Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pentingnya Sekolah Sejarah Pada Jenjang Pengkaderan Kita

  • account_circle Alfin Zidni
  • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
  • visibility 894
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banyaknya pembelokan sejarah yang merugikan umat Islam khususnya Nahdlatul Ulama yang terjadi saat ini perlu disikapi secara serius. Banyak kalangan pemuda, bahkan kader Nahdlatul Ulama sendiri yang tidak mengerti betapa vitalnya posisi Nahdlatul Ulama dalam pendirian bangsa Indonesia, misalnya. Hal ini menyebabkan organisasi kita rentan fitnah dan parahnya para kader-kadernya tak mampu membela karena kekurangan informasi. Yang lebih megnenaskan adalah ketika kader-kader NU justru termakan propaganda dan ikut-ikutan kehilangan iman kepada organisasi.

Sejarah memang acapkali dianggap menu yang berat untuk dilahap. Berbagai kalangan lantas memilih dunia kreatif seperti pembuatan video atau bahkan film untuk membuat prasasti sejarah. Film “Sang Kyai” juga merupakan ikhtiar serupa ditengah dominasi film-film produksi barat dengan versi sejarahnya sendiri. FIlm ini mencoba membuka sejarah-sejarah yang kurang lengkap, khususnya mengenai Resolusi Jihad yang tak banyak dipandang sebagai salah satu tonggak penting perjuangan melawan penjajah. Padahal melalui resolusi jihad inilah, para kyai dan santri mengambil peran penting bahkan menjadi leader dalam upaya menghalau pendudukan penjajah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun hal itu tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah.

Kita ketahui kebutuhan mendasar sebagai pemuda adalah kemampuan mengatasi tantangan globalisasi. Hal ini tidak cukup dilakukan hanya dengan melihat tantangan kedepan yang semakain komplek, tetapi juga dibutuhkan pengetahuan masa lalu yang lengkap. Dengan begitu para pemuda bisa menyusun metode pensikapan yang teliti dan tepat untuk menghadapi berbagai persoalan yang datang. Selain itu, dengan pemahaman sejarah yang lebihpemuda akan dapat menghadapi tantangan sejarah yang sebenar-benarnya. Misalnya saja dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan, “Untuk apa NU didirikan?”, “Untuk apa ANSOR didirikan?” dan lain sebagainya. Tanpa pengetahuan sejarah, kita akan kebingungan menahkodai kapal besar yang sesuai dengan cita-cita para pendirinya. Bukan hanya tersesat dan terombang-ambing di tengah lautan zaman, malahan kita bisa salah arah sama sekali dan berhadap-hadapan pemikiran dengan organisasi sendiri.

Untuk itu sudah saatnya, Ansor memberikan porsi lebih tentang muatan sejarah dalam jenjang pengkaderannya. Bukan saja melalui kegiatan formal seperti PKD dan PKL, tapi juga bisa melalui kegiatan-kegiatan non formal dalam cangkrukan rutin. Penulis mengusulkan perlunya diadakan sekolah sejarah di berbagai tingkatan. Kegiatannya bisa didesain dengan halaqoh atau dialog-dialog sejarah. Dengan memberikan porsi yang lebih kepada muatan sejarah diharapkan yang Pertama, Kader Ansor lebih memiliki kedekatan historis dengan para pendirinya. Memiliki panggilan sejarah untuk memperjuangkan Agama, Bangsa dan Negara. Kedua, Kader Ansor memiliki militansi yang lebih karena memiliki dasar yang lebih kuat dalam memperjuangkan organisasi. Dan yang Ketiga, kader Ansor bisa membentengi organisasi tercinta dari segala hoax yang merugikan organisasi dan memberikan cerita kepada penerus dengan kisah-kisah yang dapat dipertanggung jawabkan.

Menjelang 1 Abad Nahdlatul Ulama, sudah saatnya kita terus memupuk optimisme sebagai pemimpin peradaban islam yang rahmatan lil ‘Alamin. Ansor Maju Satu Barisan. Bela Agama Bangsa dan Negeri.

  • Penulis: Alfin Zidni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Achmad Abdulchaq: Sabilul Muttaqin Pondoknya Ansor-Banser

    KH Achmad Abdulchaq: Sabilul Muttaqin Pondoknya Ansor-Banser

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Surato
    • visibility 957
    • 0Komentar

    PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada Ahad (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Kalimiru, Bayan, Purworejo. Pondok Pesantren ini diasuh oleh KH Achmad Abdulchaq. Dalam penutupan Rapat Kerja Cabang KH Achmad Abdulchaq menyatakan rasa bangganya terhadap kader GP Ansor yang memiliki loyalitas dan semangat luar biasa dalam berorganisasi. “Saya mengucapkan terima […]

  • GP Ansor Terima Penghargaan Organisasi Lintas Iman dari KWI

    GP Ansor Terima Penghargaan Organisasi Lintas Iman dari KWI

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta – Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Christophorus Tri Harsono, secara langsung memberikan penghargaan kepada tujuh tokoh muda yang menjabat sebagai ketua umum organisasi pemuda lintas iman. Acara ini berlangsung di Aula KWI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa malam, 25 Februari 2025. Para penerima penghargaan tersebut adalah Addin Jauharudin […]

  • Purworejo menjadi juara  tim hadroh GP Ansor pada perlombaan di Banjarnegara

    Purworejo menjadi juara tim hadroh GP Ansor pada perlombaan di Banjarnegara

    • calendar_month Jumat, 14 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Tim hadroh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo berhasil keluar sebagai juara 1 pada lomba Festival dan Lomba Rebana se-Eks Karesidenan Banyumas dan Kedu. Acara itu diselenggarakan oleh pengurus wilayah GP Ansor Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi. Jawa Tengah, Minggu (09/10) lalu di STIMIK Tunas Bangsa Kompleks Ponpes […]

  • Banser Lugu vs Banser Disiplin

    Banser Lugu vs Banser Disiplin

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Menjadi tempat digelarnya Muktamar NU ke-28, 1989, seantero kawasan Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, ditutup dan disterilkan dari segala jenis kendaraan. Bahkan jalan kampung di depan rumah Kyai Attabik Ali pun dipalang dan dijagai banser sepanjang waktu untuk mencegah kendaraan lewat, karena jalan itu membelah komplek pesantren. Banser-banser penjaga palang jalan itu kaget ketika ba’da […]

  • PC GP Ansor Purworejo Apresiasi Kegiatan Anfa Kota Bersholawat

    PC GP Ansor Purworejo Apresiasi Kegiatan Anfa Kota Bersholawat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Purworejo, ANSOR PURWOREJO.ORG – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo memberikan apresiasi tinggi terhadap gelaran Anfa Kota Bersholawat yang sukses digelar pada Sabtu malam (8/11/2025) di Kota Purworejo. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor dan PAC Fatayat NU Kecamatan Purworejo ini menghadirkan bintang tamu nasional Hadad Alwi dan Sayid […]

  • KAROMAH SYAKIHONA KHOLIL BANGKALAN

    KAROMAH SYAKIHONA KHOLIL BANGKALAN

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Pada suatu hari, Kyai Kholil sedang melihat masjid yang sedang dibangun oleh menantu beliau yaitu Kyai Muntaha. Ketika melihat arah kiblat pada masjid tersebut, Kyai Kholil menegur sang menantu yang alim itu untuk membetulkan arah kiblat masjid yang sedang dibangunnya itu. Sebagai org yg alim, Kyai Muntaha mempunyai alasan dalam menentukan arah kiblat tersebut, beberapa […]

expand_less