Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kiai Wahab Chasbullah, Inisiator Gerakan Pemuda

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 28 Okt 2017
  • visibility 585
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gerakan pemuda memiliki peran penting dalam pergerakan nasional di tengah Indonesia masih dalam kondisi terjajah. Jiwa, semangat, dan pemikiran mereka dibutuhkan meskipun harus ada motor penggerak bagi mereka agar energi perjuangannya tumbuh. Semangat menjaga dan mencintai tanah air harus ditanamkan di dada mereka. Langkah ini bisa dilakukan diantaranya oleh orang yang lebih tua dan telah makan garam dalam pergerakan nasional melawan penjajah.
Perlawanan terhadap penjajah konsisten dilakukan oleh kalangan pesantren, yaitu santri dan kiai. Dalam sejarah penjajahan di Indonesia, tercatat hanya lembaga pendidikan Islam klasik ini yang mampu melakukan perlawanan, baik secara lahir maupun batin, fisik maupun non-fisik. Tidak bisa diintervensi oleh politik adu domba Belanda.
Selain riyadhoh yang setiap hari dilakukan oleh para kiai sebagai bagian dari perjuangan batin, mereka juga melakukan perang kebudayaan dengan melarang para santri dan rakyat secara umum untuk meniru gaya pakaian penjajah. Puncaknya ketika Pendiri NU, Hadratussyekh Muhammad Asy’ari (1841-1947) mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 untuk mengusir pasukan sekutu usai Jepang menyerah. Dalam puncak pertempuran hebat ada 10  November, para santri dan kiai terlibat langsung peperangan fisik, baik dengan tentara Jepang maupun sekutu.
Gelora dan semangat perjuangan mereka tidak terlepas dari benih-benih pergerakan yang dilakukan oleh para kiai jauh sebelum proklamasi kemerdekaan tercapai bangsa Indonesia dengan mencancapkan ruh cinta tanah air kepada para generasi muda bangsa. 
Ialah Kiai Haji Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971), ulama asal Jombang, murid sekaligus teman seperjuangan KH Hasyim Asy’ari, motor pergerakan perjuangan pesantren dalam melawan penjajah, dan inisiator gerakan pemuda bernama Syubbanul Wathan (pemuda cinta tanah air) melalui Perguruan Nahdlatul Wathan (kebangkitan tanah air) yang didirikannya pada 1916.
Konsep cinta tanah air melalui pendidikan ini menyadarkan para generasi muda agar bersatu melawan penjajah demi kemerdekaan bangsa Indonesia. KH Wahab Chasbullah berhasil mendirikan perguruan Nahdlatul Wathan atas bantuan beberapa kiai lain dengan dirinya menjabat sebagai Pimpinan Dewan Guru (keulamaan). Sejak saat itulah Nahdlatul Wathan dijadikan markas penggemblengan para pemuda. Mereka dididik menjadi pemuda yang berilmu dan cinta tanah air.
Bahkan setiap hendak dimulai kegiatan belajar, para murid diharuskan terlebih dahulu menyanyikan lagu perjuangan dalam bahasa Arab ciptaan Mbah Wahab sendiri. Kini lagu tersebut sangat populer di kalangan pesantren dan setiap kegiatan Nahdlatul Ulama (NU), yakni Yaa Lal Wathan yang juga dikenal dengan Syubbanul Wathan. Benih-benih cinta tanah air ini akhirnya bisa menjadi energi positif bagi rakyat Indonesia secara luas sehingga perjuangan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi pergerakan sebuah bangsa yang cinta tanah airnya untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan.
Semangat nasionalisme Kiai Wahab yang berusaha terus diwujudkan melalui wadah pendidikan juga turut serta melahirkan organisasi produktif seperti Tashwirul Afkar (gerakan pencerahan) yang berdiri tahun 1919 dan Nahdlatut Tujjar (gerakan kemandirian ekonomi). Selain itu, terlibatnya Kiai Wahab di berbagai organisasi pemuda seperti Indonesische studie club, Syubbanul Wathan, dan kursus Masail Diniyyah bagi para ulama muda pembela madzhab tidak lepas dari kerangka tujuan utamanya, membangun semangat nasionalisme bangsa Indonesia yang sedang terjajah.
