Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Berdirinya Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
  • visibility 709
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional.

Sumber: http://www.ansor.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PBNU Tetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Idul Adha 27 Mei 2026

    PBNU Tetapkan 1 Dzulhijjah 1447 H Jatuh pada 18 Mei 2026, Idul Adha 27 Mei 2026

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 269
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi mengumumkan awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah. Berdasarkan hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal), PBNU menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M. Dengan keputusan tersebut, Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah 1447 H) akan jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 […]

  • Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017

    Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017

    • calendar_month Minggu, 26 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 1Komentar

      REKOMENDASI MUSYAWARAH NASIONAL ALIM ULAMA DAN KONFERENSI BESAR NAHDLATUL ULAMA NTB, 23-25 NOVEMBER 2017 Latar Belakang Indonesia tengah menghadapi berbagai ujian kebangsaan yang tercermin dari lunturnya nasionalisme, maraknya penggunaan sentimen SARA dalam kehidupan sosial-politik, menjamurnya radikalisme dan sektarianisme, serta maraknya korupsi dan terorisme yang berimpit dengan gejala kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi.    NU […]

  • Hikmah Idul Adha: Teladan dari Nabi Ibrahim Alayhissalam

    Hikmah Idul Adha: Teladan dari Nabi Ibrahim Alayhissalam

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle PAC Kota
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Idul Adha, juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, adalah salah satu hari raya penting dalam agama Islam yang diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pada hari yang berharga ini, umat Muslim mengenang peristiwa penting dalam sejarah ketika Nabi Ibrahim (Abraham) bersedia mengorbankan putranya, Ismail (Ishmael), sebagai tanda ketaatan dan kepatuhan mereka kepada Allah SWT. […]

  • Pelantikan 9 Ranting GP Ansor di Kecamatan Gebang

    Pelantikan 9 Ranting GP Ansor di Kecamatan Gebang

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 697
    • 0Komentar

    Gebang, ansorpurworejo.org PC GP ANSOR Kab Purworejo melantik sembilan (9)  ranting desa se-kecamatan Gebang. Acara di halaman mushola Al Iman dukuh Siwinong Desa Penungkulan Gebang. Adapun pengurus ranting yang dilantik diantaranya dari desa Kemiri, Pakem, Gebang, Gintungan, Mlaran, Seren, Redin, Sidoleren, Winong lor Kec. Gebang. Ahad(5/02/2017) Dalam acara tersebut  sekaligus pengajian rutinan warga Nahdliyin tingkat […]

  • Kesigapan Banser Dusun Droko dalam Bencana Alam Purworejo

    Kesigapan Banser Dusun Droko dalam Bencana Alam Purworejo

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 1Komentar

    Di antara beberapa titik lokasi bencana akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Purworejo Sabtu lalu (18/06), Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano merupakan yang terparah. Tanah longsor telah mengakibatkan empat rumah terkubur dan belasan korban tewas. Tepat di sebelah barat Dusun Caok terletak sebuah dusun bernama Droko yang merupakan bagian dari Desa Wonotulus, Kecamatan Purworejo. […]

  • Gus Shidqon Terpilih sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2025-2029

    Gus Shidqon Terpilih sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah 2025-2029

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Banjarnegara – Konferensi Wilayah (Konferwil) GP Ansor Jawa Tengah yang berlangsung di Pondok Pesantren Yaqutun Nufus, Banjarnegara, pada Rabu (26/2/2025), telah sukses menggelar pemilihan ketua baru. Dalam pemilihan tersebut, Muchammad Shidqon Prabowo terpilih sebagai Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah untuk masa khidmah 2025-2029. Wakil Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kudus, Abdul Rozaq […]

expand_less