Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bunga Rampai Pemikir Muda NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 18 Agt 2016
  • visibility 387
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Semangat jihad intelektual masih tetap dan terus tumbuh di beberapa kalangan yang sungguh-sungguh memahami arti perjuangan NU. Untuk itu “kembali ke khittah” selalu menjadi diskursus yang hangat diperbincangkan. Kiranya, semangat itulah yang menjadi intisari buku yang ditulis oleh Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU) Tulungagung. 
Buku ini berawal dari perbincangan santai pengurus ISNU Cabang Tulungagung yang merasa bahwa tradisi menulis di kalangan NU masih kurang. Ceramah dan berdiskusi sudah biasa di kalangan Nahdliyin, tetapi untuk menulis masih belum. Memang ada beberapa warga NU yang rajin menulis, tetapi jumlahnya tidak berbanding dengan jumlah warga NU.
Nahdhatul Ulama yang identik dengan pondok pesantren; mulai dari gaya hidup, metode pembelajaran dan pengajaran, sampai pola pikir dalam segala bidang perlu untuk dituliskan sebagai inspirasi masyarakat Islam pada umumnya dan manusia seluruhnya. Sehingga NU bisa dipahami banyak orang di semua kalangan tidak hanya sebatas orang-orang yang mampu membaca kitab kuning dengan pemaknaan yang tepat menurut gramatikal bahasa arab, atau mereka yang aktif di Lajnah Bahtsul Masail dengan segudang problematika fiqih serta jawaban yang acap kali tanpa menggunakan pertimbangan kajian holistik dan sumber rujukan yang kolektif.
Kehadiran buku kumpulan tulisan para intelektual NU ini cukup kaya warna dan menggugah pemikiran kalangan muda. Kajiannya mampu memberikan jawaban atas kegelisahan pengikut NU pada umumnya. Pertama, topik yang ditulis mencakup tema yang variatif. Ada yang menulis masalah ideologi, politik, ekonomi, manajemen, pendidikan, budaya, sampai soal hadits. Topik yang melintas batas tersebut sungguh merupakan kekayaan warna dalam dimensi intelektual. Kedua, latar belakang penulis yang beragam. Ada yang berlatar belakang guru, dosen, mahasiswa, santri, hingga enterpreneur. Latar belakang mereka memengaruhi terhadap tulisan yang mereka buat. Ketiga, keragaman geografis. Memang buku ini yang menerbitkan ISNU Tulungagung. Tetapi penulisnya tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Eko Siswanto misalnya, ia adalah dosen STAIN Alfatah Jayapura, tetapi beliau dulu adalah Pengurus IPNU Tulungagung. Ada juga penulis dari Jambi, Ponorogo, Malang, Surabaya, Lamongan dan dari beberapa kota lain. Tetapi sebagian besar diisi pengurus ISNU Tulungagung.
Para penulis menghadirkan data, informasi, dan pemikiran-pemikiran cerdas para intelektual NU Tulungagung dan sekitarnya. Misalnya tulisan Sekretaris Umum ISNU Tulungagung. Pembaca akan menemukan pernik-pernik ideologis ke-NU-an dan kecerdasan argumentatif di dalam ulasannya. Pembaca mungkin akan  tergelitik saat membaca ulasan dari Agus Zaenul Fitri yang juga Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Tulungagung ketika merangkai narasi Gus Dur. Juga bagaimana secara elok ia bertutur tentang pluralisme Gus Dur lewat tangan Kiai Marzuki Mustamar. 
Bagaimana NU di Papua? Mungkin kita akan terkejut dengan pertanyaan ini. NU cukup eksis di Papua. Gerak dan aktivitas NU cukup produktif, khususnya dalam konteks kerukunan umat beragama. Secara detail Ketua Tanfidziyah NU Jayapura periode 2009-2014, Eko Siswanto bertutur kompleksnya kehidupan sosial keagamaan di Jayapura. Pelan tapi pasti NU menancapkan kiprahnya di bumi Indonesia ujung timur tersebut. Baca dan simak uraian Eko dan kita akan menemukan spirit transformasi yang kuat.
Buku ini  diharapkan memberikan kontribusi untuk mengaktualkan potensi warga NU. Pengalaman dan pengetahuan mereka cukup kaya semoga menjadi respon atas bentuk keprihatinan terhadap fenomena masyarakat. Meskipun tidak semua tema terangkum di dalamnya, termasuk solusi pertanian ekonomi yang akhir-akhir ini menjadi kekurangan NU. Selamat membaca.
Info Buku
Judul buku: Dinamika Pemikiran Intelektual Muda NU
Penulis : Rohmat Zaini, dkk (ISNU TULUNGAGUNG).
Penerbit : Lentera Kreasindo Yogyakarta
Tahun Terbit : April 2016
Tebal : 270 halaman
Peresensi adalah Rizal Mubit, Peneliti Farabi Institute

