Breaking News
light_mode
Trending Tags

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 7 Nov 2016
  • visibility 487
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Secara istilah Maulid nabi Muhammad SAW merupakan perayaan kelahiran baginda Nabi SAW, dengan tujuan mengingat sirah beliau untuk menanamkan kecintaan kepadanya, serta mempraktikkan seluruh ajarannya.
Ada sejarah tersendiri dari perayaan Maulid Nabi SAW. Menurut beberapa pendapat orang yang pertama kali mengadakan perayaan maulid Nabi SAWadalah Syaikh bin Muhammad Umar al-Mulla (Abad 6 H) dan kemudian diikuti oleh Raja Irbil (Malik Mudzaffar Abu Sa’id al-Kukkburi bin Buktikin).
Namun pada hakikatnya perayaan maulid, sudah dilakukan oleh Nabi SAW sebagai shahib maulid itu sendiri. Beliau merayakan kelahirannya dengan berpuasa pada tiap hari senin, tidak dalam bentuk seremoni perayaan maulid Nabi SAW seperti yang dilakukan oleh raja Irbil dan kemudian terlaksan hingga saat ini.
Dibalik dari perayaan maulid Nabi SAW ini sendiri tidaka hanya sekedar perayaan seperti biasanya, namun ada beberapa keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Sebelum itu, didalam perayaan maulid Nabi SAW ada beberapa unsur yang terkandung didalamnya diantaranya kebaikan, atau bahkan unsur syara’ seperti membaca al-Qur’an, shalawat, sedekah, nasihat, silaturrahmi, dan mengingat sejarah Rasulullah SAW dan mensyukuri lahirnya beliau. (Hal: 56)
Adapun keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, sebagaimanaberikut: (1) Pembacaan sirah Nabawiyah (2) Pembacaan shalawat Nabi SAW
(3) Kebaikan sosial (4) Pembacaan al-Qur’an dan lain-lain (5) Memperoleh hikmah dari kisah-kisah orang yang mmengagungkan Maulid Nabi SAWdan (6) Menghadirkan ruh Nabi SAW.
Sedangkan hikmah merayakan Maulid Nabi SAW pada hari Senin adalah:
Pertama, sebagaimana tertera dalam hadis bahwa Allah SWT menciptakan pepeohonan pada hari Senin, dan hal itu merupakan peringatan besar bahwa penciptaan rezeki-rezeki, makanan-makanan pokok, serta kebutuhan primer yang lainnya.
Kedua, lafadz “rabi” dari pecahan kata rabi’ul awwal merupakan isyarat kebaikan serta tafa’ul (berharapan baik).
Ketiga, bulan Rabi’ adalah paling seimbangnya cuaca bulan diantara beberapa bulan, sedangkan syari’at Nabi SAW adalah paling seimbangnya syari’at diantara beberapa syari’at.
Keempat, Allah SWT menghendaki untuk memuliakan bulan ini dengan kelahiran Nbi SAW.
Mayoritas ummat Islam dipenjuru dunia ini merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan menjadi rutinitas tahunan yang ditepatkan pada bulan Rabi’ul Awwal namun ada sebagian kelompok Salafi Wahabi yang menolak keras terhadap perayaan Maulid Nabi SAW ini dengan dalih bahwa perayaan semacam ini tidak pernah dilakukan dan dipraktekkan oleh Nabi SAW sendiri bahkan para sahabat, tabi’in, dan semua orang yang hidup akhir era generasi salaf.
Seremonial perayaan Maulid Nabi SAW memang tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW dan sahabatnya. Akan tetapi nilai-nilai serta komponen-komponen yang terkandung didalam perayaan Maulid Nabi SAW ini merupakan anjuran syara’. Perayaan hanyalah sebuah seremonial yang membungkus dan mewadahi serangkaian ibadah-ibadah yang terlaksana didalamnya. (Hal 98)
Melihat dari buku ini ada beberapa poin yang membuat buku ini memang layak untuk dibaca oleh semua kalangan mulai dosen, ustadz, santri, dan para stakeholder yang lain yang ingin tahu tentang dalil-dalil maulid Nabi. Kelebihan lain buku ini adalah bahwa pemaparan dari semua isi serta pokok pemikiran yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacaa sangat  jelas alias tidak berbelit-belit sehingga mudah difahami oleh pembacanya dan serasa enak dan mengalir.
Namun, disamping itu, ada beberapa poin kekurangan dari buku ini, yaitu: banyaknya penulisan ayat al-Qur’an serta hadis yang ditulis tanpa harakat atau tanda baca, sehingga membuat sebagian pembaca tidak mengerti apa yang di maksud dari penjelasannya.  Serta ada beberpa tata bahasa dan penulisan yang kurang tepat. Serta desain sampul yang kurang sempurna. Wallahu’alam. 
Judul : Argumentasi Peringatan Maulid Nabi Bantahan Terhadap Salafi-Wahabi
Penulis : M. Baits Kholili dan M. Faiz Nasir
Penerbit : Surabaya, Pustaka Radja
Cetakan  : Agustus 2016
Tebal : xii + 114 halaman
Peresensi : Yunidan Halimah, Mahasantri Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dan Mahasiswa IAIN Jember.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Purworejo Bangun Gedung di Lugosobo

