Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Kelahiran GP Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
  • visibility 541
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO). Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besar” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor). Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU.

Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam. Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna).

Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe. Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor). GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa.

Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat. Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional. (Dari berbagai sumber)

Sumber: www.nu.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC ANSOR Bener Gelar, Selapanan Rutindan Santunan Yatim Piatu

    PAC ANSOR Bener Gelar, Selapanan Rutindan Santunan Yatim Piatu

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 569
    • 0Komentar

    BENER, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang GP. Ansor Kecamatan Bener melaksanakan Selapanan Rutinan dan juga santunan Yatim Piatu di Masjid Al-Ikhlas Kemiri Sewu, Desa Cacaban Lor, Sabtu malam, 17/10/2020. Pemberian santunan kepada anak yatim piatu merupakan program rutin yang penyaluranya di laksanakan setiap selapanan PAC GP Ansor Kecamatan Bener. Adapun penerima adalah anak yatim yang […]

  • Kontingen Banser Purworejo siap berangkat mengikuti Kemah Bakti Kebangsaan dan Apel Kesetiaan NKRI di MAKODAM IV Diponegoro

    Kontingen Banser Purworejo siap berangkat mengikuti Kemah Bakti Kebangsaan dan Apel Kesetiaan NKRI di MAKODAM IV Diponegoro

    • calendar_month Rabu, 27 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 551
    • 2Komentar

    Kontingen Banser Purworejo siap berangkat mengikuti Kemah Bakti Kebangsaan dan Apel Kesetiaan NKRI di MAKODAM IV Diponegoro selama 3 hari 28-30 April 2016, kita berharap moment ini menjadi pupuk bagi generasi muda Purworejo yang tangguh dan menjadi ajang konsolidasi gerakan membentengi NKRI. Dalam kemah nanti, akan banyak kegiatan yg diikuti, diantaranya “seminar Penanggulangan Teroris, oleh […]

  • Dari Konfercab Menuju Masa Depan: GP Ansor Purworejo Mantapkan Barisan Pemuda NU

    Dari Konfercab Menuju Masa Depan: GP Ansor Purworejo Mantapkan Barisan Pemuda NU

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 113
    • 2Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Gedung KPPN Purworejo menjadi saksi lahirnya babak baru kepemimpinan dan konsolidasi kader dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo, Minggu (13/7/2025). Acara lima tahunan yang digelar penuh semangat ini bukan sekadar forum pergantian pengurus, melainkan ruang pembuktian militansi kader dan keberlanjutan peran strategis organisasi dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan […]

  • PC GP Ansor Purworejo Dilantik, Gus Ahil Tekankan Sinergi Lintas Elemen

    PC GP Ansor Purworejo Dilantik, Gus Ahil Tekankan Sinergi Lintas Elemen

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 144
    • 3Komentar

    PURWOREJO – Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Purworejo, M. Tashilul Manasik, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran tamu undangan dalam acara pelantikan PC GP Ansor Purworejo masa khidmat 2025–2029 yang digelar di Ganeca Convention Hall, Minggu (21/12/2025). “Atas nama pimpinan cabang GP Ansor Purworejo, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran panjenengan semua. […]

  • Tarawih Keliling MWC NU Kecamatan Bagelen

    Tarawih Keliling MWC NU Kecamatan Bagelen

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 129
    • 1Komentar

    Bagelen, 11 Maret 2025 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bagelen menyelenggarakan acara TARLING (Taraweh Keliling) di Mushola Miftahul Huda, Desa Semagung, Kecamatan Bagelen,. Kegiatan ini merupakan bagian dari program ramadhan untuk mempererat tali silaturahmi antara warga Nahdliyin di lingkungan tersebut. Acara dimulai dengan shalat taraweh berjamaah yang diikuti oleh warga setempat, […]

  • Dewan Penasihat GP Ansor Purworejo Resmi Jadi Sekda Definitif, H. Suranto Siap Tancap Gas Wujudkan Purworejo Berseri

    Dewan Penasihat GP Ansor Purworejo Resmi Jadi Sekda Definitif, H. Suranto Siap Tancap Gas Wujudkan Purworejo Berseri

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 109
    • 4Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.com — Setelah hampir dua tahun mengalami kekosongan jabatan strategis, Pemerintah Kabupaten Purworejo akhirnya resmi memiliki Sekretaris Daerah (Sekda) definitif. Bupati Purworejo Hj. Yuli Hastuti secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan H. Suranto, yang juga dikenal sebagai Dewan Penasihat PC GP Ansor Purworejo, sebagai Sekda Kabupaten Purworejo, Rabu (28/01/2026). Prosesi pelantikan berlangsung khidmat […]

expand_less