Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hukum Berjualan Makanan di Siang Hari ketika Ramadan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 11 Jun 2016
  • visibility 401
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bulan Ramadan termasuk bulan yang mulia. Banyak peristiwa penting terjadi di bulan Ramadan, seperti turunnya Alquran, kemenangan umat Islam di perang Badar, dan lain sebagainya. Banyak hadis yang menyebutkan kemulian bulan Ramadan itu sendiri. Di antara keistimewaan puasa Ramadan tercatat dalam hadis di bawah ini:
Diriwayatkan dari Abu Hurairah yang mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap pebuatan baik manusia itu selalu dilipat gandakan. Satu kebaikan bisa dilipat gandakan menjadi sepuluh atau bahkan tujuh ratus kebaikan yang sama. “Hanya puasa yang langsung aku balas kebaikannya bagi hamba-Ku yang berpuasa. Hal ini dilakukan karena hambaku itu sudah rela menahan nafsunya dan tidak makan hanya karena mengharapkan ridha-Ku. Oleh karena itu, ada dua kebahagian bagi hamba-Ku yang berpuasa, yaitu bahagia saat berbuka puasa dan bahagia saat bertemu dengan-Ku di akhirat nanti. Selain itu, mulut orang yang berpuasa itu lebih wangi daripada aroma misik di mata Allah” (HR Muslim).
Ganjaran berpuasa itu bukan lagi dihitung dengan nominal kebaikan yang setimpal dengannya. Ganjaran orang berpuasa langsung dijamin bertemu dengan Allah di mana pertemuan hamba dengan Allah merupakan nikmat terbesar yang tidak ada bandingnya menurut para ulama saleh. Oleh karena itu, puasa Ramadan selalu terasa istimewa di setiap hati umat Muslim.
Namun ada yang aneh bagi diri umat Muslim yang menuntut orang yang tidak berpuasa untuk menghormati orang yang sedang berpuasa Ramadan. Bukan seperti itu cara kita menghormati Ramadan.

Menghormati Ramadan cukup dengan cara memperbanyak ibadah individual, seperti shalat tarawih, tadarus Alquran, dan menuntut ilmu, atau ibadah sosial, seperti berinfak. Kita tidak perlu memaksa orang lain yang tidak berpuasa untuk menghormati Anda yang berpuasa.

Itu bukan menghormati Ramadan, tapi menghormati Anda yang sedang berpuasa Ramadan. Saya kira, perlu dibedakan antara menghormati Ramadan dan menghormati orang yang berpuasa Ramadan,
Apalagi beberapa waktu lalu diberitakan media bahwa orang yang membuka rumah makan sampai dirazia oleh pemerintah tertentu. Bukankah hukum berjualan makanan dan minuman di siang bulan Ramadan itu termasuk perbedaan pendapat ulama?
Paling tidak ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membolehkan orang berdagang makanan dan minuman di siang hari bulan Ramadan.
Pertama, ulama berbeda pendapat mengenai hukum menjual makanan untuk non-Muslim. Alasannya, apakah mereka itu termasuk orang yang terbebani (ter-taklif) hukum-hukum syariat atau tidak. Tentu agak janggal ketika non-Muslim pun dituntut untuk menghormati orang Muslim yang berpuasa. Bukankah perintah kewajiban puasa hanya diberlakukan untuk orang Muslim yang beriman sebagaimana firman Allah:
“Hai orang beriman, diwajibkan bagi kalian berpuasa (Ramadan) sebagaimana umat sebelum kalian melaksanakannya. Hal ini dilakukan demi meningkatkan ketakwaan kalian” (QS al-Baqarah: 183).
Kedua, Syekh Salim bin Abdullah, penulis kitab Kasyifah as-Saja, menerangkan bahwa ada enam orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Mereka adalah musafir, orang sakit, orang tua renta, orang yang kelaparan dan kehausan yang dapat membahayakan nyawanya, ibu hamil, dan ibu menyusui. Bagaimana jika jualannya ini dikhsuskan untuk mereka?
Ketiga, penjual makanan dan minuman di siang Ramadan bisa jadi itu adalah usaha satu-satunya untuk mendapatkan seperak atau dua perak rupiah untuk menghidupi keluarganya atau mungkin dia hanya seorang pekerja yang sedang mengais rezeki dari rumah makan milik bosnya.
Oleh karena itu, salah satu kaidah fikih ini mungkin tepat untuk dipertimbangkan terkait hukum berjualan makanan dan minuman di siang Ramadan, la yunkaru al-mukhtalaf fih wa innama yunkar al-mujma’ ‘alaih, sesuatu hukum yang masih diperselisihkan ulama tidak perlu ditindak.
Nah, melihat kaidah itu, yang perlu ditindak itu hukum yang sudah jelas disepakati ulama. Semoga Ramadan ini membuat kita lebih jeli dan arif dalam melihat segala sesuatu, termasuk hukum yang masih dalam perbedaan di kalangan ulama. Wallahu a’lam bisshowab. []
Ibnu Kharis, peneliti hadis el Bukhori Institute.

