Breaking News
light_mode
Trending Tags

Amaliah Sejak Lahir Hingga Meninggalnya Muslim di Tanah Air

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 19 Okt 2015
  • visibility 392
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bermula dari hajatan dan kemudian berakhir dengan hajatan. Begitulah perjalanan seorang Muslim di Tanah Air. Bahkan, sebelum dia lahir pun sudah ada hajatan, yaitu apa yang disebut dengan Mapati (ketika usia kandungan empat bulan) atau Mitoni (ketika usia kandungan tujuh bulan). Begitu juga ketika meninggal, penuh dengan hajatan seperti prosesi kematian dan penguburan. Setelah bersangkutan meninggal jauh hari, masih ada hajatan, yaitu apa yang disebut haul (ulang tahun kematian). Haul para ulama bisa berlangsung sepanjang masa, tergantung kepada perhatian para pengikutnya.

Itulah inti dari pada buku “Panduan Prosesi dan Tata Cara Mengelola Lahir, Khitan, Menikah, Meninggal” yang dikarang oleh KH Munawir Abdul Fattah, seorang kiai di Pesantren Krapyak Yogyakarta. Sesuai dengan judul bukunya, buku yang diterbitkan oleh Layar Creativa Mediatama, Yogyakarta ini mengupas tentang “manajemen” hajatan ketika kelahiran, khitan, menikah, dan meninggal. Dalam buku setebal (xvi +) 176 halaman  ini pengarang menguraikan tidak hanya sekadar upacara (hajatan), tetapi juga dalil-dalil yang menjadi dasar acara tersebut, kemudian disusul dengan doa-doa, serta cara mempersiapkannya, seperti pembentukan panitia beserta dengan diskripsi kerjanya. Bahkan, memberikan ancar-ancar waktu yang diperlukan dalam perhelatan itu, sehingga efetif dan efesien.

Di sini sebagai contoh, tentang hajatan kelahiran, dalam buku ini mengupas tentang Aqiqah. Dimulai dengan menyembelih kambing. Diuraikan tentang dasar pemilihan kambing yang disembelih serta ketentuan yang berbeda untuk lelaki dan perempuan. Kemudian penentuan hari, doa, serta pilihan cara membagi daging kambing. Afdhalnya di antar kepada tetangga, tetapi bisa juga dipakai cara diundang dan selanjutnya dimakan bersama. Atau kalau tidak ingin repot diserahkan kepada jasa penyedia aqiqah.  Pembahasan selanjutnya tentang prosesi kelahiran, dan sebelumnya diingatkan tradisi Nusantara tentang mapati dan mitoni, serta bacaan doa bagi ibu hamil. Bab ini diakhiri dengan cara pembentukan panitia dan pembagian tugasnya serta urutan acaranya. Di sini diselipkan juga tradisi Muslim di Tanah Air, yaitu upacara berokohan dan walimatut-tasmiyah (pemberian nama). Dalam walimatut-tasmiyah sering kali dibacakan qasidah maulid, seperti ad-Diba’i, Barzanji, Burdah atau sekarang yang sedang “ngetren” Maulid Simthud Durar atau Dhiya’ulami.

Menariknya, dalam buku yang pertama kali dicetak pada bulan Agustus 2015 ini, pengarang menyertakan doa-doa dalam setiap prosesi. Doa itu ditulis dalam huruf Arab dan didampingi tranliterasinya dalam huruf latin, sehingga pembaca awam bisa membacanya dengan lancar. Di samping itu ada beberapa keterangan dalam tradisi Muslim di Tanah Air, sehingga buku ini cocok tidak hanya dibaca oleh pembaca muslim, tetapi juga untuk para peneliti antropologi atau sosiologi tentang adat masyarakat Nusantara yang biasanya tidak dipahami oleh para pelaku budaya itu sendiri secara literasi. Seperti mengapa diadakan hajatan Mapati (ketika ibu hamil empat bulan), karena hal itu untuk menyambut datangnya roh ke dalam jasad si cabang bayi yang dipercayai kaum Muslimin ketika berumur 4 bulan kandungan.

Pengarang terlihat sangatlah piawai menguraikan semua masalah dan ini menunjukkan memang yang bersangkutan memang akrab mengerjakan hajatan semacam ini dalam kehidupan sehari-harinya. Dan inilah bukti bahwa seorang kiai memang sangatlah menyatu dengan umatnya, sehingga tahu betul apa keperluan yang harus segera dihadirkan segera dalam masa perkembangan ini. Jadi dapat disimpulkan membaca buku ini sungguh sangat berguna kaum muslimin. Apalagi bagi calon modin, calon mubaligh, serta para santri dan santriwati dalam persiapan terjun ke masyarakat. Bahkan buku ini patut dipelajari bagi kalangan ilmiawan yang ingin meneliti adat istiadat keluarga Muslim di Tanah Air.

