Breaking News
light_mode
Trending Tags

Membincangkan Kedaulatan Ekonomi Warga NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
  • visibility 764
  • comment 3 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NU bukan organisasi yang hanya membahas masalah-masalah keagamaan. Bahkan sejak dahulu para kyai NU terkenal memiliki pengetahuan yang lengkap mengenai banyak hal. Ini bisa saja disebabkan karena tipikal kyai NU yang ngemong atau mau mengayomi masyarakat. Singkatnya, kyai NU sangat peduli terhadap semua permasalahan umatnya. Diantara yang menjadi perhatian adalah bidang kesejahteraan umat. Apalagi, mayoritas warga NU tinggal di desa dan nembutuhkan sentuhan khusus dalam hal kesejahteraan.

Menanggapi hal tersebut redaksi Ansor Purworejo mempublish wawancara yang sangat bagus dari wartawan NU Online, Ahmad Muchlishon, kepada Ketua PBNU Bidang Perekonomian, Eman Suryaman. Berikut wawancaranya:

Bagaimana NU memandang kemandirian ekonomi ummatnya?
Sebelum NU lahir, Mbah Wahab Chasbullah dan kiai lainnya mendirikan Nahdlatut Tujjar (kebangkitan para pedagang). Ini adalah cikal bakal dari NU. Maka dari itu, di dalam sejarahnya para pendiri NU memiliki perhatian yang lebih terhadap perekonomian dan kesejahteraan ummat. Karena apabila Nahdliyin ekonominya kuat, maka NU dan Indonesia akan juga kuat. Begitu juga sebaliknya.

Kalau saat ini?
Sebagaimana yang telah disepakati saat Muktamar Jombang bahwa ada tiga amanah yang menjadi perhatian khusus, yaitu pertama, peningkatan bidang pendidikan. Saat ini, ada puluhan ribu sekolah Ma’arif dan ada tiga puluh satu perguruan tinggi NU yang sudah dibangun. Kedua, peningkatan bidang kesehatan. NU juga sudah membangun rumah sakit, klinik kesehatan, dan pelayanan-pelayanan kesehatan lainnya. 
Ketiga, peningkatan bidang ekonomi. PBNU juga berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan Nahdliyin dalam bidang ekonomi. Ekonomi Nahdliyin kebanyakan di sektor-sektor informal dan masih menengah ke bawah seperti pedagang kecil, petani, nelayan, dan lainnya. Kita terus dorong mereka agar bisa naik ke level menengah.

Caranya, pak?
Dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dan juga meningkatkan mutu kualitas hasil produksinya. Misalnya, kalau dulu menggunakan plastik biasa dalam mengemas produk, sekarang bisa menggunakan plastik yang menarik. Pengolahannya dan hasilnya juga dibaguskan. Sehingga nilainya juga akan lebih bagus juga. 
Distribusi hasil produksi juga harus diperluas. Kalau dulu hanya dijajakan di kampungnya saja, sekarang bisa dipasarkan kemana-mana dan murah dengan menggunakan internet seperti toko online di website ataupun media sosial.

Selain itu, pemerintah juga harus berpihak dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap pelaku ekonomi menengah ke bawah tersebut agar mereka bisa meningkat. Saat ini, kesenjangan di Indonesia cukup memprihatinkan. Kekayaan Indonesia hanya dikuasai oleh segelintir orang saja. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah, yaitu bagaimana kekayaan kita tidak hanya dikelola oleh segelintir orang saja dan bisa dinikmati oleh masyarakat. Karena negeri ini dibangun dalam rangka untuk mensejahterakan masyarakatnya

Kalau ekonomi Nahdliyin saat ini bagaimana, pak?
Ekonomi warga NU Nahdliyin saat ini kebanyakan masih berbasis tradisional, karena memang mayoritas warga NU ada di pedesaan. Namun demikian, banyak juga yang sudah maju dan berada di kelas menengah ke atas, tetapi ini belum banyak. 
Di desa, biasanya mereka ada di pasar-pasar tradisional, di sektor pertanian, di laut. Mereka masih banyak yang menggukana cara dan alat yang tradisional. Ini yang harus kita ubah agar mereka bisa melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi secara lebih profesional, baik dalam produksi, pemasaran, ataupun permodalannya.

