Breaking News
light_mode
Trending Tags

Amaliah Sejak Lahir Hingga Meninggalnya Muslim di Tanah Air

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2015
  • visibility 393
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bermula dari hajatan dan kemudian berakhir dengan hajatan. Begitulah perjalanan seorang Muslim di Tanah Air. Bahkan, sebelum dia lahir pun sudah ada hajatan, yaitu apa yang disebut dengan Mapati (ketika usia kandungan empat bulan) atau Mitoni (ketika usia kandungan tujuh bulan). Begitu juga ketika meninggal, penuh dengan hajatan seperti prosesi kematian dan penguburan. Setelah bersangkutan meninggal jauh hari, masih ada hajatan, yaitu apa yang disebut haul (ulang tahun kematian). Haul para ulama bisa berlangsung sepanjang masa, tergantung kepada perhatian para pengikutnya.

Itulah inti dari pada buku “Panduan Prosesi dan Tata Cara Mengelola Lahir, Khitan, Menikah, Meninggal” yang dikarang oleh KH Munawir Abdul Fattah, seorang kiai di Pesantren Krapyak Yogyakarta. Sesuai dengan judul bukunya, buku yang diterbitkan oleh Layar Creativa Mediatama, Yogyakarta ini mengupas tentang “manajemen” hajatan ketika kelahiran, khitan, menikah, dan meninggal. Dalam buku setebal (xvi +) 176 halaman  ini pengarang menguraikan tidak hanya sekadar upacara (hajatan), tetapi juga dalil-dalil yang menjadi dasar acara tersebut, kemudian disusul dengan doa-doa, serta cara mempersiapkannya, seperti pembentukan panitia beserta dengan diskripsi kerjanya. Bahkan, memberikan ancar-ancar waktu yang diperlukan dalam perhelatan itu, sehingga efetif dan efesien.

Di sini sebagai contoh, tentang hajatan kelahiran, dalam buku ini mengupas tentang Aqiqah. Dimulai dengan menyembelih kambing. Diuraikan tentang dasar pemilihan kambing yang disembelih serta ketentuan yang berbeda untuk lelaki dan perempuan. Kemudian penentuan hari, doa, serta pilihan cara membagi daging kambing. Afdhalnya di antar kepada tetangga, tetapi bisa juga dipakai cara diundang dan selanjutnya dimakan bersama. Atau kalau tidak ingin repot diserahkan kepada jasa penyedia aqiqah.  Pembahasan selanjutnya tentang prosesi kelahiran, dan sebelumnya diingatkan tradisi Nusantara tentang mapati dan mitoni, serta bacaan doa bagi ibu hamil. Bab ini diakhiri dengan cara pembentukan panitia dan pembagian tugasnya serta urutan acaranya. Di sini diselipkan juga tradisi Muslim di Tanah Air, yaitu upacara berokohan dan walimatut-tasmiyah (pemberian nama). Dalam walimatut-tasmiyah sering kali dibacakan qasidah maulid, seperti ad-Diba’i, Barzanji, Burdah atau sekarang yang sedang “ngetren” Maulid Simthud Durar atau Dhiya’ulami.

Menariknya, dalam buku yang pertama kali dicetak pada bulan Agustus 2015 ini, pengarang menyertakan doa-doa dalam setiap prosesi. Doa itu ditulis dalam huruf Arab dan didampingi tranliterasinya dalam huruf latin, sehingga pembaca awam bisa membacanya dengan lancar. Di samping itu ada beberapa keterangan dalam tradisi Muslim di Tanah Air, sehingga buku ini cocok tidak hanya dibaca oleh pembaca muslim, tetapi juga untuk para peneliti antropologi atau sosiologi tentang adat masyarakat Nusantara yang biasanya tidak dipahami oleh para pelaku budaya itu sendiri secara literasi. Seperti mengapa diadakan hajatan Mapati (ketika ibu hamil empat bulan), karena hal itu untuk menyambut datangnya roh ke dalam jasad si cabang bayi yang dipercayai kaum Muslimin ketika berumur 4 bulan kandungan.

Pengarang terlihat sangatlah piawai menguraikan semua masalah dan ini menunjukkan memang yang bersangkutan memang akrab mengerjakan hajatan semacam ini dalam kehidupan sehari-harinya. Dan inilah bukti bahwa seorang kiai memang sangatlah menyatu dengan umatnya, sehingga tahu betul apa keperluan yang harus segera dihadirkan segera dalam masa perkembangan ini. Jadi dapat disimpulkan membaca buku ini sungguh sangat berguna kaum muslimin. Apalagi bagi calon modin, calon mubaligh, serta para santri dan santriwati dalam persiapan terjun ke masyarakat. Bahkan buku ini patut dipelajari bagi kalangan ilmiawan yang ingin meneliti adat istiadat keluarga Muslim di Tanah Air.

