Breaking News
light_mode
Trending Tags

Yai Abdullah Ubaid, Pemuda Istimewa

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
  • visibility 1.042
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KH Abdullah Ubaid termasuk sosok yang telah menunjukkan keistimewaannya sejak muda. Sosok ulama yang satu ini digolongkan sebagai salah seorang tokoh pemuda yang mendahului zamannya. Keistimewaannya terlihat ketika menjadi satu-satunya mubaligh yang mendapat kesempatan mengisi pengajian rutin di NIROM, radio milik Pemerintah Hindia Belanda.

Abdullah Ubaid lahir di Kawatan V Surabaya, pada hari Jumat 4 Jumada al-Tsaniyah 1318 H/ 1899 M. Ia adalah anak kedua dari pasangan Muhammad Ali bin Kiai Muhyiddin (Surabaya) bin Raden Onggo Yogyakarta dengan Syafi’ah binti Kiai Yasin, Pasuruan.

Kiai Muhammad Ali, ayah dari Abdullah Ubaid, dikenal sebagai ualam ternama di Surabaya. Kiai Ali wafat ketika Abdullah Ubaid masih berumur sebelas tahun. Kemudian Abdullah Ubaid diasuh oleh KH M. Yasin, Pasuruan, sahabat karib ayahnya, ayah angkat yang kelak menjadi mertuanya.

Pendidikan formal pertama didapat dari Madrasah Al-Chairiyah. Setamat dari madrasah tersebut, Ubaid kembali ke Pasuruan belajar kitab pada ayah angkatnya. Kemudian pada usia 14 tahun ia dikirim ke Tebuireng, bersama dengan putra Kiai Yasin, Muhammad, untuk meneruskan pendidikan pada Hadhratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari. 

Di Tebuirenglah Abdullah Ubaid berteman akrab dengan Mahfudz Siddiq dari Jember, seorang pemuda yang kemudian hari dikenal sebagai penggerak NU lewat majalah dan organisasi kepemudaan.

Sekembalinya dari Tebuireng, tahun 1919 dia diangkat menjadi guru di Madrasah Nahdlatul Wathan dan juga diminta mengajar di Madrasah Al-Chairiyah, tempat belajar sebelumnya, yang bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Arab.

Abdullah Ubaid mampu memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan Nahdlatul Wathan, ketika ia berperan di dalamnya baik sebagai guru maupun sebagai penggeraknya yang dapat membuka cabang-cabang di beberapa kota di luar Surabaya.

Mendirikan Ansor

Nama-nama seperti Abdullah Ubaid, Mahfudz Siddiq, dan Thohir Bakri tak dapat dipisahkan dari pendirian Ansor. Organisasi tersebut semula bernama Syubbanul Wathan yang didirikan pada tahun 1924. Kemudian pada tahun 1932 berubah menjadi BANO (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama), yang kemudian menjadi ANO (Ansor Nahdlatul Oelama), dan seterusnya GP( Gerakan Pemuda) Ansor, hingga sekarang.

Peran utama Ansor pada saat itu, yakni membangun dan membangkitkan semangat pemuda untuk bersama-sama dengan pemuda kekuatan bangsa lainnya, mempersatukan kekuatan pemuda untuk memperjuangkan hak-haknya yang terjajah di negerinya sendiri.

Ansor Nahdlatul Oelama (ANO), adalah nama atas saran KH. Abdul Wahab. Nama ini menurutnya diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad Saw. kepada penduduk Madinah (kaum Ansorin) yang telah berjasa dalam membela dan ikut serta dalam perjuangan dan menegakan agama kaum muhajirin (Islam). Pengorbanan lahir maupun batin, mereka tampil sebagai pejuang yang tangguh dalam membela dan membentengi perjuangan Islam.

Kaum Ansor, berarti kaum asli pribumi, yang tak boleh meninggalkan karakter dan tradisi-tradisi arifnya, tetapi juga harus mau merima yang baik dari luar, yaitu dari kaum muhajirin (Makkah). Diktum ini kemudian dikenal luas oleh Nahdliyin dengan al-muhafadzah ala qadim as-shalih wal-akhdzu bil jadid al-ashlah (menjaga tradisi yang baik, dan mengambil baru yang baik). 

Wafat dalam usia muda

Dalam kehidupan manusia, Ada orang yang hidupnya singkat, tapi penuh berkah dan manfaat. Adapula orang yang usianya panjang, tapi kurang bermanfaat. Abdullah Ubaid termasuk dalam kelompok yang pertama. Beliau meskipun diberi usia yang relatif singkat, namun mampu memanfaatkannya sebaik mungkin.

Kiai Abdullah Ubaid wafat dalam usia muda (39 tahun), beliau meninggalkan seorang istri dan tujuh putra-putrinya yang masih kecil-kecil. Anak bungsunya, Ali Ubaid, sewaktu ditinggal ayahnya, baru berusia 33 hari. Putra-putrinya yang masing-masing Nadzifah (meninggal ketika kecil), Anisah (meninggal menjelang nikah) Lutfi (meninggal ketika kecil), M. Yunus Ubaid (pensiunan perwira Angkatan Udara, tinggal di Singasari, Malang), KH Zakky Ubaid (Mustasyar NU Pasuruan), KH Shobih Ubaid (Jakarta), dan KH Ali Ubaid (Jakarta).

