Breaking News
light_mode
Trending Tags

Medsos Harus Menjadi Perekat Keutuhan Bangsa

  • account_circle admin
  • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
  • visibility 411
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Sebagai sebuah negara bangsa, hari ini kita menghadapi tiga problem kebangsaan, demikian disampaikan Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat diskusi Mengaji dan Mengkaji Islam, Medsos, dan Generasi Milenial di Gedung GP Ansor, Jakarta Pusat, Senin (25/9).

Diskusi tersebut menghadirkan pembicara Rais Syuriyah PCINU Australia Nadirsyah Hosen, pengurus PP GP Ansor Nuruzzaman, dan Haidar Bagir. Sementara moderatornya Tsamara Amany.
Pria yang akrab dipanggil Gus Yaqut itu menjelaskan, “problem pertama adalah kelompok yang mempertanyakan kembali konsensus dasar negara, padahal para founding father kita telah menetapkan konsensus dasar tersebut sebagai landasan NKRI,” urainya.

Gus Yaqut melanjutkan, kelompok tersebut juga merasa paling Islam, dan menganggap masyarakat Indonesia harus menjadi warga yang seragam seperti pemikiran mereka.
Kelompok kedua, sambung Gus Yaqut, adalah menganggap kelompok lain yang tidak seperti mereka, bukan sebagai Islam. “Saya pun mereka anggap tidak Muslim, karena mereka anggap saya berbeda,” kata Gus Yaqut.

Kehadiran kedua kelompok tersebut, diperparah oleh adanya kelompok ketiga, yaitu yang memilih diam saja padahal menyadari adanya kedua kelompok lainnya.
Ia mengimbau masyarakat agar berani menyuarakan penolakan terhadap ketiga kelompok itu. “Harus berani bersuara untuk selamatkan Indonesia. Teknologi dan perkembangan media social harus bermanfaat bagi keutuhan bangsa dan negara,” tegasnya.

Sementara itu, dalam pengantarnya Rais Syuriyah PCINU Australia dan Selandia Baru Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) menyatakan, pesatnya perkembangan teknologi informasi tidak mengubah pola pikir orang fundamentalis menjadi modern. “Era teknologi ini, tidak mengubah orang fundamentalis jadi modern. Orang-orang yang memiliki smartphone tidak lantas menjadi smart, jadi pintar,” kata Gus Nadir disambut riuh tawa hadirin.

Gus Nadir menjelaskan bahwa hal tersebut dibuktikan dengan menyeruaknya hoax dan hate speech. Banyak orang tidak pintar dan tidak memerhatikan etika bermedsos. “Ketika seorang pemuda menghina Gus Mus atau ketika Profesor M Quraish Shihab disuruh membaca syahadat oleh seorang netizen, mereka-mereka itu tidak menggunakan etika dalam bermedia. Mereka tidak paham siapa yang mereka hina,” tutur Gus Nadir.

Generasi milenial memang lebih banyak berkomunikasi lewat layar ketimbang tatap muka langsung. “Mungkin mereka pikir, yang dihadapi bukan siapa-siapa melainkan hanyalah sebuah layar,” kata dosen hukum di Monash Law School Australia itu. (ansornews.com)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokumentasi Suara merdeka edisi 2/11 PC GP Ansor Purworejo

    Dokumentasi Suara merdeka edisi 2/11 PC GP Ansor Purworejo

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar
  • Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

    Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 698
    • 0Komentar

    Assalamualaikum wr wb. Perkenalkan, nama saya Bramantyo dan Alhamdulillah saya termasuk warga NU. Walaupun ‘NU Abangan’, wong Iqra saja belum khatam. Tapi saya sangat bangga jadi warga NU, walaupun saya tidak tahu, apakah NU bangga punya warga seperti saya. Dan sebagai bukti kebanggaan saya menjadi warga NU, saya tidak terpancing untuk ikut-ikutan ganti nama menjadi […]

  • Gus Dur Sang Penakluk

    Gus Dur Sang Penakluk

    • calendar_month Jumat, 10 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Kalimat pendek tersebut menjadi judul dekorasi dan teatrikal yang dipilih oleh PRNU Wonotulus Purworejo ketika mengikuti Lomba Dekorasi dan Seni Pertunjukan antar PRNU se Kec Purworejo yang diselenggarakan oleh MWCNU Purworejo dalam rangka menyambut Satu Abad NU. Bertempat di Gedung Olah Raga Balai Desa Wonotulus , Kamis 10/2/2023 , para pengurus NU dan GP Ansor […]

  • Download Buku Aswaja An Nahdliyah (pdf) LTN NU Jawa Timur

    Download Buku Aswaja An Nahdliyah (pdf) LTN NU Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 904
    • 0Komentar

    Buku saku dan buku putih ini sangat penting dibaca kader Ansor dan NU untuk lebih memperdalam wawasan Aswaja An Nahdliyah

  • Peduli Korban Bencana, Lazisnu Purworejo Bantu Perbaikan Rumah dan Pembentukan BMT

    Peduli Korban Bencana, Lazisnu Purworejo Bantu Perbaikan Rumah dan Pembentukan BMT

    • calendar_month Sabtu, 23 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 437
    • 0Komentar

    NU OnlineSebagai wujud kepedulian NU Care-Lazisnu, lembaga zakat NU menurunkan bantuan dana senilai Rp.50 juta bagi korban tanah longsor di Kabupaten Purworejo. Penyerahan bantuan lembaga zakat dan infak NU Purworejo ini secara simbolis berbarengan dengan halal bihalal yang digelar PCNU Purworejo Jalan KH Wahid Hasyim 17 Purworejo, Sabtu (23/7) siang. Direktur Fundraising Lazisnu Pusat Nur […]

  • Resmi Dilantik, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Winong Masa Khidmat 2026–2028 Siap Berkhidmat dan Bersinergi

    Resmi Dilantik, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Winong Masa Khidmat 2026–2028 Siap Berkhidmat dan Bersinergi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 318
    • 0Komentar

    KEMIRI – Momentum Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama dimanfaatkan sebagai ajang penguatan organisasi kepemudaan. Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Winong, Kecamatan Kemiri, resmi dilantik untuk Masa Khidmat 2026–2028 dalam sebuah acara yang digelar di Halaman Masjid Al-Ma’arif Desa Winong, Selasa (3/2/2026) malam. Pelantikan tersebut menjadi wujud kesiapan para pengurus PR GP […]

expand_less