Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sikap Nahdlatul Ulama Soal Natuna

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2020
  • visibility 493
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melalui keterangan tertulis tertanggal hari ini, Senin 6 Januari 2020 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengeluarkan sikap terkait konflik Indonesia-China di Kepulauan Natuna yang memanas akhir-akhir ini.

PBNU Mendesak Pemerintah Republik Tiongkok Menghentikan Tindakan Provokatif

PBNU menyatakan Kepulauan Natuna masuk dalam 200 mil laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang telah diratifikasi sejak 1994.

Karena itu tindakan coast guard China mengawal kapal nelayan berbendera China di perairan Natuna sebagai bentuk provokasi politik yang tidak bisa diterima.

PBNU mendesak pemerintah China berhenti melakukan tindakan provokatif atas kedaulatan wilayah perairan RI yang telah diakui dan ditetapkan oleh United Nation Convention for the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Tindakan China menolak keputusan tersebut merupakan bentuk nyata pelanggaran terhadap norma dan konvensi internasional yang diakui secara sah oleh masyarakat dunia

PBNU Mendukung Sikap Tegas Pemerintah RI Kepada China

Masih bersumber dari dokumen yang sama, PBNU mendukung sikap tegas pemerintah terhadap China, dalam hal ini yang telah dilakukan oleh Menteri Luar Negeri dan Bakamla. Termasuk mengusir dan menenggelamkan kapal-kapal asing yang melakukan aktivitas illegal, unreported, unregulated fishing (IUUF) di seluruh perairan RI sebagai manifestasi dari Archipelagic State Principle yang dimandatakan Deklarasi Djuanda.

PBNU Meminta Pemerintah Tidak Lembek Meski China Investor Ke 3 Terbesar di Indonesia

Meskipun China merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia, NU meminta Pemerintah RI tidak lembek dan tidak menegosiasikan perihal kedaulatan teritorial dengan kepentingan ekonomi.

“Keutuhan dan Kesatuan wilayah NKRI di darat dan dilaut, juga di udara adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan kepentingan apapun. Dalam jangka panjang Nahdlatul Ulama meminta pemerintah RI untuk mengarusutamakan fungsi laut dan maritim sebagai kekuatan ekonomi dan geo politik.”

Mengusulkan Mengganti Sebutan Pulau Terluar Menjadi Pulau Terdepan

Menurut PBNU, kedudukan laut juga amat strategis sebagai basis pertahanan. Karena itu pulau-pulau perbatasan, termasuk yang rawan gejolak di Laut Selatan China, tidak boleh lagi disebut sebagai pulau terluar, tetapi terdepan.

“Ketidaksungguhan Pemerintah dalam melaksanakan konsep pembangunan berparadigma maritim, termasuk dalam geopolitik, ekonomi, dan pertahanan, akan membuat Indonesia kehilangan 75 persen potensinya untuk maju dan sejahtera dan memimpin dunia sebagai bangsa bahari seperti amanat founding fathers,” ungkap PBNU.

Selain itu PBNU juga menyatakan pandangannya, sebagaimana dinyatakan oleh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, hukum membela keutuhan Tanah Air adalah fardhu ‘ain atau wajib bagi setiap orang Islam. “Dan barang siapa mati demi tanah airnya, maka ia mati syahid.”

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Walau Hujan Lebat, Semangat Apel Akbar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Purworejo Berjalan Khidmah

    Walau Hujan Lebat, Semangat Apel Akbar Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Purworejo Berjalan Khidmah

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Meski diterpa hujan deras, Apel Akbar dan Silaturahmi Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purworejo berlangsung dengan hikmah dan berjalan lancar, acara berlangsung di Pantai Jatimalang, Rabu malam (9/11/2022).Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Tengah, KH M Muzamil menyampaikan, Alhamdulillah wa syukru lilaah pada malam hari ini walau diguyur hujan yang cukup […]

  • Ini Pil Kuat Agar Semangat Berorganisasi, Jangan Sok Sibuk! Play Button

    Ini Pil Kuat Agar Semangat Berorganisasi, Jangan Sok Sibuk!

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 1Komentar

    Eps. 7 sampai 9 Jangan Tanya Gujel kedatangan tamu spesial Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo

  • Ansor Salurkan Donasi 6,1 Juta Untuk Anak Guru Hafidhoh Pejuang Autoimun

    Ansor Salurkan Donasi 6,1 Juta Untuk Anak Guru Hafidhoh Pejuang Autoimun

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 239
    • 1Komentar

    PURWOREJO – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial dengan menyalurkan donasi untuk kesembuhan anak dari seorang Guru Hafidhoh. Orangtua Dek Ilmil merupakan seorang guru di sekolah Ma’arif sekaligus seorang Hafidzoh (penghafal Al-Qur’an) yang kini sang buah hati tengah berjuang melawan penyakit autoimun. Donasi yang berhasil digalang melalui […]

  • Sambangi ranting di Zona II MWC NU Kemiri Upaya penguatan organisasi ranting NU

    Sambangi ranting di Zona II MWC NU Kemiri Upaya penguatan organisasi ranting NU

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 135
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Sambang ranting merupakan program kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri pada tahun 2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan tali silaturrahim dan komunikasi dengan ranting nahdlatul ulama. Hal ini juga merupakan dalam rangka menyambut satu abad nahdlatul ulama. Kegiatan yang kedua ini diselenggarakan di Masjid Baitussalam Desa Gesikan, Kemiri, Purworejo, Selasa […]

  • PAC GP Ansor Gebang Resmi Luncurkan Rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor

    PAC GP Ansor Gebang Resmi Luncurkan Rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 46
    • 0Komentar

    PAC GP Ansor Gebang resmi membuka rutinan MDS RA di Desa Mlaran, perkuat spiritualitas dan konsolidasi organisasi.

  • Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj

    Mengenal Lebih Dekat KH Said Aqil Siroj

    • calendar_month Rabu, 18 Jan 2017
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Tak kenal maka tak sayang. Barangkali peribahasa itu tepat untuk menggambarkan keadaan Indonesia akhir-akhir ini, dimana orang tak hanya tak kenal dan tak sayang, tetapi bahkan justru memfitnah, membenci dan memaki, dengan orang yang belum dikenalnya di media. Tak terkecuali, berbagai fitnah, berita palsu (hoax) dan makian yang dialamatkan kepada Prof Dr KH Said Aqil […]

expand_less