Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pria Sangar Bertato itu Bukan Preman

  • account_circle Ahmad Naufa
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 1.412
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pria tinggi berbadan kekar itu menuju kami. Dengan wajah yang sangar, namun masih memiliki sedikit keramahan. Ia menyalami. Di pergelangan tangannya yang berotot, tampak jelas tato besar yang sulit dihapus.

***

Di zaman kecil dulu, jika melihat pemandangan seperti ini, saya tidak butuh narasi banyak untuk langsung menjustifikasinya sebagai orang yang tak terhormat: preman.

Tapi zaman berubah. Kini—meski saya sendiri tak suka dan ogah mencoba—tato tak identik dengan kenakalan, apalagi preman. Bahkan menteri kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti pun bertato. Juga, banyak saya melihat anak-anak lebay dan ganjen bertato. Orang “normal” sampai PSK banyak yang bertato. Ini artinya tato tak identik dengan preman.

Meski begitu, banyak—atau kebanyakan—orang masih melihat tato sebagai sebuah simbol negatif, nakal dan sejenisnya.

Dalam Islam sendiri, setahu saya, kebanyakan fatwa ulama mengharamkannya, dengan dalih menghambat air wudlu. Jika air wudlu tidak mengalir ke kulit, maka wudlu tidak sah, secara fiqih. Jika wudlu tidak sah, maka shalatnya tidak sah. Ini otomatis juga berlaku bagi orang yang junub, mandi besarnya tidak sah.

Pertanyaanya kemudian, kalau sudah terlanjur bagaimana? Ada dua pendapat: pertama, menghapusnya. Banyak saya menjumpai orang yang menghapus tatonya. Konon, menghapus tato teramat sakit, karena menggunakan setrika. Entah sekarang ada alatnya atau tidak. Kedua, jika memang teramat sakit, tak perlu menghapusnya. Ini karena prinsip bahwa agama itu membuat mudah, bukan malah menyulitkan.

Juga, pendapat ulama-ulama tasawuf yang lebih melihat hati, di mana hati lebih penting untuk disucikan, dibersihkan. Banyak orang yang meski tubuhnya mulus, namun hatinya penuh tato kebencian, hasut, dengki, dendam, dan lain-lain.


Usai menyalami, ia yang bercelana hitam dan berkaos doreng, minta perintah.

“Apa yang bisa kita kerjakan malam ini?” ungkapnya, kepada kami pengurus GP Ansor Purworejo.

“Kita akan menyiapkan tempat untuk acara Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Susbalan Banser besok. Ada juga tumpukan batu di halaman depan yang perlu dibereskan.”

“Siap laksanakan…!!!” Balasnya.

Kemudian, beserta beberapa anggota Banser lain, ia—dengan badannya yang kekar berotot—memindah batu-batu itu. Ketika hujan turun mengguyur, ia tetap semangat, sampai selesai pukul 00.00 WIB.

Itulah Banser, salah satu sayap kekuatan Ansor NU, yang menerima dan merangkul siapa saja, jika memang ingin menuju cahaya. Betapa pun kotor masa lalu seseorang, masa depannya masih suci. NU tidak memukul, tapi merangkul. Karena, hanya Iblis yang menentang manusia untuk kembali kepada Tuhannya.

Tulisan ini pernah dimuat di NU Online pada Rabu, 04 Januari 2017.

  • Penulis: Ahmad Naufa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Warisan, PAC GP Ansor Kutoarjo Adakan Ziarah Spiritual Menapak Jejak Leluhur

    Jaga Warisan, PAC GP Ansor Kutoarjo Adakan Ziarah Spiritual Menapak Jejak Leluhur

    • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 52
    • 0Komentar

    KUTOARJO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kutoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam membumikan nilai-nilai spiritualitas dan keluhuran akhlak Ahlussunnah wal Jama’ah melalui kegiatan bertajuk “Dolan Turki”, singkatan dari Turut Kijing. Kegiatan ini diikuti oleh kader Ansor dan Banser se-Kecamatan Kutoarjo dengan titik awal di Kantor MWCNU Kutoarjo pada Ahad pagi, 20 Juli 2025. […]

  • GP Ansor Dirikan 573 Posko Mudik untuk Dukung Kelancaran Lebaran

    GP Ansor Dirikan 573 Posko Mudik untuk Dukung Kelancaran Lebaran

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Jakarta  – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendirikan 573 Posko Mudik yang tersebar di berbagai titik strategis di seluruh Indonesia. Posko-posko ini menyediakan beragam fasilitas bagi para pemudik, seperti bengkel, hiburan, makanan, serta tempat istirahat. Kehadiran posko ini diharapkan dapat membantu kelancaran perjalanan masyarakat yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran. Ketua Umum […]

  • Momentum Idul Adha 1444 H : Warga Nahdliyyin di Kecamatan Gebang sembelih Ratusan Sapi dan Kambing Qurban

    Momentum Idul Adha 1444 H : Warga Nahdliyyin di Kecamatan Gebang sembelih Ratusan Sapi dan Kambing Qurban

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Momentum Idul Adha 1444 H : Warga Nahdliyyin di Kecamatan Gebang sembelih Ratusan Sapi dan Kambing Qurban Gebang, 29 Juni 2023 – Momentum perayaan Idul Adha 1444 H dirayakan dengan penuh khidmat oleh warga Nahdliyyin di Kecamatan Gebang. Ribuan warga nahdliyyin dari berbagai penjuru wilayah berbondonng-bondong mendatangi masjid dan musholla yang ada setiap desa yang […]

  • 7 Tingkatan Nafsu, Berada di tingkat manakah nafsu kita

    7 Tingkatan Nafsu, Berada di tingkat manakah nafsu kita

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Dari 7 Tingkatan nafsu. Berada di tingkat manakah nafsu kita : 1. Nafsu Amarah Asalkan dirinya senang maka ia melakukan dosa 2. Nafsu Lawwamah Masih terjerumus dengan dosa. Meski sudah tau baik dan buruk. Lalu menyesal 3. Nafsu Mulhamah Suka berbuat baik tapi masih rindu dengan dosa 4. Nafsu Muthmainnah Stabil, tenang dan mantap pada […]

  • Pendirian RSNU DIY diresmikan Ketua PBNU

    Pendirian RSNU DIY diresmikan Ketua PBNU

    • calendar_month Sabtu, 31 Mar 2018
    • account_circle admin
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Kulonprogo, Setelah melalui proses yang panjang, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya resmi didirikan pada Jumat (30/3). Peresmian tersebut dilakukan Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj di Girigondo, Temon, Kulonprogo. Kiai Said menyampaikan apresiasi kepada NU DIY yang telah mampu merintis pembangunan rumah sakit. Hal ini menjadi bukti bahwa NU telah […]

  • Sahabat Khabib Anwar: Ansor Harus Bergerak Secara Efektif di Masa Pandemi

    Sahabat Khabib Anwar: Ansor Harus Bergerak Secara Efektif di Masa Pandemi

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.399
    • 0Komentar

    Pandemi yang belum berakhir tidak menghalangi Pimpinan Cabang GP Ansor Purworejo untuk terus melakukan koordinasi. Seperti malam ini (28/7) Pimpinan Cabang GP Ansor Purworejo menggelar rapat rutin Pimpinan Harian secara virtual yang dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, K Khabib Anwar. Dalam sambutannya, sahabat Khabib menuturkan bahwa kegiatan Ansor tidak boleh mati […]

expand_less