Breaking News
light_mode
Trending Tags

Amaliah Sejak Lahir Hingga Meninggalnya Muslim di Tanah Air

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2015
  • visibility 461
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bermula dari hajatan dan kemudian berakhir dengan hajatan. Begitulah perjalanan seorang Muslim di Tanah Air. Bahkan, sebelum dia lahir pun sudah ada hajatan, yaitu apa yang disebut dengan Mapati (ketika usia kandungan empat bulan) atau Mitoni (ketika usia kandungan tujuh bulan). Begitu juga ketika meninggal, penuh dengan hajatan seperti prosesi kematian dan penguburan. Setelah bersangkutan meninggal jauh hari, masih ada hajatan, yaitu apa yang disebut haul (ulang tahun kematian). Haul para ulama bisa berlangsung sepanjang masa, tergantung kepada perhatian para pengikutnya.

Itulah inti dari pada buku “Panduan Prosesi dan Tata Cara Mengelola Lahir, Khitan, Menikah, Meninggal” yang dikarang oleh KH Munawir Abdul Fattah, seorang kiai di Pesantren Krapyak Yogyakarta. Sesuai dengan judul bukunya, buku yang diterbitkan oleh Layar Creativa Mediatama, Yogyakarta ini mengupas tentang “manajemen” hajatan ketika kelahiran, khitan, menikah, dan meninggal. Dalam buku setebal (xvi +) 176 halaman  ini pengarang menguraikan tidak hanya sekadar upacara (hajatan), tetapi juga dalil-dalil yang menjadi dasar acara tersebut, kemudian disusul dengan doa-doa, serta cara mempersiapkannya, seperti pembentukan panitia beserta dengan diskripsi kerjanya. Bahkan, memberikan ancar-ancar waktu yang diperlukan dalam perhelatan itu, sehingga efetif dan efesien.

Di sini sebagai contoh, tentang hajatan kelahiran, dalam buku ini mengupas tentang Aqiqah. Dimulai dengan menyembelih kambing. Diuraikan tentang dasar pemilihan kambing yang disembelih serta ketentuan yang berbeda untuk lelaki dan perempuan. Kemudian penentuan hari, doa, serta pilihan cara membagi daging kambing. Afdhalnya di antar kepada tetangga, tetapi bisa juga dipakai cara diundang dan selanjutnya dimakan bersama. Atau kalau tidak ingin repot diserahkan kepada jasa penyedia aqiqah.  Pembahasan selanjutnya tentang prosesi kelahiran, dan sebelumnya diingatkan tradisi Nusantara tentang mapati dan mitoni, serta bacaan doa bagi ibu hamil. Bab ini diakhiri dengan cara pembentukan panitia dan pembagian tugasnya serta urutan acaranya. Di sini diselipkan juga tradisi Muslim di Tanah Air, yaitu upacara berokohan dan walimatut-tasmiyah (pemberian nama). Dalam walimatut-tasmiyah sering kali dibacakan qasidah maulid, seperti ad-Diba’i, Barzanji, Burdah atau sekarang yang sedang “ngetren” Maulid Simthud Durar atau Dhiya’ulami.

Menariknya, dalam buku yang pertama kali dicetak pada bulan Agustus 2015 ini, pengarang menyertakan doa-doa dalam setiap prosesi. Doa itu ditulis dalam huruf Arab dan didampingi tranliterasinya dalam huruf latin, sehingga pembaca awam bisa membacanya dengan lancar. Di samping itu ada beberapa keterangan dalam tradisi Muslim di Tanah Air, sehingga buku ini cocok tidak hanya dibaca oleh pembaca muslim, tetapi juga untuk para peneliti antropologi atau sosiologi tentang adat masyarakat Nusantara yang biasanya tidak dipahami oleh para pelaku budaya itu sendiri secara literasi. Seperti mengapa diadakan hajatan Mapati (ketika ibu hamil empat bulan), karena hal itu untuk menyambut datangnya roh ke dalam jasad si cabang bayi yang dipercayai kaum Muslimin ketika berumur 4 bulan kandungan.

Pengarang terlihat sangatlah piawai menguraikan semua masalah dan ini menunjukkan memang yang bersangkutan memang akrab mengerjakan hajatan semacam ini dalam kehidupan sehari-harinya. Dan inilah bukti bahwa seorang kiai memang sangatlah menyatu dengan umatnya, sehingga tahu betul apa keperluan yang harus segera dihadirkan segera dalam masa perkembangan ini. Jadi dapat disimpulkan membaca buku ini sungguh sangat berguna kaum muslimin. Apalagi bagi calon modin, calon mubaligh, serta para santri dan santriwati dalam persiapan terjun ke masyarakat. Bahkan buku ini patut dipelajari bagi kalangan ilmiawan yang ingin meneliti adat istiadat keluarga Muslim di Tanah Air.

