Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pentingnya Sekolah Sejarah Pada Jenjang Pengkaderan Kita

  • account_circle Alfin Zidni
  • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
  • visibility 1.006
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banyaknya pembelokan sejarah yang merugikan umat Islam khususnya Nahdlatul Ulama yang terjadi saat ini perlu disikapi secara serius. Banyak kalangan pemuda, bahkan kader Nahdlatul Ulama sendiri yang tidak mengerti betapa vitalnya posisi Nahdlatul Ulama dalam pendirian bangsa Indonesia, misalnya. Hal ini menyebabkan organisasi kita rentan fitnah dan parahnya para kader-kadernya tak mampu membela karena kekurangan informasi. Yang lebih megnenaskan adalah ketika kader-kader NU justru termakan propaganda dan ikut-ikutan kehilangan iman kepada organisasi.

Sejarah memang acapkali dianggap menu yang berat untuk dilahap. Berbagai kalangan lantas memilih dunia kreatif seperti pembuatan video atau bahkan film untuk membuat prasasti sejarah. Film “Sang Kyai” juga merupakan ikhtiar serupa ditengah dominasi film-film produksi barat dengan versi sejarahnya sendiri. FIlm ini mencoba membuka sejarah-sejarah yang kurang lengkap, khususnya mengenai Resolusi Jihad yang tak banyak dipandang sebagai salah satu tonggak penting perjuangan melawan penjajah. Padahal melalui resolusi jihad inilah, para kyai dan santri mengambil peran penting bahkan menjadi leader dalam upaya menghalau pendudukan penjajah di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun hal itu tidak pernah diajarkan di sekolah-sekolah.

Kita ketahui kebutuhan mendasar sebagai pemuda adalah kemampuan mengatasi tantangan globalisasi. Hal ini tidak cukup dilakukan hanya dengan melihat tantangan kedepan yang semakain komplek, tetapi juga dibutuhkan pengetahuan masa lalu yang lengkap. Dengan begitu para pemuda bisa menyusun metode pensikapan yang teliti dan tepat untuk menghadapi berbagai persoalan yang datang. Selain itu, dengan pemahaman sejarah yang lebihpemuda akan dapat menghadapi tantangan sejarah yang sebenar-benarnya. Misalnya saja dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan, “Untuk apa NU didirikan?”, “Untuk apa ANSOR didirikan?” dan lain sebagainya. Tanpa pengetahuan sejarah, kita akan kebingungan menahkodai kapal besar yang sesuai dengan cita-cita para pendirinya. Bukan hanya tersesat dan terombang-ambing di tengah lautan zaman, malahan kita bisa salah arah sama sekali dan berhadap-hadapan pemikiran dengan organisasi sendiri.

Untuk itu sudah saatnya, Ansor memberikan porsi lebih tentang muatan sejarah dalam jenjang pengkaderannya. Bukan saja melalui kegiatan formal seperti PKD dan PKL, tapi juga bisa melalui kegiatan-kegiatan non formal dalam cangkrukan rutin. Penulis mengusulkan perlunya diadakan sekolah sejarah di berbagai tingkatan. Kegiatannya bisa didesain dengan halaqoh atau dialog-dialog sejarah. Dengan memberikan porsi yang lebih kepada muatan sejarah diharapkan yang Pertama, Kader Ansor lebih memiliki kedekatan historis dengan para pendirinya. Memiliki panggilan sejarah untuk memperjuangkan Agama, Bangsa dan Negara. Kedua, Kader Ansor memiliki militansi yang lebih karena memiliki dasar yang lebih kuat dalam memperjuangkan organisasi. Dan yang Ketiga, kader Ansor bisa membentengi organisasi tercinta dari segala hoax yang merugikan organisasi dan memberikan cerita kepada penerus dengan kisah-kisah yang dapat dipertanggung jawabkan.

Menjelang 1 Abad Nahdlatul Ulama, sudah saatnya kita terus memupuk optimisme sebagai pemimpin peradaban islam yang rahmatan lil ‘Alamin. Ansor Maju Satu Barisan. Bela Agama Bangsa dan Negeri.

