Breaking News
light_mode
Trending Tags

Nu Vis-a-Vis Negara, Siasat NU dalam Menjaga Negara

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 540
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membahas masalah politik, sama halnya membahas masalah Negara. Sebab, salah satu yang menyebabkan Negara itu maju adalah partai politik. Namun, terkadang partai politik juga dapat merugikan Negara, karena ketidak sesuaian tindakan-tindakan yang dilakukan oleh partai politik itu sendiri.

Pada saat Orde Baru itu lahir, NU memainkan peran kunci dalam peralihan kekuasaan secara bertahap setelah dalam waktu beberapa hari saja Jenderal Sueharto berhasil menumpas “Gerakan 30 September”. Di samping keikutsertaan para aktivis radikalnya dalam demonstrasi-demunstrasi mashasiswa di tahun 1966, NU juga memainkan peran yang sangat penting dalam pengambilalihan kekuasaan secara konstitusional oleh jenderal Sueharto.

Bagi jenderal yang menekankan keabsahan peralihan kekuasaan, NU merupakan satu-satunya pasangan yang dapat dijadikan tumpuan harapan: Partai Nasional terlalu dekat hubungannya dengan Suekarno, Masyumi sudah dilarang Tahun 1960 dan sangat dicurigai, sementara partai-partai lainnya terlalu kecil untuk berperan. Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat, yang mengalami perombakan tidak lama setelah peralihan kekuasaan kepada Sueharto tanggal 11 Maret 1966, sebagian diserahkan ketangan NU.

Sejalan dengan itu, maka terjalin satu kerja sama antara ABRI dan gerakan tradisionalis, persekutuan yang diibaratkan oleh Sjaichu, Wakil Ketua II Nahdhatul Ulama, sebagai hubungan antara “saudara sekandung”. Satu solidaritas timbal-balik lahir dari hubungan tersebut. Pernyataan-pernyataan yang muncul pun sangat hiperbolis: Angkatan bersenjata “mempercayakan” tentaranya pada NU begitupun sebaliknya. (hal. 87).

Namun, ada beberapa peristiwa yang membuat NU terkucilkan. Sejak Tahun 1965, NU tidak menduduki peran penting dalam pemerintahan, perannya sangat ditentukan. Sebab, mempermudah reshuffle yang dilakukan dengan berturut-turut. Apalagi, Wakil Rakyat berhaluan terhadap komunis demi keuntungan kelompok politik yang dekat dengan Orde Baru.

Sehingga kemudian, NU mulai lesu terhadap politik yang berkepanjangan. Sehingga, NU mempunyai rencana untuk kembali ke khittah. Namun, Pada tahun 80-an, NU memilih keluar dari Partai Persatuan Pembangunan, karena untuk sebagian kecewa terhadap adanya kelompok modernis yang ada di PPP. Sejalan dengan itu, NU tidak masuk di perpolitikan lagi, hanya saja ia menitip namanya di Partai Kebangkitan Bangsa. Partai ini, di fasilitasi oleh PBNU.

NU semakin terpecah belah pada saat terjadi pluralisme sikap politik di kalangan NU sendiri, karena ada beberapa partai yang menaungi NU. dalam muktamar 1994, H. Abdurrahman Wahid mendirikan Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia (SUNI). Sedangkan pamannya Gus Dur, mendirikan Partai Kebangkitan Umat (PKU). Dan, salah satu ulama besar pada dekade Orde Baru yang dekat dengan Jenderal Sueharto yaitu, KH. Syukron Makmun juga mendirikan Partai Nahdhatul Ummah (PNU).

Pemilu 1982, di tandai oleh putusnya hubungan antara para ulama dengan PPP yang dipimpin oleh John Naro. Menjelang pemilihan umum, Naro mengusulkan agar pembagian kursi di hitung berdasarkan hasil pemilu 1955. Hal ini yang membuat MI, mewakili Parmusi, menjadi pewaris sah Masyumi, dan secara tidak langsung Muhammadiyah, dua organisasi Islam pembaru, meskipun keduanya telah menjauhkan diri dari Parmusi sejak tahun1968.

Nahdhatul Ulama minta agar pembagian kursi didasarkan pada hasil Pemilihan Umum tahun 1971, saat Parmusi tampak sangat lemah dibanding Masyumi. Pertikaian menjadi lebih seru ketika, tanggal 27 Oktober 1981, Naro menyerahkan daftar caleg PPP pada pemerintah: 29 caleg NU di tempatkan pada urutan terbawah sehingga kemungkinan untuk terpilih bisa tidak ada. Para anggota DPR yang disingkirkan itu hampir semuanyaberada dalam barisan oposisi terhadap pemerintah yang tidak menyembnyikan campur tangan-nya dalam penyusunan daftar caleg ini.

