Breaking News
light_mode
Trending Tags

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 7 Nov 2016
  • visibility 418
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Secara istilah Maulid nabi Muhammad SAW merupakan perayaan kelahiran baginda Nabi SAW, dengan tujuan mengingat sirah beliau untuk menanamkan kecintaan kepadanya, serta mempraktikkan seluruh ajarannya.
Ada sejarah tersendiri dari perayaan Maulid Nabi SAW. Menurut beberapa pendapat orang yang pertama kali mengadakan perayaan maulid Nabi SAWadalah Syaikh bin Muhammad Umar al-Mulla (Abad 6 H) dan kemudian diikuti oleh Raja Irbil (Malik Mudzaffar Abu Sa’id al-Kukkburi bin Buktikin).
Namun pada hakikatnya perayaan maulid, sudah dilakukan oleh Nabi SAW sebagai shahib maulid itu sendiri. Beliau merayakan kelahirannya dengan berpuasa pada tiap hari senin, tidak dalam bentuk seremoni perayaan maulid Nabi SAW seperti yang dilakukan oleh raja Irbil dan kemudian terlaksan hingga saat ini.
Dibalik dari perayaan maulid Nabi SAW ini sendiri tidaka hanya sekedar perayaan seperti biasanya, namun ada beberapa keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Sebelum itu, didalam perayaan maulid Nabi SAW ada beberapa unsur yang terkandung didalamnya diantaranya kebaikan, atau bahkan unsur syara’ seperti membaca al-Qur’an, shalawat, sedekah, nasihat, silaturrahmi, dan mengingat sejarah Rasulullah SAW dan mensyukuri lahirnya beliau. (Hal: 56)
Adapun keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, sebagaimanaberikut: (1) Pembacaan sirah Nabawiyah (2) Pembacaan shalawat Nabi SAW
(3) Kebaikan sosial (4) Pembacaan al-Qur’an dan lain-lain (5) Memperoleh hikmah dari kisah-kisah orang yang mmengagungkan Maulid Nabi SAWdan (6) Menghadirkan ruh Nabi SAW.
Sedangkan hikmah merayakan Maulid Nabi SAW pada hari Senin adalah:
Pertama, sebagaimana tertera dalam hadis bahwa Allah SWT menciptakan pepeohonan pada hari Senin, dan hal itu merupakan peringatan besar bahwa penciptaan rezeki-rezeki, makanan-makanan pokok, serta kebutuhan primer yang lainnya.
Kedua, lafadz “rabi” dari pecahan kata rabi’ul awwal merupakan isyarat kebaikan serta tafa’ul (berharapan baik).
Ketiga, bulan Rabi’ adalah paling seimbangnya cuaca bulan diantara beberapa bulan, sedangkan syari’at Nabi SAW adalah paling seimbangnya syari’at diantara beberapa syari’at.
Keempat, Allah SWT menghendaki untuk memuliakan bulan ini dengan kelahiran Nbi SAW.
Mayoritas ummat Islam dipenjuru dunia ini merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan menjadi rutinitas tahunan yang ditepatkan pada bulan Rabi’ul Awwal namun ada sebagian kelompok Salafi Wahabi yang menolak keras terhadap perayaan Maulid Nabi SAW ini dengan dalih bahwa perayaan semacam ini tidak pernah dilakukan dan dipraktekkan oleh Nabi SAW sendiri bahkan para sahabat, tabi’in, dan semua orang yang hidup akhir era generasi salaf.
Seremonial perayaan Maulid Nabi SAW memang tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW dan sahabatnya. Akan tetapi nilai-nilai serta komponen-komponen yang terkandung didalam perayaan Maulid Nabi SAW ini merupakan anjuran syara’. Perayaan hanyalah sebuah seremonial yang membungkus dan mewadahi serangkaian ibadah-ibadah yang terlaksana didalamnya. (Hal 98)
Melihat dari buku ini ada beberapa poin yang membuat buku ini memang layak untuk dibaca oleh semua kalangan mulai dosen, ustadz, santri, dan para stakeholder yang lain yang ingin tahu tentang dalil-dalil maulid Nabi. Kelebihan lain buku ini adalah bahwa pemaparan dari semua isi serta pokok pemikiran yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacaa sangat  jelas alias tidak berbelit-belit sehingga mudah difahami oleh pembacanya dan serasa enak dan mengalir.
Namun, disamping itu, ada beberapa poin kekurangan dari buku ini, yaitu: banyaknya penulisan ayat al-Qur’an serta hadis yang ditulis tanpa harakat atau tanda baca, sehingga membuat sebagian pembaca tidak mengerti apa yang di maksud dari penjelasannya.  Serta ada beberpa tata bahasa dan penulisan yang kurang tepat. Serta desain sampul yang kurang sempurna. Wallahu’alam. 
Judul : Argumentasi Peringatan Maulid Nabi Bantahan Terhadap Salafi-Wahabi
Penulis : M. Baits Kholili dan M. Faiz Nasir
Penerbit : Surabaya, Pustaka Radja
Cetakan  : Agustus 2016
Tebal : xii + 114 halaman
Peresensi : Yunidan Halimah, Mahasantri Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dan Mahasiswa IAIN Jember.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Organisasi Di Era Digital – PAC Ansor Bagelen

