Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Kelahiran GP Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
  • visibility 576
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO). Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besar” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor). Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU.

Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam. Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna).

Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe. Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor). GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa.

Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat. Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional. (Dari berbagai sumber)

Sumber: www.nu.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RMI NU Purworejo Gelar Sarasehan Pesantren, Bahas Pengembangan Pesantren dan Implementasi Perda Pesantren

    RMI NU Purworejo Gelar Sarasehan Pesantren, Bahas Pengembangan Pesantren dan Implementasi Perda Pesantren

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 100
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Rabithah Ma’ahid Al Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kabupaten Purworejo menggelar Sarasehan Pondok Pesantren se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang diselenggarakan pada Ahad (6/8/23) di Aula STAINU Purworejo ini menindaklajuti hasil dari Halaqoh Ulama Nasional RMI PBNU Tahun 2023. Ketua RMI NU Purworejo, KHR.Amir Kilal, menyebut bahwa Pengurus RMI NU Purworejo pada […]

  • Peduli Korban Bencana, MWCNU Loano Serahkan Donasi Rp4 Juta ke LazisNU Purworejo

    Peduli Korban Bencana, MWCNU Loano Serahkan Donasi Rp4 Juta ke LazisNU Purworejo

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 2Komentar

    Purworejo – Pengurus Majelis Wakil Cabang ( MWC ) Nahdlatul Ulama Kecamatan Loano menyalurkan donasi kemanusiaan Sumatera sebesar Rp. 4.050.000 melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LazisNU) PC NU Kabupaten Purworejo, Rabu (24/12/2025). Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua MWC NU Kecamatan Loano, Bapak Kyai Ahmad Syukri beserta rombongan dan diterima oleh […]

  • Refleksi Pergerakan GP Ansor Akhir Tahun 2019 (Bagian 1)

    Refleksi Pergerakan GP Ansor Akhir Tahun 2019 (Bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2019
    • account_circle Masagoez
    • visibility 586
    • 1Komentar

    “Pemuda dalam Sejarah Perjuangan suatu Bangsa, terlahir untuk mewarnai, menginspirasi, mengawal dan memajukanya” Negara Indonesia salah satu dari Negara yang berhasil berdiri berkah dari pergerakan kaum mudanya , meski bukan hanya karena itu saja Banyak tokoh tokoh muda pendiri bangsa ini , baik di daerah maupun di pusat ibu kota yang telah mempertaruhkan jiwa raga […]

  • Belajar Perdamaian Pada Gus Dur

    Belajar Perdamaian Pada Gus Dur

    • calendar_month Sabtu, 18 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 594
    • 1Komentar

    Buku ini merupakan hasil tesis penulis yang kemudian digubah menjadi buku populer sehingga setiap pembaca mampu mencerna dengan renyah. Selain itu, penulis buku ini menjadi aktifis Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), dimana Gus Dur menjadi bagian dari pendiri lembaga ini. Lembaga yang lahir pada 12 Juli 2000 ini berusaha menyebarkan tradisi dialog dalam […]

  • Sejarah di Balik Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

    Sejarah di Balik Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Nu Online, Perjuangan memerdekakan Indonesia dari kolonialiasme telah melalui tahapan dan usaha yang panjang tetapi matang. Selain perjuangan fisik, bangsa Indonesia secara gigih mampu membangun pondasi kemerdekaan dengan merumuskan dasar dan ideologi negara melalui persiapan-persiapan yang dilakukan oleh para tokoh bangsa dengan wadah BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada Maret 1945 dan PPKI […]

  • PAC Ansor Kecamatan Pituruh, Gelar Selapanan Malam Selasa Pahing

    PAC Ansor Kecamatan Pituruh, Gelar Selapanan Malam Selasa Pahing

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 633
    • 1Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Ansor Kecamatan Pituruh melaksanakan Selapanan Rutinan Malam Selasa Pahing di Kediaman Sahabat Kaum Muh Yasir, Desa Megulunglor, Senin malam, 12/10/2020, pukul 20.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Ketua PC Ansor Purworejo Kyai Khabib Anwar, Ketua LBH Ansor Purworejo Sahabat Muzayyin, SH, Muhajir, SHI, MHI, Muhammad Fajar Nasih, SH, Ketua […]

expand_less