Data buku
Judul : Panduan Prosesi dan Tata Cara Mengelola Lahir, Khitan, Menikah, Meninggal
Pengarang : KH Munawir Abdul Fattah
Editor  : Muhsin Basyaiban
Penerbit : Layar Creativa Mediatama, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, Agustus 2015
Tebal : xvi + 176 halaman
Peresensi oleh: Saiful Bahri, Bloger dan Writer

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahlil Perkuat Ukuwah Warga Buntit

    Tahlil Perkuat Ukuwah Warga Buntit

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Di era kemajuan yang berkembang semakin pesat, seringkali membuat manusia lupa dengan kodratnya sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan orang lain. Lalu apa solusinya? Salah satunya ialah tahlil.  “Tanpa silaturahmi atau interaksi sosial, sifat individualisme semakin merasuk dalam diri seseorang sehingga rasa kebersamaan, kepedulian dan toleransi semakin memprihatinkan. Tidak hanya masyarakat kota, melainkan […]

  • Peringati Harlah 92 dengan Gowes Bangkalan-Jombang, GP Ansor Jadi Hub Anak Muda Jelajahi Sejarah Ulama

    Peringati Harlah 92 dengan Gowes Bangkalan-Jombang, GP Ansor Jadi Hub Anak Muda Jelajahi Sejarah Ulama

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Jombang – Gerakan Pemuda Ansor kembali meneguhkan khidmatnya kepada umat dan bangsa melalui kegiatan gowes ziarah dari Bangkalan menuju Jombang, menempuh jarak sekitar 123 kilometer melintasi enam kabupaten/kota. Kegiatan bertajuk Ziarah Akbar & SEPEDA (Satukan Energi Pemuda Indonesia) ini menjadi bagian dari rangkaian Harlah ke-92 GP Ansor. Ribuan peserta ambil bagian, terdiri dari kader Ansor, […]

  • Sambut Pengajian Selapanan Ancab Gebang ; Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak Giat Latihan Paduan Suara

    Sambut Pengajian Selapanan Ancab Gebang ; Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak Giat Latihan Paduan Suara

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak Giatkan Latihan Paduan Suara Menyambut Pengajian Rutin Tingkat ANCAB GEBANG Ngemplak, 19 Juli 2023 — Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak kembali giatkan latihan paduan suara yang intensif dalam persiapan menyambut Pengajian Rutin Tingkat ANCAB GEBANG. Dengan semangat yang membara, anggota Fatayat-Muslimat Ngemplak berupaya mempersembahkan penampilan yang memukau dan berkesan pada acara yang dijadwalkan akan […]

  • PAC Gerakan Pemuda Ansor Gebang Lampaui Batas Minimal Akreditasi

    PAC Gerakan Pemuda Ansor Gebang Lampaui Batas Minimal Akreditasi

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Proggres E-KTA Ansor ; PAC GP Ansor Gebang Lampaui Batas Minimal Akreditasi Purworejo, 18/07/2023 – Dalam semangat memajukan organisasi dan memperkuat peranannya di tingkat kecamatan, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Gebang berhasil meraih pencapaian luar biasa dengan melampaui batas minimal syarat akreditasi yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat GP Ansor. Keberhasilan ini menandai komitmen kuat […]

  • Biografi KH. Sya’roni Ahmadi Al Hafidz

    Biografi KH. Sya’roni Ahmadi Al Hafidz

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.064
    • 0Komentar

    KH. Sya’roni Ahmadi Al Hafidz lahir di Kota Kudus. Beliau merupakan anak ke tujuh dari delapan bersaudara. Beliau ditinggalkan ibundanya semenjak kecil tepatnya ketika berusia 8 tahun. Sepeninggal ibunya kiai Sya’roni di asuh oleh sang ayah. Namun masa ini pun tidak berlangsung lama. Karena menginjak usiannya yang ke 13 tahun, kiai Sya’roni ditinggal oleh ayahnya. […]

  • INSTRUKSI PC GP Ansor Purworejo Terkait COVID-19

    INSTRUKSI PC GP Ansor Purworejo Terkait COVID-19

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2020
    • account_circle admin
    • visibility 2.059
    • 0Komentar

    Kepada Yth: -Pimpinan Anak Cabang GP ANSOR Se-Kab. Purworejo -Pimpinan Ranting GP ANSOR se-Kab. Purworejo Assalamu’alaikum Wr. Wb. Berdasarkan surat edaran resmi dari Pimpinan Pusat GP ANSOR Perihal : “Intruksi Pencegahan Penyebaran Virus Corona (Covid 19)”, nomer : 2364/PP/SR-01/III/2020, kami atas nama Pimpinan Cabang GP ANSOR Kab. Purworejo mengintruksikan : Taat pada intruksi Pimpinan Pusat […]

expand_less