Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Berdirinya Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
  • visibility 593
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional.

Sumber: http://www.ansor.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selapanan Pemuda Ansor dan Safari Al-Barzanji Meriahkan Malam Minggu di Desa Tegalsari

    Selapanan Pemuda Ansor dan Safari Al-Barzanji Meriahkan Malam Minggu di Desa Tegalsari

    • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 0
    • 0Komentar

    Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno – Malam Minggu Wage, 1 Juli 2023, menjadi malam yang meriah bagi warga Dukuh Silo Desa Tegalsari dengan diselenggarakannya acara Selapanan Pemuda Ansor Ranting Desa Tegalsari dan Safari Al-Barzanji di Masjid Bapak Kyai Miftahudin, Dukuh Silo RW 1. Acara ini dihadiri oleh Perwakilan Pengurus Harian PAC GP Ansor Bruno Sahabat Ahmad […]

  • IPPNU Gelar Pelatihan Wirausaha untuk Kader, Guna Cetak Wirausahawan Muda

    IPPNU Gelar Pelatihan Wirausaha untuk Kader, Guna Cetak Wirausahawan Muda

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 0Komentar

    PURWOREJO, – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk mencetak wirausahawan muda. Upaya tersebut dilakukan dengan menggelar pelatihan kewirausahawan dengan tema Kreatifitas Pelajar Putri Mencetak Perempuan Mandiri dan Berdikari, Minggu (21/3) di Gedung KNPI Purworejo. Ketua PC IPPNU, Ririn Yunitasari SE mengatakan bahwa meski masih dalam masa pandemi, namun kegiatan […]

  • Banser Ya Harus Pendekar

    Banser Ya Harus Pendekar

    • calendar_month 9 jam yang lalu
    • account_circle admin
    • visibility 774
    • 0Komentar

    Dua tahun lalu, saya mendapat kesempatan menemani Kasatkornas Banser, Sahabat H. Alfa Isnaini beserta rombongan Kirab Satu Negeri sowan kepada salah satu Kiai Kharismatik di Situbondo, KHR. Muhammad Kholil As`ad (Ra Kholil), pengasuh Ponpes Walisongo, Panji, Situbondo, salah satu putra KHR. As`ad Syamsul Arifin, Pengasuh Ponpes Syalafiyah syafi`iyah, SUkorejo, Situbondo, seorang Ulama, Waliyul Qutb, pejuang […]

  • Satkorcab Banser Purworejo di Gembleng Untuk Menjadi Kader Inti GP Ansor

    Satkorcab Banser Purworejo di Gembleng Untuk Menjadi Kader Inti GP Ansor

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle admin
    • visibility 867
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Bertempat di kediaman Sahabat Khabib Anwar, Ketua PC GP Ansor Purworejo masa khidmah 2019 – 2023 di Desa Clapar Bagelen , berkumpul jajaran pengurus Satkorcab Banser Kabupaten Purworejo untuk Koordinasi dan Konsolidasi Pengurus serta Pemantapan Rancangan Program Kerja pada Hari Senin , 7 September 2020 pukul 20.00 Koordinasi di dahului dengan pembekalan […]

  • Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 2
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Imam Puro STAINU Purworejo menggelar Pelantikan Pengurus Masa Khidmah 2025/2026 yang dirangkai dengan Talkshow Aswaja, bertempat di Auditorium STAINU Purworejo, pada Sabtu (10/1/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisariat PMII Imam Puro dan berlangsung dengan khidmat serta penuh semangat kaderisasi. Hadir dalam kegiatan tersebut Churdaini, M.Pd., Sekretaris PCNU […]

  • H – 01 Rakercab 2019

    H – 01 Rakercab 2019

    • calendar_month Sabtu, 9 Feb 2019
    • account_circle admin
    • visibility 2.504
    • 0Komentar

    Ada Apa di Rakercab Kita : Ada Pencerahan , Optimisme dan Kebersamaan Buat Apa Rakercab Kita : Untuk Menjalankan Amanat Organisasi , Silaturohim, Evaluasi , Koordinasi dan Penataan Program Kerja Siapa yang terlibat di dalamnya : Panitia , Pengurus Pimpinan Cabang dan Semi Otonomnya , Perwakilan PAC dan PR Serta Seluruh Anggota Ansor Banser Purworejo […]

expand_less