Ada langkah-langkah khusus untuk menaikkan mereka?
Pertama, mereka diberikan pelatihan, mulai manajemen, ketrampilan, IT, dan lainnya. Zaman berputar begitu cepat, kalau mereka tidak bisa mengikuti tren zaman maka akan tertinggal. Yang terpenting adalah bagaimana mereka memiliki standar minimal kemampuan manajerial berbasis IT.

Kedua, kita berupaya untuk menjembatani mereka dengan pemerintah. Agar mereka mendapatkan dukungan, support, dan bantuan dari pemerintah. Alhamdulillah, kita sudah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan dan sudah mendapatkan pinjaman tanpa agunan ataupun jaminan. Selain itu, kita juga sudah melaksanakan MoU dengan Kementerian Koperasi dan Kominfo. Tahun ini, bantuan permodalan akan diimplemetasikan dan disalurkan kepada mereka pelaku usaha menengah ke bawah melalui Lembaga Perekonomian NU.

Sebagaimana yang disebutkan, mayoritas Nahdliyin itu petani. Bagaimana memberdayakan mereka?
Ada tiga kategori petani, yaitu buruh tani, petani kecil, dan petani profesional. Kebanyakan Nahdliyin adalah buruh tani dan petani kecil. Agar mereka bisa naik, maka mereka harus diberikan pinjaman tanpa agunan, tanpa jaminan. Mereka tidak memiliki jaminan, sementara pemerintah sudah mengeluarkan KUR dan itu menggunakan jaminan. Ini yang menjadi masalah. 

Maka dari itu, kita bekerjasama dengen Kementerian Keuangan berupaya untuk memberikan pinjaman tanpa jaminan kepada mereka. Mereka juga dikasih pelatihan bagaimana bertani yang baik, produktif, dan melengkapinya dengan peralatan-peralatan yang modern agar efektif.

Jadi, apa tantangan dan peluang Nahdliyin dalam bidang ekonomi itu?
Di era globalisasi ini, warga NU harus berani mengambil langkah-langkah strategis di berbagai bidang, baik itu bidang perdagangan, pertanian, perikanan, dan nelayan. Selain itu, pemerintah juga harus mendukung pelaku ekonomi menengah ke bawah yang mayoritas adalah warga NU tersebut. 

Seperti nelayan diberi kapal dengan segala perangkatnya, petani diberi pupuk dan bibit yang murah. Entah itu bentuknya hibah ataupun cicilan. Setelah itu, hasil produknya juga harus bisa dipasarkan dan mendapatkan perlindungan dari pemerintah terkait dengan harga agar stabil agar tidak merugikan mereka. 

Salah satu program pemerintah yang harus kita sambut adalah redistribusi aset. Pemerintah berupaya untuk melakukan redistribusi tanah-tanah kepada masyarakat. Ini bisa kita menjadi peluang kita untuk bisa diolah. Tanah-tanah tersebut harus dikelola dan diolah secara produktif. 

