Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sepenggal Cerita Dibalik Nama GP Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 826
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pra dan pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Karenanya, kisah Nahdlatul Wathan, Taswirul Afkar, Syubbanul Wathan, Persatuan Pemuda NU, ANO, Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk lintasan sejarah perjuangan ANSOR yang melegenda di hati masyarakat dan berperan besar dalam derap langkah pergerakan memerdekakan Republik Indonesia. namun sayang dalam tinta buku sejarah nasional Indonesia, peran GP Ansor seakan-akan dikaburkan.

Pada masa pendudukan Jepang, semua organisasi (baik politik, kemasyarakatan dan kepemudaan) diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk Ansor Nahdlatul Oelama (ANO). Karena itu, ANO baru bisa kembali melakukan pergerakan setelah memperoleh seragam baru, Laskar Hisbullah.

Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar ide untuk mengadakan reuni pemuda ANO dan mengaktifkan kembali ANO. Kala itu, Chusaini baru saja kembali dari medan tempur menghadapi agresi II militer Belanda di kawasan Jombang, Mojokerto dan Tuban.

Ide sang pencipta lambang GP Ansor ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 reuni tersebut berlangsung semarak di kantor PB ANO Jl. Bubutan VI/2 Surabaya.

Pertemuan bersejarah itu dihadiri langsung KH. Wachid Hasyim dan memberikan pidato pengarahan terkait pentingnya membangun kembali organisasi Pemuda Ansor karena dua hal: 1) Untuk membentengi umat Islam Indonesia; 2) Untuk mempersiapkan diri sebagai kader penerus NU.

Dari pengarahan itulah lahir kesepakatan membangun kembali organisasi ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih populer disingkat GP Ansor).

Pasca pertemuan tersebut, beberapa tokoh menghubungi aktifis Ansor di berbagai daerah agar segera membangkitkan kembali organisasinya, mulai dari tingkat ranting, Anak Cabang, Cabang dan Wilayah atau Daerah. Dalam hal ini, PBNU juga tidak tinggal diam, kendati secara organisatoris, GP Ansor bukan lagi merupakan bagian (departemen) pemuda NU, melainkan sudah menjadi badan otonom yang dengan sendirinya, memiliki aturan rumah tangga sendiri.

Namun demikian, induk organisasi ini tak henti-hentinya memberikan bimbingan dan panutan. Guna mempercepat proses konsolidasi organisasi pada tahap awal itu, Ketua PBNU (KH.M.Dachlan) membentuk sebuah Tim beranggotakan tiga orang: Chamid Widjaja, Chusaini Tiway, dan A.M.Tachjat.

Tim ini diberi tugas untuk menyusun pengurus PP GP Ansor secepat mungkin. Setelah melalui berbagai diskusi, akhirnya Tim berhasil memilih Chamid Widjaja sebagai ketua umum PP GP Ansor periode pemula itu.

Dengan terpilihnya Chamid Widjaja, berarti masa kebangunan kembali GP Ansor telah dimulai. Langkah berikutnya, menurut catatan Moh. Saleh, pada awal tahun 1950 hampir seluruh jajaran Ansor, mulai dari tingkat Ranting hingga wilayah sudah terbentuk. Bahkan pada tahun yang sama, Cabang Istimewa Singapura juga berhasil didirikan. (M. Sultan Indonesia)

Sumber: (1) Gerak Langkah Pemuda Ansor, Choirul Anam, 1996 (2) Nupringsewu.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • Joanna Riggs

    Hi,

    I just visited ansorpurworejo.org and wondered if you’d ever thought about having an engaging video to explain what you do?

    Our prices start from just $195 (USD) / £145.

    Let me know if you’re interested in seeing samples of our previous work.

    Regards,
    Joanna

    Balas17 September 2026 4:44 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 646
    • 2Komentar

    Muktamar ke-33 di Kota Santri Jombang merupakan momentum untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berpegang teguh pada Islam yang wasathiyah (moderat), Islam Nusantara, Islam yang hidup ditengah-tengah ke-Bhineka-an. Tema yang diusungkan dalam Muktamar tersebut adalah Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Tema ini menegaskan komitmen NU untuk memajukan peradaban dari Indonesia […]

  • Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Peringati Hari Santri Nasional 2023

    Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Peringati Hari Santri Nasional 2023

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 190
    • 0Komentar
  • Selapanan Majelis Dzikir Dan Sholawat Bersama PAC GP Ansor Kec. Bener Sekaligus Santunan Anak Yatim dan Pambagian Reward Penginputan Data Kader Ansor Banser

    Selapanan Majelis Dzikir Dan Sholawat Bersama PAC GP Ansor Kec. Bener Sekaligus Santunan Anak Yatim dan Pambagian Reward Penginputan Data Kader Ansor Banser

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle PAC Bener
    • visibility 159
    • 1Komentar

    “Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat” yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Bener pada tanggal 29 Juli 2023 di Dusun Krendo, Desa Legetan. Dalam acara tersebut, beberapa tokoh dan pejabat penting yang hadir adalah: Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Kecamatan Bener Bapak Camat R. Imam Ciptadi, S.Pd, M.M. Kapolsek (Kepala Kepolisian Sektor) atau perwakilan dari […]

  • Al-Syami Ungkap 10 Fakta Suriah yang Ditutup-tutupi Media Takfiri

    Al-Syami Ungkap 10 Fakta Suriah yang Ditutup-tutupi Media Takfiri

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Jakarta, NU Online Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengungkap 10 fakta tentang Suriah yang selalu ditutup-tutupi oleh media-media takfiri di tanah air. Sekretaris Al-Syami Muhammad Najih Arromadloni menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai tanggung jawab untuk meluruskan kebohongan-kebohongan publik dan data-data manipulatif yang diakibatkan oleh fabrikasi media-media tersebut. “Seperti pada Rabu, 11 Mei 2016 kemarin, Al-Syami […]

  • Tetap Setia NKRI, Banser Purworejo Tak Gentar Hadapi ISIS

    Tetap Setia NKRI, Banser Purworejo Tak Gentar Hadapi ISIS

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 686
    • 0Komentar

    Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Purworejo menegaskan pihaknya tidak berubah sikap atas ancaman salah seorang simpatisan Islam State of Irak and Syiria (ISIS) yang diputar melalui Youtube akhir pekan lalu. Mereka menyatakan kesetiaan total untuk NKRI. Demikian disampaikan Komandan Satkorcab Banser Purworejo Daryanto. “Selama ini Banser telah membuktikan kesetiannya terhadap keutuhan […]

  • Salam Hangat Dari Ketum GP ANSOR Gus H. Yaqut Cholil Qoumas

    Salam Hangat Dari Ketum GP ANSOR Gus H. Yaqut Cholil Qoumas

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.073
    • 1Komentar

    Alhamdulillah sahabat-sahabat, malam ini kami bisa duduk bersama Gus H. Yaqut Cholil Qoumas (Ketum PP GP ANSOR) bincang santai plus bincang organisasi di kediaman/ndalem beliau KH. R. Mahfudz Chamid (Ketua Rijalul Ansor PP GP ANSOR). Diantara pesan beliau: Utamakan kesehatan & keselamatan ditengah pandemi. Protokol kesehatan harus tetap dijalankan demi kemaslahatan. Kaderisasi tetap harus berjalan […]

expand_less