Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sepenggal Cerita Dibalik Nama GP Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 711
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pra dan pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Karenanya, kisah Nahdlatul Wathan, Taswirul Afkar, Syubbanul Wathan, Persatuan Pemuda NU, ANO, Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk lintasan sejarah perjuangan ANSOR yang melegenda di hati masyarakat dan berperan besar dalam derap langkah pergerakan memerdekakan Republik Indonesia. namun sayang dalam tinta buku sejarah nasional Indonesia, peran GP Ansor seakan-akan dikaburkan.

Pada masa pendudukan Jepang, semua organisasi (baik politik, kemasyarakatan dan kepemudaan) diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk Ansor Nahdlatul Oelama (ANO). Karena itu, ANO baru bisa kembali melakukan pergerakan setelah memperoleh seragam baru, Laskar Hisbullah.

Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar ide untuk mengadakan reuni pemuda ANO dan mengaktifkan kembali ANO. Kala itu, Chusaini baru saja kembali dari medan tempur menghadapi agresi II militer Belanda di kawasan Jombang, Mojokerto dan Tuban.

Ide sang pencipta lambang GP Ansor ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 reuni tersebut berlangsung semarak di kantor PB ANO Jl. Bubutan VI/2 Surabaya.

Pertemuan bersejarah itu dihadiri langsung KH. Wachid Hasyim dan memberikan pidato pengarahan terkait pentingnya membangun kembali organisasi Pemuda Ansor karena dua hal: 1) Untuk membentengi umat Islam Indonesia; 2) Untuk mempersiapkan diri sebagai kader penerus NU.

Dari pengarahan itulah lahir kesepakatan membangun kembali organisasi ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih populer disingkat GP Ansor).

Pasca pertemuan tersebut, beberapa tokoh menghubungi aktifis Ansor di berbagai daerah agar segera membangkitkan kembali organisasinya, mulai dari tingkat ranting, Anak Cabang, Cabang dan Wilayah atau Daerah. Dalam hal ini, PBNU juga tidak tinggal diam, kendati secara organisatoris, GP Ansor bukan lagi merupakan bagian (departemen) pemuda NU, melainkan sudah menjadi badan otonom yang dengan sendirinya, memiliki aturan rumah tangga sendiri.

Namun demikian, induk organisasi ini tak henti-hentinya memberikan bimbingan dan panutan. Guna mempercepat proses konsolidasi organisasi pada tahap awal itu, Ketua PBNU (KH.M.Dachlan) membentuk sebuah Tim beranggotakan tiga orang: Chamid Widjaja, Chusaini Tiway, dan A.M.Tachjat.

Tim ini diberi tugas untuk menyusun pengurus PP GP Ansor secepat mungkin. Setelah melalui berbagai diskusi, akhirnya Tim berhasil memilih Chamid Widjaja sebagai ketua umum PP GP Ansor periode pemula itu.

Dengan terpilihnya Chamid Widjaja, berarti masa kebangunan kembali GP Ansor telah dimulai. Langkah berikutnya, menurut catatan Moh. Saleh, pada awal tahun 1950 hampir seluruh jajaran Ansor, mulai dari tingkat Ranting hingga wilayah sudah terbentuk. Bahkan pada tahun yang sama, Cabang Istimewa Singapura juga berhasil didirikan. (M. Sultan Indonesia)

Sumber: (1) Gerak Langkah Pemuda Ansor, Choirul Anam, 1996 (2) Nupringsewu.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sahabat Khabib Anwar: Ansor Harus Bergerak Secara Efektif di Masa Pandemi

    Sahabat Khabib Anwar: Ansor Harus Bergerak Secara Efektif di Masa Pandemi

    • calendar_month Rabu, 28 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.393
    • 0Komentar