Geliat NU di sektor ekonomi semakin baik. Sekarang juga ada Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN). Bagaimana saran bapak untuk HPN?
Semoga mereka bisa menangkap peluang bisnis atau usaha yang ada dengan cerdas dan juga bisa mengimplementasikan peluang-peluang tersebut menjadi nyata untuk kesejahteraan umat.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (3)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH Achmad Abdulchaq: Sabilul Muttaqin Pondoknya Ansor-Banser

    KH Achmad Abdulchaq: Sabilul Muttaqin Pondoknya Ansor-Banser

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Surato
    • visibility 1.004
    • 0Komentar

    PC GP Ansor Kabupaten Purworejo mengadakan Rapat Kerja Tahunan pada Ahad (28/2) di Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Kalimiru, Bayan, Purworejo. Pondok Pesantren ini diasuh oleh KH Achmad Abdulchaq. Dalam penutupan Rapat Kerja Cabang KH Achmad Abdulchaq menyatakan rasa bangganya terhadap kader GP Ansor yang memiliki loyalitas dan semangat luar biasa dalam berorganisasi. “Saya mengucapkan terima […]

  • Siswa-Siswi SMK NU Gebang Meriahkan Gebyar Muharram di Kabupaten Purworejo

    Siswa-Siswi SMK NU Gebang Meriahkan Gebyar Muharram di Kabupaten Purworejo

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Purworejo, Selasa (18/07/2023) – Gebyar Muharram yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Purworejo, semakin semarak dengan kehadiran siswa-siswi SMK NU Gebang. Kegiatan berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo dan bertujuan untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, serta rasa kepedulian sebagai generasi muslim dan cendekiawan muslim. Dalam memeriahkan Gebyar Muharram yang menyambut Tahun Baru […]

  • Bincang Sekitar Hukum Haid Bersama MDS Rijalul Ansor Pituruh

    Bincang Sekitar Hukum Haid Bersama MDS Rijalul Ansor Pituruh

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 90
    • 1Komentar

    Pada malam Kamis yang penuh berkah, Pengurus Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Pituruh kembali menggelar Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor. Kali ini, kegiatan rutin tersebut diselenggarakan di rumah sahabat Sekretaris Fatkhan Anis, menciptakan atmosfer keagamaan dan kebersamaan yang hangat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua PAC GP Ansor Pituruh, Sahabat Malik Khairul […]

  • Semangat Membara, Warga Bener Gotong Royong Bangun Gedung NU

    Semangat Membara, Warga Bener Gotong Royong Bangun Gedung NU

    • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
    • account_circle Akhmad Nasukhan
    • visibility 888
    • 0Komentar

    BENER, ansorpurworejo.org – Lebih dari 100 warga NU Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah serentak melakukan gotong royong pembangunan Gedung Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Bener. Mereka bahu membahu demi terwujudnya sebuah gedung yang didambakan. “Bagi warga NU Bener, untuk membuat rumah warga saja bisa rampung dalam seminggu, apalagi untuk membuat gedung NU semangatnya […]

  • Perkuat Konsolidasi Organisasi, PC GP Ansor Purworejo Gelar Turba di PAC GP Ansor Kemiri

    Perkuat Konsolidasi Organisasi, PC GP Ansor Purworejo Gelar Turba di PAC GP Ansor Kemiri

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 82
    • 1Komentar

    KEMIRI – Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Purworejo menggelar kegiatan TURBA (Turun Bawah) sebagai bagian dari agenda konsolidasi organisasi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gedung MWC NU Kemiri, Purworejo, Jumat (13/02/2026) malam. TURBA merupakan agenda strategis organisasi di mana pengurus tingkat cabang mengunjungi jajaran pengurus di tingkat bawah, baik Pimpinan Anak Cabang (PAC) maupun […]

  • Ikrar Kesetiaan NKRI

    Ikrar Kesetiaan NKRI

    • calendar_month Minggu, 24 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Bayan, ansorpurworejo.org Melihat perkembangan jaman semakin “konyol”, kita sama-sama melihat, mendengar dari pemberitaan-pemberitaan yang juga membuat “miris” para orang tua, ada orang-orang yang menyakiti diri saja itu dianggap Jihad, menganggap orang yg berbeda pendapat/pemahamannya dianggap Kafir, sehingga “halal” disakiti bahkan dibunuh. Bahkan bisa dirasakan betapa resahnya kita akan generasi-generasi muda yang semakin “ngawur” cara berpikir […]

expand_less