Breaking News
light_mode
Trending Tags

Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
  • visibility 624
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Assalamualaikum wr wb.

Perkenalkan, nama saya Bramantyo dan Alhamdulillah saya termasuk warga NU. Walaupun ‘NU Abangan’, wong Iqra saja belum khatam.

Tapi saya sangat bangga jadi warga NU, walaupun saya tidak tahu, apakah NU bangga punya warga seperti saya. Dan sebagai bukti kebanggaan saya menjadi warga NU, saya tidak terpancing untuk ikut-ikutan ganti nama menjadi ‘Bram Al-Khotot,’ agar dilihat orang sebagai orang yang shaleh. Karena bagi saya yang orang NU Abangan, kadar keshalehan orang itu tidak dilihat dari nama, tapi dari cara pandang dan sikap kita dalam melihat, menyikapi dan memperlakukan semua makhluk ciptaan Allah SWT.

Dan, walaupun latar belakang saya sebagai pelukis, saya juga tidak terpancing untuk ikut-ikutan melukis lingkaran hitam di jidat saya, agar terlihat sebagai orang beriman. Karena bagi saya sebagai orang NU Abangan, kadar keimanan seseorang itu tidak sesederhana dilihat dari stempel atau tanda hitam di jidat, atau terlihat dari celana kulot di atas mata kaki, dari grup pecel lele (persatuan celana lebar). Tapi dari cara kita mensyukuri dan ridho atas segala takdir dan ketetapan-Nya.

Saya hanya ingin jadi warga NU yang sederhana, yang apa adanya, bukan ada apanya. Yang percaya bahwa sebaik-baiknya orang adalah yang berguna bagi sesamanya, bermanfaat bagi lingkungannya.

Saya hanya ingin jadi warga NU yang sederhana, yang akan mengucap takbir “Allahu Akbar” karena menyaksikan kebesaran Tuhan. Bukan “Allahu Akbar” untuk memprovokasi, membakar atau mencaci-maki sesama makhluk Allah SWT.

Alhamdulillah, saya dilahirkan di lingkungan NU. Suatu lingkungan yang masih memegang erat dakwah dan budaya NU. Masih teringat dalam ingatan saya, saat saya masih kecil—yah, SD lah—kalau ada tetangga meninggal, perasaan ini campur aduk: antara sedih dan senang. Sedih karena ditinggal tetangga untuk selamanya. Senang karena sudah membayangkan: selama tujuh hari pasti dapat berkat.

NU itu ibarat pepatah, diam-diam menghanyutkan. Dihina pasti memaafkan. Dicaci-maki, malah balas mendoakan yang baik-baik. Disenggol malah ngajak silaturrahmi. Selalu menjadi air, saat lainnya jadi api yang membakar sekitarnya. Sangat meneduhkan.

NU itu santai. NU itu slow man. Sampai karena sangat slow-nya, pernah saya pameran lukisan bareng teman-teman NU, pembukaan pameran jam delapan malam, undangan disebar jam enam sore. Tapi karena iman dan percaya bahwa semua sudah diatur sama Tuhan, akhirnya terlaksana juga pembukaan pamerannya, sukses dan lancar. Slow man. Semua pasrahkan pada Tuhan, yang penting kita sudah usaha.

NU itu bagai karang yang kokoh diterjang ombak peradaban moral yang semakin kusut. NU itu berani berlapar-lapar dan berjuang (tapi takut salid), pissss.

Mengidentifikasi orang NU itu mudah: orangnya tidak spaneng, suka guyon, bisa memaklumi orang, lucu, imut, penuh rasa toleransi, (mangane akeh, salidtan), piss maneh. Tidak suka teriak-teriak “Allahu Akbar” sambil membakar. Tidak suka shalat bareng-bareng di pinggir jalan sehabis teriak-teriak memaki dan mencaci orang. Pokoke jooooooooosss….

Orang itu kalau melihat keajaiban alam, langsung menunduk dan ingat Tuhan. Bukan malah gumunan, lalu sibuk bilang amin dan menyuruh untuk disebarkan lewat WA.

Karena ingat…. Akan tiba suatu masa, mulut ini dikunci dan jari-jari bersaksi bahwa setiap hari, ia dipakai untuk mencaci, dan sebarkan intoleransi tiap hari.