Dalam mengembangkan Madrasah Nahdlatul Wathan dan Tashwirul Afkar ini, Kiai Wahab berupaya menyebarkan ‘virus’ cinta tanah air (hubbul wathan) secara luas di tengah masyarakat dengan membawa misi tradisi keilmuan pesantren. Perjuangan mulia ini tentu harus digerakkan secara terus-menerus melalui setiap lembaga pendidikan yang ada saat ini sehingga cita-cita luhur pendiri bangsa untuk memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin kuat dan tak pernah surut.
NU dan Gerakan Sumpah Pemuda
Tidak bisa dipungkiri, semangat cinta tanah air dari sang inisiator gerakan pemuda sekaligus sang arsitek pegerakan nasional Kiai Wahab Chasbullah inilah yang sedikit banyak menginspirasi dan menggerakaan para pemuda sesudahnya dalam forum sumpah pemuda pada 1928, dua tahun setelah NU berdiri pada 1926 di Surabaya. Berdirinya NU sendiri merupakan puncak pergerakan Kiai Wahab yang sebelumnya mendirikan sejumlah perkumpulan sebagai embrio lahirnya Nahdlatul Ulama.
Satu tahun sebelum deklarasi Sumpah Pemuda, tepatnya pada 9 Oktober 1927, para kiai dalam forum tertinggi NU memutuskan untuk menabuh genderang perang kebudayaan. Dalam perang kebudayaan ini, para kiai NU di antaranya melakukan pelarangan budaya Belanda yang tersimbol dalam ornamen mode pakaian. 
Keputusan NU tahun 1927 tersebut bentuk perlawanan budaya para kiai terhadap penjajah. Perang kebudayaan yang digelorakan para kiai NU itu dalam implementasinya berwujud boikot dan delegitimasi atas budaya yang bersumber dari penjajah. Perang kebudayaan tersebut secara ekstrem juga berwujud legitimasi para kiai NU untuk berperang melawan penjajah. 
Keputusan NU tentang perang kebudayaan tersebut secara langsung melahirkan hukum kewajiban muslim Nusantara untuk berperang mengangkat senjata. Sebab untuk kali pertama, NU menggolongkan penjajah saat itu sebagai kaum kafir yang harus diperangi dan ditundukkan. Keputusan NU untuk perang kebudayaan itu menyebar ke tengah masyarakat. Muslim Nusantara merespon cepat dengan melakukan pergerakan melawan penjajah. Segala macam asesoris, ornamen, simbol yang berbau penjajah mendapat penolakan keras dari masyarakat desa.
Selama satu tahun NU melakukan perang kebudayaan dengan berbagai konsekuensinya. Babak selanjutnya terjadi pada tanggal 9 September 1928 saat NU menggelar Muktamar sebulan sebelum deklarasi Sumpah Pemuda. Saat Muktamar NU 1928 tersebut para kiai memutuskan untuk melanjutkan perang kebudayaan menghadapi penjajah. Para kiai pun menambah agenda baru konfrontasi dengan Belanda dengan memasukkan isu ekonomi dan politik. 
Pada isu ekonomi para kiai melakukan delegitimasi mata uang penjajah. Sedangkan isu politik digulirkan dengan mempertanyakan keabsahan kekuasaan penjajah di bidang keagamaan. Maka menjelang Sumpah Pemuda, perlawanan para kiai NU maju dua langkah. Pertama, menyisir dari kelemahan mata uang penjajah. Kedua, menyisir dari kelemahan kekuasaan penjajah di bidang keagamaan.
Satu bulan pasca Muktamar NU ke-3, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda dideklarasikan dengan digawangi oleh Sugondo Djojopuspito, RM. Djoko Marsaid, Muhammad Yamin, dan Amir Sjarifuddin. Tema besar Sumpah Pemuda cepat direspon masyarakat mengingat Sumpah Pemuda adalah bagian dari babak perjuangan anak bangsa, termasuk NU yang sejak awal sudah melakukan sejumlah perjuangan. Inilah yang dimaksud bahwa NU adalah bagian dari gerakan sistematik kebangkitan nasional. Termasuk membangun kesadaran berbangsa para pemuda. (Fathoni-NU Online)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 819
    • 1Komentar

