Breaking News
light_mode
Trending Tags

Membongkar Jaringan Radikal ISIS

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
  • visibility 461
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indonesia saat ini telah hampir memasuki fase darurat radikalisme. Fenomena kekerasan atas nama agama, peristiwa bom bunuh diri yang menyeret korban, serta merasuknya jaringan teroris-radikal di beberapa daerah menjadi ancaman nyata. Terlebih, jaringan radikal dari Islamic State of Irak and Syiria (ISIS) telah masuk ke beberapa kawasan di Indonesia. Selain itu, fenomena Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) juga layak direnungkan dalam pertanyaan tentang bagaimana menangkal radikalisme di negeri ini.

Buku karya Reno Muhammad, “ISIS: Mengungkap Fakta Terorisme Berlabel Islam” mencoba membongkar pemahaman kaum salafi yang menginginkan khilafah serta getol meneriakkan pengkafiran. Dalam buku ini, Reno Muhammad menggunakan fenomena ISIS sebagai pintu masuk. Buku ini, diharapkan oleh penulisnya, menjadi menjadi salah satu elemen mata air yang menginspirasi. Reno Muhammad dengan jeli menggali latar belakang munculnya ISIS, kemudian menganalisa kekeliruan takfir, serta  kepentingan ekonomi di baliknya munculnya ISIS di beberapa negara timur tengah. Buku ini juga menawarkan perspektif deradikalisasi dengan menyampaikan gagasan Islam cinta, untuk kedamaian antar umat agama di negeri ini.

Dalam buku ini, Reno Muhammad membongkar kesalahan berpikir kelompok yang menginginkan tegaknya khilafah. Ada dua argumentasi mendasar, yang disampaikan dalam buku ini: (1) Jika mendasarkan sistem khalifah pada kepemimpinan Nabi Muhammad, tentu saja hal ini salah besar. Nabi Muhammad tidak menetapkan diri sebagai khalifah (dalam artian pemimpin politik), akan tetapi menggerakkan tata nilai berdasar wahyu dan intuisi; (2) Nabi Muhammad tidak pernah mengabarkan bahwa agama Islam menjadi agama politik yang mengatur sistem kenegaraan berbasis agama. Ajaran Islam yang diwartakan oleh Sang Rasul, menjadi rahmat bagi semesta alam (hal. 127).

ISIS: Jaringan Radikal  

Reno Muhammad melacak bagaimana radikalisme berkembang sebagai kekuatan politik yang bertemu dengan kepentingan ekonomi. Semangat untuk tajdid dan melakukan pembaruan, telah dikobarkan oleh barisan Hasan al-Banna, seorang pembaru asal Mesir. “Pemuda belia itu bernama Hasan al-Banna (1906-1949). Ia sangat mengesankan, berpikiran kuat,kharismatik dan dapat menyakinkan orang untuk mengikutinya. Pada sebuah petang bulan Maret 1928—nyaris berbarengan dengan lahirnya Sumpah Pemuda di Indonesia—enam pemuda di Ismailiyah, Mesir, datang untuk meminta Hasan al-Banna bertindak: Kami tidak tahu cara praktis mencapai kemuliaan Islam dan kesejahteraan kaum muslim. Kami bosan dengan kehidupan yang dihina dan dikekang ini. Kami melihat orang-orang Arab dan Muslim tidak memiliki status atau martabat. Mereka tidak lebih dari orang upahan yang dimiliki orang asing (hal. 7). Dengan demikian, semangat untuk menegakkan khilafah yang dipahami, sebagai usaha untuk menegakkan martabat kaum muslim.

Apa yang dicitakan oleh Hasan al-Banna kemudian bergeser menjadi aksi-aksi kekerasan. Inilah yang menjadi penyebab bergesernya semangat pembaruan, menjadi aksi kekerasan, kepentingan kekuasaan dan akses ekonomi berupa monopoli minyak. Hadirnya ISIS di Timur Tengah, tidak lepas dari latar belakang ini. Rezim Bashar al-Assad menjadi bagian penting dari tegaknya Suriah, meski digempur oleh jaringan radikal ISIS dan revolusi Timur Tengah, yang disebut sebagai musim semi jazirah Arab.

