Breaking News
light_mode
Trending Tags

KH Chudlori, Santri Kelana Pendiri API Tegalrejo

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
  • visibility 657
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KH Chudlori lahir di Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah dari pasangan Muhammad Ikhsan dan Mujirah. Ia anak kedua dari sepuluh bersaudara. Muhammad Ikhsan adalah penghulu Tegalrejo pada masa penjajahan Belanda. Ayah Muhammad Ikhsan bernama Abdul Halim, juga penghulu zaman Belandayang sangat dihormati. Abdul Halim menangani urusan agama di Magelang meliputi kecamatan Candimulyo, Martoyudan, Mungkid, dan Tegalrejo.

Pada tahun 1923, seteleh menyelesaikan Hollandsch-Inlandsche School (HIS), lembaga pendidikan setingkat Sekolah Dasar zaman Belanda, Chudlori kecil dikirim ayahnya ke pesantren Payaman yang diasuh KH Siroj. Ia menghabiskan 2 tahun di pesantren tersebut. Kemudian pindah ke pesantren Koripan di bawah asuhan Kiai Abdan. Tapi kemudian pindah lagi ke pesantren Kiai Rahmat di daerah Gragab hingga tahun 1928.

Kehausan akan ilmu agama, ia kemudian nyantri ke Tebuireng yang waktu itu diasuh Hadrotussyekh KH Hasyim Asy’ari. Di pesantren pendiri NU tersebut, ia mempelajari beragam kitab.

Saat di Tebuireng, ayah Chudlori mengirim uang sebanyak Rp. 750,- per bulan, tetapi ia hanya menghabiskan Rp.150,- dan mengembalikan sisanya. Chudlori hanya makan singkong dan minum air yang digunakan untuk merebus singkong tersebut. Dia melakukan ini dalam rangka riyadlah, amalan yang biasa dilakukan para santri.

Cerita lainnya tentang Chudlori, di kamarnya di Tebuireng, ia membuat kotak belajar khusus dari papan tipis dan menempatkan kotak tersebut diantara loteng dan atap. Kapan saja bila ingin menghafal atau memahami pelajarannya, Chudlori naik dan duduk di atas kotak sehingga bisa berkonsentrasi dengan baik. Kotak ini sempit, tidak nyaman dan berbahaya untuk duduk. Jadi dengan kedisiplinan dia dapat belajar setiap hari hingga tengah malam. Kapan saja tertidur sebelum tengah malam, dia menghukum dirinya sendiri dengan berpuasa pada hari berikutnya tanpa makan sahur

Kemudian pada tahun 1933, ia pindah lagi Bendo, Pare, Kediri, menjadi santri Kiai Chozin Muhajir. Di situ ia belajar fiqih dan tasawuf seperti kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghazali. Empat tahun berikutnya, ia mengaji di pesantren Sedayu, belajar ilmu membaca Al-Qur’an selama 7 bulan. Pada tahun 1937, ia nyantri lagi ke Lasem, Jawa Tengah, yang diasuh KH Ma’shum dan KH Baidlowi.

Setelah menikahi putri KH Dalhar Watucongol, ia sempat mengajar di pesantren mertuanya tersebut. Namun mengajarkan ilmu agama di kampung halamannya adalah cita-citanya yang menggebu-gebu sehingga ia selalu melakukan mujahadah dan meminta petunjuk Allah Swt untuk niatnya itu.

Setelah mendapat petunjuk dan membicarakan kepada mertuanya, kemudian pada 15 September 1944 KH Chudlori pulang kampung dan mendirikan pesantren di Tegalrejo. Masyarakat desa itu, ketika ia mendirikan pesantren, terbelah menjadi yang pro dan kontra. Kalangan yang pro gembira karena ada anak kampungnya yang menyebarkan ajaran agama. Sebaliknya yang kontra, lebih karena antipati terhadap penyebaran Islam.

Sebagai kiai yang digembleng bertahun-tahun, Chudlori tetap tegar menghadapi kalangan yang kontra. Ia tetap menjalankan misinya mengembangkan syariat Islam.

Awalnya, Chudlori tak memberikan nama khusus pada pesantrennya, namun pada tahun 1947, atas saran teman-teman seperjuangannya, ia menamainya dengan Asrama Perguruan Islam (API). Nama itu merupakan hasil istikharahnya. Dengan nama itu, ia berharap santri-santrinya kelak akan jadi api penerang umat dalam kegelapan.

Pada tahun 1947, ketika Belanda melakukan Agresi Militer, Pesantren API menjadi benteng perjuangan mempertahankan kemerdekaan oleh para gerilyawan. Bahkan Chodlori yang kini sudah bergelar kiai, mengizinkan santrinya untuk turut berjuang. Aktivitas belajar-mengajar dihentikan untuk sementara waktu.

