Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hukum Berjualan Makanan di Siang Hari ketika Ramadan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2016
  • visibility 383
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bulan Ramadan termasuk bulan yang mulia. Banyak peristiwa penting terjadi di bulan Ramadan, seperti turunnya Alquran, kemenangan umat Islam di perang Badar, dan lain sebagainya. Banyak hadis yang menyebutkan kemulian bulan Ramadan itu sendiri. Di antara keistimewaan puasa Ramadan tercatat dalam hadis di bawah ini:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah yang mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap pebuatan baik manusia itu selalu dilipat gandakan. Satu kebaikan bisa dilipat gandakan menjadi sepuluh atau bahkan tujuh ratus kebaikan yang sama. “Hanya puasa yang langsung aku balas kebaikannya bagi hamba-Ku yang berpuasa. Hal ini dilakukan karena hambaku itu sudah rela menahan nafsunya dan tidak makan hanya karena mengharapkan ridha-Ku. Oleh karena itu, ada dua kebahagian bagi hamba-Ku yang berpuasa, yaitu bahagia saat berbuka puasa dan bahagia saat bertemu dengan-Ku di akhirat nanti. Selain itu, mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi daripada aroma misik di mata Allah” (HR Muslim).
Ganjaran berpuasa itu bukan lagi dihitung dengan nominal kebaikan yang setimpal dengannya. Ganjaran orang berpuasa langsung dijamin bertemu dengan Allah di mana pertemuan hamba dengan Allah merupakan nikmat terbesar yang tidak ada bandingnya menurut para ulama saleh. Oleh karena itu, puasa Ramadan selalu terasa istimewa di setiap hati umat Muslim.
Namun ada yang aneh bagi diri umat Muslim yang menuntut orang yang tidak berpuasa untuk menghormati orang yang sedang berpuasa Ramadan. Bukan seperti itu cara kita menghormati Ramadan.

Menghormati Ramadan cukup dengan cara memperbanyak ibadah individual, seperti shalat tarawih, tadarus Alquran, dan menuntut ilmu, atau ibadah sosial, seperti berinfak. Kita tidak perlu memaksa orang lain yang tidak berpuasa untuk menghormati Anda yang berpuasa.

Itu bukan menghormati Ramadan, tapi menghormati Anda yang sedang berpuasa Ramadan. Saya kira, perlu dibedakan antara menghormati Ramadan dan menghormati orang yang berpuasa Ramadan,
Apalagi beberapa waktu lalu diberitakan media bahwa orang yang membuka rumah makan sampai dirazia oleh pemerintah tertentu. Bukankah hukum berjualan makanan dan minuman di siang bulan Ramadan itu termasuk perbedaan pendapat ulama?
Paling tidak ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membolehkan orang berdagang makanan dan minuman di siang hari bulan Ramadan.
Pertama, ulama berbeda pendapat mengenai hukum menjual makanan untuk non-Muslim. Alasannya, apakah mereka itu termasuk orang yang terbebani (ter-taklif) hukum-hukum syariat atau tidak. Tentu agak janggal ketika non-Muslim pun dituntut untuk menghormati orang Muslim yang berpuasa. Bukankah perintah kewajiban puasa hanya diberlakukan untuk orang Muslim yang beriman sebagaimana firman Allah:
“Hai orang beriman, diwajibkan bagi kalian berpuasa (Ramadan) sebagaimana umat sebelum kalian melaksanakannya. Hal ini dilakukan demi meningkatkan ketakwaan kalian” (QS al-Baqarah: 183).
Kedua, Syekh Salim bin Abdullah, penulis kitab Kasyifah as-Saja, menerangkan bahwa ada enam orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Mereka adalah musafir, orang sakit, orang tua renta, orang yang kelaparan dan kehausan yang dapat membahayakan nyawanya, ibu hamil, dan ibu menyusui. Bagaimana jika jualannya ini dikhsuskan untuk mereka?
Ketiga, penjual makanan dan minuman di siang Ramadan bisa jadi itu adalah usaha satu-satunya untuk mendapatkan seperak atau dua perak rupiah untuk menghidupi keluarganya atau mungkin dia hanya seorang pekerja yang sedang mengais rezeki dari rumah makan milik bosnya.
Oleh karena itu, salah satu kaidah fikih ini mungkin tepat untuk dipertimbangkan terkait hukum berjualan makanan dan minuman di siang Ramadan, la yunkaru al-mukhtalaf fih wa innama yunkar al-mujma’ ‘alaih, sesuatu hukum yang masih diperselisihkan ulama tidak perlu ditindak.
Nah, melihat kaidah itu, yang perlu ditindak itu hukum yang sudah jelas disepakati ulama. Semoga Ramadan ini membuat kita lebih jeli dan arif dalam melihat segala sesuatu, termasuk hukum yang masih dalam perbedaan di kalangan ulama. Wallahu a’lam bisshowab. []
Ibnu Kharis, peneliti hadis el Bukhori Institute.