    Semangat Organisasi Di Era Digital – PAC Ansor Bagelen

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Pemuda Ansor, sebagai sayap organisasi Nahdlatul Ulama (NU), telah lama menjadi garda terdepan dalam membangun semangat organisasi di era digital. Dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang, Ansor berhasil memanfaatkan teknologi dan inovasi digital untuk memperkuat peran dan eksistensinya. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana PAC GP Ansor Bagelen secara khusus mampu menjaga semangat […]

  • Kafilah Kecamatan Kemiri Meriahkan Gebyar Muharram Sambut Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah

    Kafilah Kecamatan Kemiri Meriahkan Gebyar Muharram Sambut Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Purworejo, Selasa (18/07/2023) – Kabupaten Purworejo meriah dengan adanya acara Gebyar Muharram yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo. Acara ini menjadi ajang untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1445 Hijriyah dan disambut antusias oleh seluruh warga masyarakat. Dalam rangkaian perayaan Tahun Baru Islam, Gebyar Muharram diadakan dengan berbagai kegiatan […]

  • Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Peringati Hari Santri Nasional 2023

    Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Peringati Hari Santri Nasional 2023

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 84
    • 0Komentar
  • Ansor Pituruh Bincang Bareng  TIM Percepatan Databace PC GP Ansor Purworejo

    Ansor Pituruh Bincang Bareng TIM Percepatan Databace PC GP Ansor Purworejo

    • calendar_month Kamis, 13 Jul 2023
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Pituruh, 13 Juli 2023 – Program percepatan Database Ansor semakin menguatkan perannya dengan melibatkan Pengurus Anak Cabang (PAC). Dalam upaya mempercepat pengembangan dan pemutakhiran data Ansor, Sahabat Ketua TIM Percepatan Database Ansor, Muhammad Hidayatullah (Mbh Doyok), dan Sekretaris PC GP Ansor Purworejo, Sahabat Sekretaris PC GP Ansor Tashilul Manasik, S.Psi, M.Pd, melaksanakan kegiatan di Mushola […]

  • Bupati Purworejo: NU Selalu Berdiri Paling Depan Menjadi Benteng Masyarakat Dan Negara

    Bupati Purworejo: NU Selalu Berdiri Paling Depan Menjadi Benteng Masyarakat Dan Negara

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo Periode 2019 – 2024 menyelenggarakan acara Pelantikan dan Muskercab, Ahad 19 Januari 2020 di Komplek Pondok Pesantren Nuril Anwar, Maron, Loano, Purworejo. Bupati Purworejo, Agus Bastian, S.E., M.M. yang hadir dalam pelantikan tersebut menuturkan bahwa NU terus berperan untuk masyarakat dan negara sejak dahulu hingga sekarang. “NU mempunyai andil […]

  • 5 Pelajaran Penting dari Savic Ali tentang Demokratisasi Pengetahuan

    5 Pelajaran Penting dari Savic Ali tentang Demokratisasi Pengetahuan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 156
    • 0Komentar

    1. Pendahuluan: Harga Sebuah Halaman Di era sebelum internet, akses terhadap ilmu pengetahuan bukan hanya dibatasi oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh kondisi ekonomi. Bagi seorang santri dari desa pesisir di Pati seperti Savic Ali—yang kini dikenal sebagai Direktur NU Online dan salah satu tokoh Islam moderat digital—mencari ilmu membutuhkan perjuangan yang nyata. Pada masa […]

expand_less