    PCNU Purworejo Bangun Gedung di Lugosobo

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 680
    • 3Komentar

    GEBANG, ansorpurworejo.org – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung PCNU Kabupaten Purworejo, yang berlokasi di Lugosobo, Kamis (19/08/2021). Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Dion Agasi Setyabudi SIKom MSi, Pengurus NU Kabupaten Purworejo, dan sejumlah ulama dan kyai setempat . Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama telah […]

  • GP Ansor Terima Penghargaan Organisasi Lintas Iman dari KWI

    GP Ansor Terima Penghargaan Organisasi Lintas Iman dari KWI

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 130
    • 1Komentar

    Jakarta – Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Christophorus Tri Harsono, secara langsung memberikan penghargaan kepada tujuh tokoh muda yang menjabat sebagai ketua umum organisasi pemuda lintas iman. Acara ini berlangsung di Aula KWI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 25 Februari 2025. Para penerima penghargaan tersebut adalah Addin Jauharudin […]

  • Bidang Dakwah MWC NU Kemiri Luncurkan Buku Khutbah Jumat NU

    Bidang Dakwah MWC NU Kemiri Luncurkan Buku Khutbah Jumat NU

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 130
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Bidang Dakwah dan Ideologi Aswaja Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri. Penerbitan buku ini merupakan sebuah program yang bertujuan untuk memberikan pedoman kepada para khatib dalam menyampaikan khutbah Jumat. Launching buku ini secara simbolis dilakukan oleh Wakil Sekretaris PC NU Purworejo beserta Pengurus MWC NU Kemiri pada Ahad, 25 Juni […]

  • Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Peringati Hari Santri Nasional 2023

    Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Peringati Hari Santri Nasional 2023

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 216
    • 0Komentar
  • Ngaji Kongkow 2 Mingguan Rijalul Ansor Kec. Purworejo Putaran XVII: Yuuk Cek Lagi Kenapa Kamu Harus Mandi Besar???

    Ngaji Kongkow 2 Mingguan Rijalul Ansor Kec. Purworejo Putaran XVII: Yuuk Cek Lagi Kenapa Kamu Harus Mandi Besar???

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle PAC Kota
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Purworejo, 26 Juni 2023 – Mushola Al Jariyah Pangenrejo menjadi saksi terlaksananya acara Ngaji Kongkow Putaran XVII oleh Rijalul Ansor Kecamatan Purworejo. Acara yang dihadiri oleh Ketua PRNU Pangenrejo KH. Yazid Bustomi, Ketua PAC Gus Hamid, Ketua Rijalul Ansor Gus Zulfikar dan segenap kader Ansor Se-Kec. Purworejo, serta narasumber Ustaz Nailul Kamal al-Hafidz, berhasil menciptakan […]

  • PAC GP Ansor Bagelen Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Khidmah untuk Masyarakat

    PAC GP Ansor Bagelen Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Khidmah untuk Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 350
    • 10Komentar

    BAGELEN – Semangat pengabdian dan kaderisasi Nahdlatul Ulama mengemuka dalam Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Bagelen yang digelar di Masjid Al Huda Bugel, Ahad Pon (31/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan Pengajian Selapanan NU Ahad Pon yang rutin diikuti warga Nahdliyin Kecamatan Bagelen. Ratusan jamaah dari unsur Muslimat NU, badan otonom (Banom) […]

expand_less