Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Banser Dari Ensiklopedi NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
  • visibility 1.743
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banser NU Akronim dari Barisan Serba Guna NU. Merupakan lembaga semi-otonom dari GP Ansor, organisasi pemuda NU, yang berdiri pada 1930 atau empat tahun setelah NU didirikan. Menurut catatan, Banser sendiri berdiri pada 1962, atau 32 tahun setelah pendirian GP Ansor. Tujuan pendiriannya adalah untuk memberikan pengamanan pada kegiatan-kegiatan yang digelar oleh Partai NU. Namun, diyakini bahwa pendiriannya juga berkaitan dengan semakin keras dan menghangatnya persaingan politik pada waktu itu, baik di tingkat nasional dan regional maupun internasional. Di tingkat internasional, Indonesia terlibat konfrontasi dengan Malaysia yang melahirkan program politik Ganyang Malaysia, sedangkan di tingkat nasional dan regional, konflik antar-partai, yang melibatkan juga NU sebagai salah satu partai, semakin tajam dan keras.

Banser adalah barisan pemuda yang dikenal dengan penampilannya, mulai dari pakaian, sepatu, topi, hingga atribut-atribut lainnya, yang mirip dengan pasukan militer.  Sebagaimana namanya, barisan serba guna, Banser menjalankan berbagai fungsi yang biasanya dijalankan oleh polisi, seperti pengaturan lalu lintas atau pengamanan sebuah acara, dan tenaga relawan dalam peristiwa-peristiwa yang membutuhkan bantuan segera seperti dalam sebuah bencana.

Nama Banser mencuat ketika pecah peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang berujung pada pemakzulan Presiden Soekarno. Diyakini bahwa Banser berperan dalam penangkapan dan penumpasan para aktivis PKI dan berbagai onderbouw-nya, terutama di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Barat.

Peristiwa tersebut didahului oleh letupan-letupan kecil akibat tajamnya konflik kepentingan dan ideologi di antara kalangan kiri yang terutama diwakili oleh PKI dan golongan kanan yang diwakili oleh partai-partai nasionalis dan keagamaan, termasuk NU, di dalam sistem politik kepartaian yang liberal. Konflik ini semakin menghangat di dalam panggung politik internasional akibat pengaruh Perang Dingin di antara dua kekuatan adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Dilaporkan ribuan hingga jutaan orang, terutama para aktivis—atau mereka yang diduga terkait dengan—PKI dan onderbouw-nya, terbunuh atau hilang tak tahu rimbanya dalam peristiwa itu. Banyak penelitian yang mengungkap peristiwa berdarah ini, tetapi pemerintah sendiri belum melakukan investigasi dan menyampaikan pengakuan yang resmi. Meski demikian, terkait dengan peran Banser NU di dalamnya, Abdurrahman Wahid selaku Ketua PBNU, secara rendah hati dan terbuka pernah meminta maaf kepada keluarga korban 1965 tersebut.

Menurut sumber lain, Banser diyakini sudah ada jauh sebelum tahun 1960-an. Dalam Kongres Ke-2 pada 1937 di Malang, Jawa Timur, Gerakan Pemuda Ansor, atau ANU (Ansor Nahdhatul Ulama) namanya saat itu, mengembangkan sebuah organisasi gerakan kepanduan yang disebut Barisan Ansor Nahdhatul Ulama (BANU). Keberadaan BANU memperoleh lampu hijau dengan adanya pengakuan NU pada Muktamar Ke-14 di Magelang, Jawa Tengah. Pada Muktamar NU ke-15 di Surabaya, NU bahkan mengesahkan AD/ART BANU, seragam, mars resmi Al-Iqdam, atribut-atribut, serta yang paling penting diperbolehkannya mereka memainkan terompet dan genderang. Diyakini bahwa BANU inilah yang menjadi cikal-bakal Banser NU yang dikenal sekarang.

Pendirian BANU merupakan respons terhadap kemunculan organisasi-organisasi kepanduan saat itu. Sifatnya yang menitikberatkan pada aspek kebangsaan dan pembelaan tanah air juga memperlihatkan respons nasionalistis NU. Jika ANU adalah organisasi pemuda, maka BANU adalah organisasi kepanduan. Kegiatan BANU, seperti banyak organisasi-organisasi kepanduan, adalah:

1. Pendidikan baris-berbaris
2. Latihan lompat dan lari
3. Latihan angkat-mengangkat
4. Latihan ikat-mengikat (pioner)
5. Fluit Tanzim (belajar kode atau isyarat suara)
6. Isyarat dengan bendera (morse)
7. Perkampungan dan perkemahan
8. Belajar menolong kecelakaan (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan atau PPPK)
9. Musabaqoh fil Kholi (pacuan kuda)
10. Muromat (melempar lembing dan cakram)

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, banyak anggota Gerakan Pemuda Ansor umumnya dan Banser khususnya yang direkrut dalam pelatihan militer. Laskar Hizbullah yang kemudian dikenal sebagai salah satu laskar penting dalam perang kemerdekaan diisi oleh banyak anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser. Periode Jepang ini diyakini turut membentuk watak paramiliter sekaligus watak nasionalistis dari Banser.

