Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sepenggal Cerita Dibalik Nama GP Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 795
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pra dan pasca Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Karenanya, kisah Nahdlatul Wathan, Taswirul Afkar, Syubbanul Wathan, Persatuan Pemuda NU, ANO, Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk lintasan sejarah perjuangan ANSOR yang melegenda di hati masyarakat dan berperan besar dalam derap langkah pergerakan memerdekakan Republik Indonesia. namun sayang dalam tinta buku sejarah nasional Indonesia, peran GP Ansor seakan-akan dikaburkan.

Pada masa pendudukan Jepang, semua organisasi (baik politik, kemasyarakatan dan kepemudaan) diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk Ansor Nahdlatul Oelama (ANO). Karena itu, ANO baru bisa kembali melakukan pergerakan setelah memperoleh seragam baru, Laskar Hisbullah.

Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar ide untuk mengadakan reuni pemuda ANO dan mengaktifkan kembali ANO. Kala itu, Chusaini baru saja kembali dari medan tempur menghadapi agresi II militer Belanda di kawasan Jombang, Mojokerto dan Tuban.

Ide sang pencipta lambang GP Ansor ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 reuni tersebut berlangsung semarak di kantor PB ANO Jl. Bubutan VI/2 Surabaya.

Pertemuan bersejarah itu dihadiri langsung KH. Wachid Hasyim dan memberikan pidato pengarahan terkait pentingnya membangun kembali organisasi Pemuda Ansor karena dua hal: 1) Untuk membentengi umat Islam Indonesia; 2) Untuk mempersiapkan diri sebagai kader penerus NU.

Dari pengarahan itulah lahir kesepakatan membangun kembali organisasi ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih populer disingkat GP Ansor).

Pasca pertemuan tersebut, beberapa tokoh menghubungi aktifis Ansor di berbagai daerah agar segera membangkitkan kembali organisasinya, mulai dari tingkat ranting, Anak Cabang, Cabang dan Wilayah atau Daerah. Dalam hal ini, PBNU juga tidak tinggal diam, kendati secara organisatoris, GP Ansor bukan lagi merupakan bagian (departemen) pemuda NU, melainkan sudah menjadi badan otonom yang dengan sendirinya, memiliki aturan rumah tangga sendiri.

Namun demikian, induk organisasi ini tak henti-hentinya memberikan bimbingan dan panutan. Guna mempercepat proses konsolidasi organisasi pada tahap awal itu, Ketua PBNU (KH.M.Dachlan) membentuk sebuah Tim beranggotakan tiga orang: Chamid Widjaja, Chusaini Tiway, dan A.M.Tachjat.

Tim ini diberi tugas untuk menyusun pengurus PP GP Ansor secepat mungkin. Setelah melalui berbagai diskusi, akhirnya Tim berhasil memilih Chamid Widjaja sebagai ketua umum PP GP Ansor periode pemula itu.

Dengan terpilihnya Chamid Widjaja, berarti masa kebangunan kembali GP Ansor telah dimulai. Langkah berikutnya, menurut catatan Moh. Saleh, pada awal tahun 1950 hampir seluruh jajaran Ansor, mulai dari tingkat Ranting hingga wilayah sudah terbentuk. Bahkan pada tahun yang sama, Cabang Istimewa Singapura juga berhasil didirikan. (M. Sultan Indonesia)

Sumber: (1) Gerak Langkah Pemuda Ansor, Choirul Anam, 1996 (2) Nupringsewu.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banser Turunkan Bagana Untuk Membantu Pencarian Korban Laka Laut Pantai Jetis

    Banser Turunkan Bagana Untuk Membantu Pencarian Korban Laka Laut Pantai Jetis

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Seperti dikutip sorotpurworejo nasib naas dialami Taufik Hidayat (18), warga Desa Tamansari, Kecamatan Butuh yang dikabarkan hilang tenggelam terseret ombak di Pantai Jetis, Kecamatan Grabag, pada Selasa (31/12/2019) pagi. Terkait kabar tersebut, Barisan Ansor Serba Guna (BANSER) Kabupaten Purworejo segera menurunkan Banser Tanggap Bencana atau BAGANA untuk bergabung dengan SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai […]

  • SMK NU Gebang Gelar Wisuda Siswa Tahun Pelajaran 2021/2022

    SMK NU Gebang Gelar Wisuda Siswa Tahun Pelajaran 2021/2022

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Wisuda adalah suatu proses pelantikan kelulusan siswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu jenjang Sekolah. Pada umumnya prosesi wisuda dengan Protokoler yang diawali dengan prosesi masuknya Pimpinan Lembaga / Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Kompetensi Keahlian ataupun Managemen Sekolah lainnya guna mewisuda para calon wisudawan / wisudawati. Wisuda dan Pelepasan […]

  • Gus Mahfudz: Niatan Baik Gus Yaqut Untuk Mengayomi Semua Umat Beragama

    Gus Mahfudz: Niatan Baik Gus Yaqut Untuk Mengayomi Semua Umat Beragama

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 1.381
    • 1Komentar

    Keputusan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengenai pengaturan pengeras suara Masjid menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Seperti diketahui sebelumnya, aturan menteri ini mendapat pertanyaan dari banyak pihak. Ketua Rijaalul Ansor PP GP Ansor, KHR Mahfudz Chamid juga memberikan pandanganya. Menurut sosok yang biasa di sapa Gus Mahfudz ini, publik jangan terpancing secara berlebihan menanggapi peraturan tersebut. […]

  • Rais Suriyah: Gerakan Pemuda Ansor Sangat Mendukung Dakwah Nahdlatul Ulama

    Rais Suriyah: Gerakan Pemuda Ansor Sangat Mendukung Dakwah Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.123
    • 0Komentar

    PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada Ahad (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Kalimiru, Bayan, Purworejo. Rais Suriyah PCNU Kabupaten Purworejo, KHR Abdul Chakim Chamid sangat mengapresiasi kegiatan yang sudah dilakukan Ansor Purworejo selama ini. “Ansor sudah banyak begerak dalam kegiatan dakwah Ahlussunah wal jama’ah. Gerakan Ansor sangat membantu dakwah Nahdlatul […]

  • RMI PBNU Targetkan Pemetaan SDM NU yang lebih Konkret

    RMI PBNU Targetkan Pemetaan SDM NU yang lebih Konkret

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 260
    • 0Komentar

    Jakarta – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) menargetkan adanya pemetaan Sumber Daya Manusia (SDM) NU yang lebih konkret untuk menyambut 1 abad NU beberapa tahun ke depan. Hal ini disampaikan oleh Ketua RMI PBNU Abdul Ghofar Rozin dalam puncak dari rangkaian perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2021 pada Jumat (22/10) malam. […]

  • Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 833
    • 1Komentar

    Saat Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang I PC GP Ansor Purworejo masa khidmah 2019 – 2023 di Gedung NU Center Purworejo , Sahabat H Aunullaah A’la Habib Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat GP Ansor yang hadir mewakili Ketua Umum PP GP Ansor Sahabat H Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutanya dihadapan Pengurus PC GP Ansor Purworejo […]

expand_less