Sejak peristiwa terjatuh bersama motornya, usai mengikuti Muktamar NU ke-13 di Menes, Banten, Jawa Barat yang berlangsung 16 Juni 1938, kondisi kesehatan Kiai Abdullah terus menurun. 

Pada hari Kamis 20 Jumada al-Tsaniyah 1357 H bertepatan dengan 8 Agustus 1938, Kiai Abdullah Ubaid berpulang ke rahmatullah, hingga wafatnya, Abdullah Ubaid masih menjabat Voorzetter HBNO, Vice Voorzetter PBANO, A’wan Dakwah HBNO, Administrateur Majalah Berita Nahdlatul Oelama, dan masih banyak lagi jabatan lainnya. (Aji Najmudin, Sumber Saifudin Zuhri, Guruku orang-orang dari pesantren dan Saifullah Ma’shum, Karisma Ulama Kehidupan Ringkas 26 Tokoh NU)

Artikel asli: https://www.nu.or.id/post/read/42566/sepenggal-kisah-abdullah-ubaid

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rapat Koordinasi Jawa Tengah Bersholawat bersama Habib Syekh Assegaf

    Rapat Koordinasi Jawa Tengah Bersholawat bersama Habib Syekh Assegaf

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 460
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.orgRapat Koordinasi Menindaklanjuti Surat Gubernur Jawa Tengah  tentang Pelaksanaan: Jawa Tengah Bersholawat bersama Habib Syekh Assegaf dari Solo yang akan di selenggarakan pada 18 April 2016 bertempat di Alun-alun Purworejo. Dari Unsur NU yang di Undang untuk menghadiri Rapat adalah diantaranya: PC NU, PC RMI NU, PC Ansor dan Satkorcab Banser Purworejo. Rapat tersebut […]

  • Peringatan HARLAH NU di Gedung MWC NU Kecamatan Bagelen Meriah dan Penuh Khidmat

    Peringatan HARLAH NU di Gedung MWC NU Kecamatan Bagelen Meriah dan Penuh Khidmat

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2025
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Bagelen, 29 Januari 2025 – Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (HARLA NU) yang digelar di Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bagelen berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat. Acara ini dihadiri oleh seluruh Badan Otonom (BANOM) NU se-Kecamatan Bagelen, menunjukkan kekompakan dan soliditas warga Nahdliyin dalam merayakan hari bersejarah bagi organisasi Islam […]

  • Sufisme Syekh Yusuf al-Makassari

    Sufisme Syekh Yusuf al-Makassari

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 1Komentar

    Oleh Munawir Aziz Dalam catatan Lontara yang diwariskan kerajaan Gowa-Tallo, disarikan data bahwa Syekh Yusuf lahir pada 3 Juli 1628 M, tepat pada 8 Syawal 1036 H. Dengan demikian, Syekh Yusuf lahir setelah dua dekade pengisalaman kerajaan kembar Gowa-Tallo oleh ulama Minangkabau, yakni Syekh Abdul Makmur, disebut Datuk Ri Bandang. Catatan Lontara Riwayat Tuanta Salamaka […]

  • PAC Ansor Loano Gelar Loano Bersholawat dan Santunan Anak Yatim Peringati Tahun Baru Islam 1445 H

    PAC Ansor Loano Gelar Loano Bersholawat dan Santunan Anak Yatim Peringati Tahun Baru Islam 1445 H

    • calendar_month Minggu, 6 Agt 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 84
    • 0Komentar

    LOANO, ansorpurworjo.org – Sabtu (5/7/2023), Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo menyelenggarakan acara Sholawatan dan Santunan Anak Yatim di halaman Masjid Darussalam, Desa Kemejing, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Acara ini merupakan rangkaian peringatan Tahun Baru Hijriyah 1445 H. Kemeriahan acara dimulai dengan pemberian santunan kepada tujuh anak yatim yang […]

  • Kyai Akhmad Burhani : Ansor Bayan Siap Giatkan Kaderisasi Secara Maksimal

    Kyai Akhmad Burhani : Ansor Bayan Siap Giatkan Kaderisasi Secara Maksimal

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo/org – Puluhan kader muda NU mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Bayan selama tiga hari 7-9 januari 2022, yang bertempat di Ponpes Roudhotut Tholibin Desa Ketiwijayan, Bayan, Purworejo. K. Akhmad Burhani S.Sy, ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bayan menyampaikan bahwa antusias kader muda NU […]

  • Menyemarakkan Semangat Kebangsaan melalui Turnamen Futsal: Ajakan Bergabung dengan GP Ansor

    Menyemarakkan Semangat Kebangsaan melalui Turnamen Futsal: Ajakan Bergabung dengan GP Ansor

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 87
    • 0Komentar

    GP Ansor, salah satu organisasi kepemudaan Islam terbesar di Indonesia, terus berinovasi dalam upaya menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan agama melalui pendekatan inklusif. Kali ini, GP Ansor mengajak seluruh pemuda dan masyarakat umum untuk bergabung melalui turnamen futsal yang digelar dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan. Turnamen futsal, selain menjadi ajang kompetisi yang menyenangkan, juga dapat menjadi […]

expand_less