Breaking News
light_mode
Trending Tags

Yai Abdullah Ubaid, Pemuda Istimewa

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
  • visibility 1.034
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KH Abdullah Ubaid termasuk sosok yang telah menunjukkan keistimewaannya sejak muda. Sosok ulama yang satu ini digolongkan sebagai salah seorang tokoh pemuda yang mendahului zamannya. Keistimewaannya terlihat ketika menjadi satu-satunya mubaligh yang mendapat kesempatan mengisi pengajian rutin di NIROM, radio milik Pemerintah Hindia Belanda.

Abdullah Ubaid lahir di Kawatan V Surabaya, pada hari Jumat 4 Jumada al-Tsaniyah 1318 H/ 1899 M. Ia adalah anak kedua dari pasangan Muhammad Ali bin Kiai Muhyiddin (Surabaya) bin Raden Onggo Yogyakarta dengan Syafi’ah binti Kiai Yasin, Pasuruan.

Kiai Muhammad Ali, ayah dari Abdullah Ubaid, dikenal sebagai ualam ternama di Surabaya. Kiai Ali wafat ketika Abdullah Ubaid masih berumur sebelas tahun. Kemudian Abdullah Ubaid diasuh oleh KH M. Yasin, Pasuruan, sahabat karib ayahnya, ayah angkat yang kelak menjadi mertuanya.

Pendidikan formal pertama didapat dari Madrasah Al-Chairiyah. Setamat dari madrasah tersebut, Ubaid kembali ke Pasuruan belajar kitab pada ayah angkatnya. Kemudian pada usia 14 tahun ia dikirim ke Tebuireng, bersama dengan putra Kiai Yasin, Muhammad, untuk meneruskan pendidikan pada Hadhratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari. 

Di Tebuirenglah Abdullah Ubaid berteman akrab dengan Mahfudz Siddiq dari Jember, seorang pemuda yang kemudian hari dikenal sebagai penggerak NU lewat majalah dan organisasi kepemudaan.

Sekembalinya dari Tebuireng, tahun 1919 dia diangkat menjadi guru di Madrasah Nahdlatul Wathan dan juga diminta mengajar di Madrasah Al-Chairiyah, tempat belajar sebelumnya, yang bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Arab.

Abdullah Ubaid mampu memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan Nahdlatul Wathan, ketika ia berperan di dalamnya baik sebagai guru maupun sebagai penggeraknya yang dapat membuka cabang-cabang di beberapa kota di luar Surabaya.

Mendirikan Ansor

Nama-nama seperti Abdullah Ubaid, Mahfudz Siddiq, dan Thohir Bakri tak dapat dipisahkan dari pendirian Ansor. Organisasi tersebut semula bernama Syubbanul Wathan yang didirikan pada tahun 1924. Kemudian pada tahun 1932 berubah menjadi BANO (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama), yang kemudian menjadi ANO (Ansor Nahdlatul Oelama), dan seterusnya GP( Gerakan Pemuda) Ansor, hingga sekarang.

Peran utama Ansor pada saat itu, yakni membangun dan membangkitkan semangat pemuda untuk bersama-sama dengan pemuda kekuatan bangsa lainnya, mempersatukan kekuatan pemuda untuk memperjuangkan hak-haknya yang terjajah di negerinya sendiri.

Ansor Nahdlatul Oelama (ANO), adalah nama atas saran KH. Abdul Wahab. Nama ini menurutnya diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad Saw. kepada penduduk Madinah (kaum Ansorin) yang telah berjasa dalam membela dan ikut serta dalam perjuangan dan menegakan agama kaum muhajirin (Islam). Pengorbanan lahir maupun batin, mereka tampil sebagai pejuang yang tangguh dalam membela dan membentengi perjuangan Islam.

Kaum Ansor, berarti kaum asli pribumi, yang tak boleh meninggalkan karakter dan tradisi-tradisi arifnya, tetapi juga harus mau merima yang baik dari luar, yaitu dari kaum muhajirin (Makkah). Diktum ini kemudian dikenal luas oleh Nahdliyin dengan al-muhafadzah ala qadim as-shalih wal-akhdzu bil jadid al-ashlah (menjaga tradisi yang baik, dan mengambil baru yang baik). 

Wafat dalam usia muda

Dalam kehidupan manusia, Ada orang yang hidupnya singkat, tapi penuh berkah dan manfaat. Adapula orang yang usianya panjang, tapi kurang bermanfaat. Abdullah Ubaid termasuk dalam kelompok yang pertama. Beliau meskipun diberi usia yang relatif singkat, namun mampu memanfaatkannya sebaik mungkin.

Kiai Abdullah Ubaid wafat dalam usia muda (39 tahun), beliau meninggalkan seorang istri dan tujuh putra-putrinya yang masih kecil-kecil. Anak bungsunya, Ali Ubaid, sewaktu ditinggal ayahnya, baru berusia 33 hari. Putra-putrinya yang masing-masing Nadzifah (meninggal ketika kecil), Anisah (meninggal menjelang nikah) Lutfi (meninggal ketika kecil), M. Yunus Ubaid (pensiunan perwira Angkatan Udara, tinggal di Singasari, Malang), KH Zakky Ubaid (Mustasyar NU Pasuruan), KH Shobih Ubaid (Jakarta), dan KH Ali Ubaid (Jakarta).

