Breaking News
light_mode
Trending Tags

Meneguhkan Percaturan Politik Nusantara

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 5 Nov 2015
  • visibility 468
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Politik hanyalah alat bukan tujuan. Kaidah ini yang dijadikan tongkat oleh Kiai Wahab Chasbullah dalam meneguhkan percaturan politik bangsa kita pada tahun 1914-an hingga 1970-an. Masa perjuangan dan kemerdekaan Indonesia. Dengan gigih ia menghadapi pancaroba politik yang penuh tantangan dan tekanan. Haluan politisi yang lahir dari rahim pesantren ini untuk kemaslahatan rakyat (mashâlihur ra’iyah) bukan kepentingan golongan. Gagasan berliannya terkuak dalam bukunya, “Kaidah Berpolitik dan Bernegara”.

Buku edisi khusus Muktamar ke-33 NU ini berusaha mengumpulkan karya tulisnya yang tersebar di pelbagai media massa, buku, catatan muktamar, serta sidang konstituante. Penetapannya sebagai Pahlawan Nasional pada 6 November 2014 menunjukkan kepiawaiannya dalam berpolitik dan bernegara. Di antara seni politiknya tampak pada ungkapannya, di zaman ini kita harus pandai berdiplomasi dalam menghadapi Nippon. Sama-sama bersuara Hu tetapi artinya bisa berbeda. Ada Hu yang artinya huntalen (telanlah) dan ada yang Hu artinya hucolono (lepaslah), (hal. 115). Nah, bagaimana hubungan Indonesia dengan negara lain (misal, Cina) di periode Kabinet Kerja sekarang ini?

Kaidah kenegaraannya tegak kokoh dan menjadi telekan dalam pengabdiannya pada negara dan bangsa. Ia menyebutkan dalam bukunya yang cover merah itu, kita berperan dan membela negeri ini, serta mampu menempatkan diri secara benar. Terlibat dalam setiap urusan. Bahkan harus berani menjadi pelopor dalam bidang yang pihak lain tidak bisa mejalankan, (hal. 69). Namun ironis bila melihat kancah politisi dan negarawan hari ini. Tipis. Atas nama rakyat ‘sejahtera’ namun ‘jerat’ rakyat.

Menyelami samudera perjuangannya untuk kebangkitan Indonesia kita menemukan mutiara kaidah, bahwa sang kreator inilah tokoh pertama yang memaknai nasionalisme yang meng-cover nilai Islam dan me-revere pada nilai sejarah budaya Nusantara. Nasionalisme Indonesia. Hal ini memudahkan penerimaan konsep Pancasila. Bung Karno menyebutkannya pada 1 Juni 1945. nasionalisme Indonesia berbeda dengan nasionalisme yang berkibar di Barat. Ide kiai tersebut mengakomodir hubungan simbiosis mutualistis antara agama dan negara. Proyek politik Nusantara ini telah terwujud dalam bentuk Nahdlatul Wathon (kebangkitan bangsa) (1914).

Realisasi politik Nusantaranya adalah dengan mengadakan kajian-kajian keagamaan dan politik, serta bersilat dalam diplomasinya. Ini sebagai penyebaran gagasan nasionalisme yang berwadahkan Tasywirul Afkar (gerakan pemikiran). Tujuan utamanya untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia atau yang lebih kita kenal dengan istilah NKRI. Karena pada masa itu penjajahan Belanda masih membelenggu bangsa.

Sepak terjang politiknya meliputi: strategi politik, demokrasi, ekonomi dan kemandiriannya, penanggulangan pemberontakan, pertahanan nasional, gerakan kemandirian rakyat, diplomasi internasional, dan tentu saja tak lupa tentang agama. Salah satu bukti diplomasi internasionalnya, Kiai Wahab melayangkan surat ke Raja Abdul Aziz bin Sa`ud dengan lima poin permohonan, di antaranya, untuk meminta kemerdekaan bermazhab bagi rakyat Hejaz pada salah satu Imam yang empat, Hanafi, Hambali, Maliki, dan Syafi`ie, (hal. 104-106). Lima permohonan tersebut dikabulkan.

Pejuang ini mempunyai insting politik yang tinggi. Ia termasuk yang menyetujui perjanjian San Fransisco 8 September 1951. Alasannya sangat rasional dalam kebijakan politik luar negeri itu. Argumennya kuat, bahwa jika Jepang kelak bangkit dan Indonesia tidak ikut menandatangani maka Jepang akan balas dendam. Kalau suatu ketika Jepang hendak melakukan ekspansi militernya ke selatan maka Indonesia akan juga dilibas. Rakyat menjadi korban. Ada dua keuntungan bagi Indonesia yang diungkap oleh Kiai Wahab dalam penandatanganan San Fransisico, yaitu: harga diri yang bersifat mental politis dan keuntungan material yang berupa rampasan perang.

Gagasan sang kreator ini masih banyak yang tidak tersampul dalam buku suntingan Mun`im DZ. Melihat bukti perjuangannya bagi Indonesia, buku ini belum seberapa untuk mewakili penampungan ide-ide berliannya, khususnya dalam percaturan politik Nusantara. Bangsa Indonesia mengakui ketokohan Kiai Wahab. Figur yang intelek dan politisi yang titis dalam membidik langkah politiknya. Politisi ini termasuk pejuang `45 yang membawa kemerdekaan Indonesia dari cengkraman penjajah. Jasa perjuangannya tak cukup diakui sebagai tokoh Pahlawan Nasional bagi bangsa yang gemah ripah loh jinawi ini, namun juga, bangsa ini wajib mensyukuri kemerdekaan Indonesia dengan memerdekakan diri dari rantai kemalasan.