  • Penulis: Alfin Zidni

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • CBP-KPP IPNU IPPNU Purworejo Cetak Kader Siap Siaga dan Berkarakter Lewat Diklatama

    CBP-KPP IPNU IPPNU Purworejo Cetak Kader Siap Siaga dan Berkarakter Lewat Diklatama

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 110
    • 2Komentar

    Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo sukses menyelenggarakan DIKLATAMA (Pendidikan dan Latihan Pertama) pada 4–6 Juli 2025 di Gedung PCNU Purworejo. Kegiatan ini diikuti oleh 53 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purworejo. Dengan tema “Satu Komando, Satu Tujuan, Satu Jiwa”, DIKLATAMA bertujuan membentuk […]

  • 3 Pesan Ketua PW GP Ansor Jateng untuk Pengurus PAC GP Ansor Kec Purworejo Kab Purworejo

    3 Pesan Ketua PW GP Ansor Jateng untuk Pengurus PAC GP Ansor Kec Purworejo Kab Purworejo

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2020
    • account_circle Masagoez
    • visibility 1.096
    • 1Komentar

    “Revitalisasi Gerakan Pemuda Ansor Maju Satu Barisan di Era Milineal” , tema tersebut sangat cocok diangkat oleh Pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Purworejo Kabupaten Purworejo dalam pelantikan yang dilanjutkan dengan rapat kerja PAC GP Ansor Purworejo pada hari Sabtu malam Ahad 25 Januari 2020 di Jackman Coffee Purworejo Hadir dalam acara tersebut […]

  • PW GP Ansor Jateng Dilantik, Kader Purworejo Tunjukkan Soliditas dan Kreativitas Ekonomi

    PW GP Ansor Jateng Dilantik, Kader Purworejo Tunjukkan Soliditas dan Kreativitas Ekonomi

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 64
    • 1Komentar

    Semarang,- Ribuan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah memadati kompleks Pondok Pesantren Asshodiqiyah, Semarang, pada Ahad (2/11/2025). Mereka hadir dalam inaugurasi pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah masa khidmat 2025–2029 yang berlangsung meriah, penuh semangat kebersamaan, dan nuansa ke-Ansoran yang kental. Dari Kabupaten Purworejo, rombongan PC GP Ansor […]

  • Ziarah Wali dan Muassis NU, MWC NU Loano Gelar Ziarah Muassis dan Khatamkan Al-Qur’an 21 Kali

    Ziarah Wali dan Muassis NU, MWC NU Loano Gelar Ziarah Muassis dan Khatamkan Al-Qur’an 21 Kali

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 77
    • 2Komentar

    LOANO – Mengawali tahun 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Loano kembali membuat gebrakan besar. Setelah pada Oktober 2025 sukses menggelar longmarch dari Loano ke Ngadiwongso Salaman, kali ini MWC NU Loano melaksanakan kegiatan Ziarah Wali dan Muassis NU ke Jawa Timur dan Batuampar, Sumenep, Kamis (16/01/2026).   Rute ziarah meliputi Maron, […]

  • LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

    LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 601
    • 1Komentar

    Hari-hari ini, Indonesia diramaikan dengan isu kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ingin diakui eksistensinya sebagai sebuah perilaku normal dan ingin mendapatkan hak-hak hukum. Sebenarnya keberadaan LGBT sudah ada sejak lama. Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang dihukumnya kaum Nabi Luth karena berperilaku homoseksual. Dalam tradisi lokal, juga ada gemblak, yaitu remaja dan anak kecil […]

  • Peringati Hari Santri Nasional 2022, 750 Santri Ikuti Upacara HSN 2022

    Peringati Hari Santri Nasional 2022, 750 Santri Ikuti Upacara HSN 2022

    • calendar_month Sabtu, 22 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 2Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober. Hal sesuai dengan Keputusan presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Bertempat di Halaman Kecamatan Pituruh, Sabtu, 22/10/2022 denganinspektur upacara Danramil/09 Pituruh Kapten Infanteri Muktavin Sholeh, S.Pd.I telah dilaksanakan Upacara Hari Santri Nasional 2022 diikuti santri kurang lebih 750 santri yang […]

expand_less