Breaking News
light_mode
Trending Tags

MWC NU Kecamatan Bayan Gelar Konferensi Pemilihan Pengurus Baru

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
  • visibility 573
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Bulan ini terasa istimewa bagi warga Nahdliyyin di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sebab pada hari ini, minggu (1/8) MWC NU Kecamatan Bayan menyelenggarakan Konferensi MWCNU di Ponpes Al Hamidiyyah Sucenjuru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Konferensi yang bertemakan “Merawat Tradisi, Menguatkan Jati Diri, Menuju Organisasi yang Berwibawa dan Mandiri” ini mempunyai agenda diantaranya Laporan pertanggungjawaban Pengurus MWC NU Kecamatan Bayan Tahun 2016-2021, serta pemilihan Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Bayan masa khidmah 2021-2026.

Turut hadir jajaran Pengurus PCNU Kabupaten Purworejo, KH. Drs. Farid Sholihin M.M, Pd, Ketua Tanfidziyah PCNU Purworejo, Dr. Muhammad Arwani, M.M.Pd, Wakil Ketua yang sekaligus memimpin jalannya Sidang pemilihan Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Bayan, serta Bp. Arif Asnan, M.Si, Wakil Sekretaris PCNU Purworejo.

“Konferensi MWC NU kali ini sedikit berbeda dengan konferensi sebelumnya, karena masih dalam kondisi pandemi Covid 19, Panitia menerapkan standar protokol kesehatan ketat dan waktu yang diperingkas, serta jumlah tamu undangan yang terbatas.” Ujar Bp. Purwanto S.Pd.I M.Pd, Ketua Tanfidziyah terpilih.

“Tim formatur akan segera bekerja,mengadakan rapat untuk melengkapi kepengurusan MWC NU 2021-2026 sebelum 30 hari mendatang sesuai dg AD /ART NU” Tambahnya.

Sementara itu, KH. Nasir Chamid S.Pd.I, Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Bayan terpilih, menyampaikan Terima kasih kepada warga nahdliyyin.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Rois Syuriyah, Ketua Tanfidziyah Ranting NU, Banom NU, para Alim Ulama yang telah mendukung program MWC NU Kecamatan Bayan dan kita tetap bersama-sama 5 tahun kedepan untuk berkhidmah di NU” Katanya.

Kontributor : Mulyadi / ADHI EL BAYANI

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 33
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Imam Puro STAINU Purworejo menggelar Pelantikan Pengurus Masa Khidmah 2025/2026 yang dirangkai dengan Talkshow Aswaja, bertempat di Auditorium STAINU Purworejo, pada Sabtu (10/1/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisariat PMII Imam Puro dan berlangsung dengan khidmat serta penuh semangat kaderisasi. Hadir dalam kegiatan tersebut Churdaini, M.Pd., Sekretaris PCNU […]

  • Lantik Ratusan Pengurus Lembaga dan Badan Khusus, PCNU Purworejo Tegaskan Berkhidmat di NU adalah Jihad

    Lantik Ratusan Pengurus Lembaga dan Badan Khusus, PCNU Purworejo Tegaskan Berkhidmat di NU adalah Jihad

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 18
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo secara resmi melantik jajaran pengurus lembaga dan badan khusus untuk masa khidmat 2025–2030. Acara yang dirangkai dengan Rapat Kerja (Raker) ini diselenggarakan di GOR WR Supratman, Purworejo, pada hari Ahad, (29/6/2025). Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris PCNU Purworejo, Kurdaini, S.Pd. […]

  • Meneguhkan Percaturan Politik Nusantara

    Meneguhkan Percaturan Politik Nusantara

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Politik hanyalah alat bukan tujuan. Kaidah ini yang dijadikan tongkat oleh Kiai Wahab Chasbullah dalam meneguhkan percaturan politik bangsa kita pada tahun 1914-an hingga 1970-an. Masa perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. Dengan gigih ia menghadapi pancaroba politik yang penuh tantangan dan tekanan. Haluan politisi yang lahir dari rahim pesantren ini untuk kemaslahatan rakyat (mashâlihur ra’iyah) bukan […]

  • KONFERANCAB GP ANSOR Kecamatan Bagelen Tahun 2025

    KONFERANCAB GP ANSOR Kecamatan Bagelen Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Pada tanggal 20 Januari 2025, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Bagelen sukses menyelenggarakan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di Aula MWC NU Bagelen. Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus GP Ansor, Banser, serta perwakilan Pimpinan Ranting se-Kecamatan Bagelen. Dalam Konferancab tersebut, melalui proses musyawarah mufakat, terpilih Saudara Muh Mustajib sebagai Ketua PAC […]

  • Sejarah di Balik Lahirnya Lagu ‘Kebangsaan’ Yaa Lal Wathan

    Sejarah di Balik Lahirnya Lagu ‘Kebangsaan’ Yaa Lal Wathan

    • calendar_month Sabtu, 10 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 342
    • 1Komentar

    Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa mengusulkan lagu gubahan Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah yang popluer berjudul Yaa Lal Wathan dijadikan sebagai lagu perjuangan nasional karena terbukti menyemayamkan cinta tanah air dan nasionalisme kuat di dada para pejuang terutama anak-anak muda saat itu. Peresmian lagu tersebut rencananya akan dilaksanakan pada momen Hari Pahlawan Nasional […]

  • Belajar Perdamaian Pada Gus Dur

    Belajar Perdamaian Pada Gus Dur

    • calendar_month Sabtu, 18 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 1Komentar

    Buku ini merupakan hasil tesis penulis yang kemudian digubah menjadi buku populer sehingga setiap pembaca mampu mencerna dengan renyah. Selain itu, penulis buku ini menjadi aktifis Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), dimana Gus Dur menjadi bagian dari pendiri lembaga ini. Lembaga yang lahir pada 12 Juli 2000 ini berusaha menyebarkan tradisi dialog dalam […]

expand_less