Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Banser Dari Ensiklopedi NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 9 Jan 2020
  • visibility 1.838
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banser NU Akronim dari Barisan Serba Guna NU. Merupakan lembaga semi-otonom dari GP Ansor, organisasi pemuda NU, yang berdiri pada 1930 atau empat tahun setelah NU didirikan. Menurut catatan, Banser sendiri berdiri pada 1962, atau 32 tahun setelah pendirian GP Ansor. Tujuan pendiriannya adalah untuk memberikan pengamanan pada kegiatan-kegiatan yang digelar oleh Partai NU. Namun, diyakini bahwa pendiriannya juga berkaitan dengan semakin keras dan menghangatnya persaingan politik pada waktu itu, baik di tingkat nasional dan regional maupun internasional. Di tingkat internasional, Indonesia terlibat konfrontasi dengan Malaysia yang melahirkan program politik Ganyang Malaysia, sedangkan di tingkat nasional dan regional, konflik antar-partai, yang melibatkan juga NU sebagai salah satu partai, semakin tajam dan keras.

Banser adalah barisan pemuda yang dikenal dengan penampilannya, mulai dari pakaian, sepatu, topi, hingga atribut-atribut lainnya, yang mirip dengan pasukan militer.  Sebagaimana namanya, barisan serba guna, Banser menjalankan berbagai fungsi yang biasanya dijalankan oleh polisi, seperti pengaturan lalu lintas atau pengamanan sebuah acara, dan tenaga relawan dalam peristiwa-peristiwa yang membutuhkan bantuan segera seperti dalam sebuah bencana.

Nama Banser mencuat ketika pecah peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang berujung pada pemakzulan Presiden Soekarno. Diyakini bahwa Banser berperan dalam penangkapan dan penumpasan para aktivis PKI dan berbagai onderbouw-nya, terutama di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Barat.

Peristiwa tersebut didahului oleh letupan-letupan kecil akibat tajamnya konflik kepentingan dan ideologi di antara kalangan kiri yang terutama diwakili oleh PKI dan golongan kanan yang diwakili oleh partai-partai nasionalis dan keagamaan, termasuk NU, di dalam sistem politik kepartaian yang liberal. Konflik ini semakin menghangat di dalam panggung politik internasional akibat pengaruh Perang Dingin di antara dua kekuatan adidaya, yaitu Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Dilaporkan ribuan hingga jutaan orang, terutama para aktivis—atau mereka yang diduga terkait dengan—PKI dan onderbouw-nya, terbunuh atau hilang tak tahu rimbanya dalam peristiwa itu. Banyak penelitian yang mengungkap peristiwa berdarah ini, tetapi pemerintah sendiri belum melakukan investigasi dan menyampaikan pengakuan yang resmi. Meski demikian, terkait dengan peran Banser NU di dalamnya, Abdurrahman Wahid selaku Ketua PBNU, secara rendah hati dan terbuka pernah meminta maaf kepada keluarga korban 1965 tersebut.

Menurut sumber lain, Banser diyakini sudah ada jauh sebelum tahun 1960-an. Dalam Kongres Ke-2 pada 1937 di Malang, Jawa Timur, Gerakan Pemuda Ansor, atau ANU (Ansor Nahdhatul Ulama) namanya saat itu, mengembangkan sebuah organisasi gerakan kepanduan yang disebut Barisan Ansor Nahdhatul Ulama (BANU). Keberadaan BANU memperoleh lampu hijau dengan adanya pengakuan NU pada Muktamar Ke-14 di Magelang, Jawa Tengah. Pada Muktamar NU ke-15 di Surabaya, NU bahkan mengesahkan AD/ART BANU, seragam, mars resmi Al-Iqdam, atribut-atribut, serta yang paling penting diperbolehkannya mereka memainkan terompet dan genderang. Diyakini bahwa BANU inilah yang menjadi cikal-bakal Banser NU yang dikenal sekarang.

Pendirian BANU merupakan respons terhadap kemunculan organisasi-organisasi kepanduan saat itu. Sifatnya yang menitikberatkan pada aspek kebangsaan dan pembelaan tanah air juga memperlihatkan respons nasionalistis NU. Jika ANU adalah organisasi pemuda, maka BANU adalah organisasi kepanduan. Kegiatan BANU, seperti banyak organisasi-organisasi kepanduan, adalah:

1. Pendidikan baris-berbaris
2. Latihan lompat dan lari
3. Latihan angkat-mengangkat
4. Latihan ikat-mengikat (pioner)
5. Fluit Tanzim (belajar kode atau isyarat suara)
6. Isyarat dengan bendera (morse)
7. Perkampungan dan perkemahan
8. Belajar menolong kecelakaan (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan atau PPPK)
9. Musabaqoh fil Kholi (pacuan kuda)
10. Muromat (melempar lembing dan cakram)

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, banyak anggota Gerakan Pemuda Ansor umumnya dan Banser khususnya yang direkrut dalam pelatihan militer. Laskar Hizbullah yang kemudian dikenal sebagai salah satu laskar penting dalam perang kemerdekaan diisi oleh banyak anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser. Periode Jepang ini diyakini turut membentuk watak paramiliter sekaligus watak nasionalistis dari Banser.

