Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sikap Nahdlatul Ulama Soal Natuna

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Senin, 6 Jan 2020
  • visibility 473
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Melalui keterangan tertulis tertanggal hari ini, Senin 6 Januari 2020 Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengeluarkan sikap terkait konflik Indonesia-China di Kepulauan Natuna yang memanas akhir-akhir ini.

PBNU Mendesak Pemerintah Republik Tiongkok Menghentikan Tindakan Provokatif

PBNU menyatakan Kepulauan Natuna masuk dalam 200 mil laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang telah diratifikasi sejak 1994.

Karena itu tindakan coast guard China mengawal kapal nelayan berbendera China di perairan Natuna sebagai bentuk provokasi politik yang tidak bisa diterima.

PBNU mendesak pemerintah China berhenti melakukan tindakan provokatif atas kedaulatan wilayah perairan RI yang telah diakui dan ditetapkan oleh United Nation Convention for the Law of the Sea (UNCLOS) 1982.

Tindakan China menolak keputusan tersebut merupakan bentuk nyata pelanggaran terhadap norma dan konvensi internasional yang diakui secara sah oleh masyarakat dunia

PBNU Mendukung Sikap Tegas Pemerintah RI Kepada China

Masih bersumber dari dokumen yang sama, PBNU mendukung sikap tegas pemerintah terhadap China, dalam hal ini yang telah dilakukan oleh Menteri Luar Negeri dan Bakamla. Termasuk mengusir dan menenggelamkan kapal-kapal asing yang melakukan aktivitas illegal, unreported, unregulated fishing (IUUF) di seluruh perairan RI sebagai manifestasi dari Archipelagic State Principle yang dimandatakan Deklarasi Djuanda.

PBNU Meminta Pemerintah Tidak Lembek Meski China Investor Ke 3 Terbesar di Indonesia

Meskipun China merupakan investor terbesar ketiga di Indonesia, NU meminta Pemerintah RI tidak lembek dan tidak menegosiasikan perihal kedaulatan teritorial dengan kepentingan ekonomi.

“Keutuhan dan Kesatuan wilayah NKRI di darat dan dilaut, juga di udara adalah harga mati yang tidak bisa ditukar dengan kepentingan apapun. Dalam jangka panjang Nahdlatul Ulama meminta pemerintah RI untuk mengarusutamakan fungsi laut dan maritim sebagai kekuatan ekonomi dan geo politik.”

Mengusulkan Mengganti Sebutan Pulau Terluar Menjadi Pulau Terdepan

Menurut PBNU, kedudukan laut juga amat strategis sebagai basis pertahanan. Karena itu pulau-pulau perbatasan, termasuk yang rawan gejolak di Laut Selatan China, tidak boleh lagi disebut sebagai pulau terluar, tetapi terdepan.

“Ketidaksungguhan Pemerintah dalam melaksanakan konsep pembangunan berparadigma maritim, termasuk dalam geopolitik, ekonomi, dan pertahanan, akan membuat Indonesia kehilangan 75 persen potensinya untuk maju dan sejahtera dan memimpin dunia sebagai bangsa bahari seperti amanat founding fathers,” ungkap PBNU.

Selain itu PBNU juga menyatakan pandangannya, sebagaimana dinyatakan oleh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, hukum membela keutuhan Tanah Air adalah fardhu ‘ain atau wajib bagi setiap orang Islam. “Dan barang siapa mati demi tanah airnya, maka ia mati syahid.”

