabat Imam Jauhari (Ketua PAC) menyampaikan program Darling ini merupakan program yang telah berjalan sejak kepengurusan-kepengurusan yang telah lalu. Hadirnya kami selain untuk silaturahim, utamanya […]

  • Jelang Pelantikan dan Raker, Ansor Purworejo Lakukan Sosialisasi dan Serap Aspirasi Kader

    Jelang Pelantikan dan Raker, Ansor Purworejo Lakukan Sosialisasi dan Serap Aspirasi Kader

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 985
    • 0Komentar

    Tiga bulan setelah pelaksanaan Konfercab PC GP Ansor Purworejo, Ketua terpilih bersama jajaran pengurusnya melaksanakan silaturohim untuk sosialisasi draft program kerja dan menyerap aspirasi dari pengurus dan kader Ansor Banser ditingkat Pimpinan Anak Cabang bersama Pimpinan Ranting GP Ansor se kabupaten. Kegiatan diawali dengan Rapat Pengurus Harian PC GP Ansor untuk penyusunan jadwal Silaturohim turba […]

  • Gus Chakim: Ranting Ujung Tombak Penjaga NU

    Gus Chakim: Ranting Ujung Tombak Penjaga NU

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo Periode 2019 – 2024 menyelenggarakan acara Pelantikan dan Muskercab, Ahad 19 Januari 2020 di Komplek Pondok Pesantren Nuril Anwar, Maron, Loano, Purworejo. K.H.R. Chakim Chamid, selaku Rais Suriah NU Kabupaten Purworejo dalam sambutannya jelang pelantikan mengutarakan pentingnya sinergitas semua pihak dalam perjuangan NU kedepan. “Jangan ada dikotomi Struktural dan […]

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Sambang ranting merupakan program kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri pada tahun 2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan organisasi dan filantropi NU dengan ranting nahdlatul ulama di Zona VI (Ranting NU Jatiwangsan, Ranting NU Girimulyo, Ranting NU Girijoyo, Ranting NU Turus, Ranting NU Dilem. Hal ini juga merupakan dalam rangka […]

  • Perkuat ASWAJA dengan Tahlil keliling

    Perkuat ASWAJA dengan Tahlil keliling

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Jihad saat ini bukanlah perang secara fisik melainkan perang melawan hawa nafsu diri sendiri dan melawan kebodohan yaitu selalu belajar dan mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT “ujar Askuri selaku imam tahlil keliling yang dilakukan jamaah BURHANUL QODIRI Buntit di dusun Buntit RT. 02/09 di desa Gintungan Gebang Purworejo.(25/10) Kegiatan rutinan setiap […]

  • Ansor Bayan Kerjasama dengan Polres Purworejo Sosialisasi Tangkal Radikalisme dan Intoleran

    Ansor Bayan Kerjasama dengan Polres Purworejo Sosialisasi Tangkal Radikalisme dan Intoleran

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – FGD (Focus Group Discussion) Sat Binmas Polres Purworejo lakukan sosialisasi radikalisme dan intoleran bersama PAC GP Ansor Bayan di Ponpes Assyifa Desa Besole, Kec. Bayan, Kab. Purworejo pada selasa (14/12). Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Kabupaten Purworejo KH. Drs. Farid Solihin MM.Pd, Ketua MWCNU Kecamatan Bayan K. Purwanto S.Pd.I M.Pd, […]

expand_less