Data buku
Judul : Panduan Prosesi dan Tata Cara Mengelola Lahir, Khitan, Menikah, Meninggal
Pengarang : KH Munawir Abdul Fattah
Editor  : Muhsin Basyaiban
Penerbit : Layar Creativa Mediatama, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Agustus 2015
Tebal : xvi + 176 halaman
Peresensi oleh: Saiful Bahri, Bloger dan Writer

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Medsos Harus Menjadi Perekat Keutuhan Bangsa

    Medsos Harus Menjadi Perekat Keutuhan Bangsa

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebagai sebuah negara bangsa, hari ini kita menghadapi tiga problem kebangsaan, demikian disampaikan Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat diskusi Mengaji dan Mengkaji Islam, Medsos, dan Generasi Milenial di Gedung GP Ansor, Jakarta Pusat, Senin (25/9). Diskusi tersebut menghadirkan pembicara Rais Syuriyah PCINU Australia Nadirsyah Hosen, pengurus PP GP Ansor […]

  • Lantik Ratusan Pengurus Lembaga dan Badan Khusus, PCNU Purworejo Tegaskan Berkhidmat di NU adalah Jihad

    Lantik Ratusan Pengurus Lembaga dan Badan Khusus, PCNU Purworejo Tegaskan Berkhidmat di NU adalah Jihad

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 33
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo secara resmi melantik jajaran pengurus lembaga dan badan khusus untuk masa khidmat 2025–2030. Acara yang dirangkai dengan Rapat Kerja (Raker) ini diselenggarakan di GOR WR Supratman, Purworejo, pada hari Ahad, (29/6/2025). Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Sekretaris PCNU Purworejo, Kurdaini, S.Pd. […]

  • Dr. Wahyu Triasmara Sampaikan Pesan Inspiratif di Acara Manisjangan Bersholawat: “Produk Desa yang Mendunia”

    Dr. Wahyu Triasmara Sampaikan Pesan Inspiratif di Acara Manisjangan Bersholawat: “Produk Desa yang Mendunia”

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Purworejo, ANSORPURWOREJO.ORG,-Acara Manisjangan Bersholawat yang digelar pada Sabtu, 15/11/ 2025, di Halaman Mushola Baitul Makmur, lokasi yang merupakan kediaman masa kecil Dr. Wahyu Triasmara. Acara ini dalam rangka satu dekade DRW Skincare dan 8 Tahun Muda Mudi Manisjangan Sidomulyo menjadi momen penuh inspirasi. Dalam sambutannya, pendiri DRW Skincare, Dr. Wahyu Triasmara, membagikan kisah perjalanan panjang […]

  • MWC NU Loano Adakan Mujahadah dan Tahlil untuk Kelancaran Pembangunan Gedung dan Pembebasan Lahan

    MWC NU Loano Adakan Mujahadah dan Tahlil untuk Kelancaran Pembangunan Gedung dan Pembebasan Lahan

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Loano
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Loano, 26 Juni 2023 – Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Loano mengadakan acara Mujahadah dan Tahlil Kubro pada tanggal 26 Juni 2023 di Masjid Baitul Ma’mur Sedayu. Acara ini merupakan rutinitas MWC NU yang diadakan setiap malam Selasa dua kali dalam sebulan dan melibatkan keliling se kecamatan Loano. Tujuan dari kegiatan ini […]

  • Si-GAP | Sistem Informasi Anggota Gerakan Pemuda Ansor

    Si-GAP | Sistem Informasi Anggota Gerakan Pemuda Ansor

    • calendar_month Minggu, 12 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 750
    • 0Komentar

    Si-GAP | Sistem Informasi Anggota Gerakan Pemuda Ansor merupakan aplikasi yang menyajikan informasi tentang Data Anggota dilingkungan internal Gerakan Pemuda Ansor.Aplikasi disajikan dalam bentuk Web Based yang interaktif yang berisi sistem data dan informasi Anggota, sehingga mempermudah input dan anlisa data untuk kepentingan Gerakan Pemuda Ansor disemua tingkatan.Selain itu aplikasi ini digunakan sebagi tool pencetakan […]

  • Selapanan NU Ranting Kaliwungu: Jelaskan Barokahnya Berkhidmah dan Membaca Sholawat

    Selapanan NU Ranting Kaliwungu: Jelaskan Barokahnya Berkhidmah dan Membaca Sholawat

    • calendar_month Minggu, 9 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 61
    • 0Komentar

    Purworejo, 9 Juli 2023 – Pengajian rutin selapanan Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kaliwungu kembali digelar dengan semarak di Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo. Acara yang dihadiri oleh kepengurusan NU Ranting Kaliwungu dan berbagai banom (badan otonom) NU seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU, dan IPPNU ini menjadi momen yang penuh berkah bagi seluruh peserta. Penceramah […]

expand_less