Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Berdirinya Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
  • visibility 707
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional.

Sumber: http://www.ansor.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

    KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 1Komentar

    Revolusi kemerdekaan Indonesia ditopang oleh perjuangan kaum santri dan barisan Kiai yang menyelamatkan negeri. Sayangnya, kisah perjuangan para kiai dan santri, tenggelam dalam narasi sejarah Indonesia. Salah satunya, Kiai Subchi Parakan, yang dikenal dengan “Kiai Bambu Runcing”. Bagaimana kisah hidup dan perjuangan Kiai Subchi? Kiai Subchi lahir di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, sekitar tahun 1850. […]

  • Diikuti 24 Tim, Turnamen Futsal Ansor Bayan 2022 Tuntas Digelar

    Diikuti 24 Tim, Turnamen Futsal Ansor Bayan 2022 Tuntas Digelar

    • calendar_month Senin, 19 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 334
    • 1Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bayan melalui Bidang Seni dan Olahraga sukses menyelenggarakan turnamen futsal se-Kecamatan Bayan. Kegiatan ini bertempat di GOR WR. Soepratman Purworejo pada Ahad (18/9). Gelaran turnamen futsal Ansor 2022 yang mengangkat tema “Junjung Tinggi Sportivitas, Gapai Prestasi Tanpa Batas” ini, diikuti oleh 24 tim dari […]

  • H+7 Bencana Purworejo Salurkan Bantuan

    H+7 Bencana Purworejo Salurkan Bantuan

    • calendar_month Sabtu, 25 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Masih Tetep On hingga H+7 Bencana Purworejo, Shift dan Rolling petugas piket mulai kita terapkan, penerimaan, pendistribusian, pengamanan posko sampai pendataan seluruh korban-korban yang tercecer masih terus kita upayakan, sahabat-sahabatku, semoga lelah kita jadi Amal sholih, sembari menyeselesaikan tugas-tugas Relawan Bencana, Ayo. Sambil ber”mimpi” utk me”ramu” pendirian Posko Mudik dan Balik Lebaran tahun ini,, mungkinkaah??? […]

  • Raker Ansor 2021: Kuat Dalam Persahabatan, Istiqomah Dalam Pengabdian

    Raker Ansor 2021: Kuat Dalam Persahabatan, Istiqomah Dalam Pengabdian

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 850
    • 1Komentar

    PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada Ahad (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Kalimiru, Bayan, Purworejo. Rapat Kerja Cabang kali ini mengambil tema “Kuat Dalam Persahabatan, Istiqomah Dalam Pengabdian”. Menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, Khabib Anwar tema ini dipilih untuk menegaskan kembali komitmen khidmah secara kolektif di PC GP […]

  • Membangun Soliditas & Militansi Kader, PAC GP Ansor Purworejo Gelar Rakercab

    Membangun Soliditas & Militansi Kader, PAC GP Ansor Purworejo Gelar Rakercab

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – PAC GP Ansor Purworejo Selenggarakan Silaturahim dan Rakerancab dengan mengusung tema ” Membangun Soliditas & Militansi Kader”. Silaturahim dan rakerancab ini merupakan momen silaturahim antar sahabat ansor dan penyusunan program kerja yang belum terealisasi. Kegiatan ini bertempat di Graha Siola Convention Hall RM. H. Dargo Pangenrejo. Ahad (04/06) Hadir pada kesempatan ini, […]

  • Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

    Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 691
    • 0Komentar

    Assalamualaikum wr wb. Perkenalkan, nama saya Bramantyo dan Alhamdulillah saya termasuk warga NU. Walaupun ‘NU Abangan’, wong Iqra saja belum khatam. Tapi saya sangat bangga jadi warga NU, walaupun saya tidak tahu, apakah NU bangga punya warga seperti saya. Dan sebagai bukti kebanggaan saya menjadi warga NU, saya tidak terpancing untuk ikut-ikutan ganti nama menjadi […]

expand_less