Dalam buku ini, Reno Muhammad menulis, “Sejak berkuasa pada 2000, Bashar al-Assad menjadi kekuatan absolut yang tidak bisa digoyahkan oleh para oposisi. Pada mulanya, ia diharapkan mampu membawa angin perubahan bagi modernisasi ekonomi dan reformasi politik di Suriah. Akan tetapi, struktur dan kultur politik telah menyebabkan rezim Bashar al-Assad hanya melanjutkan kepemimpinan orang tuanya yang dikenal otoriter” (hal. 17).

Mengapa Bashar al-Assad tidak tergoyahkan? Reno Muhammad, menyajikan dalam tiga analisis tentang kuatnya Rezim al-Assad ini. Pertama, klan al-Assad menguasai sektor militer dan bisnis, yang menjadi tulang punggung kekuatan politik. Dengan demikian, klan ini menjadi penyangga solidnya kekuatan politik, militer dan ekonomi di panggung kekuasaan. Bashar al-Assad didukung oleh orang-orang kuat yang loyak dengan jaringan keluarga, yang menjadikan posisi pemimpin menjadi tidak tergoyahkan.

Kedua, Bashar al-Assad dengan jeli merangkul faksi Syiah Alawi. Kelompok ini, meski hanya 11 persen dari total penduduk Suriyah, dikenal sangat solid dan memiliki hubungan emosional kuat antar anggota. Kedekatan Syiah Alawi dengan Bashar al-Assad ini turut menjadi penguat kekuatan rezim al-Assad di Suriyah. Juga, jaringan Suriyah dan Iran menjadi kokoh, karena dukungan kelompok Syiah di belakang Assad.

Ketiga, al-Assad dengan piawai menggunakan kekuatan militer dan intelijen untuk mengukuhkan kekuatan politiknya. Status sebagi darurat militer, telah memberi kewenangan bagi operasi intelijen untuk menghabisi kelompok oposisi sampai ke akar-akarnya. Inilah yang menjadi sistem militer yang menguatkan kepemimpinan Bashar al-Assad. Keempat, al-Assad memegang posisi kunci dalam mengendalikan Partai Baath. Di Suriyah, partai ini mendapat legitimasi yang kuat, bahkan dapat merekrut orang-orang penting dari kelompok Sunni dengan menempatkannya di posisi-posisi strategis. Tentu saja, ini adalah salah satu jaminan kekuatan politik Bashar al-Assad di negerinya.

Jaringan ISIS yang menghalalkan  kekerasan tentu saja tidak boleh didukung dengan kesepakatan. Harus ada upaya untuk melawan jaringan ISIS, dengan sistem deradikalisasi yang integratif. ISIS juga ditolak oleh beberapa tokoh agama, “Apa yang dilakukan oleh ISIS, tidak diridhai oleh Allah dan tidak mencerminkan spirit al-Qur’an. Perilaku kekerasan jelas sama sekali tidak dibenarkan oleh Islam. Muslim yang baru mengangkat pisau saja sudah mendapat laknat Allah. ISIS juga sudah ditolak oleh ulama-ulama besar di seantero dunia. Atas dasar tersebut, NU mengajak masyarakat agar ikut menolak ISIS karena akan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap KH. Said Aqil Siroj dalam buku ini (hal. 148).

Melalui buku ini, Reno Muhammad ingin mengajak pembaca untuk memahami jaringan teroris-radikal, serta kemudian mengupayakan deradikalisasi. Ia mencatat, bahwa kekerasan bukanlah cara untuk menegakkan syariat Islam. Sejarah mencatat, masuknya Islam dan penyebarannya ke seluruh penjuru Tanah Air Indonesia, tidak melalui pertumpahan darah, apalagi ledakan bom. Para Wali, menyiarkan Islam melalui pendekatan kebudayaan yang sarat kedamaian. Buku ini mengungkapkan analisis alternatif untuk memahami jaringan teroris-radikal, serta memberi tawaran bagaimana menghadirkan Islam cinta, yang penuh kasih sayang dan perdamaian [].

