Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Berdirinya Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
  • visibility 665
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional.

Sumber: http://www.ansor.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus Ranting GP Ansor Desa Donorati Resmi Dilantik, Gus Ahil Tekankan Semangat Khidmah dan Kaderisasi

    Pengurus Ranting GP Ansor Desa Donorati Resmi Dilantik, Gus Ahil Tekankan Semangat Khidmah dan Kaderisasi

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Purworejo, ANSORPURWOREJO.ORG – Kepengurusan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Donorati Masa Khidmah 2025–2027 resmi dilantik oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Purworejo, H. Muhammad Tashilul Manasik, S.Psi., M.Pd. (Gus Ahil) pada Ahad, 30 November 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di halaman Musholla Nurul Huda, Donorati. Acara pelantikan dirangkai dengan pengajian umum yang sekaligus dihadiri […]

  • Gus Chakim: Ranting Ujung Tombak Penjaga NU

    Gus Chakim: Ranting Ujung Tombak Penjaga NU

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 845
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo Periode 2019 – 2024 menyelenggarakan acara Pelantikan dan Muskercab, Ahad 19 Januari 2020 di Komplek Pondok Pesantren Nuril Anwar, Maron, Loano, Purworejo. K.H.R. Chakim Chamid, selaku Rais Suriah NU Kabupaten Purworejo dalam sambutannya jelang pelantikan mengutarakan pentingnya sinergitas semua pihak dalam perjuangan NU kedepan. “Jangan ada dikotomi Struktural dan […]

  • Jaga Warisan, PAC GP Ansor Kutoarjo Adakan Ziarah Spiritual Menapak Jejak Leluhur

    Jaga Warisan, PAC GP Ansor Kutoarjo Adakan Ziarah Spiritual Menapak Jejak Leluhur

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KUTOARJO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kutoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam membumikan nilai-nilai spiritualitas dan keluhuran akhlak Ahlussunnah wal Jama’ah melalui kegiatan bertajuk “Dolan Turki”, singkatan dari Turut Kijing. Kegiatan ini diikuti oleh kader Ansor dan Banser se-Kecamatan Kutoarjo dengan titik awal di Kantor MWCNU Kutoarjo pada Ahad pagi, 20 Juli 2025. […]

  • 11 Tokoh di Kecamatan Purworejo terima NU Award dari MWCNU Purworejo

    11 Tokoh di Kecamatan Purworejo terima NU Award dari MWCNU Purworejo

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 405
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Kota Purworejo telah terbukti melahirkan tokoh agama , kemanusiaan dan pejuang yang menjadi suri tauladan , khususnya yang berjuang di Nahdhatul Ulama , bangsa dan negara. Hal itu tercermin dalam penelusuran sejarah yang di lakukan oleh panitia satu abad NU MWCNU Purworejo. Dari sekian banyak tokoh NU dan Badan Otonom NU diwilayah […]

  • Kader Ansor Siap Melebur Bersama Elemen Pemuda Lain untuk Berkarya Lewat KNPI

    Kader Ansor Siap Melebur Bersama Elemen Pemuda Lain untuk Berkarya Lewat KNPI

    • calendar_month Sabtu, 15 Jun 2024
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Purworejo periode 2023-2026 resmi dilantik di Ganeca Convention Hall, Jumat (14/6). KNPI Purworejo akan diketuai oleh Muhammad Musyafa selama tiga tahun ke depan, dengan Sekretaris Tashilul Manasik dan Bendahara Umum Ahmad Mukti Ali. Acara pelantikan dihadiri oleh Ketua KNPI Jawa Tengah, Cashyta […]

  • Muslimat NU Purworejo Perkuat Konsolidasi Lewat Turba di Kemiri Kidul

    Muslimat NU Purworejo Perkuat Konsolidasi Lewat Turba di Kemiri Kidul

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 55
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan turun ke bawah (turba) sekaligus pertemuan rutin dua bulanan sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi. Agenda ini menjadi forum silaturahmi dan koordinasi antara pengurus tingkat kabupaten bersama pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting guna menyelaraskan program kerja serta memperkokoh peran organisasi […]

expand_less