Karena perjuangan itu diketahui Belanda, pesantrennya kemudian dibakar habis. Santri, keluarga, dan Kiai Chudlori sendiri mengungsi dari satu desa ke desa lain. Kemudian di tahun 1949, ia kembali ke desanya dan mebangun kembali pesantren. Prmbangunan kali ini, dibantu warga masyarakat yang telah bersimpati pada perjuangannya. Santri pun bertambah banyak. Pada tahun 1977, ia memiliki sekitar 1500 santri. Di tahun tersebut, pesantren API sedang berkembang pesat, tapi di tahun itu pula Kiai Chudlori dipanggil yang Kuasa. (NU Online, Abdullah Alawi, dari berbagai sumber)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (2)

  • Binance创建账户

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    Balas22 Juni 2026 3:18 pm
  • binance Registrera

    Can you be more specific about the content of your article? After reading it, I still have some doubts. Hope you can help me.

    Balas5 Juni 2026 9:15 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Terima Penghargaan Organisasi Lintas Iman dari KWI

    GP Ansor Terima Penghargaan Organisasi Lintas Iman dari KWI

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 104
    • 1Komentar

    Jakarta – Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Christophorus Tri Harsono, secara langsung memberikan penghargaan kepada tujuh tokoh muda yang menjabat sebagai ketua umum organisasi pemuda lintas iman. Acara ini berlangsung di Aula KWI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 25 Februari 2025. Para penerima penghargaan tersebut adalah Addin Jauharudin […]

  • Khotmil Qur’an dan Bagi Takjil Sekaligus Buka Bersama

    Khotmil Qur’an dan Bagi Takjil Sekaligus Buka Bersama

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle admin
    • visibility 568
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – PAC IPNU IPPNU Kemiri menyelenggarakan khotmil qur’an, berbagi takjil dan buka bersama. Sabtu, 08/05/2021 sore. Kegiatan sosial ini merupakan salah satu agenda tahunan yang diselenggarakan pada bulan suci ramadhan 1442 H. Dalam kegiatan ini diikuti kurang 50 anggota IPNU-IPPNU kecamatan Pituruh. Kegiatan ditujukan kepada warga masyarakat Kemiri di sekitar Perempatan dan Pasar […]

  • Belajar Perdamaian Pada Gus Dur

    Belajar Perdamaian Pada Gus Dur

    • calendar_month Sabtu, 18 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 576
    • 1Komentar

    Buku ini merupakan hasil tesis penulis yang kemudian digubah menjadi buku populer sehingga setiap pembaca mampu mencerna dengan renyah. Selain itu, penulis buku ini menjadi aktifis Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), dimana Gus Dur menjadi bagian dari pendiri lembaga ini. Lembaga yang lahir pada 12 Juli 2000 ini berusaha menyebarkan tradisi dialog dalam […]

  • Diklatsar Banser Gebang 2026, Perkuat Kaderisasi Menuju Banser Progresif dan Kolaboratif

    Diklatsar Banser Gebang 2026, Perkuat Kaderisasi Menuju Banser Progresif dan Kolaboratif

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 170
    • 0Komentar

    GEBANG – Penguatan kaderisasi Barisan Ansor Serbaguna (Banser) terus dilakukan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Gebang melalui Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Gebang Tahun 2026. Sebanyak 59 peserta mengikuti proses kaderisasi selama tiga hari untuk dipersiapkan menjadi kader yang memiliki kapasitas, kedisiplinan, militansi, serta kesiapan berkhidmah dan mengambil peran di tengah masyarakat. Mengusung tema […]

  • MDS Rijalul Ansor Peringati Hari Santri Nasional Dengan 272.000 Sholawat Jibril Untuk Pager Bumi

    MDS Rijalul Ansor Peringati Hari Santri Nasional Dengan 272.000 Sholawat Jibril Untuk Pager Bumi

    • calendar_month Jumat, 23 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 796
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Tepat malam, 22 Oktober 2020 merupakan peringatan Hari Santri Nasional, MDS Rijalul Ansor dan segenap Pengurus Harian PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengakhiri kegiatan dengan Khataman Sholawat Jibril dan Maulid yang mengambil Tema “Spirit Hari Santri Nasional, Maulid Nabi Ditengah Pandemi-“272.000 Sholawat Jibril Untuk Pager Bumi”. Dalam Khataman dan Maulid malam ini, […]

  • PAC ANSOR GEBANG Ikuti Bimtek dan Launching Website 16 PAC se-Kabupaten Purworejo

    PAC ANSOR GEBANG Ikuti Bimtek dan Launching Website 16 PAC se-Kabupaten Purworejo

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 73
    • 0Komentar

    PAC GP Ansor Gebang Ikuti Bimtek dan Peluncuran Website 16 PAC se-Kabupaten Purworejo Purworejo, 25 Juni 2023 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Gebang berpartisipasi dalam Bimbingan teknis (Bimtek) yang diadakan bersamaan dengan peluncuran website resmi untuk 16 PAC se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan Bertajuk LAUNCHING WEBSITE 16 PAC tersebut diadakan dalam rangka semarak Harlah […]

expand_less