Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bunga Rampai Pemikir Muda NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 18 Agt 2016
  • visibility 418
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Semangat jihad intelektual masih tetap dan terus tumbuh di beberapa kalangan yang sungguh-sungguh memahami arti perjuangan NU. Untuk itu “kembali ke khittah” selalu menjadi diskursus yang hangat diperbincangkan. Kiranya, semangat itulah yang menjadi intisari buku yang ditulis oleh Ikatan Sarjana Nahdhatul Ulama (ISNU) Tulungagung. 
Buku ini berawal dari perbincangan santai pengurus ISNU Cabang Tulungagung yang merasa bahwa tradisi menulis di kalangan NU masih kurang. Ceramah dan berdiskusi sudah biasa di kalangan Nahdliyin, tetapi untuk menulis masih belum. Memang ada beberapa warga NU yang rajin menulis, tetapi jumlahnya tidak berbanding dengan jumlah warga NU.
Nahdhatul Ulama yang identik dengan pondok pesantren; mulai dari gaya hidup, metode pembelajaran dan pengajaran, sampai pola pikir dalam segala bidang perlu untuk dituliskan sebagai inspirasi masyarakat Islam pada umumnya dan manusia seluruhnya. Sehingga NU bisa dipahami banyak orang di semua kalangan tidak hanya sebatas orang-orang yang mampu membaca kitab kuning dengan pemaknaan yang tepat menurut gramatikal bahasa arab, atau mereka yang aktif di Lajnah Bahtsul Masail dengan segudang problematika fiqih serta jawaban yang acap kali tanpa menggunakan pertimbangan kajian holistik dan sumber rujukan yang kolektif.
Kehadiran buku kumpulan tulisan para intelektual NU ini cukup kaya warna dan menggugah pemikiran kalangan muda. Kajiannya mampu memberikan jawaban atas kegelisahan pengikut NU pada umumnya. Pertama, topik yang ditulis mencakup tema yang variatif. Ada yang menulis masalah ideologi, politik, ekonomi, manajemen, pendidikan, budaya, sampai soal hadits. Topik yang melintas batas tersebut sungguh merupakan kekayaan warna dalam dimensi intelektual. Kedua, latar belakang penulis yang beragam. Ada yang berlatar belakang guru, dosen, mahasiswa, santri, hingga enterpreneur. Latar belakang mereka memengaruhi terhadap tulisan yang mereka buat. Ketiga, keragaman geografis. Memang buku ini yang menerbitkan ISNU Tulungagung. Tetapi penulisnya tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Eko Siswanto misalnya, ia adalah dosen STAIN Alfatah Jayapura, tetapi beliau dulu adalah Pengurus IPNU Tulungagung. Ada juga penulis dari Jambi, Ponorogo, Malang, Surabaya, Lamongan dan dari beberapa kota lain. Tetapi sebagian besar diisi pengurus ISNU Tulungagung.
Para penulis menghadirkan data, informasi, dan pemikiran-pemikiran cerdas para intelektual NU Tulungagung dan sekitarnya. Misalnya tulisan Sekretaris Umum ISNU Tulungagung. Pembaca akan menemukan pernik-pernik ideologis ke-NU-an dan kecerdasan argumentatif di dalam ulasannya. Pembaca mungkin akan  tergelitik saat membaca ulasan dari Agus Zaenul Fitri yang juga Wakil Direktur Pascasarjana IAIN Tulungagung ketika merangkai narasi Gus Dur. Juga bagaimana secara elok ia bertutur tentang pluralisme Gus Dur lewat tangan Kiai Marzuki Mustamar. 
Bagaimana NU di Papua? Mungkin kita akan terkejut dengan pertanyaan ini. NU cukup eksis di Papua. Gerak dan aktivitas NU cukup produktif, khususnya dalam konteks kerukunan umat beragama. Secara detail Ketua Tanfidziyah NU Jayapura periode 2009-2014, Eko Siswanto bertutur kompleksnya kehidupan sosial keagamaan di Jayapura. Pelan tapi pasti NU menancapkan kiprahnya di bumi Indonesia ujung timur tersebut. Baca dan simak uraian Eko dan kita akan menemukan spirit transformasi yang kuat.
Buku ini  diharapkan memberikan kontribusi untuk mengaktualkan potensi warga NU. Pengalaman dan pengetahuan mereka cukup kaya semoga menjadi respon atas bentuk keprihatinan terhadap fenomena masyarakat. Meskipun tidak semua tema terangkum di dalamnya, termasuk solusi pertanian ekonomi yang akhir-akhir ini menjadi kekurangan NU. Selamat membaca.
Info Buku
Judul buku: Dinamika Pemikiran Intelektual Muda NU
Penulis : Rohmat Zaini, dkk (ISNU TULUNGAGUNG).
Penerbit : Lentera Kreasindo Yogyakarta
Tahun Terbit : April 2016
Tebal : 270 halaman
Peresensi adalah Rizal Mubit, Peneliti Farabi Institute