Menteri dalam Negeri, Jenderal Amir Machmud menjelaskan bahwa NU telah “menyakiti pemerintah”. Bagi Naro, pembersihan partai ini merupakan usaha yang wajar untuk meletakkan dasar bagi sebuah partai modern yang mempunyai kader-kader bebas dari unsur-unsur partai Islam, baik dari NU, MI, Perti, maupun PSII. Menurut Naro, dalam suatu wawancara: “Bila orang mau masuk partai, dia harus masuk NU dulu, atau Perti dulu, baru ke PPP. Undang-undang partai menyatakan tidak bisa begitu lagi. Saya ingin aktivis masuk langsung, ingin mereka menjadi ‘intellectuals’”. (hal. 201-202)

Buku NU vis-à-vis Negara ini menerangkan berbagai laporan yang kuat dan terbukti, tentang relasi NU terhadap Negara. Perpolitikan yang terjadi, dan bagaimana pertikaian antara golongan NU sendiri pada saat Orde Baru. Buku ini akan memberikan pemahaman kepada kita tentang pentingnya sejarah, agar kita tidak hanya menjadi penikmatnya saja, setidaknya ikut merasakan pahitnya mempertahankan persatuan Negara. Selain bahasanya yang sistematis, buku ini akan mempermudah kita untuk berlama-lama ketika membaca.

Judul               : NU Vis-a-Vis Negara

Penulis             : Andree Feillard

Penerbit           : Basabasi

Cetakan           : Pertama, Agustus 2017

Tebal               : 467 halaman

ISBN               : 9786026651174

Peresensi: Faiqur Rahman, tinggal di Garawiksa Institute Yogyakarta.

Artikel sumber: https://harakatuna.com/siasat-nu-dalam-menjaga-negara.html

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Al-Syami Ungkap 10 Fakta Suriah yang Ditutup-tutupi Media Takfiri

    Al-Syami Ungkap 10 Fakta Suriah yang Ditutup-tutupi Media Takfiri

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Jakarta, NU Online Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengungkap 10 fakta tentang Suriah yang selalu ditutup-tutupi oleh media-media takfiri di tanah air. Sekretaris Al-Syami Muhammad Najih Arromadloni menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai tanggung jawab untuk meluruskan kebohongan-kebohongan publik dan data-data manipulatif yang diakibatkan oleh fabrikasi media-media tersebut. “Seperti pada Rabu, 11 Mei 2016 kemarin, Al-Syami […]

  • Kolaborasi Ansor–Kibou Hikari, Kader Purworejo Didorong Masuk Dunia Kerja Profesional Jepang

    Kolaborasi Ansor–Kibou Hikari, Kader Purworejo Didorong Masuk Dunia Kerja Profesional Jepang

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Purwodadi, — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Purworejo menjalin kerja sama strategis di bidang pendidikan bahasa dan budaya Jepang dengan LPK Kibou Hikari Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (3/5/2026) di Kantor LPK Kibou Hikari, Dusun Geparang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kerja sama ini bertujuan membuka akses kader Ansor untuk […]

  • Sukses! GP Ansor Gelar Askot Cup 2023 untuk Mempererat Persaudaraan di Kecamatan Purworejo

    Sukses! GP Ansor Gelar Askot Cup 2023 untuk Mempererat Persaudaraan di Kecamatan Purworejo

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Hilmy Fauzi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Purworejo, 18 Juni 2023 – Bidang Seni Budaya dan Olahraga PAC GP Ansor Kecamatan Purworejo berhasil menyelenggarakan turnamen futsal yang bernama Askot Cup. Turnamen ini diikuti oleh mayoritas ranting kelurahan/desa se-Kecamatan Purworejo, menciptakan momen yang istimewa untuk mempererat persaudaraan antara kader-kader GP Ansor. Ivan Fatchan, selaku Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga, menyampaikan kegembiraannya atas […]

  • Raker Ansor 2021: Kuat Dalam Persahabatan, Istiqomah Dalam Pengabdian

    Raker Ansor 2021: Kuat Dalam Persahabatan, Istiqomah Dalam Pengabdian

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 843
    • 1Komentar

    PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada Ahad (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Kalimiru, Bayan, Purworejo. Rapat Kerja Cabang kali ini mengambil tema “Kuat Dalam Persahabatan, Istiqomah Dalam Pengabdian”. Menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, Khabib Anwar tema ini dipilih untuk menegaskan kembali komitmen khidmah secara kolektif di PC GP […]

  • Gus Ahil: Terima Kasih Semua Kader Ansor Banser

    Gus Ahil: Terima Kasih Semua Kader Ansor Banser

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 725
    • 2Komentar

    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Selamat dan Semangat Pagi Sahabat!!! Awal Pijakan adalah sesuatu langkah dan doa untuk kedepan, Suka Duka dalam dinamika adalah syarat dalam pendewasaan, Dan Semangat Kebersamanan adalah kunci kesuksesan, Bukan saya atau kamu, tapi “Kita Semua“. Bukan pula sendiri, tapi “Bersama“. Maturnuwun untuk semua, maturnuwun untuk yang telah mendukung, mendoakan, peduli dan membersamai […]

  • Search Engine NU

    Search Engine NU

    • calendar_month Minggu, 25 Sep 2016
    • account_circle admin
    • visibility 858
    • 0Komentar

    Seiring dengan arahan Ketua PBNU, yaitu Bapak KH Said Aqiel Siradj dalam menanggapi perkembangan teknologi di tengah masyarakat, maka diperlukan aktivitas positif untuk memberikan dakwah Islam sebaik-baiknya kepada masyarakat yang akrab dengan teknologi tersebut.Pada saat ini intensitas masyarakat teknologi dalam mencari suatu rujukan pendapat Islam memiliki trend dengan hanya melakukan pencarian di search-engine  seperti google […]

expand_less