Breaking News
light_mode
Trending Tags

Nu Vis-a-Vis Negara, Siasat NU dalam Menjaga Negara

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 531
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membahas masalah politik, sama halnya membahas masalah Negara. Sebab, salah satu yang menyebabkan Negara itu maju adalah partai politik. Namun, terkadang partai politik juga dapat merugikan Negara, karena ketidak sesuaian tindakan-tindakan yang dilakukan oleh partai politik itu sendiri.

Pada saat Orde Baru itu lahir, NU memainkan peran kunci dalam peralihan kekuasaan secara bertahap setelah dalam waktu beberapa hari saja Jenderal Sueharto berhasil menumpas “Gerakan 30 September”. Di samping keikutsertaan para aktivis radikalnya dalam demonstrasi-demunstrasi mashasiswa di tahun 1966, NU juga memainkan peran yang sangat penting dalam pengambilalihan kekuasaan secara konstitusional oleh jenderal Sueharto.

Bagi jenderal yang menekankan keabsahan peralihan kekuasaan, NU merupakan satu-satunya pasangan yang dapat dijadikan tumpuan harapan: Partai Nasional terlalu dekat hubungannya dengan Suekarno, Masyumi sudah dilarang Tahun 1960 dan sangat dicurigai, sementara partai-partai lainnya terlalu kecil untuk berperan. Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat, yang mengalami perombakan tidak lama setelah peralihan kekuasaan kepada Sueharto tanggal 11 Maret 1966, sebagian diserahkan ketangan NU.

Sejalan dengan itu, maka terjalin satu kerja sama antara ABRI dan gerakan tradisionalis, persekutuan yang diibaratkan oleh Sjaichu, Wakil Ketua II Nahdhatul Ulama, sebagai hubungan antara “saudara sekandung”. Satu solidaritas timbal-balik lahir dari hubungan tersebut. Pernyataan-pernyataan yang muncul pun sangat hiperbolis: Angkatan bersenjata “mempercayakan” tentaranya pada NU begitupun sebaliknya. (hal. 87).

Namun, ada beberapa peristiwa yang membuat NU terkucilkan. Sejak Tahun 1965, NU tidak menduduki peran penting dalam pemerintahan, perannya sangat ditentukan. Sebab, mempermudah reshuffle yang dilakukan dengan berturut-turut. Apalagi, Wakil Rakyat berhaluan terhadap komunis demi keuntungan kelompok politik yang dekat dengan Orde Baru.

Sehingga kemudian, NU mulai lesu terhadap politik yang berkepanjangan. Sehingga, NU mempunyai rencana untuk kembali ke khittah. Namun, Pada tahun 80-an, NU memilih keluar dari Partai Persatuan Pembangunan, karena untuk sebagian kecewa terhadap adanya kelompok modernis yang ada di PPP. Sejalan dengan itu, NU tidak masuk di perpolitikan lagi, hanya saja ia menitip namanya di Partai Kebangkitan Bangsa. Partai ini, di fasilitasi oleh PBNU.

NU semakin terpecah belah pada saat terjadi pluralisme sikap politik di kalangan NU sendiri, karena ada beberapa partai yang menaungi NU. dalam muktamar 1994, H. Abdurrahman Wahid mendirikan Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia (SUNI). Sedangkan pamannya Gus Dur, mendirikan Partai Kebangkitan Umat (PKU). Dan, salah satu ulama besar pada dekade Orde Baru yang dekat dengan Jenderal Sueharto yaitu, KH. Syukron Makmun juga mendirikan Partai Nahdhatul Ummah (PNU).

Pemilu 1982, di tandai oleh putusnya hubungan antara para ulama dengan PPP yang dipimpin oleh John Naro. Menjelang pemilihan umum, Naro mengusulkan agar pembagian kursi di hitung berdasarkan hasil pemilu 1955. Hal ini yang membuat MI, mewakili Parmusi, menjadi pewaris sah Masyumi, dan secara tidak langsung Muhammadiyah, dua organisasi Islam pembaru, meskipun keduanya telah menjauhkan diri dari Parmusi sejak tahun1968.

Nahdhatul Ulama minta agar pembagian kursi didasarkan pada hasil Pemilihan Umum tahun 1971, saat Parmusi tampak sangat lemah dibanding Masyumi. Pertikaian menjadi lebih seru ketika, tanggal 27 Oktober 1981, Naro menyerahkan daftar caleg PPP pada pemerintah: 29 caleg NU di tempatkan pada urutan terbawah sehingga kemungkinan untuk terpilih bisa tidak ada. Para anggota DPR yang disingkirkan itu hampir semuanyaberada dalam barisan oposisi terhadap pemerintah yang tidak menyembnyikan campur tangan-nya dalam penyusunan daftar caleg ini.