    Pandemi yang belum berakhir tidak menghalangi Pimpinan Cabang GP Ansor Purworejo untuk terus melakukan koordinasi. Seperti malam ini (28/7) Pimpinan Cabang GP Ansor Purworejo menggelar rapat rutin Pimpinan Harian secara virtual yang dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, K Khabib Anwar. Dalam sambutannya, sahabat Khabib menuturkan bahwa kegiatan Ansor tidak boleh mati […]

  • Pelantikan Bersama Pengurus Ranting NU dan Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Kambangan Menyemarakkan Desa Kambangan

    Pelantikan Bersama Pengurus Ranting NU dan Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Kambangan Menyemarakkan Desa Kambangan

    • calendar_month Sabtu, 12 Agt 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Pada Rabu, 08 Agustus 2023, suasana khidmat dan penuh makna terasa di Masjid Al-Ikhlas, Margosono Desa Kambangan. Acara pelantikan bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Desa Kambangan kecamatan Bruno berlangsung dengan meriah dari pukul 10.00 hingga 13.00. Dalam acara ini, tampak beberapa tokoh agama dan organisasi hadir, […]

  • IPNU-IPPNU Bagelen Adakan Kegiatan Penguatan Kader Aswaja

    IPNU-IPPNU Bagelen Adakan Kegiatan Penguatan Kader Aswaja

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 734
    • 0Komentar

    PAC IPNU IPPNU Kecamatan Bagelen mengadakan kegiatan Selapanan dan Penguatan kader pada Ahad (28/2) di Masjid At Taqwa Desa Piji, Kecamatan Bagelen. Hadir pada acara tersebut tokoh masyarakat setempat, MWC NU, ANSOR , Muslimat, Fatayat dan perwakilan peserta dari desa – desa yang ada di Bagelen. Kegiatan ini sendiri mengambil tema Penguatan Generasi Aswaja Guna […]

  • NU Purworejo Luncurkan RPU Baru

    NU Purworejo Luncurkan RPU Baru

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Agus Pracaya
    • visibility 1.237
    • 0Komentar

    Ahad, 14 Juni 2020 – Pengurus Cabang NU Kabupaten Purworejo meluncurkan Repeater Unit / RPU untuk menunjang komunikasi dan koordinasi organisasi. RPU baru ini dirancang dengan power yang lebih kuat menggantikan unit lama yang dirasakan kurang dapat menjangkau seluruh wilayah di kabupaten Purworejo. Drs Muslikhin Madiani, mewakili Pengurus Cabang, menyampaikan harapan dengan RPU baru ini […]

  • Ansor, Generasi Now, Ulama, dan Pancasila

    Ansor, Generasi Now, Ulama, dan Pancasila

    • calendar_month Sabtu, 2 Jun 2018
    • account_circle admin
    • visibility 644
    • 0Komentar

    Mata perempuan tua yang kurus itu berkaca. Dua telapak tangannya menyatu depan wajah sebagai ungkapan terima kasih pada anak-anak muda yang mengantar sembako ke gubuknya yang jauh dari kegaduhan media sosial (medsos) yang belakangan ini cukup sepi dari penegasan Islam sebagai deen assalam (agama perdamaian) di negara berideologi Pancasila (Khomsatul Asasiyah). Anak-anak muda berseragam hijau […]

  • KH Zainul Arifin Pohan: Panglima Santri, Bangsawan dari Barus

    KH Zainul Arifin Pohan: Panglima Santri, Bangsawan dari Barus

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    Oleh Munawir Aziz Narasi perjuangan kemerdekaan Indonesia dipenuhi oleh penguasa dan jaringan militer yang melanggengkan heroisme. Sejarah perjuangan kaum santri tidak banyak tercatat, hanya sayup-sayup terdengar. Padahal, dari rahim pesantren, terdapat Laskar Hizbullah, Sabilillah dan segenap laskar pemuda santri yang berjuang untuk kemerdekaan. Gerak juang kaum santri terpinggirkan dari panggung sejarah perjuangan Indonesia. Bagaimana sejarahnya? […]

expand_less