Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Kelahiran GP Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
  • visibility 577
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO). Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besar” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor). Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU.

Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam. Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna).

Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe. Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor). GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa.

Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat. Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional. (Dari berbagai sumber)

Sumber: www.nu.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU Purworejo Dampingi Pondok Minhajut Tholibin yang Terancam Dieksekusi Pengadilan

    PCNU Purworejo Dampingi Pondok Minhajut Tholibin yang Terancam Dieksekusi Pengadilan

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 183
    • 6Komentar

    PURWOREJO,- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo memberikan pendampingan kepada keluarga dan pengurus Pondok Pesantren Minhajut Tholibin, Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, dalam menghadapi persoalan hukum yang berujung pada rencana eksekusi pondok pesantren tersebut. PCNU menegaskan bahwa pendampingan itu bukan bentuk intervensi terhadap proses peradilan, melainkan upaya memastikan penyelesaian sengketa dilakukan melalui mekanisme […]

  • Pentingnya Sekolah Sejarah Pada Jenjang Pengkaderan Kita

    Pentingnya Sekolah Sejarah Pada Jenjang Pengkaderan Kita

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Alfin Zidni
    • visibility 1.054
    • 0Komentar

    Banyaknya pembelokan sejarah yang merugikan umat Islam khususnya Nahdlatul Ulama yang terjadi saat ini perlu disikapi secara serius. Banyak kalangan pemuda, bahkan kader Nahdlatul Ulama sendiri yang tidak mengerti betapa vitalnya posisi Nahdlatul Ulama dalam pendirian bangsa Indonesia, misalnya. Hal ini menyebabkan organisasi kita rentan fitnah dan parahnya para kader-kadernya tak mampu membela karena kekurangan […]

  • Motivasi Belajar Al Qur’an dengan Arak-Arakan

    Motivasi Belajar Al Qur’an dengan Arak-Arakan

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2016
    • account_circle admin
    • visibility 691
    • 2Komentar

    Gebang, ansorpurworejo.orgKirab santri (arak-arakan) yang sering dilakukan oleh kebanyakan masyarakat untuk memeriahkan dalam kegiatan peringatan hari besar islam (PHBI).Acara maulid nabi Muhammad SAW misalnya, arak arakan biasanya ada kuda yang dimainkan dan ditungganggi oleh anak yang khotmil Qur’an.Begitu juga  jamaah mushola Al Barokah dusun Buntit desa Gintungan Gebang Purworejo menggelar kirab santri dengan berpawai mengelilingi […]

  • Gelar Pelatihan Kader, Ansor Diingatkan Waspada Islam Radikal

    Gelar Pelatihan Kader, Ansor Diingatkan Waspada Islam Radikal

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Sebanyak 130 pemuda kader Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) di Pondok Pesantren Al Fahham Kelurahan Baledono Kecamatan/ Kabupaten Purworejo, Rabu (4/2) . Hadir dalam upacara pembukaan kegiatan tersebut, Forum Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kabupaten Purworejo serta pengurus Nahdlatul Ulama dan badan otonom di bawah NU. Ketua […]

  • Silaturahim Halal Bihalal dan Rakerancab II PAC GP Ansor Purworejo

    Silaturahim Halal Bihalal dan Rakerancab II PAC GP Ansor Purworejo

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Purworejo menggelar Halal Bihalal dan Rakerancab (Rapat Kerja Cabang) Ke-2 sesuai dengan masa khidmah 2021/2023 yang bertempat di Gedung Olahraga Pemdes Wonotulus Kecamatan Purworejo, pada Minggu, 14/05/2023 pukul 09.20 WIB. Hadir pada acara ini KH Khabib Anwar selaku Ketua PC GP Ansor Purworejo, Zaenal Arifin, […]

  • KH. R Dawud Masykuri dan H. Muhammad Haekal Pimpin PCNU Purworejo Masa Khidmah 2025-2030

    KH. R Dawud Masykuri dan H. Muhammad Haekal Pimpin PCNU Purworejo Masa Khidmah 2025-2030

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 190
    • 1Komentar

    Konferensi Cabang (Konfercab) ke-12 Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purworejo yang berlangsung di kantor PCNU Purworejo pada Minggu (12/1/2025) telah menetapkan KH. R Dawud Masykuri dan H. Muhammad Haekal sebagai pimpinan baru untuk masa khidmah 2025-2030. KH. R Dawud Masykuri, Pengasuh Pondok Pesantren Al Maunah Plaosan, Baledono, terpilih sebagai Rois Suriyah menggantikan KH. Abdul Hadi. Sementara […]

expand_less