Sejak peristiwa terjatuh bersama motornya, usai mengikuti Muktamar NU ke-13 di Menes, Banten, Jawa Barat yang berlangsung 16 Juni 1938, kondisi kesehatan Kiai Abdullah terus menurun. 

Pada hari Kamis 20 Jumada al-Tsaniyah 1357 H bertepatan dengan 8 Agustus 1938, Kiai Abdullah Ubaid berpulang ke rahmatullah, hingga wafatnya, Abdullah Ubaid masih menjabat Voorzetter HBNO, Vice Voorzetter PBANO, A’wan Dakwah HBNO, Administrateur Majalah Berita Nahdlatul Oelama, dan masih banyak lagi jabatan lainnya. (Aji Najmudin, Sumber Saifudin Zuhri, Guruku orang-orang dari pesantren dan Saifullah Ma’shum, Karisma Ulama Kehidupan Ringkas 26 Tokoh NU)

Artikel asli: https://www.nu.or.id/post/read/42566/sepenggal-kisah-abdullah-ubaid

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Purworejo: NU Selalu Berdiri Paling Depan Menjadi Benteng Masyarakat Dan Negara

    Bupati Purworejo: NU Selalu Berdiri Paling Depan Menjadi Benteng Masyarakat Dan Negara

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 671
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo Periode 2019 – 2024 menyelenggarakan acara Pelantikan dan Muskercab, Ahad 19 Januari 2020 di Komplek Pondok Pesantren Nuril Anwar, Maron, Loano, Purworejo. Bupati Purworejo, Agus Bastian, S.E., M.M. yang hadir dalam pelantikan tersebut menuturkan bahwa NU terus berperan untuk masyarakat dan negara sejak dahulu hingga sekarang. “NU mempunyai andil […]

  • Selapanan Ranting NU Tegalsari Kenalkan Keistimewaan Nama Dusun Kalianggrung

    Selapanan Ranting NU Tegalsari Kenalkan Keistimewaan Nama Dusun Kalianggrung

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Pada hari Selasa Wage, tepatnya tanggal 27 Juni 2023, acara Selapanan Ranting NU Desa Tegalsari sukses digelar di Dusun Kalianggrung, yang berlokasi di Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Acara yang dimulai pukul 8.00 pagi ini dihadiri oleh Jamaah NU Desa Tegalsari dan dipandu oleh Ky. Abdul Chamid M.Pd, ketua NU Ranting Tegalsari. Dalam tema ceramahnya, Ky. […]

  • Ansor Purworejo Salurkan Donasi Bencana

    Ansor Purworejo Salurkan Donasi Bencana

    • calendar_month Senin, 27 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Dengan dibukanya posko Banser pasca bencana banjir dan longsor Purworejo akibat hujan deras Sabtu (18/06) lalu, Ansor Purworejo mendapat kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan donasi. Beragam bentuk bantuan mulai bahan pokok, sayuran, pakaian, obat-obatan, hingga uang tunai mengalir ke posko Banser dari lembaga-lembaga di bawah NU, lembaga dan kelompok masyarakat di luar NU maupun perorangan. Penyaluran […]

  • Khabib Anwar: Momentum Kita Untuk Lebih Baik Lagi

    Khabib Anwar: Momentum Kita Untuk Lebih Baik Lagi

    • calendar_month Kamis, 25 Feb 2021
    • account_circle Surato
    • visibility 773
    • 0Komentar

    Ansor Purworejo akan mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada ahad besok (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin, Kalimiru, Bayan. Yang menjadi istimewa, rapat kerja ini berdekatan dengan peringatan hari lahir NU yang ke 95 atau ke 98 dalam kalender Hijriyah. Menurut ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, Sahabat Khabib Anwar, momen spesial ini memberikan spirit yang […]

  • Muslimat NU Purworejo Perkuat Konsolidasi Lewat Turba di Kemiri Kidul

    Muslimat NU Purworejo Perkuat Konsolidasi Lewat Turba di Kemiri Kidul

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 1Komentar

    PURWOREJO – Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan turun ke bawah (turba) sekaligus pertemuan rutin dua bulanan sebagai upaya memperkuat konsolidasi organisasi. Agenda ini menjadi forum silaturahmi dan koordinasi antara pengurus tingkat kabupaten bersama pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting guna menyelaraskan program kerja serta memperkokoh peran organisasi […]

  • Ambulan NU Purworejo untuk Sesama

    Ambulan NU Purworejo untuk Sesama

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 781
    • 0Komentar

    Salah satu program andalan bagi Pengurus PCNU Kabupaten Purworejo masa khidmah 2014-2019 adalah keinginannya untuk menyentuh masyarakat luas khususnya warga NU di Purworejo, oleh karenanya perwujudan dari program itu telah menjadi komitmen pengurus untuk segera mewujudkan sarana yang bisa digunakan oleh masyarakat ialah pengadaan sarana ambulan. Berkat kemauan yang keras dari pengurus maka saat ini […]

expand_less