Breaking News
light_mode
Trending Tags

Amaliah Sejak Lahir Hingga Meninggalnya Muslim di Tanah Air

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2015
  • visibility 417
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bermula dari hajatan dan kemudian berakhir dengan hajatan. Begitulah perjalanan seorang Muslim di Tanah Air. Bahkan, sebelum dia lahir pun sudah ada hajatan, yaitu apa yang disebut dengan Mapati (ketika usia kandungan empat bulan) atau Mitoni (ketika usia kandungan tujuh bulan). Begitu juga ketika meninggal, penuh dengan hajatan seperti prosesi kematian dan penguburan. Setelah bersangkutan meninggal jauh hari, masih ada hajatan, yaitu apa yang disebut haul (ulang tahun kematian). Haul para ulama bisa berlangsung sepanjang masa, tergantung kepada perhatian para pengikutnya.

Itulah inti dari pada buku “Panduan Prosesi dan Tata Cara Mengelola Lahir, Khitan, Menikah, Meninggal” yang dikarang oleh KH Munawir Abdul Fattah, seorang kiai di Pesantren Krapyak Yogyakarta. Sesuai dengan judul bukunya, buku yang diterbitkan oleh Layar Creativa Mediatama, Yogyakarta ini mengupas tentang “manajemen” hajatan ketika kelahiran, khitan, menikah, dan meninggal. Dalam buku setebal (xvi +) 176 halaman  ini pengarang menguraikan tidak hanya sekadar upacara (hajatan), tetapi juga dalil-dalil yang menjadi dasar acara tersebut, kemudian disusul dengan doa-doa, serta cara mempersiapkannya, seperti pembentukan panitia beserta dengan diskripsi kerjanya. Bahkan, memberikan ancar-ancar waktu yang diperlukan dalam perhelatan itu, sehingga efetif dan efesien.

Di sini sebagai contoh, tentang hajatan kelahiran, dalam buku ini mengupas tentang Aqiqah. Dimulai dengan menyembelih kambing. Diuraikan tentang dasar pemilihan kambing yang disembelih serta ketentuan yang berbeda untuk lelaki dan perempuan. Kemudian penentuan hari, doa, serta pilihan cara membagi daging kambing. Afdhalnya di antar kepada tetangga, tetapi bisa juga dipakai cara diundang dan selanjutnya dimakan bersama. Atau kalau tidak ingin repot diserahkan kepada jasa penyedia aqiqah.  Pembahasan selanjutnya tentang prosesi kelahiran, dan sebelumnya diingatkan tradisi Nusantara tentang mapati dan mitoni, serta bacaan doa bagi ibu hamil. Bab ini diakhiri dengan cara pembentukan panitia dan pembagian tugasnya serta urutan acaranya. Di sini diselipkan juga tradisi Muslim di Tanah Air, yaitu upacara berokohan dan walimatut-tasmiyah (pemberian nama). Dalam walimatut-tasmiyah sering kali dibacakan qasidah maulid, seperti ad-Diba’i, Barzanji, Burdah atau sekarang yang sedang “ngetren” Maulid Simthud Durar atau Dhiya’ulami.

Menariknya, dalam buku yang pertama kali dicetak pada bulan Agustus 2015 ini, pengarang menyertakan doa-doa dalam setiap prosesi. Doa itu ditulis dalam huruf Arab dan didampingi tranliterasinya dalam huruf latin, sehingga pembaca awam bisa membacanya dengan lancar. Di samping itu ada beberapa keterangan dalam tradisi Muslim di Tanah Air, sehingga buku ini cocok tidak hanya dibaca oleh pembaca muslim, tetapi juga untuk para peneliti antropologi atau sosiologi tentang adat masyarakat Nusantara yang biasanya tidak dipahami oleh para pelaku budaya itu sendiri secara literasi. Seperti mengapa diadakan hajatan Mapati (ketika ibu hamil empat bulan), karena hal itu untuk menyambut datangnya roh ke dalam jasad si cabang bayi yang dipercayai kaum Muslimin ketika berumur 4 bulan kandungan.

Pengarang terlihat sangatlah piawai menguraikan semua masalah dan ini menunjukkan memang yang bersangkutan memang akrab mengerjakan hajatan semacam ini dalam kehidupan sehari-harinya. Dan inilah bukti bahwa seorang kiai memang sangatlah menyatu dengan umatnya, sehingga tahu betul apa keperluan yang harus segera dihadirkan segera dalam masa perkembangan ini. Jadi dapat disimpulkan membaca buku ini sungguh sangat berguna kaum muslimin. Apalagi bagi calon modin, calon mubaligh, serta para santri dan santriwati dalam persiapan terjun ke masyarakat. Bahkan buku ini patut dipelajari bagi kalangan ilmiawan yang ingin meneliti adat istiadat keluarga Muslim di Tanah Air.

