Breaking News
light_mode
Trending Tags

Yai Abdullah Ubaid, Pemuda Istimewa

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 17 Jun 2020
  • visibility 930
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KH Abdullah Ubaid termasuk sosok yang telah menunjukkan keistimewaannya sejak muda. Sosok ulama yang satu ini digolongkan sebagai salah seorang tokoh pemuda yang mendahului zamannya. Keistimewaannya terlihat ketika menjadi satu-satunya mubaligh yang mendapat kesempatan mengisi pengajian rutin di NIROM, radio milik Pemerintah Hindia Belanda.

Abdullah Ubaid lahir di Kawatan V Surabaya, pada hari Jumat 4 Jumada al-Tsaniyah 1318 H/ 1899 M. Ia adalah anak kedua dari pasangan Muhammad Ali bin Kiai Muhyiddin (Surabaya) bin Raden Onggo Yogyakarta dengan Syafi’ah binti Kiai Yasin, Pasuruan.

Kiai Muhammad Ali, ayah dari Abdullah Ubaid, dikenal sebagai ualam ternama di Surabaya. Kiai Ali wafat ketika Abdullah Ubaid masih berumur sebelas tahun. Kemudian Abdullah Ubaid diasuh oleh KH M. Yasin, Pasuruan, sahabat karib ayahnya, ayah angkat yang kelak menjadi mertuanya.

Pendidikan formal pertama didapat dari Madrasah Al-Chairiyah. Setamat dari madrasah tersebut, Ubaid kembali ke Pasuruan belajar kitab pada ayah angkatnya. Kemudian pada usia 14 tahun ia dikirim ke Tebuireng, bersama dengan putra Kiai Yasin, Muhammad, untuk meneruskan pendidikan pada Hadhratusysyaikh KH Hasyim Asy’ari. 

Di Tebuirenglah Abdullah Ubaid berteman akrab dengan Mahfudz Siddiq dari Jember, seorang pemuda yang kemudian hari dikenal sebagai penggerak NU lewat majalah dan organisasi kepemudaan.

Sekembalinya dari Tebuireng, tahun 1919 dia diangkat menjadi guru di Madrasah Nahdlatul Wathan dan juga diminta mengajar di Madrasah Al-Chairiyah, tempat belajar sebelumnya, yang bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Arab.

Abdullah Ubaid mampu memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan Nahdlatul Wathan, ketika ia berperan di dalamnya baik sebagai guru maupun sebagai penggeraknya yang dapat membuka cabang-cabang di beberapa kota di luar Surabaya.

Mendirikan Ansor

Nama-nama seperti Abdullah Ubaid, Mahfudz Siddiq, dan Thohir Bakri tak dapat dipisahkan dari pendirian Ansor. Organisasi tersebut semula bernama Syubbanul Wathan yang didirikan pada tahun 1924. Kemudian pada tahun 1932 berubah menjadi BANO (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama), yang kemudian menjadi ANO (Ansor Nahdlatul Oelama), dan seterusnya GP( Gerakan Pemuda) Ansor, hingga sekarang.

Peran utama Ansor pada saat itu, yakni membangun dan membangkitkan semangat pemuda untuk bersama-sama dengan pemuda kekuatan bangsa lainnya, mempersatukan kekuatan pemuda untuk memperjuangkan hak-haknya yang terjajah di negerinya sendiri.

Ansor Nahdlatul Oelama (ANO), adalah nama atas saran KH. Abdul Wahab. Nama ini menurutnya diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad Saw. kepada penduduk Madinah (kaum Ansorin) yang telah berjasa dalam membela dan ikut serta dalam perjuangan dan menegakan agama kaum muhajirin (Islam). Pengorbanan lahir maupun batin, mereka tampil sebagai pejuang yang tangguh dalam membela dan membentengi perjuangan Islam.

Kaum Ansor, berarti kaum asli pribumi, yang tak boleh meninggalkan karakter dan tradisi-tradisi arifnya, tetapi juga harus mau merima yang baik dari luar, yaitu dari kaum muhajirin (Makkah). Diktum ini kemudian dikenal luas oleh Nahdliyin dengan al-muhafadzah ala qadim as-shalih wal-akhdzu bil jadid al-ashlah (menjaga tradisi yang baik, dan mengambil baru yang baik). 

Wafat dalam usia muda

Dalam kehidupan manusia, Ada orang yang hidupnya singkat, tapi penuh berkah dan manfaat. Adapula orang yang usianya panjang, tapi kurang bermanfaat. Abdullah Ubaid termasuk dalam kelompok yang pertama. Beliau meskipun diberi usia yang relatif singkat, namun mampu memanfaatkannya sebaik mungkin.

