Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pria Sangar Bertato itu Bukan Preman

  • account_circle Ahmad Naufa
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 1.557
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pria tinggi berbadan kekar itu menuju kami. Dengan wajah yang sangar, namun masih memiliki sedikit keramahan. Ia menyalami. Di pergelangan tangannya yang berotot, tampak jelas tato besar yang sulit dihapus.

***

Di zaman kecil dulu, jika melihat pemandangan seperti ini, saya tidak butuh narasi banyak untuk langsung menjustifikasinya sebagai orang yang tak terhormat: preman.

Tapi zaman berubah. Kini—meski saya sendiri tak suka dan ogah mencoba—tato tak identik dengan kenakalan, apalagi preman. Bahkan menteri kelautan dan perikanan, Susi Pudjiastuti pun bertato. Juga, banyak saya melihat anak-anak lebay dan ganjen bertato. Orang “normal” sampai PSK banyak yang bertato. Ini artinya tato tak identik dengan preman.

Meski begitu, banyak—atau kebanyakan—orang masih melihat tato sebagai sebuah simbol negatif, nakal dan sejenisnya.

Dalam Islam sendiri, setahu saya, kebanyakan fatwa ulama mengharamkannya, dengan dalih menghambat air wudlu. Jika air wudlu tidak mengalir ke kulit, maka wudlu tidak sah, secara fiqih. Jika wudlu tidak sah, maka shalatnya tidak sah. Ini otomatis juga berlaku bagi orang yang junub, mandi besarnya tidak sah.

Pertanyaanya kemudian, kalau sudah terlanjur bagaimana? Ada dua pendapat: pertama, menghapusnya. Banyak saya menjumpai orang yang menghapus tatonya. Konon, menghapus tato teramat sakit, karena menggunakan setrika. Entah sekarang ada alatnya atau tidak. Kedua, jika memang teramat sakit, tak perlu menghapusnya. Ini karena prinsip bahwa agama itu membuat mudah, bukan malah menyulitkan.

Juga, pendapat ulama-ulama tasawuf yang lebih melihat hati, di mana hati lebih penting untuk disucikan, dibersihkan. Banyak orang yang meski tubuhnya mulus, namun hatinya penuh tato kebencian, hasut, dengki, dendam, dan lain-lain.


Usai menyalami, ia yang bercelana hitam dan berkaos doreng, minta perintah.

“Apa yang bisa kita kerjakan malam ini?” ungkapnya, kepada kami pengurus GP Ansor Purworejo.

“Kita akan menyiapkan tempat untuk acara Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Susbalan Banser besok. Ada juga tumpukan batu di halaman depan yang perlu dibereskan.”

“Siap laksanakan…!!!” Balasnya.

Kemudian, beserta beberapa anggota Banser lain, ia—dengan badannya yang kekar berotot—memindah batu-batu itu. Ketika hujan turun mengguyur, ia tetap semangat, sampai selesai pukul 00.00 WIB.

Itulah Banser, salah satu sayap kekuatan Ansor NU, yang menerima dan merangkul siapa saja, jika memang ingin menuju cahaya. Betapa pun kotor masa lalu seseorang, masa depannya masih suci. NU tidak memukul, tapi merangkul. Karena, hanya Iblis yang menentang manusia untuk kembali kepada Tuhannya.

Tulisan ini pernah dimuat di NU Online pada Rabu, 04 Januari 2017.

  • Penulis: Ahmad Naufa

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RMI PCNU Purworejo Gelar Sarasehan “Revolusi Sampah Pesantren: Dari Masalah Jadi Berkah”

    RMI PCNU Purworejo Gelar Sarasehan “Revolusi Sampah Pesantren: Dari Masalah Jadi Berkah”

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Syukri Ab
    • visibility 235
    • 4Komentar

    PURWOREJO – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Sarasehan Pengurus Pondok Pesantren se-Kabupaten Purworejo pada Ahad (17/5/2026). Mengusung tema “Revolusi Sampah Pesantren: Dari Masalah Jadi Berkah”, kegiatan ini berlangsung di gedung SMK Nurussalaf yang berada di kompleks Ponpes Nurussalaf Kemiri, Purworejo. ​Kegiatan strategis ini dihadiri oleh 61 perwakilan […]

  • Bupati Purworejo: NU Selalu Berdiri Paling Depan Menjadi Benteng Masyarakat Dan Negara

    Bupati Purworejo: NU Selalu Berdiri Paling Depan Menjadi Benteng Masyarakat Dan Negara

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo Periode 2019 – 2024 menyelenggarakan acara Pelantikan dan Muskercab, Ahad 19 Januari 2020 di Komplek Pondok Pesantren Nuril Anwar, Maron, Loano, Purworejo. Bupati Purworejo, Agus Bastian, S.E., M.M. yang hadir dalam pelantikan tersebut menuturkan bahwa NU terus berperan untuk masyarakat dan negara sejak dahulu hingga sekarang. “NU mempunyai andil […]

  • MWC NU Pituruh Bangun Gedung Sektretariat

    MWC NU Pituruh Bangun Gedung Sektretariat

    • calendar_month Kamis, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 1Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Guna mewujudkan impian kaum nahdiyin dalam memiliki gedung sekretariat yang representatif untuk melayani umat. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pituruh kini mulai melaksanakan pembangunan gedung yang bertempat di Jalan Pituruh-Brnegkol KM 3, Dukuh Kulon RT. 01/RW. 01 Desa Megulunglor, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Calon gedung ini menghabiskan dana sekitar Rp1 miliar […]

  • Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ANSOR dan Diklatsar Banser Zona IV di Lapangan SMA NU Solotiyang Loano Purworejo

    Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ANSOR dan Diklatsar Banser Zona IV di Lapangan SMA NU Solotiyang Loano Purworejo

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 861
    • 1Komentar

    Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ANSOR dan Diklatsar Banser Zona IV di lapangan SMA NU Solotiyang Loano Purworejo diikuti oleh dua ratusan lebih pemuda dari Zona IV mencakup Kecamatan Loano, Bener, Purworejo dan Kaligesing. Ketua panitia menegaskan kegiatan ini dilaksanakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purworejo untuk mencetak kader muda NU yang mandiri, dinamis, serta mampu […]

  • Bagaimana Membangkitkan Peradaban Islam?

    Bagaimana Membangkitkan Peradaban Islam?

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 1Komentar

    Islam tidak sekedar agama hukum (din as-syari’ah), namun juga agama peradaban dan pengetahuan. Sebagai agama peradaban, tradisi Islam dalam sejarah panjangnya, selama sekitar 14 abad, menjadi bagian penting dalam peradaban dunia. Jejak peradaban ini masih monumental, dari kawasan Timur Tengah, Andalusia, Ottoman, Asia, hingga Nusantara. Sebagai agama pengetahuan, Islam juga menghasilkan produk intelektual pada tiap […]

  • SMK NU Gebang Gelar Wisuda Siswa Tahun Pelajaran 2021/2022

    SMK NU Gebang Gelar Wisuda Siswa Tahun Pelajaran 2021/2022

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan siswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu jenjang Sekolah. Pada umumnya prosesi wisuda dengan Protokoler yang diawali dengan prosesi masuknya Pimpinan Lembaga / Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Kompetensi Keahlian ataupun Managemen Sekolah lainnya guna mewisuda para calon wisudawan / wisudawati. Wisuda dan Pelepasan […]

expand_less