NU adalah mata air para pencari ilahi. Samudera bagi pantai-pantai budaya. NU adalah tiang-tiang peradaban. NU adalah matahari, penerang bagi siang-siangku. Dan rembulan, penerang bagi malam-malamku.

Terima kasih.
Wassalamualaikum wr wb.

Penulis adalah pekerja seni lukis, tinggal di Purworejo, Jawa Tengah. Penulis juga merupakan anggota jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo. Pernah ikut pameran lukisan bertemakan ulama dan tokoh NU pada Haul Gus Dur di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2018 silam. Tulisan ini dibacakan penulis pada Peringatan Harlah NU ke-98 16 Rajab 1442 H oleh forum diskusi ‘Kopi Panas’ di Rumah Juang, Purworejo.

Dimuat pertama kali di NU Online dengan judul yang sama.

https://www.nu.or.id/post/read/126986/saya-hanya-ingin-jadi-warga-nu-yang-sederhana

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suksesnya Kegiatan MAKESTA IPNU-IPPNU Kecamatan Bagelen

    Suksesnya Kegiatan MAKESTA IPNU-IPPNU Kecamatan Bagelen

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Desa Semono, 7 Juli 2023 – Kegiatan Masa Kesatuan Aksi (MAKESTA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tahun 2023 yang diselenggarakan di Desa Semono pada tanggal 4-6 Juli, berhasil mencapai kesuksesan yang gemilang. Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah ini memberikan dampak yang positif dan memberikan […]

  • IPPNU Purworejo Gelar Sarasehan Lintas Generasi

    IPPNU Purworejo Gelar Sarasehan Lintas Generasi

    • calendar_month Senin, 30 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 615
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – PC IPPNU Kabupaten Purworejo menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Sarasehan IPPNU Purworejo bersama Alumni PC IPPNU Purworejo Lintas Generasi di : Gedung Aula Pertemuan DPD KNPI Kab.Purworejo, Minggu, 22/12/2019. Ketua PC IPPNU Purworejo, Ririn Yunitasari mengatakan bahwa tujuan diadakannya acara ini merupakan ajang untuk merefleksikan diri dengan akhlak, perilaku, tutur […]

  • Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Muktamar ke-33 di Kota Santri Jombang merupakan momentum untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berpegang teguh pada Islam yang wasathiyah (moderat), Islam Nusantara, Islam yang hidup ditengah-tengah ke-Bhineka-an. Tema yang diusungkan dalam Muktamar tersebut adalah Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Tema ini menegaskan komitmen NU untuk memajukan peradaban dari Indonesia […]

  • Hari-Hari Dibolehkannya Berkurban pada Hari Raya Idul Adlha

    Hari-Hari Dibolehkannya Berkurban pada Hari Raya Idul Adlha

    • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
    • account_circle PAC Kota
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Hari Raya Idul Adlha merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi peringatan atas ketaatan Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putranya atas perintah Allah, Idul Adlha juga melibatkan pelaksanaan ibadah kurban. Ibadah kurban ini dilakukan dengan menyembelih hewan tertentu sebagai bentuk pengorbanan dan kepatuhan kepada Allah. Namun, ada beberapa hari […]

  • Pelantikan Kepala MTs Ma’arif NU 01 Bruno Membuka Era Baru Kemajuan Pendidikan

    Pelantikan Kepala MTs Ma’arif NU 01 Bruno Membuka Era Baru Kemajuan Pendidikan

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Purworejo, 10 Juli 2023 – Hari ini, Gedung Pertemuan MTs Ma’arif NU 01 Bruno, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo menjadi saksi pelantikan kepala dan pembinaan Dewan Guru dan Karyawan yang penuh harapan. Acara ini dihadiri oleh para pengurus Pimpinan LP Ma’arif Kabupaten Purworejo, Rois Syuriah, dan Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Bruno, Dewan Pembina, Pengawas dan […]

  • PC GP Ansor Purworejo Siapkan Posko Mudik Lebaran 2025 untuk Pemudik

    PC GP Ansor Purworejo Siapkan Posko Mudik Lebaran 2025 untuk Pemudik

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org – Dalam rangka mensukseskan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Purworejo mendirikan Posko Mudik Lebaran 2025 yang beroperasi sejak 27 Maret hingga 6 April 2025. Posko ini didirikan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik yang melintasi wilayah Purworejo. Pembukaan posko mudik ini secara […]

expand_less