Breaking News
light_mode
Trending Tags

Yai Abdullah Ubaid, Pemuda Istimewa

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
  • visibility 886
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KH Abdullah Ubaid termasuk sosok yang telah menunjukkan keistimewaannya sejak muda. Sosok ulama yang satu ini digolongkan sebagai salah seorang tokoh pemuda yang mendahului zamannya. Keistimewaannya terlihat ketika menjadi satu-satunya mubaligh yang mendapat kesempatan mengisi pengajian rutin di NIROM, radio milik Pemerintah Hindia Belanda.

Abdullah Ubaid lahir di Kawatan V Surabaya, pada hari Jumat 4 Jumada al-Tsaniyah 1318 H/ 1899 M. Ia adalah anak kedua dari pasangan Muhammad Ali bin Kiai Muhyiddin (Surabaya) bin Raden Onggo Yogyakarta dengan Syafi’ah binti Kiai Yasin, Pasuruan.

Kiai Muhammad Ali, ayah dari Abdullah Ubaid, dikenal sebagai ualam ternama di Surabaya. Kiai Ali wafat ketika Abdullah Ubaid masih berumur sebelas tahun. Kemudian Abdullah Ubaid diasuh oleh KH M. Yasin, Pasuruan, sahabat karib ayahnya, ayah angkat yang kelak menjadi mertuanya.

Pendidikan formal pertama didapat dari Madrasah Al-Chairiyah. Setamat dari madrasah tersebut, Ubaid kembali ke Pasuruan belajar kitab pada ayah angkatnya. Kemudian pada usia 14 tahun ia dikirim ke Tebuireng, bersama dengan putra Kiai Yasin, Muhammad, untuk meneruskan pendidikan pada Hadhratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari. 

Di Tebuirenglah Abdullah Ubaid berteman akrab dengan Mahfudz Siddiq dari Jember, seorang pemuda yang kemudian hari dikenal sebagai penggerak NU lewat majalah dan organisasi kepemudaan.

Sekembalinya dari Tebuireng, tahun 1919 dia diangkat menjadi guru di Madrasah Nahdlatul Wathan dan juga diminta mengajar di Madrasah Al-Chairiyah, tempat belajar sebelumnya, yang bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Arab.

Abdullah Ubaid mampu memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan Nahdlatul Wathan, ketika ia berperan di dalamnya baik sebagai guru maupun sebagai penggeraknya yang dapat membuka cabang-cabang di beberapa kota di luar Surabaya.

Mendirikan Ansor

Nama-nama seperti Abdullah Ubaid, Mahfudz Siddiq, dan Thohir Bakri tak dapat dipisahkan dari pendirian Ansor. Organisasi tersebut semula bernama Syubbanul Wathan yang didirikan pada tahun 1924. Kemudian pada tahun 1932 berubah menjadi BANO (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama), yang kemudian menjadi ANO (Ansor Nahdlatul Oelama), dan seterusnya GP( Gerakan Pemuda) Ansor, hingga sekarang.

Peran utama Ansor pada saat itu, yakni membangun dan membangkitkan semangat pemuda untuk bersama-sama dengan pemuda kekuatan bangsa lainnya, mempersatukan kekuatan pemuda untuk memperjuangkan hak-haknya yang terjajah di negerinya sendiri.

Ansor Nahdlatul Oelama (ANO), adalah nama atas saran KH. Abdul Wahab. Nama ini menurutnya diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad Saw. kepada penduduk Madinah (kaum Ansorin) yang telah berjasa dalam membela dan ikut serta dalam perjuangan dan menegakan agama kaum muhajirin (Islam). Pengorbanan lahir maupun batin, mereka tampil sebagai pejuang yang tangguh dalam membela dan membentengi perjuangan Islam.

Kaum Ansor, berarti kaum asli pribumi, yang tak boleh meninggalkan karakter dan tradisi-tradisi arifnya, tetapi juga harus mau merima yang baik dari luar, yaitu dari kaum muhajirin (Makkah). Diktum ini kemudian dikenal luas oleh Nahdliyin dengan al-muhafadzah ala qadim as-shalih wal-akhdzu bil jadid al-ashlah (menjaga tradisi yang baik, dan mengambil baru yang baik). 

Wafat dalam usia muda

Dalam kehidupan manusia, Ada orang yang hidupnya singkat, tapi penuh berkah dan manfaat. Adapula orang yang usianya panjang, tapi kurang bermanfaat. Abdullah Ubaid termasuk dalam kelompok yang pertama. Beliau meskipun diberi usia yang relatif singkat, namun mampu memanfaatkannya sebaik mungkin.

Kiai Abdullah Ubaid wafat dalam usia muda (39 tahun), beliau meninggalkan seorang istri dan tujuh putra-putrinya yang masih kecil-kecil. Anak bungsunya, Ali Ubaid, sewaktu ditinggal ayahnya, baru berusia 33 hari. Putra-putrinya yang masing-masing Nadzifah (meninggal ketika kecil), Anisah (meninggal menjelang nikah) Lutfi (meninggal ketika kecil), M. Yunus Ubaid (pensiunan perwira Angkatan Udara, tinggal di Singasari, Malang), KH Zakky Ubaid (Mustasyar NU Pasuruan), KH Shobih Ubaid (Jakarta), dan KH Ali Ubaid (Jakarta).