Sekarang Banser banyak berperan dalam penjagaan, pengaturan, dan pengamanan acara-acara yang digelar oleh NU dan organisasi-organisasi afiliasinya. Namun, peran ini tidak hanya terbatas di kalangan NU, mereka juga sering kali terlibat dalam penjagaan, pengaturan, dan pengamanan acara-acara keagamaan dan sosial di luar yang digelar NU. Kehadirannya ini secara umum bisa diterima karena memang diakui masih kurang dan terbatasnya aparat kepolisian dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia. 

Sebagai bagian dari NU, Banser selalu menyatakan eksistensinya sebagai pembela dan benteng ulama, tetapi di pihak lain, mereka juga selalu dengan tegas menyatakan komitmen nasionalismenya untuk selalu mempertahankan NKRI. Hal ini tercermin dari komitmen mereka untuk membantu siapa pun, tanpa mengenal perbedaan agama, suku, maupun golongan.

Salah satu yang mencuatkan nama Banser dalam periode mutakhir ini adalah tewasnya salah seorang anggotanya, Riyanto, pada 2000, ketika mengamankan acara malam natal di Gereja Eben Heizer, Mojokerto, Jawa Timur, akibat serangan bom para teroris.

Belakangan ini Banser banyak memainkan peran sebagai relawan dalam berbagai bencana, baik bencana alam seperti banjir, gempa, letusan gunung berapi, maupun bencana yang diakibatkan oleh konflik sosial. Dalam hal ini mereka memainkan peran yang mirip dengan dan mendekati peran Search And Rescue (SAR).

Menurut survei, pada akhir 1990-an, anggota Banser berjumlah sekitar 500.000. Namun, para pengurus Banser sendiri meyakini bahwa anggota mereka berjumlah tiga jutaan di seluruh Indonesia. Yang jelas, di mana ada Gerakan Pemuda Ansor maka dipastikan di situ juga ada Banser, yang merupakan organisasi semi-otonomnya. (Sumber: Ensiklopedi NU)

DIterbitkan dengan beberapa perubahan. Pernah dimuat di NU Online dengan Judul Banser NU

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Syekhermania Purworejo adakan Tasyakuran Milad Ke-3

    Syekhermania Purworejo adakan Tasyakuran Milad Ke-3

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – Syekhermania Purworejo menyelenggarakan tasyakuran milad yang ke-3 di TPQ Al Arifin Baledono, Purworejo pada hari selasa (7/12). Syekhermania Purworejo yang akrab disebut SM Purworejo ini, adalah salah satu komunitas pecinta Habib Syekh Bin Abdul Qadir Assegaf dari Solo. Keberadaan dan kontribusinya dalam mengakomodir pemuda untuk mencintai sholawat ini telah diakui dan diresmikan […]

  • Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Purworejo Distribusikan Sembako

    Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Purworejo Distribusikan Sembako

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Purworejo terjun lingkungan kemasyarakat untuk memberikan bantuan paket sembako, demi meringankan beban masyarakat di tengah pandemi covid-19. Bantuan ini diberikan pada Minggu, 10/05/2020, di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Purworejo. Informasi yang dihimpun Tim Media Ansor Purworejo bahwa LPBI NU ini […]

  • Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 808
    • 0Komentar

    Saat Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang I PC GP Ansor Purworejo masa khidmah 2019 – 2023 di Gedung NU Center Purworejo , Sahabat H Aunullaah A’la Habib Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat GP Ansor yang hadir mewakili Ketua Umum PP GP Ansor Sahabat H Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutanya dihadapan Pengurus PC GP Ansor Purworejo […]

  • 10 PROGRAM KERJA UNGGULAN KITA

    10 PROGRAM KERJA UNGGULAN KITA

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 1.442
    • 0Komentar

    Rakercab PC GP Ansor Purworejo yg dilaksanakan Hari Ahad 19 Feb 2017  menghasilkan antara lain 10 Program Kerja Unggulan yang siap dilaksanakan oleh semua pengurus dan kader Ansor di kab purworejo: 1. Pembentukan Ranting GP Ansor se Kab Purworejo dan pengelolaan data base anggota secara terpadu. 2. Pengoptimalan Majlis Dzikir dan Solawat Rijalul Ansor untuk […]

  • PC GP Ansor Purworejo Dilantik, Gus Ahil Tekankan Sinergi Lintas Elemen

    PC GP Ansor Purworejo Dilantik, Gus Ahil Tekankan Sinergi Lintas Elemen

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 74
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Purworejo, M. Tashilul Manasik, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran tamu undangan dalam acara pelantikan PC GP Ansor Purworejo masa khidmat 2025–2029 yang digelar di Ganeca Convention Hall, Minggu (21/12/2025). “Atas nama pimpinan cabang GP Ansor Purworejo, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran panjenengan semua. […]

  • Pengurus PAC GP Ansor Pituruh Masa Khidmat 2022/2024 Resmi Dilantik

    Pengurus PAC GP Ansor Pituruh Masa Khidmat 2022/2024 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pituruh Masa Khidmat 2022-2024 resmi dilantik. Pelantikan ini dibawakan oleh Pengurus Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purworejo. Pada rangkaian pelantikan sekaligus bersamaan dengan pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Pituruh di Komplek MA Ma’arif NU Pituruh, Jum’at […]

expand_less