Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sepenggal Cerita Dibalik Nama GP Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 757
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pra dan pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Karenanya, kisah Nahdlatul Wathan, Taswirul Afkar, Syubbanul Wathan, Persatuan Pemuda NU, ANO, Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk lintasan sejarah perjuangan ANSOR yang melegenda di hati masyarakat dan berperan besar dalam derap langkah pergerakan memerdekakan Republik Indonesia. namun sayang dalam tinta buku sejarah nasional Indonesia, peran GP Ansor seakan-akan dikaburkan.

Pada masa pendudukan Jepang, semua organisasi (baik politik, kemasyarakatan dan kepemudaan) diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk Ansor Nahdlatul Oelama (ANO). Karena itu, ANO baru bisa kembali melakukan pergerakan setelah memperoleh seragam baru, Laskar Hisbullah.

Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar ide untuk mengadakan reuni pemuda ANO dan mengaktifkan kembali ANO. Kala itu, Chusaini baru saja kembali dari medan tempur menghadapi agresi II militer Belanda di kawasan Jombang, Mojokerto dan Tuban.

Ide sang pencipta lambang GP Ansor ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 reuni tersebut berlangsung semarak di kantor PB ANO Jl. Bubutan VI/2 Surabaya.

Pertemuan bersejarah itu dihadiri langsung KH. Wachid Hasyim dan memberikan pidato pengarahan terkait pentingnya membangun kembali organisasi Pemuda Ansor karena dua hal: 1) Untuk membentengi umat Islam Indonesia; 2) Untuk mempersiapkan diri sebagai kader penerus NU.

Dari pengarahan itulah lahir kesepakatan membangun kembali organisasi ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih populer disingkat GP Ansor).

Pasca pertemuan tersebut, beberapa tokoh menghubungi aktifis Ansor di berbagai daerah agar segera membangkitkan kembali organisasinya, mulai dari tingkat ranting, Anak Cabang, Cabang dan Wilayah atau Daerah. Dalam hal ini, PBNU juga tidak tinggal diam, kendati secara organisatoris, GP Ansor bukan lagi merupakan bagian (departemen) pemuda NU, melainkan sudah menjadi badan otonom yang dengan sendirinya, memiliki aturan rumah tangga sendiri.

Namun demikian, induk organisasi ini tak henti-hentinya memberikan bimbingan dan panutan. Guna mempercepat proses konsolidasi organisasi pada tahap awal itu, Ketua PBNU (KH.M.Dachlan) membentuk sebuah Tim beranggotakan tiga orang: Chamid Widjaja, Chusaini Tiway, dan A.M.Tachjat.

Tim ini diberi tugas untuk menyusun pengurus PP GP Ansor secepat mungkin. Setelah melalui berbagai diskusi, akhirnya Tim berhasil memilih Chamid Widjaja sebagai ketua umum PP GP Ansor periode pemula itu.

Dengan terpilihnya Chamid Widjaja, berarti masa kebangunan kembali GP Ansor telah dimulai. Langkah berikutnya, menurut catatan Moh. Saleh, pada awal tahun 1950 hampir seluruh jajaran Ansor, mulai dari tingkat Ranting hingga wilayah sudah terbentuk. Bahkan pada tahun yang sama, Cabang Istimewa Singapura juga berhasil didirikan. (M. Sultan Indonesia)

Sumber: (1) Gerak Langkah Pemuda Ansor, Choirul Anam, 1996 (2) Nupringsewu.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tarawih Keliling MWC NU Kecamatan Bagelen

    Tarawih Keliling MWC NU Kecamatan Bagelen

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Bagelen, 11 Maret 2025 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bagelen menyelenggarakan acara TARLING (Taraweh Keliling) di Mushola Miftahul Huda, Desa Semagung, Kecamatan Bagelen,. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ramadhan untuk mempererat tali silaturahmi antara warga Nahdliyin di lingkungan tersebut. Acara dimulai dengan shalat taraweh berjamaah yang diikuti oleh warga setempat, […]

  • PCNU Purworejo Bangun Gedung di Lugosobo

    PCNU Purworejo Bangun Gedung di Lugosobo

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 589
    • 2Komentar

    GEBANG, ansorpurworejo.org – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung PCNU Kabupaten Purworejo, yang berlokasi di Lugosobo, Kamis (19/08/2021). Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Dion Agasi Setyabudi SIKom MSi, Pengurus NU Kabupaten Purworejo, dan sejumlah ulama dan kyai setempat . Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama telah […]

  • Lembaga Ekonomi Ranting Nu Brenggong Prakarsai Pasar Minggon Segelap

    Lembaga Ekonomi Ranting Nu Brenggong Prakarsai Pasar Minggon Segelap

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Dalam rangka melaunching Pasar Minggon Segelap desa Brenggong, Ranting NU Desa Brenggong dengan Pemerintah Desa Brenggong membuka pasar Minggon Segelap, Minggu, 07/11/2021 pukul 06.00 WIB. Rangkaian acara ini dimulai Mujahadah Nariyahan Sabtu Malam Ahad (6/11) untuk Persiapan Launching Pasar Minggon Segelap di Balaidesa brenggong oleh Pengurus Ranting NU, Banom NU Ranting, Pemdes, […]

  • Sahabat Miftahuzaman: Islam Masuk Ke Indonesia Melalui Pendekatan Budaya

    Sahabat Miftahuzaman: Islam Masuk Ke Indonesia Melalui Pendekatan Budaya

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 439
    • 0Komentar

    Departemen Seni Budaya PC GP Ansor Kabupaten Purworejo bersama dengan Tim Media Ansor se Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan edukasi ke Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo pada Minggi (21/11). Wakil Ketua PC GP Ansor Bidang Seni Budaya, Sahabat Miftahuzzaman menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bertujuan untuk mendekatkan generasi milenial dengan sejarah bangsanya. “Penting bagi kita untuk […]

  • ASKOT CUP 2023: Menguatkan Persatuan dan Persaudaraan melalui Futsal

    ASKOT CUP 2023: Menguatkan Persatuan dan Persaudaraan melalui Futsal

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Purworejo, 18 Juni 2023 – Turnamen Askot Cup yang dinantikan dengan antusias akhirnya sukses digelar pada hari Minggu ini, menjadi momen bersejarah bagi masyarakat setempat. Turnamen futsal ini diselenggarakan oleh Departemen Bidang Olahraga, sebagai bagian dari Komite Eksekutif Kecamatan PAC Kota Purworejo. Turnamen ini berhasil menyatukan peserta dari hampir 80% ranting kelurahan/desa di Kecamatan Purworejo. […]

  • Khabib Anwar: Momentum Kita Untuk Lebih Baik Lagi

    Khabib Anwar: Momentum Kita Untuk Lebih Baik Lagi

    • calendar_month Kamis, 25 Feb 2021
    • account_circle Surato
    • visibility 732
    • 0Komentar

    Ansor Purworejo akan mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada ahad besok (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Kalimiru, Bayan. Yang menjadi istimewa, rapat kerja ini berdekatan dengan peringatan hari lahir NU yang ke 95 atau ke 98 dalam kalender Hijriyah. Menurut ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, Sahabat Khabib Anwar, momen spesial ini memberikan spirit yang […]

expand_less