Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pria Sangar Bertato itu Bukan Preman

  • account_circle Ahmad Naufa
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 1.391
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pria tinggi berbadan kekar itu menuju kami. Dengan wajah yang sangar, namun masih memiliki sedikit keramahan. Ia menyalami. Di pergelangan tangannya yang berotot, tampak jelas tato besar yang sulit dihapus.

***

Di zaman kecil dulu, jika melihat pemandangan seperti ini, saya tidak butuh narasi banyak untuk langsung menjustifikasinya sebagai orang yang tak terhormat: preman.

Tapi zaman berubah. Kini—meski saya sendiri tak suka dan ogah mencoba—tato tak identik dengan kenakalan, apalagi preman. Bahkan menteri kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti pun bertato. Juga, banyak saya melihat anak-anak lebay dan ganjen bertato. Orang “normal” sampai PSK banyak yang bertato. Ini artinya tato tak identik dengan preman.

Meski begitu, banyak—atau kebanyakan—orang masih melihat tato sebagai sebuah simbol negatif, nakal dan sejenisnya.

Dalam Islam sendiri, setahu saya, kebanyakan fatwa ulama mengharamkannya, dengan dalih menghambat air wudlu. Jika air wudlu tidak mengalir ke kulit, maka wudlu tidak sah, secara fiqih. Jika wudlu tidak sah, maka shalatnya tidak sah. Ini otomatis juga berlaku bagi orang yang junub, mandi besarnya tidak sah.

Pertanyaanya kemudian, kalau sudah terlanjur bagaimana? Ada dua pendapat: pertama, menghapusnya. Banyak saya menjumpai orang yang menghapus tatonya. Konon, menghapus tato teramat sakit, karena menggunakan setrika. Entah sekarang ada alatnya atau tidak. Kedua, jika memang teramat sakit, tak perlu menghapusnya. Ini karena prinsip bahwa agama itu membuat mudah, bukan malah menyulitkan.

Juga, pendapat ulama-ulama tasawuf yang lebih melihat hati, di mana hati lebih penting untuk disucikan, dibersihkan. Banyak orang yang meski tubuhnya mulus, namun hatinya penuh tato kebencian, hasut, dengki, dendam, dan lain-lain.


Usai menyalami, ia yang bercelana hitam dan berkaos doreng, minta perintah.

“Apa yang bisa kita kerjakan malam ini?” ungkapnya, kepada kami pengurus GP Ansor Purworejo.

“Kita akan menyiapkan tempat untuk acara Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Susbalan Banser besok. Ada juga tumpukan batu di halaman depan yang perlu dibereskan.”

“Siap laksanakan…!!!” Balasnya.

Kemudian, beserta beberapa anggota Banser lain, ia—dengan badannya yang kekar berotot—memindah batu-batu itu. Ketika hujan turun mengguyur, ia tetap semangat, sampai selesai pukul 00.00 WIB.

Itulah Banser, salah satu sayap kekuatan Ansor NU, yang menerima dan merangkul siapa saja, jika memang ingin menuju cahaya. Betapa pun kotor masa lalu seseorang, masa depannya masih suci. NU tidak memukul, tapi merangkul. Karena, hanya Iblis yang menentang manusia untuk kembali kepada Tuhannya.

Tulisan ini pernah dimuat di NU Online pada Rabu, 04 Januari 2017.

  • Penulis: Ahmad Naufa

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMK Ma’arif NU 1 Bener Melaksanakan Lounching Kelas Jepang

    SMK Ma’arif NU 1 Bener Melaksanakan Lounching Kelas Jepang

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 208
    • 0Komentar

    BENER, ansorpurworejo.org – Pada Sabtu, 28 Januari 2023, SMK Ma’arif NU 1 Bener melaksanakan lounching Kelas Jepang yang bertempat di Tandem Resto Desa Kaliurip Kecamatan Bener. Acara yang menghadirkan Kepala Dinas Perindustrian, tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Purworejo itu berlangsung sangat meriah. Dikemas dengan gambaran masadepan suasana Jepang namun juga tidak meninggalkan karakter agama dan […]

  • Lantik Ratusan Pengurus Lembaga dan Badan Khusus, PCNU Purworejo Tegaskan Berkhidmat di NU adalah Jihad

    Lantik Ratusan Pengurus Lembaga dan Badan Khusus, PCNU Purworejo Tegaskan Berkhidmat di NU adalah Jihad

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 20
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo secara resmi melantik jajaran pengurus lembaga dan badan khusus untuk masa khidmat 2025–2030. Acara yang dirangkai dengan Rapat Kerja (Raker) ini diselenggarakan di GOR WR Supratman, Purworejo, pada hari Ahad, (29/6/2025). Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris PCNU Purworejo, Kurdaini, S.Pd. […]

  • Merti Desa Pangenrejo, Gus Ahil Ajak Warga Syukuri Nikmat dan Istiqomah Bersholawat

    Merti Desa Pangenrejo, Gus Ahil Ajak Warga Syukuri Nikmat dan Istiqomah Bersholawat

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 31
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Ketua GP Ansor Kabupaten Purworejo, KH Tashilul Manasik atau Gus Ahil, menghadiri peringatan Merti Desa Pangenrejo yang digelar di lapangan Balai Desa Pangenrejo, Sabtu (17/01/2026). Acara diisi dengan sholawat bersama sebagai wujud syukur dan silaturahmi warga. Dalam tausiyahnya, Gus Ahil menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT. “Nikmat itu bermacam-macam, ada nikmat sehat dan […]

  • KH Hasyim Asy’ari dan Tebuireng Awal

    KH Hasyim Asy’ari dan Tebuireng Awal

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 823
    • 1Komentar

    Pemilihan lokasi Muktamar NU di Jombang 1-5 Agustus pada 2015 nanti patut diapresiasi. Sebagai “ibu kota” NU, Jombang melahirkan banyak tokoh NU. Mulai Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Mbah Wahab Hasbullah, Mbah Bisri Syansuri, Gus Wahid Hasyim sampai presiden RI ke-4 Gus Dur. Jumlah ini belum ditambah dengan banyak aktivis NU yang sudah almarhum maupun yang […]

  • PAC IPNU Gebang Gelar LAKMUD Mandiri

    PAC IPNU Gebang Gelar LAKMUD Mandiri

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 25
    • 0Komentar

    GIAT KADERISASI ; PAC IPNU IPPNU GEBANG Gelar Latihan Kader Muda di tingkat kecamatan Gebang, 1 Juli 2023 – PAC IPNU IPPNU Gebang sukses menyelenggarakan Latihan Kader Muda (LAKMUD) selama tiga hari berturut-turut, dimulai dari Jum’at hingga Ahad tanggal 29 Juni hingga 1 Juli 2023. Kegiatan yang digelar di Serambi Masjid At-Taqwa Desa Gebang tersebut […]

  • IT dan Santri di Era ‘Cyber Culture’

    IT dan Santri di Era ‘Cyber Culture’

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 450
    • 1Komentar

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meluncurkan Program National Born to Control di Ruang Roeslan Abdul Gani Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (30/01/2017). Program ini diluncurkan, karena pemerintah melihat permasalahan utama dalam mengatasi ancaman di dunia siber, adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM), padahal ancaman serangan siber sangat tinggi. Langkah antisipastif terkait dunia siber itu, adalah hal […]

expand_less