Breaking News
light_mode
Trending Tags

IT dan Santri di Era ‘Cyber Culture’

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
  • visibility 468
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meluncurkan Program National Born to Control di Ruang Roeslan Abdul Gani Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (30/01/2017). Program ini diluncurkan, karena pemerintah melihat permasalahan utama dalam mengatasi ancaman di dunia siber, adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM), padahal ancaman serangan siber sangat tinggi.

Langkah antisipastif terkait dunia siber itu, adalah hal yang patut diapresiasi di satu sisi. Tetapi di sisi yang lain, merupakan sinyal betapa di era teknologi informasi (IT) yang kian canggih dari waktu ke waktu, maka memahami dan menguasai IT ke depan, menjadi sebuah keniscayaan.

Keniscayaan itu, juga tidak bisa dielakkan oleh para santri, baik yang belajar di madrasah maupun pondok pesantren. Dengan kata lain, santri kekinian tidak cukup bisa mengaji, fasih membaca serta memaknai kitab kuning, atau pandai dalam hal bahtsul matsa’il saja, melainkan harus melek IT dan dunia siber yang tak bisa dihindari.

Menilik dari fakta itu, buku ‘’Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren: Pelajar dan Santri dalam Era IT & Cyber Culture’’ karya Abdulloh Hamid M.Pd., hadir pada waktu yang sangat tepat.  Buku  ini mengingatkan pentingnya menguasai IT dan dunia siber dalam era global village ini.

Menariknya, karya dosen Program Studi (Prodi) Sistem Informasi pada Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Ampel Surabaya, ini banyak memberikan wawasan mengenai karakter dari berbagai perspektif di bagian-bagian awal, khususnya dalam perspektif keislaman.

Antara lain, empat karakter Rasulullah Muhammad SAW., yakni shidiq (jujur), tabligh (menyampaikan), amanah (dapat dipercaya), serta fathanah (pandai/cerdas), yang kemudian dilanjutkan dengan memaparkan formula untuk mencapai karakter mulia menurut Imam Al-Ghazali. (hal. 25-26)

Abdulloh Hamid kemudian melanjutkan pemaparannya mengenai nilai karakter peserta didik (siswa/ murid) berdasarkan kajian kitab Ta’lim al-Muta’allim, seperti menghargai ilmu, menghormati guru (ustadz), dan memuliakan kitab/ buku. (hal. 27)

Basis pemahaman karakter itu, merupakan hal mendasar yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan, karena bisa menjadi pengontrol dan ‘pemandu’ bagi para santri dalam memanfaatkan IT.

Bagi para santri, keharusan memanfaatkan kemajuan IT, sebagaimana dikemukakan Hasan Chabibie ST. MT. dari Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam catatan penutupnya (epilog), karena dengan itu mereka bisa men-trigger keilmuan dengan cepat dan sebagai proses akselerasi pembelajaran di bilik pesantren. (hal. 167)

Ketua PP Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghaffar Rozin, dalam catatan pembuka (prolog) di buku ini berharap, pesantren-pesantren bisa mengantarkan putera-puteri bangsa menjadi komponen bangsa yang berkarakter-religius, serta melem IT.

Harapan itu tentu tidak terlontar begitu saja. Pada kenyataannya, persaingan global yang semakin ketat kini, mensyaratkan peserta didik (siswa/ santri) tidak sekadar menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter saja, tetapi harus memiliki berbagai keunggulan kompetitif. (hal. V)

Dengan berbekal keunggulan kompetitif itulah, para kader bangsa akan survive dalam kehidupan di tengah kompleksitas permasalahan global yang mendera. Sementara nilai-nilai karakter yang dimiliki, akan menjadi pemandu dalam menjejakkan langkah mengarungi bahter kehidupan di era IT dan cyber culture yang ada. (*)

Data Buku:
Judul Buku : Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren (Pelajar dan Santri dalam Era IT & Cyber Culture)
Penulis      : Abdulloh Hamid M.Pd.
Penerbit     : Imtiyaz, Surabaya
Cetakan I   : Januari 2017
Tebal         : 179 halaman
ISBN: 978-602-7661-62-2
Peresensi: Rosidi, penggiat literasi NU Kudus; pengurus ISNU Kabupaten Kudus dan staf Humas di Universitas Muria Kudus (UMK)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • 打开Binance账户

    Thanks for sharing. I read many of your blog posts, cool, your blog is very good.

    Balas28 Mei 2026 3:35 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KONFERANCAB GP ANSOR Kecamatan Bagelen Tahun 2025

    KONFERANCAB GP ANSOR Kecamatan Bagelen Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Pada tanggal 20 Januari 2025, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bagelen sukses menyelenggarakan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di Aula MWC NU Bagelen. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus GP Ansor, Banser, serta perwakilan Pimpinan Ranting se-Kecamatan Bagelen. Dalam Konferancab tersebut, melalui proses musyawarah mufakat, terpilih Saudara Muh Mustajib sebagai Ketua PAC […]

  • Tarawih Keliling MWC NU Kecamatan Bagelen

    Tarawih Keliling MWC NU Kecamatan Bagelen

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Bagelen, 11 Maret 2025 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bagelen menyelenggarakan acara TARLING (Taraweh Keliling) di Mushola Miftahul Huda, Desa Semagung, Kecamatan Bagelen,. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ramadhan untuk mempererat tali silaturahmi antara warga Nahdliyin di lingkungan tersebut. Acara dimulai dengan shalat taraweh berjamaah yang diikuti oleh warga setempat, […]

  • Generasi Muda NU Purworejo Dilatih Menulis Kebaikan di Workshop NU Online

    Generasi Muda NU Purworejo Dilatih Menulis Kebaikan di Workshop NU Online

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Dalam upaya meningkatkan kapasitas kader di bidang jurnalistik, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Purworejo mengirimkan tiga kader mudanya untuk mengikuti Workshop Jurnalistik Filantropi yang diselenggarakan oleh NU Online Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat hingga Ahad, 23–25 Mei 2025, bertempat di Pesantren Miftahul Huda, Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. Workshop bertajuk “Menulis Kebaikan, Menyuarakan Kepedulian” […]

  • Sejarah Kelahiran GP Ansor

    Sejarah Kelahiran GP Ansor

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan […]

  • Bahas Fiqih Thaharah, MAMAS PAC GP Ansor Pituruh Disambut Antusias Sahabat Ansor

    Bahas Fiqih Thaharah, MAMAS PAC GP Ansor Pituruh Disambut Antusias Sahabat Ansor

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Fatkhan Anis
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Pituruh –  PAC GP Ansor Pituruh kembali menggelar kegiatan rutin MAMAS (Mutola’ah Malam Sabtu) yang bertempat di rumah Sahabat Fatkhan Anis, Krajan RT/RW 03/01, Krajan, Prapagkidul, Pituruh, Purworejo, Jumat 22 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap malam Sabtu yang diisi dengan kajian kitab Fathul Mu’in secara berkesinambungan sebagai sarana memperdalam ilmu keagamaan bagi kader […]

  • 1 Miliar Shalawat Nariyah di Hari Santri Nasional

    1 Miliar Shalawat Nariyah di Hari Santri Nasional

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Jakarta, NU Online PBNU akan menggelar beragam kegiatan untuk memperingati Hari Satri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober. Di antara kegiatan tersebut adalah pembacaan Shalawat Nariyah sebanyak satu miliar. Shalawat Nariyah akan dibacakan secara serentak oleh santri-santri NU dari Aceh sampai Papua. Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini mengatakan, Shalawat Nariyah adalah amalan yang […]

expand_less