Sejak peristiwa terjatuh bersama motornya, usai mengikuti Muktamar NU ke-13 di Menes, Banten, Jawa Barat yang berlangsung 16 Juni 1938, kondisi kesehatan Kiai Abdullah terus menurun. 

Pada hari Kamis 20 Jumada al-Tsaniyah 1357 H bertepatan dengan 8 Agustus 1938, Kiai Abdullah Ubaid berpulang ke rahmatullah, hingga wafatnya, Abdullah Ubaid masih menjabat Voorzetter HBNO, Vice Voorzetter PBANO, A’wan Dakwah HBNO, Administrateur Majalah Berita Nahdlatul Oelama, dan masih banyak lagi jabatan lainnya. (Aji Najmudin, Sumber Saifudin Zuhri, Guruku orang-orang dari pesantren dan Saifullah Ma’shum, Karisma Ulama Kehidupan Ringkas 26 Tokoh NU)

Artikel asli: https://www.nu.or.id/post/read/42566/sepenggal-kisah-abdullah-ubaid

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Purworejo Masa Khidmat 2025–2030 “Menguatkan Khidmat Jam’iyyah, Mewujudkan Kemandirian Berjamaah”

    Pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Purworejo Masa Khidmat 2025–2030 “Menguatkan Khidmat Jam’iyyah, Mewujudkan Kemandirian Berjamaah”

    • calendar_month Minggu, 11 Mei 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo masa khidmat 2025–2030 resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Pendapa Agung Kabupaten Purworejo, Minggu (11/5/2025). Dalam pelantikan tersebut, KH R Dawud Maskuri dikukuhkan sebagai Rais Syuriah dan KH Muhammad Haekal sebagai Ketua Tanfidziyah. Acara pelantikan dilanjutkan dengan pelantikan lembaga-lembaga dan badan khusus di […]

  • Pimpin GP Ansor Purworejo, H. Muhammad Haekal S.Pd.I Minta Dukungan Semua Pihak

    Pimpin GP Ansor Purworejo, H. Muhammad Haekal S.Pd.I Minta Dukungan Semua Pihak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Forum konferensi GP Ansor Purworejo di pesantren Al-Anwar Maron, Ahad (21/12), mengamanahkan H. Muhammad Haekal S.Pd.I untuk menggerakkan pemuda NU ini untuk masa bakti 2014-2018. Kepada peserta forum dan banom NU lainnya, Haikal meminta kerja sama dalam mengimplementasikan program NU. “Tentu ini merupakan amanah yang tidak ringan mengingat tantangan organisasi ke depan yang semakin berat. […]

  • Banser menyukseskan Ansor Bersholawat

    Banser menyukseskan Ansor Bersholawat

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.orgBarisan Ansor Serbaguna (Banser) bersiap menuju Alun-alun Kemiri didahului pelepasan dari Markas  Ponpes Al Faham Baledono Purworejo. Jumat Siang (6 Mei 2016) Ketua Pimpinan Cabang (Kanan) dan Ketua Satkorcab Banser (Kiri)

  • KH Zainul Arifin Pohan: Panglima Santri, Bangsawan dari Barus

    KH Zainul Arifin Pohan: Panglima Santri, Bangsawan dari Barus

    • calendar_month Selasa, 12 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Oleh Munawir Aziz Narasi perjuangan kemerdekaan Indonesia dipenuhi oleh penguasa dan jaringan militer yang melanggengkan heroisme. Sejarah perjuangan kaum santri tidak banyak tercatat, hanya sayup-sayup terdengar. Padahal, dari rahim pesantren, terdapat Laskar Hizbullah, Sabilillah dan segenap laskar pemuda santri yang berjuang untuk kemerdekaan. Gerak juang kaum santri terpinggirkan dari panggung sejarah perjuangan Indonesia. Bagaimana sejarahnya? […]

  • KAROMAH SYAKIHONA KHOLIL BANGKALAN

    KAROMAH SYAKIHONA KHOLIL BANGKALAN

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Pada suatu hari, Kyai Kholil sedang melihat masjid yang sedang dibangun oleh menantu beliau yaitu Kyai Muntaha. Ketika melihat arah kiblat pada masjid tersebut, Kyai Kholil menegur sang menantu yang alim itu untuk membetulkan arah kiblat masjid yang sedang dibangunnya itu. Sebagai org yg alim, Kyai Muntaha mempunyai alasan dalam menentukan arah kiblat tersebut, beberapa […]

  • GEMA TAHLIL DAN SHOLAWAT MENAMBAH KHIDMAT SATU ABAD NU

    GEMA TAHLIL DAN SHOLAWAT MENAMBAH KHIDMAT SATU ABAD NU

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Rabu 15 Februari 2023 , kegiatan Puncak Resepsi Satu Abad NU MWCNU Purworejo diawali dengan Khutbah Iftitah dari Rais Syuriyah MWCNU Purworejo KH.R.Chamid Bakri. Beliau menyampaikan tentang tujuan NU didirikan dan tugas pengurusnya. Tujuan dan tugasnya antara lain untuk menggerakan dan mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik secara agama dan peradaban dengan […]

expand_less