Kiai Abdullah Ubaid wafat dalam usia muda (39 tahun), beliau meninggalkan seorang istri dan tujuh putra-putrinya yang masih kecil-kecil. Anak bungsunya, Ali Ubaid, sewaktu ditinggal ayahnya, baru berusia 33 hari. Putra-putrinya yang masing-masing Nadzifah (meninggal ketika kecil), Anisah (meninggal menjelang nikah) Lutfi (meninggal ketika kecil), M. Yunus Ubaid (pensiunan perwira Angkatan Udara, tinggal di Singasari, Malang), KH Zakky Ubaid (Mustasyar NU Pasuruan), KH Shobih Ubaid (Jakarta), dan KH Ali Ubaid (Jakarta).

Sejak peristiwa terjatuh bersama motornya, usai mengikuti Muktamar NU ke-13 di Menes, Banten, Jawa Barat yang berlangsung 16 Juni 1938, kondisi kesehatan Kiai Abdullah terus menurun. 

Pada hari Kamis 20 Jumada al-Tsaniyah 1357 H bertepatan dengan 8 Agustus 1938, Kiai Abdullah Ubaid berpulang ke rahmatullah, hingga wafatnya, Abdullah Ubaid masih menjabat Voorzetter HBNO, Vice Voorzetter PBANO, A’wan Dakwah HBNO, Administrateur Majalah Berita Nahdlatul Oelama, dan masih banyak lagi jabatan lainnya. (Aji Najmudin, Sumber Saifudin Zuhri, Guruku orang-orang dari pesantren dan Saifullah Ma’shum, Karisma Ulama Kehidupan Ringkas 26 Tokoh NU)

Artikel asli: https://www.nu.or.id/post/read/42566/sepenggal-kisah-abdullah-ubaid

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPNU-IPPNU kemiri gelar Makesta, Akhmad Najeh : Makesta Gerbang Awal Masuk IPNU IPPNU

    IPNU-IPPNU kemiri gelar Makesta, Akhmad Najeh : Makesta Gerbang Awal Masuk IPNU IPPNU

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworjo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo adakan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) pada Jum’at – Ahad (5-7/11) bertempat di Aula Balai Desa Waled, MI Guppi At Taqwa Waled, Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Hadir dalam kesempatan ini, Pengurus MWC NU […]

  • Media Ansor Purworejo Gelar Reportase On The Road

    Media Ansor Purworejo Gelar Reportase On The Road

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 515
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Puluhan media Ansor se-Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Reportase On The Road, Sabtu (06/11/2021). Kegiatan yang gelar oleh Pengurus Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo itu dilaksanakan untuk berlatih bersama bagu para media Ansor di Purworejo untuk paham akan sejarah dan bisa mempublikasikan kepada masyarakat melalui media Ansor yang […]

  • Diskusi Seputar Hukum Kurban bersama Rijalul Ansor Pituruh

    Diskusi Seputar Hukum Kurban bersama Rijalul Ansor Pituruh

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Pituruh, 22 Mei 2024 – Masjid Alibyadl Tunjungtejo menjadi saksi dari kegiatan rutin yang diadakan setiap Rabu malam oleh Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalun Ansor Pituruh. Pada malam Kamis, para anggota Ansor Banser Kecamatan Pituruh berkumpul untuk mendalami materi seputar hukum hewan kurban. Kegiatan yang dimulai pukul 20.30 WIB ini dipimpin oleh Ketua Majlis, sahabat […]

  • KAROMAH SYAKIHONA KHOLIL BANGKALAN

    KAROMAH SYAKIHONA KHOLIL BANGKALAN

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pada suatu hari, Kyai Kholil sedang melihat masjid yang sedang dibangun oleh menantu beliau yaitu Kyai Muntaha. Ketika melihat arah kiblat pada masjid tersebut, Kyai Kholil menegur sang menantu yang alim itu untuk membetulkan arah kiblat masjid yang sedang dibangunnya itu. Sebagai org yg alim, Kyai Muntaha mempunyai alasan dalam menentukan arah kiblat tersebut, beberapa […]

  • Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 1Komentar

    Muktamar ke-33 di Kota Santri Jombang merupakan momentum untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berpegang teguh pada Islam yang wasathiyah (moderat), Islam Nusantara, Islam yang hidup ditengah-tengah ke-Bhineka-an. Tema yang diusungkan dalam Muktamar tersebut adalah Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Tema ini menegaskan komitmen NU untuk memajukan peradaban dari Indonesia […]

  • Duet K. Drs. Pardiono , M.Pd dan H. Suranto S.Sos , M.PA pimpin Ranting NU Ganggeng Purworejo

    Duet K. Drs. Pardiono , M.Pd dan H. Suranto S.Sos , M.PA pimpin Ranting NU Ganggeng Purworejo

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Ditengah semarak perayaan untuk menyambut Satu Abad NU 16 Rajab 1344 H – 16 Rajab 1444 H , Pengurus NU Ranting Desa Ganggeng Purworejo adakan Acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Pelantikan PRNU Ganggeng. Ahad, 29/01/2024, sebanyak 41 orang Warga Desa Ganggeng mengucapkan ikrar pelantikan sebagai Pengurus Ranting NU Desa […]

expand_less