Breaking News
light_mode
Trending Tags

Nu Vis-a-Vis Negara, Siasat NU dalam Menjaga Negara

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 563
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Membahas masalah politik, sama halnya membahas masalah Negara. Sebab, salah satu yang menyebabkan Negara itu maju adalah partai politik. Namun, terkadang partai politik juga dapat merugikan Negara, karena ketidak sesuaian tindakan-tindakan yang dilakukan oleh partai politik itu sendiri.

Pada saat Orde Baru itu lahir, NU memainkan peran kunci dalam peralihan kekuasaan secara bertahap setelah dalam waktu beberapa hari saja Jenderal Sueharto berhasil menumpas “Gerakan 30 September”. Di samping keikutsertaan para aktivis radikalnya dalam demonstrasi-demunstrasi mashasiswa di tahun 1966, NU juga memainkan peran yang sangat penting dalam pengambilalihan kekuasaan secara konstitusional oleh jenderal Sueharto.

Bagi jenderal yang menekankan keabsahan peralihan kekuasaan, NU merupakan satu-satunya pasangan yang dapat dijadikan tumpuan harapan: Partai Nasional terlalu dekat hubungannya dengan Suekarno, Masyumi sudah dilarang Tahun 1960 dan sangat dicurigai, sementara partai-partai lainnya terlalu kecil untuk berperan. Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Dewan Perwakilan Rakyat, yang mengalami perombakan tidak lama setelah peralihan kekuasaan kepada Sueharto tanggal 11 Maret 1966, sebagian diserahkan ketangan NU.

Sejalan dengan itu, maka terjalin satu kerja sama antara ABRI dan gerakan tradisionalis, persekutuan yang diibaratkan oleh Sjaichu, Wakil Ketua II Nahdhatul Ulama, sebagai hubungan antara “saudara sekandung”. Satu solidaritas timbal-balik lahir dari hubungan tersebut. Pernyataan-pernyataan yang muncul pun sangat hiperbolis: Angkatan bersenjata “mempercayakan” tentaranya pada NU begitupun sebaliknya. (hal. 87).

Namun, ada beberapa peristiwa yang membuat NU terkucilkan. Sejak Tahun 1965, NU tidak menduduki peran penting dalam pemerintahan, perannya sangat ditentukan. Sebab, mempermudah reshuffle yang dilakukan dengan berturut-turut. Apalagi, Wakil Rakyat berhaluan terhadap komunis demi keuntungan kelompok politik yang dekat dengan Orde Baru.

Sehingga kemudian, NU mulai lesu terhadap politik yang berkepanjangan. Sehingga, NU mempunyai rencana untuk kembali ke khittah. Namun, Pada tahun 80-an, NU memilih keluar dari Partai Persatuan Pembangunan, karena untuk sebagian kecewa terhadap adanya kelompok modernis yang ada di PPP. Sejalan dengan itu, NU tidak masuk di perpolitikan lagi, hanya saja ia menitip namanya di Partai Kebangkitan Bangsa. Partai ini, di fasilitasi oleh PBNU.

NU semakin terpecah belah pada saat terjadi pluralisme sikap politik di kalangan NU sendiri, karena ada beberapa partai yang menaungi NU. dalam muktamar 1994, H. Abdurrahman Wahid mendirikan Partai Solidaritas Uni Nasional Indonesia (SUNI). Sedangkan pamannya Gus Dur, mendirikan Partai Kebangkitan Umat (PKU). Dan, salah satu ulama besar pada dekade Orde Baru yang dekat dengan Jenderal Sueharto yaitu, KH. Syukron Makmun juga mendirikan Partai Nahdhatul Ummah (PNU).

Pemilu 1982, di tandai oleh putusnya hubungan antara para ulama dengan PPP yang dipimpin oleh John Naro. Menjelang pemilihan umum, Naro mengusulkan agar pembagian kursi di hitung berdasarkan hasil pemilu 1955. Hal ini yang membuat MI, mewakili Parmusi, menjadi pewaris sah Masyumi, dan secara tidak langsung Muhammadiyah, dua organisasi Islam pembaru, meskipun keduanya telah menjauhkan diri dari Parmusi sejak tahun1968.

Nahdhatul Ulama minta agar pembagian kursi didasarkan pada hasil Pemilihan Umum tahun 1971, saat Parmusi tampak sangat lemah dibanding Masyumi. Pertikaian menjadi lebih seru ketika, tanggal 27 Oktober 1981, Naro menyerahkan daftar caleg PPP pada pemerintah: 29 caleg NU di tempatkan pada urutan terbawah sehingga kemungkinan untuk terpilih bisa tidak ada. Para anggota DPR yang disingkirkan itu hampir semuanyaberada dalam barisan oposisi terhadap pemerintah yang tidak menyembnyikan campur tangan-nya dalam penyusunan daftar caleg ini.

