Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sepenggal Cerita Dibalik Nama GP Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 796
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pra dan pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Karenanya, kisah Nahdlatul Wathan, Taswirul Afkar, Syubbanul Wathan, Persatuan Pemuda NU, ANO, Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk lintasan sejarah perjuangan ANSOR yang melegenda di hati masyarakat dan berperan besar dalam derap langkah pergerakan memerdekakan Republik Indonesia. namun sayang dalam tinta buku sejarah nasional Indonesia, peran GP Ansor seakan-akan dikaburkan.

Pada masa pendudukan Jepang, semua organisasi (baik politik, kemasyarakatan dan kepemudaan) diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk Ansor Nahdlatul Oelama (ANO). Karena itu, ANO baru bisa kembali melakukan pergerakan setelah memperoleh seragam baru, Laskar Hisbullah.

Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar ide untuk mengadakan reuni pemuda ANO dan mengaktifkan kembali ANO. Kala itu, Chusaini baru saja kembali dari medan tempur menghadapi agresi II militer Belanda di kawasan Jombang, Mojokerto dan Tuban.

Ide sang pencipta lambang GP Ansor ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 reuni tersebut berlangsung semarak di kantor PB ANO Jl. Bubutan VI/2 Surabaya.

Pertemuan bersejarah itu dihadiri langsung KH. Wachid Hasyim dan memberikan pidato pengarahan terkait pentingnya membangun kembali organisasi Pemuda Ansor karena dua hal: 1) Untuk membentengi umat Islam Indonesia; 2) Untuk mempersiapkan diri sebagai kader penerus NU.

Dari pengarahan itulah lahir kesepakatan membangun kembali organisasi ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih populer disingkat GP Ansor).

Pasca pertemuan tersebut, beberapa tokoh menghubungi aktifis Ansor di berbagai daerah agar segera membangkitkan kembali organisasinya, mulai dari tingkat ranting, Anak Cabang, Cabang dan Wilayah atau Daerah. Dalam hal ini, PBNU juga tidak tinggal diam, kendati secara organisatoris, GP Ansor bukan lagi merupakan bagian (departemen) pemuda NU, melainkan sudah menjadi badan otonom yang dengan sendirinya, memiliki aturan rumah tangga sendiri.

Namun demikian, induk organisasi ini tak henti-hentinya memberikan bimbingan dan panutan. Guna mempercepat proses konsolidasi organisasi pada tahap awal itu, Ketua PBNU (KH.M.Dachlan) membentuk sebuah Tim beranggotakan tiga orang: Chamid Widjaja, Chusaini Tiway, dan A.M.Tachjat.

Tim ini diberi tugas untuk menyusun pengurus PP GP Ansor secepat mungkin. Setelah melalui berbagai diskusi, akhirnya Tim berhasil memilih Chamid Widjaja sebagai ketua umum PP GP Ansor periode pemula itu.

Dengan terpilihnya Chamid Widjaja, berarti masa kebangunan kembali GP Ansor telah dimulai. Langkah berikutnya, menurut catatan Moh. Saleh, pada awal tahun 1950 hampir seluruh jajaran Ansor, mulai dari tingkat Ranting hingga wilayah sudah terbentuk. Bahkan pada tahun yang sama, Cabang Istimewa Singapura juga berhasil didirikan. (M. Sultan Indonesia)

Sumber: (1) Gerak Langkah Pemuda Ansor, Choirul Anam, 1996 (2) Nupringsewu.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Janganlah Engkau Menodai Agama!

    Janganlah Engkau Menodai Agama!

    • calendar_month Sabtu, 5 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 1Komentar

    Dalam kitab suci Al-Qur’an, istilah pelecehan agama memang tidak ada. Namun dalam konteks yang sama, ada istilah-istilah tertentu yang bisa dipahami sebagai padanan dari pelecehan. Adapun bahaya tindakan melecehkan itu bukan cuma mengancam mereka yang melecehkan, namun juga merugikan objek, pihak, atau orang yang dilecehkan. Dalam buku ini, Imanuddin dan Zaenal mengidentifikasi adanya tiga kata […]

  • GP Ansor Purworejo dan KPU Gelar Seminar untuk Pemilih Muda Menuju Pemilukada Serentak 2024

    GP Ansor Purworejo dan KPU Gelar Seminar untuk Pemilih Muda Menuju Pemilukada Serentak 2024

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2024
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Purworejo, Ansorpurworejo.org – Menjelang Pemilukada serentak 2024, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purworejo mengadakan seminar kepemiluan bertema “Pemilih Muda yang Cerdas dan Berkualitas Tidak Golput”. Acara ini berlangsung di Aula PCNU Purworejo pada malam 22 Juli 2024 dan dihadiri oleh para Ketua, Sekretaris, dan Kasatkoryon Banser PAC […]

  • H – 01 Rakercab 2019

    H – 01 Rakercab 2019

    • calendar_month Sabtu, 9 Feb 2019
    • account_circle admin
    • visibility 2.591
    • 0Komentar

    Ada Apa di Rakercab Kita : Ada Pencerahan , Optimisme dan Kebersamaan Buat Apa Rakercab Kita : Untuk Menjalankan Amanat Organisasi , Silaturohim, Evaluasi , Koordinasi dan Penataan Program Kerja Siapa yang terlibat di dalamnya : Panitia , Pengurus Pimpinan Cabang dan Semi Otonomnya , Perwakilan PAC dan PR Serta Seluruh Anggota Ansor Banser Purworejo […]

  • Ketua Ansor Purworejo Jelaskan Tiga Komitmen Ansor

    Ketua Ansor Purworejo Jelaskan Tiga Komitmen Ansor

    • calendar_month Senin, 19 Nov 2018
    • account_circle admin
    • visibility 843
    • 0Komentar

    Purworejo, NU Online Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo Jawa Tengah H Muhammad Haekal menjelaskan tiga komitmen yang mesti dipegang oleh seluruh kader Ansor. Ketiga komitmen itu adalah komitmen keagamaan,  komitmen keumatan dan komitmen kebangsaan. Hal tersebut disampaikan Haekal pada Acara Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bagelen di […]

  • Rapat Kerja Cabang ke IV GP Ansor Purworejo

    Rapat Kerja Cabang ke IV GP Ansor Purworejo

    • calendar_month Senin, 11 Feb 2019
    • account_circle admin
    • visibility 697
    • 0Komentar

    Purworejo,Ahad 10 Februari 2019 Rapat Kerja Cabang ke IV PC GP Ansor Purworejo di awali dengan registrasi peserta diselingi hiburan gambus. Acara Pembukaan Jam 10.08 WIB. di hadiri 600 orang dari  pengurus PC dan Semi Otonom , 16 PAC dan 150 PR GP Ansor teregrestasi serta tamu undangan. Di hadiri pula oleh Pengurus PP, PW […]

  • Korban hanyut ditemukan

    Korban hanyut ditemukan

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

     Alhamdulillaah, Korban hanyut an. Muhammad Syafi’i 15 tahun, santri PP Al Iman Bulus yang hanyut hari Rabu 10/2 jam – 15.30an, telah ditemukan Hari ini di Sungai sekitar dusun Banjaran-gintungan, Kamis jam 9.45. Semua berkat kerjasama dan koordinasi yg baik antar Relawan, SAR, BANSER, PMI, TNI, POLRI, Santri, dan masyarakat, semua relawan yang diKomandani BPBD […]

expand_less