Breaking News
light_mode
Trending Tags

Membongkar Jaringan Radikal ISIS

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
  • visibility 459
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Indonesia saat ini telah hampir memasuki fase darurat radikalisme. Fenomena kekerasan atas nama agama, peristiwa bom bunuh diri yang menyeret korban, serta merasuknya jaringan teroris-radikal di beberapa daerah menjadi ancaman nyata. Terlebih, jaringan radikal dari Islamic State of Irak and Syiria (ISIS) telah masuk ke beberapa kawasan di Indonesia. Selain itu, fenomena Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) juga layak direnungkan dalam pertanyaan tentang bagaimana menangkal radikalisme di negeri ini.

Buku karya Reno Muhammad, “ISIS: Mengungkap Fakta Terorisme Berlabel Islam” mencoba membongkar pemahaman kaum salafi yang menginginkan khilafah serta getol meneriakkan pengkafiran. Dalam buku ini, Reno Muhammad menggunakan fenomena ISIS sebagai pintu masuk. Buku ini, diharapkan oleh penulisnya, menjadi menjadi salah satu elemen mata air yang menginspirasi. Reno Muhammad dengan jeli menggali latar belakang munculnya ISIS, kemudian menganalisa kekeliruan takfir, serta  kepentingan ekonomi di baliknya munculnya ISIS di beberapa negara timur tengah. Buku ini juga menawarkan perspektif deradikalisasi dengan menyampaikan gagasan Islam cinta, untuk kedamaian antar umat agama di negeri ini.

Dalam buku ini, Reno Muhammad membongkar kesalahan berpikir kelompok yang menginginkan tegaknya khilafah. Ada dua argumentasi mendasar, yang disampaikan dalam buku ini: (1) Jika mendasarkan sistem khalifah pada kepemimpinan Nabi Muhammad, tentu saja hal ini salah besar. Nabi Muhammad tidak menetapkan diri sebagai khalifah (dalam artian pemimpin politik), akan tetapi menggerakkan tata nilai berdasar wahyu dan intuisi; (2) Nabi Muhammad tidak pernah mengabarkan bahwa agama Islam menjadi agama politik yang mengatur sistem kenegaraan berbasis agama. Ajaran Islam yang diwartakan oleh Sang Rasul, menjadi rahmat bagi semesta alam (hal. 127).

ISIS: Jaringan Radikal  

Reno Muhammad melacak bagaimana radikalisme berkembang sebagai kekuatan politik yang bertemu dengan kepentingan ekonomi. Semangat untuk tajdid dan melakukan pembaruan, telah dikobarkan oleh barisan Hasan al-Banna, seorang pembaru asal Mesir. “Pemuda belia itu bernama Hasan al-Banna (1906-1949). Ia sangat mengesankan, berpikiran kuat,kharismatik dan dapat menyakinkan orang untuk mengikutinya. Pada sebuah petang bulan Maret 1928—nyaris berbarengan dengan lahirnya Sumpah Pemuda di Indonesia—enam pemuda di Ismailiyah, Mesir, datang untuk meminta Hasan al-Banna bertindak: Kami tidak tahu cara praktis mencapai kemuliaan Islam dan kesejahteraan kaum muslim. Kami bosan dengan kehidupan yang dihina dan dikekang ini. Kami melihat orang-orang Arab dan Muslim tidak memiliki status atau martabat. Mereka tidak lebih dari orang upahan yang dimiliki orang asing (hal. 7). Dengan demikian, semangat untuk menegakkan khilafah yang dipahami, sebagai usaha untuk menegakkan martabat kaum muslim.

Apa yang dicitakan oleh Hasan al-Banna kemudian bergeser menjadi aksi-aksi kekerasan. Inilah yang menjadi penyebab bergesernya semangat pembaruan, menjadi aksi kekerasan, kepentingan kekuasaan dan akses ekonomi berupa monopoli minyak. Hadirnya ISIS di Timur Tengah, tidak lepas dari latar belakang ini. Rezim Bashar al-Assad menjadi bagian penting dari tegaknya Suriah, meski digempur oleh jaringan radikal ISIS dan revolusi Timur Tengah, yang disebut sebagai musim semi jazirah Arab.