Menteri dalam Negeri, Jenderal Amir Machmud menjelaskan bahwa NU telah “menyakiti pemerintah”. Bagi Naro, pembersihan partai ini merupakan usaha yang wajar untuk meletakkan dasar bagi sebuah partai modern yang mempunyai kader-kader bebas dari unsur-unsur partai Islam, baik dari NU, MI, Perti, maupun PSII. Menurut Naro, dalam suatu wawancara: “Bila orang mau masuk partai, dia harus masuk NU dulu, atau Perti dulu, baru ke PPP. Undang-undang partai menyatakan tidak bisa begitu lagi. Saya ingin aktivis masuk langsung, ingin mereka menjadi ‘intellectuals’”. (hal. 201-202)

Buku NU vis-à-vis Negara ini menerangkan berbagai laporan yang kuat dan terbukti, tentang relasi NU terhadap Negara. Perpolitikan yang terjadi, dan bagaimana pertikaian antara golongan NU sendiri pada saat Orde Baru. Buku ini akan memberikan pemahaman kepada kita tentang pentingnya sejarah, agar kita tidak hanya menjadi penikmatnya saja, setidaknya ikut merasakan pahitnya mempertahankan persatuan Negara. Selain bahasanya yang sistematis, buku ini akan mempermudah kita untuk berlama-lama ketika membaca.

Judul               : NU Vis-a-Vis Negara

Penulis             : Andree Feillard

Penerbit           : Basabasi

Cetakan           : Pertama, Agustus 2017

Tebal               : 467 halaman

ISBN               : 9786026651174

Peresensi: Faiqur Rahman, tinggal di Garawiksa Institute Yogyakarta.

Artikel sumber: https://harakatuna.com/siasat-nu-dalam-menjaga-negara.html

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jihad NU Melawan Korupsi

    Jihad NU Melawan Korupsi

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 385
    • 1Komentar

    Sudah lama kita yakini, perjuangan melawan korupsi merupakan perjuangan yang sejalan dengan spirit keagamaan (ruhul jihad). Dalam situasi seperti sekarang ini, perang melawan korupsi bisa disepadankan dengan jihad fi sabilillah. Tidak ada yang menyangkal bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan, bahkan ada yang menyebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa diperangi dengan cara-cara […]

  • Sinergi Taktis GP Ansor dan LTN PCNU Purworejo, Ketua PC GP Ansor Gus Ahil: Saatnya Kebaikan Dipertontonkan di Ruang Digital

    Sinergi Taktis GP Ansor dan LTN PCNU Purworejo, Ketua PC GP Ansor Gus Ahil: Saatnya Kebaikan Dipertontonkan di Ruang Digital

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 166
    • 0Komentar

    Purworejo – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Purworejo resmi bersinergi dengan Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN PCNU) Purworejo melalui Workshop Jurnalistik bertema “Menuliskan Kebaikan, Menyebarkan Kemanfaatan” di Aula Ponpes Al Faham, Ahad (24/5/2026). Sebanyak 62 delegasi dari lembaga, banom, dan MWC NU se-Purworejo hadir untuk mengasah keterampilan menulis, memperkuat literasi, […]

  • Safari Tarling PAC Ansor Kemiri

    Safari Tarling PAC Ansor Kemiri

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle admin
    • visibility 746
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kemiri selenggarakan Safari Ramadhan Trawih Keliling dan Santunan Anak Yatim. Tarling ini merupakan yang ketiga dibulan Ramadhan tahun ini, Sabtu (01/05/2021) malam. Bertempat di Masjid An Nur Desa Paitan Kemiri. Hadir pada kesempatan malam ini Dewan Penasehat, Ketua PAC GP Ansor Kemiri, Satkoryon Banser Kemiri, Ketua […]

  • IPNU IPPNU Purworejo Juara Lomba Cover Sholawat Se Jawa Tengah

    IPNU IPPNU Purworejo Juara Lomba Cover Sholawat Se Jawa Tengah

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 1.098
    • 1Komentar

    PC IPNU IPPNU Purworejo berhasil menyabet juara satu lomba cover sholawat se Jawa Tengah dengan memadukan budaya islam dan jawa melalui lagu lir ilir. Genre cover sholawat tersebut dipilih untuk memadukan antara budaya jawa dan islam seperti halnya Islam yang ada di Indonesia yang mempunyai ciri khas tersendiri. “Dakwah yang di dilakukan oleh wali songo […]

  • NU dan Kebangkitan Pemuda

    NU dan Kebangkitan Pemuda

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Oleh Imam Nahrawi Nahdlatul Ulama telah memasuki umur ke-91 pada 31 Januari 2017. Sebuah usia yang cukup sepuh dan tentu menyimpan banyak pengalaman dalam bentang perjuangan bangsa Indonesia selama ini. Sebagai ormas terbesar NU terbukti sudah memainkan peran-peran penting dalam usaha mewujudkan kedaulatan dan keutuhan negeri ini. Jauh sebelum Indonesia merdeka, tepatnya pada tahun 1916, […]

  • Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ANSOR dan Diklatsar Banser Zona IV di Lapangan SMA NU Solotiyang Loano Purworejo

    Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ANSOR dan Diklatsar Banser Zona IV di Lapangan SMA NU Solotiyang Loano Purworejo

    • calendar_month Kamis, 24 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 845
    • 1Komentar

    Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ANSOR dan Diklatsar Banser Zona IV di lapangan SMA NU Solotiyang Loano Purworejo diikuti oleh dua ratusan lebih pemuda dari Zona IV mencakup Kecamatan Loano, Bener, Purworejo dan Kaligesing. Ketua panitia menegaskan kegiatan ini dilaksanakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purworejo untuk mencetak kader muda NU yang mandiri, dinamis, serta mampu […]

expand_less