Kiai Wahab mewariskan semangat perjuangan. Dari bukunya terlihat keyword sosok yang lengkap, gabungan antara aktivisme, intelektualisme, dan spiritualisme. Perjuangan untuk melepas mudarat rakyat. Kiai Wahab mengisyaratkan, bahwa persatuan sebagai pondasi untuk membangkitkan kemajuan bangsa, (hal. 118). Senjata paling tajam dan ampuh untuk meraih mashâlihur ra`iyah adalah kesatuan dan persatuan.

Bangsa kita saat ini membutuhkan satu arah kesejahteraan bersama di setiap belahan tanahnya yang gembur subur. Oleh karenanya laik bagi kita membaca Indonesia dengan lebih komprehensif dan dalam. Kiai Wahab berjuang di setiap lini. Di antaranya di empat model politik demi kebangkitan bangsa dan negara, siyâsah tijâriyah (politik perdagangan), siyâsah najjâriyah (politik pertukangan), siyâsah falahiyah (politik pertanian), dan siyâsah hukûmiyah (politik pemerintahan). Ini konklusi berpolitik dan bernegara Kiai Wahab. Rumusan pemikiran sang pelopor ini mengeguhkan percaturan politik Nusantara yang arif dan bijaksana bagi semua!

Data buku

Judul : Kaidah Berpolitik dan Bernegara
Penulis : KH Abdul Wahab Chasbullah
Penerbit : Langgar Swadaya, Depok
Cetakan : II, Januari 2015
Tebal : 164 Halaman
Peresensi : Maghfut MR, staf peneliti ICRS UGM dan Adab UIN Su-Ka Jogja

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Purworejo Luncurkan RPU Baru

    NU Purworejo Luncurkan RPU Baru

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Agus Pracaya
    • visibility 1.237
    • 0Komentar

    Ahad, 14 Juni 2020 – Pengurus Cabang NU Kabupaten Purworejo meluncurkan Repeater Unit / RPU untuk menunjang komunikasi dan koordinasi organisasi. RPU baru ini dirancang dengan power yang lebih kuat menggantikan unit lama yang dirasakan kurang dapat menjangkau seluruh wilayah di kabupaten Purworejo. Drs Muslikhin Madiani, mewakili Pengurus Cabang, menyampaikan harapan dengan RPU baru ini […]

  • Banser Ambil Tindakan Tanggap Bencana Tanah Longsor

    Banser Ambil Tindakan Tanggap Bencana Tanah Longsor

    • calendar_month Jumat, 6 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 939
    • 0Komentar

    Banser tanggap Bencana (BAGANA) Satkoryon Banser Kemiri bersama Ansor Peduli Ambil tindakan membantu warga masyarakat membersihkan material longsor yang terjadi pada Kamis sore menimpa rumah Bapak Susanto Kepala Desa Wanurojo, Kec. Kemiri, Purworejo, Jum’at pagi (6/11). Hujan deras pada Kamis sore yang mengguyur daerah kemiri bagian utara mengakibatkan tanah longsor di sebelah barat Rumah kepala […]

  • Sekolah Aswaja 2026 Resmi Dibuka, PMII Imam Puro Cetak Trainer Ideologi di Era Digital

    Sekolah Aswaja 2026 Resmi Dibuka, PMII Imam Puro Cetak Trainer Ideologi di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Sekolah Aswaja 2026 resmi dibuka oleh PMII Imam Puro dan STAINU Purworejo, fokus cetak trainer ideologi Aswaja di era digital.

  • Ansor Jateng Dukung Polri Berantas Judi, Tapi Jangan Lupakan Bandarnya

    Ansor Jateng Dukung Polri Berantas Judi, Tapi Jangan Lupakan Bandarnya

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah mengapresiasi langkah kepolisian dalam upaya mengungkap kasus perjudian. Seperti kita tahu kasus perjudian kini trending buntut dari naiknya kasus Sambo beberapa saat yang lalu. GP Ansor Jawa tengah berharap pengejaran pelaku tidak hanya kepada pelaku-pelaku di lapangan tapi sampai kepada bandarnya. Sekretaris LBH Ansor Jawa Tengah, Dr H M Taufik Hidayat SH MH memenyampaikan bahwa […]

  • Walau Hujan Lebat, Semangat Apel Akbar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Purworejo Berjalan Khidmah

    Walau Hujan Lebat, Semangat Apel Akbar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Purworejo Berjalan Khidmah

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 125
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Meski diterpa hujan deras, Apel Akbar dan Silaturahmi Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purworejo berlangsung dengan hikmah dan berjalan lancar, acara berlangsung di Pantai Jatimalang, Rabu malam (9/11/2022).Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Tengah, KH M Muzamil menyampaikan, Alhamdulillah wa syukru lilaah pada malam hari ini walau diguyur hujan yang cukup […]

  • RMI PCNU Purworejo Gelar Sarasehan “Revolusi Sampah Pesantren: Dari Masalah Jadi Berkah”

    RMI PCNU Purworejo Gelar Sarasehan “Revolusi Sampah Pesantren: Dari Masalah Jadi Berkah”

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Syukri Ab
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Sarasehan Pengurus Pondok Pesantren se-Kabupaten Purworejo pada Ahad (17/5/2026). Mengusung tema “Revolusi Sampah Pesantren: Dari Masalah Jadi Berkah”, kegiatan ini berlangsung di gedung SMK Nurussalaf yang berada di kompleks Ponpes Nurussalaf Kemiri, Purworejo. ​Kegiatan strategis ini dihadiri oleh 61 perwakilan […]

expand_less