Data buku
Judul : Panduan Prosesi dan Tata Cara Mengelola Lahir, Khitan, Menikah, Meninggal
Pengarang : KH Munawir Abdul Fattah
Editor  : Muhsin Basyaiban
Penerbit : Layar Creativa Mediatama, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Agustus 2015
Tebal : xvi + 176 halaman
Peresensi oleh: Saiful Bahri, Bloger dan Writer

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWC NU Kecamatan Bagelen Hadiri TURBA PCNU Purworejo Zona 4 di Purwodadi

    MWC NU Kecamatan Bagelen Hadiri TURBA PCNU Purworejo Zona 4 di Purwodadi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Purwodadi — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bagelen menghadiri kegiatan Turba (Turun ke Bawah) yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Purworejo, pada Senin, 28 Juli 2025 di Kecamatan Purwodadi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian TURBA Zona 4 yang meliputi Kecamatan Banyuurip, Ngombol, Purwodadi, dan Bagelen. Dalam acara tersebut, […]

  • Riyadloh Badaniyah Melalui Banser

    Riyadloh Badaniyah Melalui Banser

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 660
    • 0Komentar

    Sore tadi diajak diskusi bersama Ansor Kota dan diminta untuk me-refleksikan sedikit sejarah Ansor. Mengutip terminologinya Gus Gendoel Phothol , tak ubahnya pijat refleksi, halaqoh ini juga bentuk ikhtiar memijat kepala, hati dan semua anggota tubuh, yang mungkin capek, lelah dan sudah kaku semua, agar kembali fresh dan prima untuk kembali bergerak dalam perjuangan. Menemani […]

  • Pentingnya Sekolah Sejarah Pada Jenjang Pengkaderan Kita

    Pentingnya Sekolah Sejarah Pada Jenjang Pengkaderan Kita

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Alfin Zidni
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    Banyaknya pembelokan sejarah yang merugikan umat Islam khususnya Nahdlatul Ulama yang terjadi saat ini perlu disikapi secara serius. Banyak kalangan pemuda, bahkan kader Nahdlatul Ulama sendiri yang tidak mengerti betapa vitalnya posisi Nahdlatul Ulama dalam pendirian bangsa Indonesia, misalnya. Hal ini menyebabkan organisasi kita rentan fitnah dan parahnya para kader-kadernya tak mampu membela karena kekurangan […]

  • SOLUSI PROBLEMATIKAN AKTUAL HUKUM ISLAM

    SOLUSI PROBLEMATIKAN AKTUAL HUKUM ISLAM

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Pengarang : Nahdlatul Ulama Penerbit : Khalista Harga         : Rp 150.000,- Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes NAHDLATUL ULAMA (1926 – 2010 M) Bahtsul Masail al-Diniyah adalah salah satu forum diskusi keagamaan dalam organisasi NU untuk merepon dan memberikan solusi atas problematika aktual yang muncul dalam kehidupan masyarakat yang tidak saja meliputi persoalan hukum halal-haram melainkan […]

  • Kesigapan Banser Dusun Droko dalam Bencana Alam Purworejo

    Kesigapan Banser Dusun Droko dalam Bencana Alam Purworejo

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 582
    • 1Komentar

    Di antara beberapa titik lokasi bencana akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Purworejo Sabtu lalu (18/06), Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano merupakan yang terparah. Tanah longsor telah mengakibatkan empat rumah terkubur dan belasan korban tewas. Tepat di sebelah barat Dusun Caok terletak sebuah dusun bernama Droko yang merupakan bagian dari Desa Wonotulus, Kecamatan Purworejo. […]

  • Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Brondong Gelar Bakti Sosial Pembangunan Masjid “Darul Muttaqin”

    Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Brondong Gelar Bakti Sosial Pembangunan Masjid “Darul Muttaqin”

    • calendar_month Sabtu, 22 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 168
    • 2Komentar

    Brondong, 21 Juli 2023 – Pada hari Jum’at tanggal 21 Juli 2023, Gerakan Pemuda Ansor Desa Brondong menggelar sebuah acara Bakti Sosial yang bertujuan untuk pembangunan Masjid “Darul Muttaqin” yang terletak di Dukuh Pecira, Dusun Sudatan, Desa Brondong, Kecamatan Bruno. Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh beberapa Pengurus Harian GP. Ansor Desa Brondong, termasuk […]

expand_less