Sumber: http://islami.co/hukum-berjualan-makanan-di-siang-hari-ketika-ramadan

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Purworejo Tolak ISIS

    GP Ansor Purworejo Tolak ISIS

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 2Komentar

    Gerakan Islam radikal Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang meresahkan masyarakat di berbagai belahan dunia menuai penolakan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sekitar seratusan anggota organisasi kepemudaan tersebut melakukan aksi long march dan orasi di depan Mapolres Purworejo, Kamis (2/4). Sepanjang perjalanan […]

  • Wujud memberikan pelayanan terhadap pemudik, Satkorcab Banser Purworejo dirikan 6 Titik Posko Mudik Lebaran 2023

    Wujud memberikan pelayanan terhadap pemudik, Satkorcab Banser Purworejo dirikan 6 Titik Posko Mudik Lebaran 2023

    • calendar_month Rabu, 19 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Purworejo sesuai dengan Intruksi Satkornas Banser dan Satkorwil Banser Jawa Tengah untuk memberikan pelayanan terhadap pemudik yaitu mendirikan Posko Mudik Lebaran 2023. Pelaksanaan Posko Mudik dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat dan para pemudik supaya dalam menuju ke kampung halaman dapat dengan aman […]

  • Ketua Ansor Purworejo Jelaskan Tiga Komitmen Ansor

    Ketua Ansor Purworejo Jelaskan Tiga Komitmen Ansor

    • calendar_month Senin, 19 Nov 2018
    • account_circle admin
    • visibility 883
    • 0Komentar

    Purworejo, NU Online Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo Jawa Tengah H Muhammad Haekal menjelaskan tiga komitmen yang mesti dipegang oleh seluruh kader Ansor. Ketiga komitmen itu adalah komitmen keagamaan,  komitmen keumatan dan komitmen kebangsaan. Hal tersebut disampaikan Haekal pada Acara Konferensi Anak Cabang (Konferancab) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Bagelen di […]

  • PAC Ansor Kemiri Gulung Ansor Banser Se-Purworejo

    PAC Ansor Kemiri Gulung Ansor Banser Se-Purworejo

    • calendar_month Sabtu, 29 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.orgDalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan Sumpah Pemuda, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo menggelar Futsal Competition Piala Kapolres Purworejo, Sabtu (29/10/2016) di lapangan futsal Waka-waka. Sebanyak 31 tim yang terbagi dalam dua segmen, Ansor dan Banser se-Kabupaten Purworejo saling bertanding memperagakan skil terbaiknya memperebutkan Piala Kapolres Purworejo dan piala bergilir Ansor. “Jadi […]

  • Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Islam pasti akan jaya, tidak akan menjadi agama hina hanya karena dijelek-jelekkan oleh siapapun. Demikian disampaikan Mubaligh dari Kedung Sari, Purworejo KH Yusuf Rosyadi saat mengisi ceramah di Senepo, Kutoarjo, Jawa Tengah. Di Purworejo, Selasa (1/11), Kiai Yusuf mengatakan, umat Islam mempunyai pendapat berbeda-beda menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) […]

  • Perkuat ASWAJA dengan Tahlil keliling

    Perkuat ASWAJA dengan Tahlil keliling

    • calendar_month Rabu, 26 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Jihad saat ini bukanlah perang secara fisik melainkan perang melawan hawa nafsu diri sendiri dan melawan kebodohan yaitu selalu belajar dan mendekatkan diri kepada sang pencipta Allah SWT “ujar Askuri selaku imam tahlil keliling yang dilakukan jamaah BURHANUL QODIRI Buntit di dusun Buntit RT. 02/09 di desa Gintungan Gebang Purworejo.(25/10) Kegiatan rutinan setiap […]

expand_less