Sekarang Banser banyak berperan dalam penjagaan, pengaturan, dan pengamanan acara-acara yang digelar oleh NU dan organisasi-organisasi afiliasinya. Namun, peran ini tidak hanya terbatas di kalangan NU, mereka juga sering kali terlibat dalam penjagaan, pengaturan, dan pengamanan acara-acara keagamaan dan sosial di luar yang digelar NU. Kehadirannya ini secara umum bisa diterima karena memang diakui masih kurang dan terbatasnya aparat kepolisian dengan rasio jumlah penduduk di Indonesia. 

Sebagai bagian dari NU, Banser selalu menyatakan eksistensinya sebagai pembela dan benteng ulama, tetapi di pihak lain, mereka juga selalu dengan tegas menyatakan komitmen nasionalismenya untuk selalu mempertahankan NKRI. Hal ini tercermin dari komitmen mereka untuk membantu siapa pun, tanpa mengenal perbedaan agama, suku, maupun golongan.

Salah satu yang mencuatkan nama Banser dalam periode mutakhir ini adalah tewasnya salah seorang anggotanya, Riyanto, pada 2000, ketika mengamankan acara malam natal di Gereja Eben Heizer, Mojokerto, Jawa Timur, akibat serangan bom para teroris.

Belakangan ini Banser banyak memainkan peran sebagai relawan dalam berbagai bencana, baik bencana alam seperti banjir, gempa, letusan gunung berapi, maupun bencana yang diakibatkan oleh konflik sosial. Dalam hal ini mereka memainkan peran yang mirip dengan dan mendekati peran Search And Rescue (SAR).

Menurut survei, pada akhir 1990-an, anggota Banser berjumlah sekitar 500.000. Namun, para pengurus Banser sendiri meyakini bahwa anggota mereka berjumlah tiga jutaan di seluruh Indonesia. Yang jelas, di mana ada Gerakan Pemuda Ansor maka dipastikan di situ juga ada Banser, yang merupakan organisasi semi-otonomnya. (Sumber: Ensiklopedi NU)

DIterbitkan dengan beberapa perubahan. Pernah dimuat di NU Online dengan Judul Banser NU

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • Binance推荐码

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    Balas25 Juli 2026 8:00 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banser menyukseskan Ansor Bersholawat

    Banser menyukseskan Ansor Bersholawat

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 3Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.orgBarisan Ansor Serbaguna (Banser) bersiap menuju Alun-alun Kemiri didahului pelepasan dari Markas  Ponpes Al Faham Baledono Purworejo. Jumat Siang (6 Mei 2016) Ketua Pimpinan Cabang (Kanan) dan Ketua Satkorcab Banser (Kiri)

  • Ansor Bersholawat bersama Maulana Al Habib Luthfi Bin Yahya dan Habib Umar Muthohar

    Ansor Bersholawat bersama Maulana Al Habib Luthfi Bin Yahya dan Habib Umar Muthohar

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 1.339
    • 0Komentar
  • Catut PC Ansor, Gus Ahil Sayangkan Pemberitaan Fakta Kini

    Catut PC Ansor, Gus Ahil Sayangkan Pemberitaan Fakta Kini

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    Buntut dari aksi tolak RUU HIP ternyata kurang mengenakkan dengan adanya pemberitaan dari Fakta Kini yang berjudul: Diprotes Ansor Karena Pakai Logo NU, Ambulan Majelis Dzikir Ini Hapus Logo NU. Karuan saja berita ini memunculkan beberapa pertanyaan di publik. Menjawab beberapa pertanyaan itu, sekretaris PC GP Ansor Tashilul Manasik, S.Psi, M.Pd menyampaikan, bahwa Ansor tidak […]

  • Resmi Dilantik, Pengurus MWC NU Kemiri Siap Jalankan Proker

    Resmi Dilantik, Pengurus MWC NU Kemiri Siap Jalankan Proker

    • calendar_month Minggu, 5 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 824
    • 1Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri Masa Khidmat 2021-2026. Pelantikan dan rapat kerja kali ini mengusung tema Bergerak, Khidmah pada Negeri, Memuliakan Umat. Rangkaian pelantikan di pimpin langsung oleh Pengurus PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Balai Desa Waled, Ahad (05/09) Hadir […]

  • Biografi KH. Sya’roni Ahmadi Al Hafidz

    Biografi KH. Sya’roni Ahmadi Al Hafidz

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.153
    • 1Komentar

    KH. Sya’roni Ahmadi Al Hafidz lahir di Kota Kudus. Beliau merupakan anak ke tujuh dari delapan bersaudara. Beliau ditinggalkan ibundanya semenjak kecil tepatnya ketika berusia 8 tahun. Sepeninggal ibunya kiai Sya’roni di asuh oleh sang ayah. Namun masa ini pun tidak berlangsung lama. Karena menginjak usiannya yang ke 13 tahun, kiai Sya’roni ditinggal oleh ayahnya. […]

  • MWC NU Kemiri Gelar Pelatihan Muharrik Masjid untuk Pengurus Masjid

    MWC NU Kemiri Gelar Pelatihan Muharrik Masjid untuk Pengurus Masjid

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Purworejo, 25 Juni 2023 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kemiri melaksanakan pelatihan Muharrik Masjid yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman pengurus masjid dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka. Kegiatan yang diselenggarakan di Kemiri ini dihadiri oleh sejumlah pengurus masjid dari berbagai kawasan se-Kecamatan Kemiri. Pelatihan ini dipandu oleh MWC […]

expand_less