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Muhammad Yahya, Mursyid Tarekat Penggerak Perang Gerilya

    KH Muhammad Yahya, Mursyid Tarekat Penggerak Perang Gerilya

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 482
    • 0Komentar

    ”Manusia dilahirkan dalam keadaan mengangis, sementara orang di sekelilingnya tertawa bahagia atas kelahirannya. Maka pada saat ia meninggal, harusnya yang terjadi adalah sebaliknya. Ia meninggal dalam keadaan senyum, sementara orang di sekelilingnya menangis bersedih atas kepergiannya.” Mungkin syair inilah yang tepat untuk menggambarkan kepergian sosok kiai kharismatik yang terkenal dengan nilai-nilai kesufiannya, Almagfurlah KH Muhammad […]

  • Sukses! GP Ansor Gelar Askot Cup 2023 untuk Mempererat Persaudaraan di Kecamatan Purworejo

    Sukses! GP Ansor Gelar Askot Cup 2023 untuk Mempererat Persaudaraan di Kecamatan Purworejo

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Hilmy Fauzi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Purworejo, 18 Juni 2023 – Bidang Seni Budaya dan Olahraga PAC GP Ansor Kecamatan Purworejo berhasil menyelenggarakan turnamen futsal yang bernama Askot Cup. Turnamen ini diikuti oleh mayoritas ranting kelurahan/desa se-Kecamatan Purworejo, menciptakan momen yang istimewa untuk mempererat persaudaraan antara kader-kader GP Ansor. Ivan Fatchan, selaku Ketua Bidang Seni Budaya dan Olahraga, menyampaikan kegembiraannya atas […]

  • PAC IPNU-IPPNU Kemiri Resmi Dilantik, Siap Wujudkan Pelajar Progresif dan Berdaya Saing

    PAC IPNU-IPPNU Kemiri Resmi Dilantik, Siap Wujudkan Pelajar Progresif dan Berdaya Saing

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Kemiri – PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kemiri Resmi Dilantik dan Gelar Rakerancab 2025 Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Kemiri resmi dilantik dalam acara khidmat yang berlangsung di Balai Desa/Kecamatan Kemiri, tahun 2025. Pelantikan ini dirangkai dengan Rapat Kerja Anak Cabang (Rakerancab) sebagai langkah awal menyusun program kerja selama satu periode kepengurusan. Acara […]

  • MWCNU Kutoarjo Sukses Gelar Pengajian Ahad Kliwon & Pelantikan Tiga Ranting NU

    MWCNU Kutoarjo Sukses Gelar Pengajian Ahad Kliwon & Pelantikan Tiga Ranting NU

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KUTOARJO, ansorpurworejo.org – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kutoarjo sukses menyelenggarakan Pengajian Ahad Kliwon sekaligus Pelantikan Pengurus Ranting NU Tursino, Kemadu Lor, dan Tunggorono, yang berlangsung khidmat di Masjid Jami’ Baitul Muhtadin, Tursino. Acara dimulai sejak pagi dengan rangkaian kegiatan tahlil, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars Syubbanul Wathon, sambutan-sambutan, pelantikan, serta […]

  • Ansor, Generasi Now, Ulama, dan Pancasila

    Ansor, Generasi Now, Ulama, dan Pancasila

    • calendar_month Sabtu, 2 Jun 2018
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    Mata perempuan tua yang kurus itu berkaca. Dua telapak tangannya menyatu depan wajah sebagai ungkapan terima kasih pada anak-anak muda yang mengantar sembako ke gubuknya yang jauh dari kegaduhan media sosial (medsos) yang belakangan ini cukup sepi dari penegasan Islam sebagai deen assalam (agama perdamaian) di negara berideologi Pancasila (Khomsatul Asasiyah). Anak-anak muda berseragam hijau […]

  • Tetap Setia NKRI, Banser Purworejo Tak Gentar Hadapi ISIS

    Tetap Setia NKRI, Banser Purworejo Tak Gentar Hadapi ISIS

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 0Komentar

    Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Purworejo menegaskan pihaknya tidak berubah sikap atas ancaman salah seorang simpatisan Islam State of Irak and Syiria (ISIS) yang diputar melalui Youtube akhir pekan lalu. Mereka menyatakan kesetiaan total untuk NKRI. Demikian disampaikan Komandan Satkorcab Banser Purworejo Daryanto. “Selama ini Banser telah membuktikan kesetiannya terhadap keutuhan […]

expand_less