Menteri dalam Negeri, Jenderal Amir Machmud menjelaskan bahwa NU telah “menyakiti pemerintah”. Bagi Naro, pembersihan partai ini merupakan usaha yang wajar untuk meletakkan dasar bagi sebuah partai modern yang mempunyai kader-kader bebas dari unsur-unsur partai Islam, baik dari NU, MI, Perti, maupun PSII. Menurut Naro, dalam suatu wawancara: “Bila orang mau masuk partai, dia harus masuk NU dulu, atau Perti dulu, baru ke PPP. Undang-undang partai menyatakan tidak bisa begitu lagi. Saya ingin aktivis masuk langsung, ingin mereka menjadi ‘intellectuals’”. (hal. 201-202)

Buku NU vis-à-vis Negara ini menerangkan berbagai laporan yang kuat dan terbukti, tentang relasi NU terhadap Negara. Perpolitikan yang terjadi, dan bagaimana pertikaian antara golongan NU sendiri pada saat Orde Baru. Buku ini akan memberikan pemahaman kepada kita tentang pentingnya sejarah, agar kita tidak hanya menjadi penikmatnya saja, setidaknya ikut merasakan pahitnya mempertahankan persatuan Negara. Selain bahasanya yang sistematis, buku ini akan mempermudah kita untuk berlama-lama ketika membaca.

Judul               : NU Vis-a-Vis Negara

Penulis             : Andree Feillard

Penerbit           : Basabasi

Cetakan           : Pertama, Agustus 2017

Tebal               : 467 halaman

ISBN               : 9786026651174

Peresensi: Faiqur Rahman, tinggal di Garawiksa Institute Yogyakarta.

Artikel sumber: https://harakatuna.com/siasat-nu-dalam-menjaga-negara.html

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bidang Dakwah MWC NU Kemiri Luncurkan Buku Khutbah Jumat NU

    Bidang Dakwah MWC NU Kemiri Luncurkan Buku Khutbah Jumat NU

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Bidang Dakwah dan Ideologi Aswaja Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri. Penerbitan buku ini merupakan sebuah program yang bertujuan untuk memberikan pedoman kepada para khatib dalam menyampaikan khutbah Jumat. Launching buku ini secara simbolis dilakukan oleh Wakil Sekretaris PC NU Purworejo beserta Pengurus MWC NU Kemiri pada Ahad, 25 Juni […]

  • PELANTIKAN PIMPINAN RANTING GP ANSOR DESA DADIREJO, KECAMATAN BAGELEN

    PELANTIKAN PIMPINAN RANTING GP ANSOR DESA DADIREJO, KECAMATAN BAGELEN

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Pada malam yang penuh berkah, 14 September 2024, Masjid Mujahidin di Desa Dadirejo menjadi saksi sejarah. Ranting GP Ansor Desa Dadirejo resmi dilantik dalam sebuah acara yang khidmat dan meriah. Acara dimulai pukul 20.00, dihadiri oleh para tokoh masyarakat, anggota GP Ansor, serta warga desa yang antusias. Dengan suasana yang hangat, pengurus lama menyerahkan tugas […]

  • Wakil Rais NU Jateng: Pangeran Diponegoro Santri dan Pengamal Tarekat

    Wakil Rais NU Jateng: Pangeran Diponegoro Santri dan Pengamal Tarekat

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Purworejo, NU Online – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Achmad Chalwani Nawawi menjelaskan bahwa peran santri dalam melawan penjajah dan ikut merebut kemerdekaan tidak sedikit.  “Dan di antara para santri itu adalah Pangeran Diponegoro, pemimpin Perang Jawa yang legendaris itu,” ujarnya.  Hal ini disampaikan dalam Diskusi Interaktif Pimpinan Cabang (PC) […]

  • Ansor Banser Fokus Gerakan Sosial

    Ansor Banser Fokus Gerakan Sosial

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle admin
    • visibility 637
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Ansor dan Banser Purworejo melalui Progam Peduli Sahabar memberikan santunan kepada anak yatim di Bulan Muharam pada Jumat (26/8/2020) di Desa Gebang Kecamatan Gebang Purworejo. Santunan anak yatim hasil donasi penggalan dana. Sekretaris PC GP Ansor Purworejo Tashilul Manasik mengatakan santunan anak yatim ini merupakan kegiatan sosial yang dapat dilaksanakan dikala musim […]

  • Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 554
    • 1Komentar

    Muktamar ke-33 di Kota Santri Jombang merupakan momentum untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berpegang teguh pada Islam yang wasathiyah (moderat), Islam Nusantara, Islam yang hidup ditengah-tengah ke-Bhineka-an. Tema yang diusungkan dalam Muktamar tersebut adalah Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Tema ini menegaskan komitmen NU untuk memajukan peradaban dari Indonesia […]

  • Halal Bi Halal dan Lailatul Ijtima’ MWC NU Purworejo

    Halal Bi Halal dan Lailatul Ijtima’ MWC NU Purworejo

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Purworejo Selenggarakan Halal Bi Halal dan Lailatul Ijtima’ . Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyambut bulan syawal 1442 Hijriyah, Ahad (30/05/2021) Malam. Bertempat di Komplek Mushola Al Arifin Baledono Purworejo Hadir pada kesempatan ini, Perwakilan Camat Purworejo, PC NU Purworejo, Jajaran Mustasyar, Pengurus MWC, Perwakilan Ranting NU Se-Kecamatan, Perwakilan Banom (Muslimat, […]

expand_less