Breaking News
light_mode
Trending Tags

Empat Pilar Kekuatan NU yang Harus Dikombinasikan, Apa Itu?

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
  • visibility 454
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, NU Online
Pola relasi organisasi Nahdlatul Ulama (NU) tidak bisa sebatas mengandalkan modernisasi struktur. Memasuki abad ke-2, NU sebagai organisasi harus mampu mengkombinasi empat pilar kekuatan yang dimilikinya, nasab, sanad, struktur, dan kultur
Empat elemen ini, merupakan penataan pola relasi yang baik organisasi NU menghadapi perkembangan zaman yang semakin dinamis dan terbuka. Sebaliknya, justru yang terjadi hari ini adalah rasa memiliki yang semakin kuat, tanpa diiringi rasa tanggungjawab. 
“Banyak pihak lebih mudah mengatasnamakan NU sebagai jalan pintas mendapat keuntungan, tanpa memikirkan dampaknya buat organisasi, termasuk warga NU,” kata Hery Haryanto Azumi, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen PBNU), Ahad (23/10/2016).
Ia menegaskan, hubungan nasab dan sanad, harus teraplikasi dalam bentuk tanggungjawab struktural dan kultural. Hal ini dilakukan agar setiap program kerja yang digagas bisa terukur. Terutama mengukur setiap risiko dari program kerja. 
“Implikasinya terhadap masa depan organisasi NU itu juga harus dipetakan,” tegas mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) ini. 
Kemudian dimana pentingnya Sanad? Ditanya demikian, Hery-demikian ia akrab disapa menambahkan, adalah menanamkan posisi pengetahuan sebagai pondasi dalam perjalanan peradaban manusia. Harapannya, ada gambaran tentang peta pengetahuan secara sektoran dan sebarannya. 
Berarti, lanjut dia, menjadi penting kekuatan sumber daya di tubuh organisasi NU. Sumber daya sosial menjadi basis legitimasi bagi keberadaan NU itu sendiri, baik itu kemarin, hari ini dan masa mendatang. “Ini perlu dukungan kemampuan sumber daya manusia pada struktur organisasi NU, sebagai pelaksana mandat sosial,” ujarnya lagi. 
Modernisasi struktur yang terjadi hari ini, tidak mengikutsertakan nasab dan sanad. Kondisi ini berbahaya dan justru bisa memicu konflik kekuatan struktural dengan kultural, Hery menambahkan. 
Seharusnya, struktur NU mampu mengakomodir kepentingan atau kebutuhan warga NU, dengan melakukan social service sebagai upaya membangun komunikasi timbal balik – simbiosis mutualisme antara jam’iyyah dengan jamaah.
“Semua tidak akan berjalan baik, apabila nalar kekuasaan dan mencari keuntungan lebih dominan. Sense of belonging harus seiring dengan sense of responsibility,” tegasnya. 
Untuk itu ke depan, lanjut dia, organisasi NU harus mengintegrasikan empat kekuatan tadi, nasab, sanad, struktur dan kultur, yang fungsinya saling menguatkan. “Cara yang bisa menyatukan kekuatan itu melalui permusyawaratan ulama. Permusyawaratan ulama ini menjadi pengikat,” tandasnya. (Aras/Fathoni)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC Ansor Kutoarjo Adakan Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor di Masjid Al-Muttaqien Desa Tepus Kulon

    PAC Ansor Kutoarjo Adakan Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor di Masjid Al-Muttaqien Desa Tepus Kulon

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Kutoarjo
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kutoarjo, 24 Juni 2023 – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Kutoarjo mengadakan acara selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor yang digelar dengan meriah di Masjid Al-Muttaqien Desa Tepus Kulon pada hari ini. Acara yang dihadiri oleh para anggota Ansor, warga sekitar, masyarakat umum, dan beberapa grup kencreng ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan […]

  • Tahlil Perkuat Ukuwah Warga Buntit

    Tahlil Perkuat Ukuwah Warga Buntit

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Di era kemajuan yang berkembang semakin pesat, seringkali membuat manusia lupa dengan kodratnya sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan orang lain. Lalu apa solusinya? Salah satunya ialah tahlil.  “Tanpa silaturahmi atau interaksi sosial, sifat individualisme semakin merasuk dalam diri seseorang sehingga rasa kebersamaan, kepedulian dan toleransi semakin memprihatinkan. Tidak hanya masyarakat kota, melainkan […]

  • MWC NU Kecamatan Bagelen Gelar Musyawarah Kerja Bersama Seluruh Ranting di Joglo Clapar

    MWC NU Kecamatan Bagelen Gelar Musyawarah Kerja Bersama Seluruh Ranting di Joglo Clapar

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Bagelen, 29 Mei 2025 — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bagelen menggelar kegiatan Musyawarah Kerja (Musker) yang melibatkan seluruh Ranting NU se-Kecamatan Bagelen. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Mei 2025, bertempat di Joglo Clapar, Bagelen, dan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB. Musker ini dihadiri oleh seluruh Pengurus MWC NU […]

  • Rakernas LBH Ansor: Tegakkan Yang Adil Untuk Semua

    Rakernas LBH Ansor: Tegakkan Yang Adil Untuk Semua

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 1Komentar

    Rakernas PP LBH Ansor yang diselenggarakan mulai hari ini, Jum’at (26/2) di Quest Hotel, Semarang, mengangkat tema “Tegakkan Yang Adil Untuk Semua”. Menurut ketua PP LBH Ansor Abdul Qodir, S.H., M.A, tema ini merupakan semangat LBH Ansor agar bisa bermanfaat seluas-luasnya dan bisa memberikan pendampingan hukum secara gratis ke semua orang. “Tema rakernas kali ini, […]

  • Ansor Purworejo Dorong Kader Antisipasi Informasi Negatif

    Ansor Purworejo Dorong Kader Antisipasi Informasi Negatif

    • calendar_month Minggu, 23 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org PC GP Ansor bekerjasama dengan Lakspesdam NU Kabupaten Purworejo mengadakan pelatihan jurnalistik di Ponpes Al Faham Baledono. Acara diikuti oleh 30 peserta, terdiri dari 24 kader GP Ansor, 3 kader PMII, 3 kader IPNU tersebut bertujuan untuk melawan radikalisme dengan cerdas. “Dewasa ini berita atau informasi berserakan melalui media sosial, massa dan elektronik. […]

  • Kajian dan Diskusi Hukum Penyembelihan Bersama MDS Rijalul Ansor Pituruh

    Kajian dan Diskusi Hukum Penyembelihan Bersama MDS Rijalul Ansor Pituruh

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Pituruh, Pada malam kamis, tanggal, 08 Mei 2024, pukul 20.30 Wib. MDS Rijalul Ansor PAC GP Pituruh menggelar kegiatan pengajian rutin di Musholla Assolihin Desa Prapagkidul Pituruh. Acara ini dihadiri oleh puluhan anggota dan masyarakat setempat. Materi kajian kali ini membahas tentang penyembelihan dan buruan, yang disampaikan oleh Sahabat Muhammad Hanif Rohman, selaku Ketua Rijalul […]

expand_less