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Halal Bi Halal dan Lailatul Ijtima’ MWC NU Purworejo

    Halal Bi Halal dan Lailatul Ijtima’ MWC NU Purworejo

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.026
    • 0Komentar

    Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Purworejo Selenggarakan Halal Bi Halal dan Lailatul Ijtima’ . Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyambut bulan syawal 1442 Hijriyah, Ahad (30/05/2021) Malam. Bertempat di Komplek Mushola Al Arifin Baledono Purworejo Hadir pada kesempatan ini, Perwakilan Camat Purworejo, PC NU Purworejo, Jajaran Mustasyar, Pengurus MWC, Perwakilan Ranting NU Se-Kecamatan, Perwakilan Banom (Muslimat, […]

  • Resmi Dilantik, Pengurus MWC NU Kemiri Siap Jalankan Proker

    Resmi Dilantik, Pengurus MWC NU Kemiri Siap Jalankan Proker

    • calendar_month Minggu, 5 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 791
    • 1Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri Masa Khidmat 2021-2026. Pelantikan dan rapat kerja kali ini mengusung tema Bergerak, Khidmah pada Negeri, Memuliakan Umat. Rangkaian pelantikan di pimpin langsung oleh Pengurus PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Balai Desa Waled, Ahad (05/09) Hadir […]

  • MWC NU Kemiri Sambangi Ranting NU Zona V

    MWC NU Kemiri Sambangi Ranting NU Zona V

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Sambang ranting merupakan program kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri pada tahun 2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan organisasi dan filantropi NU dengan ranting nahdlatul ulama di Zona V (Ranting NU Sidodadi, Ranting NU Wonosuko, Ranting NU Kedungpomahan Wetan, Ranting NU Kedunglo, Ranting NU Bedono Pageron. Hal ini juga merupakan […]

  • Diikuti 24 Tim, Turnamen Futsal Ansor Bayan 2022 Tuntas Digelar

    Diikuti 24 Tim, Turnamen Futsal Ansor Bayan 2022 Tuntas Digelar

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bayan melalui Bidang Seni dan Olahraga sukses menyelenggarakan turnamen futsal se-Kecamatan Bayan. Kegiatan ini bertempat di GOR WR. Soepratman Purworejo pada Ahad (18/9). Gelaran turnamen futsal Ansor 2022 yang mengangkat tema “Junjung Tinggi Sportivitas, Gapai Prestasi Tanpa Batas” ini, diikuti oleh 24 tim dari […]

  • Ansor Banser Pituruh Bantu Korban Bencana Alam Banjir

    Ansor Banser Pituruh Bantu Korban Bencana Alam Banjir

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.510
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Pituruh bergerak membantu warga Dukuh Putihan Desa Brengkol yang terdampak Banjir, Senin dini hari, 26/10/2020. Ansor dan Banser telah mendistribusikan bantuan berdengan bantuan berupa, Air Mineral BAQNU 10 dus, Mie Instan 10 dus. Tidak hanya itu juga ditambah dari Mikat Al-Khidmah dan LPBI NU […]

  • 3 Mukjizat Nabi Ilyasa AS, Sang Penerus Dakwah Nabi Ilyas.

    3 Mukjizat Nabi Ilyasa AS, Sang Penerus Dakwah Nabi Ilyas.

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Nabi Ilyasa alaihissalam merupakan keturunan keempat dari Nabi Yusuf sekaligus putra angkat Nabi Ilyas. Di usianya yang masih muda, Ilyasa sering ikut Nabi Ilyas untuk berdakwah. Allah SWT kemudian mengutus Ilyasa untuk melanjutkan tugas dakwah Ilyas kepada penduduk di negeri Ba’labak. Melalui mukjizat Nabi Ilyasa pula, ia menunjukkan keberadaan dan kekuasaan Allah. Selain mendapat bekal mukjizat, […]

expand_less