Breaking News
light_mode
Trending Tags

Meneguhkan Percaturan Politik Nusantara

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 5 Nov 2015
  • visibility 535
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Politik hanyalah alat bukan tujuan. Kaidah ini yang dijadikan tongkat oleh Kiai Wahab Chasbullah dalam meneguhkan percaturan politik bangsa kita pada tahun 1914-an hingga 1970-an. Masa perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. Dengan gigih ia menghadapi pancaroba politik yang penuh tantangan dan tekanan. Haluan politisi yang lahir dari rahim pesantren ini untuk kemaslahatan rakyat (mashâlihur ra’iyah) bukan kepentingan golongan. Gagasan berliannya terkuak dalam bukunya, “Kaidah Berpolitik dan Bernegara”.

Buku edisi khusus Muktamar ke-33 NU ini berusaha mengumpulkan karya tulisnya yang tersebar di pelbagai media massa, buku, catatan muktamar, serta sidang konstituante. Penetapannya sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 2014 menunjukkan kepiawaiannya dalam berpolitik dan bernegara. Di antara seni politiknya tampak pada ungkapannya, di zaman ini kita harus pandai berdiplomasi dalam menghadapi Nippon. Sama-sama bersuara Hu tetapi artinya bisa berbeda. Ada Hu yang artinya huntalen (telanlah) dan ada yang Hu artinya hucolono (lepaslah), (hal. 115). Nah, bagaimana hubungan Indonesia dengan negara lain (misal, Cina) di periode Kabinet Kerja sekarang ini?

Kaidah kenegaraannya tegak kokoh dan menjadi telekan dalam pengabdiannya pada negara dan bangsa. Ia menyebutkan dalam bukunya yang cover merah itu, kita berperan dan membela negeri ini, serta mampu menempatkan diri secara benar. Terlibat dalam setiap urusan. Bahkan harus berani menjadi pelopor dalam bidang yang pihak lain tidak bisa mejalankan, (hal. 69). Namun ironis bila melihat kancah politisi dan negarawan hari ini. Tipis. Atas nama rakyat ‘sejahtera’ namun ‘jerat’ rakyat.

Menyelami samudera perjuangannya untuk kebangkitan Indonesia kita menemukan mutiara kaidah, bahwa sang kreator inilah tokoh pertama yang memaknai nasionalisme yang meng-cover nilai Islam dan me-revere pada nilai sejarah budaya Nusantara. Nasionalisme Indonesia. Hal ini memudahkan penerimaan konsep Pancasila. Bung Karno menyebutkannya pada 1 Juni 1945. nasionalisme Indonesia berbeda dengan nasionalisme yang berkibar di Barat. Ide kiai tersebut mengakomodir hubungan simbiosis mutualistis antara agama dan negara. Proyek politik Nusantara ini telah terwujud dalam bentuk Nahdlatul Wathon (kebangkitan bangsa) (1914).

Realisasi politik Nusantaranya adalah dengan mengadakan kajian-kajian keagamaan dan politik, serta bersilat dalam diplomasinya. Ini sebagai penyebaran gagasan nasionalisme yang berwadahkan Tasywirul Afkar (gerakan pemikiran). Tujuan utamanya untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia atau yang lebih kita kenal dengan istilah NKRI. Karena pada masa itu penjajahan Belanda masih membelenggu bangsa.

Sepak terjang politiknya meliputi: strategi politik, demokrasi, ekonomi dan kemandiriannya, penanggulangan pemberontakan, pertahanan nasional, gerakan kemandirian rakyat, diplomasi internasional, dan tentu saja tak lupa tentang agama. Salah satu bukti diplomasi internasionalnya, Kiai Wahab melayangkan surat ke Raja Abdul Aziz bin Sa`ud dengan lima poin permohonan, di antaranya, untuk meminta kemerdekaan bermazhab bagi rakyat Hejaz pada salah satu Imam yang empat, Hanafi, Hambali, Maliki, dan Syafi`ie, (hal. 104-106). Lima permohonan tersebut dikabulkan.

Pejuang ini mempunyai insting politik yang tinggi. Ia termasuk yang menyetujui perjanjian San Fransisco 8 September 1951. Alasannya sangat rasional dalam kebijakan politik luar negeri itu. Argumennya kuat, bahwa jika Jepang kelak bangkit dan Indonesia tidak ikut menandatangani maka Jepang akan balas dendam. Kalau suatu ketika Jepang hendak melakukan ekspansi militernya ke selatan maka Indonesia akan juga dilibas. Rakyat menjadi korban. Ada dua keuntungan bagi Indonesia yang diungkap oleh Kiai Wahab dalam penandatanganan San Fransisico, yaitu: harga diri yang bersifat mental politis dan keuntungan material yang berupa rampasan perang.

Gagasan sang kreator ini masih banyak yang tidak tersampul dalam buku suntingan Mun`im DZ. Melihat bukti perjuangannya bagi Indonesia, buku ini belum seberapa untuk mewakili penampungan ide-ide berliannya, khususnya dalam percaturan politik Nusantara. Bangsa Indonesia mengakui ketokohan Kiai Wahab. Figur yang intelek dan politisi yang titis dalam membidik langkah politiknya. Politisi ini termasuk pejuang `45 yang membawa kemerdekaan Indonesia dari cengkraman penjajah. Jasa perjuangannya tak cukup diakui sebagai tokoh Pahlawan Nasional bagi bangsa yang gemah ripah loh jinawi ini, namun juga, bangsa ini wajib mensyukuri kemerdekaan Indonesia dengan memerdekakan diri dari rantai kemalasan.