Data buku
Judul : Panduan Prosesi dan Tata Cara Mengelola Lahir, Khitan, Menikah, Meninggal
Pengarang : KH Munawir Abdul Fattah
Editor  : Muhsin Basyaiban
Penerbit : Layar Creativa Mediatama, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Agustus 2015
Tebal : xvi + 176 halaman
Peresensi oleh: Saiful Bahri, Bloger dan Writer

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media Ansor Purworejo Gelar Pameran Kegiatan Ansor 1 Tahun Terakhir

    Media Ansor Purworejo Gelar Pameran Kegiatan Ansor 1 Tahun Terakhir

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 1.058
    • 1Komentar

    PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada Ahad (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Kalimiru, Bayan, Purworejo. Yang menarik dalam acara Raker kali ini adalah adanya pojok galeri kegiatan Ansor Purworejo selama satu terakhir yang di gelar oleh Bidang IT dan Cyber PC GP Ansor Kabupaten Purworejo. Ketua Bidang Cyber dan IT […]

  • Ansor Banser Bener Gelar Konsolidasi Dan Apel Tanggap Bencana

    Ansor Banser Bener Gelar Konsolidasi Dan Apel Tanggap Bencana

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 676
    • 0Komentar

    BENER, ansorpurworejo.org – Pimpinan Ansor dan Banser Kecamatan Bener, menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana dan Konsolidasi PAC GP Ansor & Kasatkoryon Banser Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, yang bertempat di Cacabankidul, Bener, Minggu,29/12/2019. Acara ini merupakan salah satu follow up setelah diadakannya Diklatsar Banser di Kecamatan Bener beberapa waktu yang lalu. Tak kurang dari 400 an […]

  • Rr. Farida, Penyuluh Agama Islam yang Menginspirasi: Produktif Susun Puluhan Buku Panduan Keagamaan dan Kitab Arab Pegon

    Rr. Farida, Penyuluh Agama Islam yang Menginspirasi: Produktif Susun Puluhan Buku Panduan Keagamaan dan Kitab Arab Pegon

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Purworejo – Sosok Rr. Farida, penyuluh agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Purworejo, menjadi inspirasi di tengah masyarakat atas dedikasinya dalam dunia pendidikan keagamaan. Sebagai pengasuh Majelis Taklim Ziyadatul Hikmah dan Madrasah Diniyyah Al-Hikmah, beliau telah menyusun lebih dari 20 buku panduan keagamaan, termasuk kitab-kitab berbahasa Arab Pegon yang kini digunakan oleh banyak majelis taklim dan […]

  • PAC Ansor Loano Gelar Loano Bersholawat dan Santunan Anak Yatim Peringati Tahun Baru Islam 1445 H

    PAC Ansor Loano Gelar Loano Bersholawat dan Santunan Anak Yatim Peringati Tahun Baru Islam 1445 H

    • calendar_month Minggu, 6 Agt 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 50
    • 0Komentar

    LOANO, ansorpurworjo.org – Sabtu (5/7/2023), Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo menyelenggarakan acara Sholawatan dan Santunan Anak Yatim di halaman Masjid Darussalam, Desa Kemejing, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Acara ini merupakan rangkaian peringatan Tahun Baru Hijriyah 1445 H. Kemeriahan acara dimulai dengan pemberian santunan kepada tujuh anak yatim yang […]

  • Ansor Bersholawat dan Santunan Anak Yatim

    Ansor Bersholawat dan Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Kemiri, ansorpurworejo.orgAlun-alun Kemiri dipadati ribuan jamaah dari semua elemen masyarakat kabupaten Purworejo khususnya Purworejo bagian barat hari Jumat malam (06/05/2016).Acara yang prakarsai oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Purworejo ini merupakan acara pengajian akbar peringatan hari besar Islam Rajabiyah Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor.Acara tersebut dimeriahkan dengan parade 313 hadroh dan diisi […]

  • Kader Ansor Purworejo Korban Longsor telah Teridentifikasi dan Dimakamkan

    Kader Ansor Purworejo Korban Longsor telah Teridentifikasi dan Dimakamkan

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Dalam bencana longsor di Dusun Caok, Desa Karangrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo yang terjadi Sabtu(18/06) malam lalu terdapat salah satu korban tewas yang merupakan kader Ansor Purworejo. Ia adalah Syarif Marsahid (45) yang terkubur longsor bersama istrinya Syarifah (43) saat perjalanan pulang menuju Desa Telogorejo, Kecamatan Kaligesing.Jenazah sang istri telah ditemukan dan diidentifikasi pada hari […]

expand_less