Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Kelahiran GP Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
  • visibility 471
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan.

Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO). Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besar” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor). Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU.

Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam. Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna).

Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe. Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor). GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa.

Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat. Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalm setiap pergantian kepemimpinan nasional. (Dari berbagai sumber)

Sumber: www.nu.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPPNU Purworejo Bagi-bagi Takjil Gratis dan Buka Puasa Bersama

    IPPNU Purworejo Bagi-bagi Takjil Gratis dan Buka Puasa Bersama

    • calendar_month Senin, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Ramadhan 1444H/2023M, Pengurus Cabang (PC) IPNU IPPNU Kabupaten Purworejo menggelar bagi-bagi takjil dan buka bersama di pertigaan bangjo Ponpes An-Nawawi dan Gedung Pertemuan PCNU Purworejo. Senin, (17/4) kemarin. Kegiatan bagi-bagi takjil juga diadakan bersama PAC IPNU IPPNU se-Kabupaten Purworejo bersama DKC CBP KPP Kabupaten Purworejo., ada kurang lebih 300an menu jakjil dibagikan […]

  • Musyawarah Anggota Ansor Winong Teguhkan Regenerasi dan Arah Gerakan Masa Khidmah 2026–2028

    Musyawarah Anggota Ansor Winong Teguhkan Regenerasi dan Arah Gerakan Masa Khidmah 2026–2028

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 25
    • 0Komentar

    KEMIRI – Musyawarah Anggota Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Winong menjadi ruang strategis dalam meneguhkan regenerasi kepemimpinan dan arah gerakan organisasi untuk masa khidmah 2026–2028. Kegiatan yang digelar di Masjid Al Huda Desa Winong, Jumat (09/01/2026), berlangsung khidmat dengan semangat musyawarah dan kebersamaan. Sebagai forum tertinggi di tingkat ranting, Musyawarah Anggota tidak hanya menjadi […]

  • Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Islam pasti akan jaya, tidak akan menjadi agama hina hanya karena dijelek-jelekkan oleh siapapun. Demikian disampaikan Mubaligh dari Kedung Sari, Purworejo KH Yusuf Rosyadi saat mengisi ceramah di Senepo, Kutoarjo, Jawa Tengah. Di Purworejo, Selasa (1/11), Kiai Yusuf mengatakan, umat Islam mempunyai pendapat berbeda-beda menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) […]

  • Takbir Keliling desa Winong Kemiri Purworejo

    Takbir Keliling desa Winong Kemiri Purworejo

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 611
    • 0Komentar

    FORMAT (Forum Majlis Ta’lim) se desa Winong Kemiri Purworejo Jawa Tengah bersama ANSOR NU Ranting winong meriahkan malam ‘Idul Fitri dengan takbir keliling desa jalan kaki, mobil hias lampu tradisional / colok/ oncor. start dari MTs Ma’arif Winong dan finis di lapangan SDN Winong diisi dengan lomba takbiran dari masing-masing Majlis Ta’lim di ambil juara […]

  • NU Dan Semua Banom Harus Bersinergi

    NU Dan Semua Banom Harus Bersinergi

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 646
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo Periode 2019 – 2024 menyelenggarakan acara Pelantikan dan Muskercab, Ahad 19 Januari 2020 di Komplek Pondok Pesantren Nuril Anwar, Maron, Loano, Purworejo. Dalam kesempatan itu hadir Ketua PBNU, K.H. Dr. Marsudi Syuhud, Rois PWNU Jateng, K.H. Ubaidilah Shodaqoh beserta K.H Chalwani Nawawi, Bupati Purworejo, Agus Bastian, S.E. dan berbagai […]

  • Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 795
    • 0Komentar

    Saat Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang I PC GP Ansor Purworejo masa khidmah 2019 – 2023 di Gedung NU Center Purworejo , Sahabat H Aunullaah A’la Habib Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat GP Ansor yang hadir mewakili Ketua Umum PP GP Ansor Sahabat H Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutanya dihadapan Pengurus PC GP Ansor Purworejo […]

expand_less