Dalam buku ini, Reno Muhammad menulis, “Sejak berkuasa pada 2000, Bashar al-Assad menjadi kekuatan absolut yang tidak bisa digoyahkan oleh para oposisi. Pada mulanya, ia diharapkan mampu membawa angin perubahan bagi modernisasi ekonomi dan reformasi politik di Suriah. Akan tetapi, struktur dan kultur politik telah menyebabkan rezim Bashar al-Assad hanya melanjutkan kepemimpinan orang tuanya yang dikenal otoriter” (hal. 17).

Mengapa Bashar al-Assad tidak tergoyahkan? Reno Muhammad, menyajikan dalam tiga analisis tentang kuatnya Rezim al-Assad ini. Pertama, klan al-Assad menguasai sektor militer dan bisnis, yang menjadi tulang punggung kekuatan politik. Dengan demikian, klan ini menjadi penyangga solidnya kekuatan politik, militer dan ekonomi di panggung kekuasaan. Bashar al-Assad didukung oleh orang-orang kuat yang loyak dengan jaringan keluarga, yang menjadikan posisi pemimpin menjadi tidak tergoyahkan.

Kedua, Bashar al-Assad dengan jeli merangkul faksi Syiah Alawi. Kelompok ini, meski hanya 11 persen dari total penduduk Suriyah, dikenal sangat solid dan memiliki hubungan emosional kuat antar anggota. Kedekatan Syiah Alawi dengan Bashar al-Assad ini turut menjadi penguat kekuatan rezim al-Assad di Suriyah. Juga, jaringan Suriyah dan Iran menjadi kokoh, karena dukungan kelompok Syiah di belakang Assad.

Ketiga, al-Assad dengan piawai menggunakan kekuatan militer dan intelijen untuk mengukuhkan kekuatan politiknya. Status sebagi darurat militer, telah memberi kewenangan bagi operasi intelijen untuk menghabisi kelompok oposisi sampai ke akar-akarnya. Inilah yang menjadi sistem militer yang menguatkan kepemimpinan Bashar al-Assad. Keempat, al-Assad memegang posisi kunci dalam mengendalikan Partai Baath. Di Suriyah, partai ini mendapat legitimasi yang kuat, bahkan dapat merekrut orang-orang penting dari kelompok Sunni dengan menempatkannya di posisi-posisi strategis. Tentu saja, ini adalah salah satu jaminan kekuatan politik Bashar al-Assad di negerinya.

Jaringan ISIS yang menghalalkan  kekerasan tentu saja tidak boleh didukung dengan kesepakatan. Harus ada upaya untuk melawan jaringan ISIS, dengan sistem deradikalisasi yang integratif. ISIS juga ditolak oleh beberapa tokoh agama, “Apa yang dilakukan oleh ISIS, tidak diridhai oleh Allah dan tidak mencerminkan spirit al-Qur’an. Perilaku kekerasan jelas sama sekali tidak dibenarkan oleh Islam. Muslim yang baru mengangkat pisau saja sudah mendapat laknat Allah. ISIS juga sudah ditolak oleh ulama-ulama besar di seantero dunia. Atas dasar tersebut, NU mengajak masyarakat agar ikut menolak ISIS karena akan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkap KH. Said Aqil Siroj dalam buku ini (hal. 148).

Melalui buku ini, Reno Muhammad ingin mengajak pembaca untuk memahami jaringan teroris-radikal, serta kemudian mengupayakan deradikalisasi. Ia mencatat, bahwa kekerasan bukanlah cara untuk menegakkan syariat Islam. Sejarah mencatat, masuknya Islam dan penyebarannya ke seluruh penjuru Tanah Air Indonesia, tidak melalui pertumpahan darah, apalagi ledakan bom. Para Wali, menyiarkan Islam melalui pendekatan kebudayaan yang sarat kedamaian. Buku ini mengungkapkan analisis alternatif untuk memahami jaringan teroris-radikal, serta memberi tawaran bagaimana menghadirkan Islam cinta, yang penuh kasih sayang dan perdamaian [].