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Posko Banser akan Bersiaga Hingga Tigapuluh Hari Pasca Bencana

    Posko Banser akan Bersiaga Hingga Tigapuluh Hari Pasca Bencana

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Pasca rentetan bencana akibat hujan deras yang melanda Kabupaten Purworejo Sabtu (18/06) lalu , Banser Purworejo mendirikan posko bencana ang terletak di Dusun Caok, Desa Karangrejo Kecamatan Loano. Titik bencana tersebar di beberapa tempat namun posko Banser didirikan di Dusun Caok mengingat tempat inilah yang menjadi titik terdampak longsor yang paling parah.Lokasi posko yang tidak […]

  • Pimpinan Ranting GP Ansor Kedungpomahan Wetan Gelar Rapat Anggota

    Pimpinan Ranting GP Ansor Kedungpomahan Wetan Gelar Rapat Anggota

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle admin
    • visibility 654
    • 0Komentar

    Kemiri, ansorpurworejo.org – Pimpinan Ranting GP Ansor Kedungpomahan Wetan Gelar Rapat Anggota. Rapat Anggota adalah forum tertinggi Gerakan Pemuda Ansor tingkat Ranting/Desa. Hal tersebut merupakan Regenerasi Pengurus atau disebut juga dengan estafet kepemimpinan. Estafet kepemimpinan ini untuk menentukan ketua dan pengurus ranting GP Ansor Kedungpomahan Wetan. Sabtu, (04/09/2021) di kediaman Sahabat Amat Muttaqin Desa Kedungpomahan […]

  • Perkuat Semangat Kader, Ranting Ansor Wonosuko gelar Selapanan

    Perkuat Semangat Kader, Ranting Ansor Wonosuko gelar Selapanan

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Wonosuko gelar Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor. Selapanan ini bertujuan untuk memperkuat konsolidasi dan semangat kader ansor dalam upaya berkhidmah. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al Hikmah Desa Wonosuko, Kemiri, Ahad (28/05/2023) Pada kesempatan ini hadir Pemerintah Desa, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama, Para […]

  • KH Achmad Abdulchaq: Sabilul Muttaqin Pondoknya Ansor-Banser

    KH Achmad Abdulchaq: Sabilul Muttaqin Pondoknya Ansor-Banser

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Surato
    • visibility 954
    • 0Komentar

    PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada Ahad (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Kalimiru, Bayan, Purworejo. Pondok Pesantren ini diasuh oleh KH Achmad Abdulchaq. Dalam penutupan Rapat Kerja Cabang KH Achmad Abdulchaq menyatakan rasa bangganya terhadap kader GP Ansor yang memiliki loyalitas dan semangat luar biasa dalam berorganisasi. “Saya mengucapkan terima […]

  • Selapanan Majelis Dzikir Dan Sholawat Bersama PAC GP Ansor Kec. Bener Sekaligus Santunan Anak Yatim dan Pambagian Reward Penginputan Data Kader Ansor Banser

    Selapanan Majelis Dzikir Dan Sholawat Bersama PAC GP Ansor Kec. Bener Sekaligus Santunan Anak Yatim dan Pambagian Reward Penginputan Data Kader Ansor Banser

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle PAC Bener
    • visibility 33
    • 0Komentar

    “Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat” yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Bener pada tanggal 29 Juli 2023 di Dusun Krendo, Desa Legetan. Dalam acara tersebut, beberapa tokoh dan pejabat penting yang hadir adalah: Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Kecamatan Bener Bapak Camat R. Imam Ciptadi, S.Pd, M.M. Kapolsek (Kepala Kepolisian Sektor) atau perwakilan dari […]

  • Sholat Tanggal 10 Muharram

    Sholat Tanggal 10 Muharram

    • calendar_month Kamis, 27 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 10
    • 0Komentar

      Dianjurkan shalat dilakukan pada malam tgl 10 muharram (malam jumat depan ini), dimulai setelah isyak sampai subuh. Sumber: Kitab Ianah At Thalibin juz 2 hal 267. Sholat empat rakaat seperti shalat duhur, dengan duduk tahiyat akhir saja. Niat Shalat Sunnah Mutlaq: أُصَلِّي سُنَّةً للهِ تَعَالَى Ushalli sunnatan Lillahi ta’ala Setiap rakaat yg dibaca Fatihah […]

expand_less