Data Buku:
Penulis           : Reno Muhammad
Judul Buku     : ISIS: Mengungkap Fakta Terorisme Berlabel Islam|
Penerbit          : Noura Book
Edisi                : Desember 2015
ISBN                : 978-602-385-055-6
Perensi           : Munawir Aziz, pembaca buku (@MunawirAziz)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiprah Ansor Banser Dalam Kancah Peradilan

    Kiprah Ansor Banser Dalam Kancah Peradilan

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2020
    • account_circle Amri Hidayat
    • visibility 521
    • 0Komentar

    A. LATAR BELAKANG Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) saat ini sedang menghadapi masa-masa yang penuh dengan perjuangan, baik berupa perjuangan fisik maupun perjuangan ideologis. Perjuangan ideologis menuntut kader GP Ansor untuk konsisten dengan garis perjuangan organisasi dan memerangi maraknya ideologi yang berafiliasi dengan Gerakan-gerakan anti Pancasila dan NKRI. Upaya yang diluncurkan melalui gerakan-gerakan yang bertujuan […]

  • SOLUSI PROBLEMATIKAN AKTUAL HUKUM ISLAM

    SOLUSI PROBLEMATIKAN AKTUAL HUKUM ISLAM

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Pengarang : Nahdlatul Ulama Penerbit : Khalista Harga         : Rp 150.000,- Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes NAHDLATUL ULAMA (1926 – 2010 M) Bahtsul Masail al-Diniyah adalah salah satu forum diskusi keagamaan dalam organisasi NU untuk merepon dan memberikan solusi atas problematika aktual yang muncul dalam kehidupan masyarakat yang tidak saja meliputi persoalan hukum halal-haram melainkan […]

  • Rakernas LBH Ansor: Tegakkan Yang Adil Untuk Semua

    Rakernas LBH Ansor: Tegakkan Yang Adil Untuk Semua

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 704
    • 1Komentar

    Rakernas PP LBH Ansor yang diselenggarakan mulai hari ini, Jum’at (26/2) di Quest Hotel, Semarang, mengangkat tema “Tegakkan Yang Adil Untuk Semua”. Menurut ketua PP LBH Ansor Abdul Qodir, S.H., M.A, tema ini merupakan semangat LBH Ansor agar bisa bermanfaat seluas-luasnya dan bisa memberikan pendampingan hukum secara gratis ke semua orang. “Tema rakernas kali ini, […]

  • Manisjangan Bersholawat Siap Digelar, Sabtu Malam Minggu 15 November 2025

    Manisjangan Bersholawat Siap Digelar, Sabtu Malam Minggu 15 November 2025

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 73
    • 2Komentar

    Purworejo,  – Gelaran Manisjangan Bersholawat dipastikan siap terlaksana pada Sabtu malam Minggu, 15/11/2025, berlokasi di selatan lapangan Manisjangan, Sidomulyo. Hingga Jumat sore, seluruh persiapan telah mencapai 80 persen, sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia, Sugeng Pamuji. Acara ini digelar dalam rangka Harlah ke-8 Pemuda Manisjangan sekaligus memperingati Satu Dekade DRW Skincare. Peringatan sepuluh tahun DRW Skincare […]

  • Membincangkan Kedaulatan Ekonomi Warga NU

    Membincangkan Kedaulatan Ekonomi Warga NU

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 754
    • 3Komentar

    NU bukan organisasi yang hanya membahas masalah-masalah keagamaan. Bahkan sejak dahulu para kyai NU terkenal memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai banyak hal. Ini bisa saja disebabkan karena tipikal kyai NU yang ngemong atau mau mengayomi masyarakat. Singkatnya, kyai NU sangat peduli terhadap semua permasalahan umatnya. Diantara yang menjadi perhatian adalah bidang kesejahteraan umat. Apalagi, mayoritas […]

  • Saiful Anam Nahkodai Ansor Kemiri 2020 – 2022

    Saiful Anam Nahkodai Ansor Kemiri 2020 – 2022

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2019
    • account_circle admin
    • visibility 812
    • 0Komentar

    Kemiri, Purworejo – PAC GP Ansor Kemiri baru saja menyelenggarakan Konferensi Anak Cabang di SMK Maarif NU Winong, Minggu, 5-01-2019. Hasil dari musyawarah tertinggi Ansor Kecamatan Kemiri tersebut akhirnya mendaulat Sahabat Saiful Anam menjadi Ketua PAC GP Ansor Kemiri Priode 2020 – 2022. Menurut Alfin Zidni, Plt Ketua Ansor PAC Kemiri menyatakan bahwa kegiatan konferancab […]

expand_less