Sumber: http://islami.co/hukum-berjualan-makanan-di-siang-hari-ketika-ramadan

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban hanyut ditemukan

    Korban hanyut ditemukan

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

     Alhamdulillaah, Korban hanyut an. Muhammad Syafi’i 15 tahun, santri PP Al Iman Bulus yang hanyut hari Rabu 10/2 jam – 15.30an, telah ditemukan Hari ini di Sungai sekitar dusun Banjaran-gintungan, Kamis jam 9.45. Semua berkat kerjasama dan koordinasi yg baik antar Relawan, SAR, BANSER, PMI, TNI, POLRI, Santri, dan masyarakat, semua relawan yang diKomandani BPBD […]

  • Silaturrahim Keluarga Besar NU Pituruh dalam rangka Halal Bihalal dan Tasyakuran Pembangunan Gedung Lantai II

    Silaturrahim Keluarga Besar NU Pituruh dalam rangka Halal Bihalal dan Tasyakuran Pembangunan Gedung Lantai II

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Pituruh, 26 April 2024 – Hari Jumat menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pituruh, yang telah menyelenggarakan acara Silaturrahmi dalam rangka Halal Bihalal dan Tasyakuran Pembangunan Gedung MWC NU lantai II. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 WIB ini menjadi momen kebersamaan dan syukur atas berkah yang dianugerahkan Allah […]

  • Tazkiyatul Muthaminnah Nahkoda Baru Fatayat NU Jawa Tengah

    Tazkiyatul Muthaminnah Nahkoda Baru Fatayat NU Jawa Tengah

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Semarang, ansorpurworejo Pengurus Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah mengadakan Konferensi Wilayah yang ke-13, Sabtu-Ahad (5-6/11) dengan mengusung tema “Implementasi Nilai-nilai Aswaja menuju Fatayat NU yang Bermartabat.” Agenda lima tahunan ini dihadiri oleh Ketua PWNU Jateng KH Abu Hafsin beserta perwakilan banom-banom NU Jateng diantaranya dari LP Ma’arif NU, LAZISNU, LKKNU, Muslimat NU, IPPNU dan lain-lain. […]

  • Dalam Semalam 2.781 Kader Baru Ansor Jateng Dibaiat, Purworejo diantaranya

    Dalam Semalam 2.781 Kader Baru Ansor Jateng Dibaiat, Purworejo diantaranya

    • calendar_month Selasa, 20 Mar 2018
    • account_circle admin
    • visibility 1.854
    • 0Komentar

    Kepengurusan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah, terbilang paling gencar melakukan rekrutmen anggota baru dan menggelar kaderisasi. Kegiatan berupa Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) maupun Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) untuk Banser. Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah mengatakan, saat ini di Jateng kegiatan kaderisasi semakin deras. Makin banyak […]

  • Harlah ke-92 Ansor di Purworejo, Ini Pesan Gus Ahil dan Wakil Bupati Purworejo

    Harlah ke-92 Ansor di Purworejo, Ini Pesan Gus Ahil dan Wakil Bupati Purworejo

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 114
    • 1Komentar

    PURWOREJO, – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Kabupaten Purworejo menjadi momentum penting bagi kader Gerakan Pemuda Ansor untuk memperkuat soliditas, konsolidasi, serta arah gerakan ke depan. Ketua PC GP Ansor Purworejo, Tashilul Manasik, menegaskan bahwa kegiatan yang dirangkai dengan halal bihalal dan musyawarah kerja cabang tersebut bukan sekadar seremoni […]

  • Ranting Ansor Dadirejo Adakan Panen Raya Untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi

    Ranting Ansor Dadirejo Adakan Panen Raya Untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    Ranting Ansor Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo mengadakan panen raya pada Hari Minggu (14/3) di areal persawahan Desa Dadirejo. Lahan sawah yang diolah kader Ansor Banser ini disewa dari Pemerintah Desa Dadirejo. Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bagelen, sahabat Khanifudin Muhammad Diyanto menuturkan bahwa kegiatan seperti ini termasuk kegiatan pemberdayaan kader di bidang ekonomi. […]

expand_less