Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Berdirinya Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
  • visibility 766
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional.

Sumber: http://www.ansor.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Sampai ‘Kebanjiran’ Informasi | with Sob Ahmad Naufa KH. F. Play Button

    Jangan Sampai ‘Kebanjiran’ Informasi | with Sob Ahmad Naufa KH. F.

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 1Komentar

    Eps. 10-12 kita kedatangan tamu sepsial jurnalis muda NU yang akan mengangakat aktivitas aktivitas kreatif di tengah pandemi

  • PAC Bagelen Lakukan Sosialisasi E-KTA sebagai Inovasi Pengorganisasian

    PAC Bagelen Lakukan Sosialisasi E-KTA sebagai Inovasi Pengorganisasian

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Pada tanggal 02 Juli 2023 yang lalu, Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bagelen menyelenggarakan sebuah pertemuan penting dengan Pimpinan Ranting GP Ansor Kecamatan Bagelen. Pertemuan ini diadakan dengan tujuan untuk menyosialisasikan penggunaan E-KTA (Kartu Tanda Anggota elektronik) sebagai salah satu inovasi dalam pengorganisasian. Latar Belakang: Dalam era teknologi digital seperti saat ini, […]

  • Pengurus PAC GP Ansor Pituruh Masa Khidmat 2022/2024 Resmi Dilantik

    Pengurus PAC GP Ansor Pituruh Masa Khidmat 2022/2024 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 2Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pituruh Masa Khidmat 2022-2024 resmi dilantik. Pelantikan ini dibawakan oleh Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purworejo. Pada rangkaian pelantikan sekaligus bersamaan dengan pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Pituruh di Komplek MA Ma’arif NU Pituruh, Jum’at […]

  • Pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Loano Resmi Dilantik

    Pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Loano Resmi Dilantik

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 412
    • 0Komentar

    LOANO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Loano telah melaksanakan agenda Konferancab dengan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus dan Pemilihan Ketua PAC GP Ansor Loano Baru Masa Khidmah 2021/2023 pada bulan November lalu. Pada saat konferancab LPJ dinyatakan diterima dan ketua terpilih yaitu sahabat Ahmad Fatkhul Wahab dari Desa Kalikalong. Menindaklanjuti agenda tersebut, Pelantikan […]

  • Pesan Rais Syuriyah MWCNU Purworejo kepada Pengurus NU : Teladani Nabi Syuaib AS ketika Khidmah di NU

    Pesan Rais Syuriyah MWCNU Purworejo kepada Pengurus NU : Teladani Nabi Syuaib AS ketika Khidmah di NU

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 366
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Dalam Khutbah Iftitah Puncak Resepsi peringatan Satu Abad NU MWCNU Purworejo Rabu 15/2 /2023 di Aula PP Al Fahham Baledono , Rais Syuriyah MWCNU Purworejo KH.R. Chamid Bakri berpesan tentang tujuan NU didirikan dan tugas pengurusnya. Tujuan dan tugasnya antara lain untuk menggerakan dan mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik secara agama […]

  • Penyuluh Agama Islam Bayan Gelar Pelatihan Merangkai Hantaran Pernikahan Diikuti Kader Fatayat

    Penyuluh Agama Islam Bayan Gelar Pelatihan Merangkai Hantaran Pernikahan Diikuti Kader Fatayat

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 189
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo, – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bayan menggelar Kegiatan Pelatihan Merangkai Hantaran Pernikahan. Kegiatan penyuluhan ini di ikuti oleh anggota Fatayat di Ranting Pogung Juru Tengah, Bayan, Purworejo sebanyak 60 Orang. Jum’at, 26/08/2022. Program penyuluh agama islam tidak hanya sebatas pada bidang dakwah saja, tetapi juga ada bidang lainya termasuk penyuluhan dalam bidang pemberdayaan […]

expand_less