Data Buku:
Penulis           : Reno Muhammad
Judul Buku     : ISIS: Mengungkap Fakta Terorisme Berlabel Islam|
Penerbit          : Noura Book
Edisi                : Desember 2015
ISBN                : 978-602-385-055-6
Perensi           : Munawir Aziz, pembaca buku (@MunawirAziz)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa-Siswi SMK NU Gebang Meriahkan Gebyar Muharram di Kabupaten Purworejo

    Siswa-Siswi SMK NU Gebang Meriahkan Gebyar Muharram di Kabupaten Purworejo

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Purworejo, Selasa (18/07/2023) – Gebyar Muharram yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo, semakin semarak dengan kehadiran siswa-siswi SMK NU Gebang. Kegiatan berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo dan bertujuan untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta rasa kepedulian sebagai generasi muslim dan cendekiawan muslim. Dalam memeriahkan Gebyar Muharram yang menyambut Tahun Baru […]

  • Kyai Dalhar

    Kyai Dalhar

    • calendar_month Kamis, 28 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 758
    • 1Komentar

    Berikut ini adalah ringkasan manaqib beliau yang penulis peroleh dari keterangan keluarga. Terutama kakek penulis yaitu KH Ahmad Abdul Haq dan beberapa petikan catatan yang penulis peroleh dari catatan – catatan Mbah Kyai Dalhar. Kelahiran & Nasabnya Mbah Kyai Dalhar lahir di komplek pesantren Darussalam, Watucongol, Muntilan, Magelang pada hari Rabu, 10 Syawal 1286 H […]

  • Gerak Cepat Ansor Purworejo: Gus Ahil Kunjungi Rumah Kader Terdampak, Pastikan Penanganan Darurat

    Gerak Cepat Ansor Purworejo: Gus Ahil Kunjungi Rumah Kader Terdampak, Pastikan Penanganan Darurat

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 125
    • 1Komentar

    Bayan, ANSORPURWOREJO.ORG — Kepedulian dan kepemimpinan nyata ditunjukkan Ketua PC GP Ansor Purworejo, Gus Ahil, saat mengunjungi rumah milik kader Ansor PAC Bayan, Ribut Santoso, yang roboh akibat hujan deras, Rabu (29/4/2026) malam. Kunjungan tersebut menjadi langkah awal konsolidasi bantuan sekaligus penguatan solidaritas warga Nahdliyin di tengah musibah. Peristiwa robohnya rumah yang berlokasi di Sambeng, […]

  • Kolaborasi Ansor–Kibou Hikari, Kader Purworejo Didorong Masuk Dunia Kerja Profesional Jepang

    Kolaborasi Ansor–Kibou Hikari, Kader Purworejo Didorong Masuk Dunia Kerja Profesional Jepang

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Purwodadi, — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Purworejo menjalin kerja sama strategis di bidang pendidikan bahasa dan budaya Jepang dengan LPK Kibou Hikari Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (3/5/2026) di Kantor LPK Kibou Hikari, Dusun Geparang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kerja sama ini bertujuan membuka akses kader Ansor untuk […]

  • Kegiatan Banser Kecamatan Bagelen, mengawal Kegiatan PKK

    Kegiatan Banser Kecamatan Bagelen, mengawal Kegiatan PKK

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat, turut aktif dalam mengawal proses penilaian Kampung Cantik PKK di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen. Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga dalam rangka mendukung program PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang dilaksanakan di tingkat desa. Kampung Cantik PKK adalah […]

  • Meriahkan Muharram Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kerep Santuni Anak Yatim dan Piatu

    Meriahkan Muharram Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Desa Kerep Santuni Anak Yatim dan Piatu

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Dalam memeriahkan Bulan Muharram 1443 Hijriyah Pengurus Ranting Nahdlatul ulama Desa Kerep Selenggarakan Santunan Anak Yatim Piatu. Pelaksanaan tersebut untuk memberikan rasa bahagia kepada anak anak yatim piatu, dalam hal tersebut juga sekaligus mengamalkan ajaran agama, memperingati tahun baru Hijriyah dan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 76. Kegiatan ini dilaksanakan […]

expand_less