Kiai Wahab mewariskan semangat perjuangan. Dari bukunya terlihat keyword sosok yang lengkap, gabungan antara aktivisme, intelektualisme, dan spiritualisme. Perjuangan untuk melepas mudarat rakyat. Kiai Wahab mengisyaratkan, bahwa persatuan sebagai pondasi untuk membangkitkan kemajuan bangsa, (hal. 118). Senjata paling tajam dan ampuh untuk meraih mashâlihur ra`iyah adalah kesatuan dan persatuan.

Bangsa kita saat ini membutuhkan satu arah kesejahteraan bersama di setiap belahan tanahnya yang gembur subur. Oleh karenanya laik bagi kita membaca Indonesia dengan lebih komprehensif dan dalam. Kiai Wahab berjuang di setiap lini. Di antaranya di empat model politik demi kebangkitan bangsa dan negara, siyâsah tijâriyah (politik perdagangan), siyâsah najjâriyah (politik pertukangan), siyâsah falahiyah (politik pertanian), dan siyâsah hukûmiyah (politik pemerintahan). Ini konklusi berpolitik dan bernegara Kiai Wahab. Rumusan pemikiran sang pelopor ini mengeguhkan percaturan politik Nusantara yang arif dan bijaksana bagi semua!

Data buku

Judul : Kaidah Berpolitik dan Bernegara
Penulis : KH Abdul Wahab Chasbullah
Penerbit : Langgar Swadaya, Depok
Cetakan : II, Januari 2015
Tebal : 164 Halaman
Peresensi : Maghfut MR, staf peneliti ICRS UGM dan Adab UIN Su-Ka Jogja

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satkorcab Banser Purworejo di Gembleng Untuk Menjadi Kader Inti GP Ansor

    Satkorcab Banser Purworejo di Gembleng Untuk Menjadi Kader Inti GP Ansor

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle admin
    • visibility 933
    • 2Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Bertempat di kediaman Sahabat Khabib Anwar, Ketua PC GP Ansor Purworejo masa khidmah 2019 – 2023 di Desa Clapar Bagelen , berkumpul jajaran pengurus Satkorcab Banser Kabupaten Purworejo untuk Koordinasi dan Konsolidasi Pengurus serta Pemantapan Rancangan Program Kerja pada Hari Senin , 7 September 2020 pukul 20.00 Koordinasi di dahului dengan pembekalan […]

  • Luthfi Beberkan 3 Tugas Pokok Untuk Pimpinan Anak Cabang IPNU

    Luthfi Beberkan 3 Tugas Pokok Untuk Pimpinan Anak Cabang IPNU

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Bayan (27/7) IPNU-IPPNU PAC Bayan sukses menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota yang diikuti oleh 26 peserta kader-kader NU muda di Bayan. Acara tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Asy-Syifa, Desa Besole. Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Purworejo, Luthfiana Fachrurozi, menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu tugas pokok IPNU-IPPNU. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap perkembangan zaman […]

  • PC GP Ansor Purworejo Apresiasi Kegiatan Anfa Kota Bersholawat

    PC GP Ansor Purworejo Apresiasi Kegiatan Anfa Kota Bersholawat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 139
    • 2Komentar

    Purworejo, ANSOR PURWOREJO.ORG – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran Anfa Kota Bersholawat yang sukses digelar pada Sabtu malam (8/11/2025) di Kota Purworejo. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor dan PAC Fatayat NU Kecamatan Purworejo ini menghadirkan bintang tamu nasional Hadad Alwi dan Sayid […]

  • PAC GP ANSOR Kecamatan Purworejo Gelar Pelantikan dan Rakerancab

    PAC GP ANSOR Kecamatan Purworejo Gelar Pelantikan dan Rakerancab

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 432
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Purworejo menyelenggarakan Pelantikan dan Rakerancab di Gedung Grha Siola, Purworejo pada Ahad (20/02/2022) Hadir sebagai narasumber stadium generale, Katib Syuriah PBNU Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA berpesan bahwa ansor harus bisa menjadi solusi peradaban, kemanusiaan dan modernitas. Jangan sampai justru menjadi beban. Apa […]

  • Harlah ke-92 Ansor di Purworejo, Ini Pesan Gus Ahil dan Wakil Bupati Purworejo

    Harlah ke-92 Ansor di Purworejo, Ini Pesan Gus Ahil dan Wakil Bupati Purworejo

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 150
    • 1Komentar

    PURWOREJO, – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Kabupaten Purworejo menjadi momentum penting bagi kader Gerakan Pemuda Ansor untuk memperkuat soliditas, konsolidasi, serta arah gerakan ke depan. Ketua PC GP Ansor Purworejo, Tashilul Manasik, menegaskan bahwa kegiatan yang dirangkai dengan halal bihalal dan musyawarah kerja cabang tersebut bukan sekadar seremoni […]

  • Ansor Peduli

    Ansor Peduli

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    PC Gp Ansor Purworejo terus menebar manfaat bagi masyarakat. Yang teranyar, Bidang Sosial PC GP Ansor Purworejo memberikan santunan untuk 25 anak yatim. Penyerahan santunan itu dilakukan di Masjid Al Ma’arif Winong Kemiri Purworejo Jum’at (6/3). Menurut wakil Ketua Bidang Sosial GP Ansor Purworejo, Alfin Zidni, mengungpkan pemberian santunan itu merupakan bentuk kepedulian Gerakan Pemuda […]

expand_less