    Saat Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang I PC GP Ansor Purworejo masa khidmah 2019 – 2023 di Gedung NU Center Purworejo , Sahabat H Aunullaah A’la Habib Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat GP Ansor yang hadir mewakili Ketua Umum PP GP Ansor Sahabat H Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutanya dihadapan Pengurus PC GP Ansor Purworejo […]

  • Selapanan Ranting NU Tegalsari Kenalkan Keistimewaan Nama Dusun Kalianggrung

    Selapanan Ranting NU Tegalsari Kenalkan Keistimewaan Nama Dusun Kalianggrung

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Pada hari Selasa Wage, tepatnya tanggal 27 Juni 2023, acara Selapanan Ranting NU Desa Tegalsari sukses digelar di Dusun Kalianggrung, yang berlokasi di Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Acara yang dimulai pukul 8.00 pagi ini dihadiri oleh Jamaah NU Desa Tegalsari dan dipandu oleh Ky. Abdul Chamid M.Pd, ketua NU Ranting Tegalsari. Dalam tema ceramahnya, Ky. […]

  • Berkas Pendampingan Lokal Desa 2015

    Berkas Pendampingan Lokal Desa 2015

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Download

  • PAC Ansor Loano Gelar Loano Bersholawat dan Santunan Anak Yatim Peringati Tahun Baru Islam 1445 H

    PAC Ansor Loano Gelar Loano Bersholawat dan Santunan Anak Yatim Peringati Tahun Baru Islam 1445 H

    • calendar_month Minggu, 6 Agt 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 43
    • 0Komentar

    LOANO, ansorpurworjo.org – Sabtu (5/7/2023), Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo menyelenggarakan acara Sholawatan dan Santunan Anak Yatim di halaman Masjid Darussalam, Desa Kemejing, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Acara ini merupakan rangkaian peringatan Tahun Baru Hijriyah 1445 H. Kemeriahan acara dimulai dengan pemberian santunan kepada tujuh anak yatim yang […]

  • MWC NU Kemiri Gelar Rapat Pleno PAW Usai Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Dilantik sebagai Pengurus PCNU Purworejo

    MWC NU Kemiri Gelar Rapat Pleno PAW Usai Rois Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Dilantik sebagai Pengurus PCNU Purworejo

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Kemiri menggelar Rapat Pleno Pergantian Antar Waktu (PAW) di Sanggar Ngelmu Elkaropi, Desa Kerep, Kecamatan Kemiri, pada Jumat (16/05/2025). Agenda ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari perubahan struktur kepengurusan akibat adanya rangkap jabatan dan salah satu pengurus untuk melaksanakan ibadah haji. Pelaksanaan PAW mengacu pada Peraturan Perkumpulan […]

  • Gambaran Keindahan Surga yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

    Gambaran Keindahan Surga yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 44
    • 0Komentar

    Kenikmatan surga digambarkan dalam banyak ayat Al-Qur’an. Seperti termaktub dalam surah Al-Insan ayat 20, وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا Artinya: Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar Dalam surah Al Baqarah ayat 25, Allah SWT mengabarkan bahwa keindahan surga diperuntukkan bagi orang-orang […]

expand_less