Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemikiran Islam Lokal Tuan Guru Bengkel

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Agt 2016
  • visibility 637
  • comment 2 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Muktamar ke-33 di Kota Santri Jombang merupakan momentum untuk menjadikan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan yang berpegang teguh pada Islam yang wasathiyah (moderat), Islam Nusantara, Islam yang hidup ditengah-tengah ke-Bhineka-an. Tema yang diusungkan dalam Muktamar tersebut adalah Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia. Tema ini menegaskan komitmen NU untuk memajukan peradaban dari Indonesia untuk dunia dengan pendekatan yang harmonis (pendekatan agama, sosial) secara kultural dan dalam konteks ini NU sejak didirikan, sekarang, dan seterusnya akan mendukung peradaban.
Tema itu juga sejalan dengan doktrin Islam Aswaja Annahdliyyah yang sering diperdengarkan oleh organisasi Nahdlatul Ulama bertujuan agar hubungan antar manusia bisa bersikap tawasuth (moderat), tawazun (berimbang), i’tidal (tegak lurus dalam prinsip), dan tasamuh (toleransi). Hal ini sesungguhnya implementasi dari al-maslahah al-mu’tabarah (hifd din, nafs, ’aql, nasl, dan mal). Ketika lima tujuan ajaran universal Islam ini diintegrasikan dengan empat pilar kebangsaan, maka Indonesia sebagai sebuah negara dan bangsa akan menjadi negara yang maju dan berperadaban.
Terminologi “Islam Nusantara” mendapatkan respon yang hangat baik pro dan kontra atas istilah tersebut, di luar itu muncul banyak pendapat dan argumen untuk menegaskan bahwa istilah “Islam Nusantara” bukanlah model Islam atau aliran baru akan tetapi sebuah istilah yang memang hadir atas realita bahwa Islam di Indonesia adalah agama yang hidup di tengah-tengah agama-agama lain. Di luar perdebatan tersebut, layak untuk dibaca buku baru yang terbit awal tahun 2016 dengan judul Pemikiran Islam Lokal TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel.
 
Buku ini hadir menguraikan sejarah perjalanan intelektual seorang ulama dan tokoh besar Lombok NTB. TGH. M. Shaleh Hambali yang selanjutnya lebih dikenal dengan nama Tuan Guru Bengkel (Bengkel merupakan nama sebuah desa tempat kelahiran dan dimakamkan TGH. M. Shaleh Hambali) merupakan salah satu perintis kebangkitan Islam di Lombok awal abad 20 dan merupakan Rais Syuriah pertama NU NTB. Tuan Guru Bengkel juga merupakan salah satu tokoh yang memformulasikan dakwahnya melalui tulisan atau seperti yang diistilahkan penulis buku “Era Fatwa” menuju “Era Baca”.
 
Tuan Guru Bengkel dalam beberapa pemikiran dan fatwanya sering dianggap kontroversi karena beberapa pandangannya dalam persoalan agama berbeda dengan ulama pada masanya. Buku ini merupakan hasil penelitian yang didasari pada tugas akhir (disertasi) penulis ketika menempuh doktor di bidang Islamic Studies di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 
Pemikiran-pemikiran Tuan Guru Bengkel dibagi menjadi tiga tema bidang pemikiran yaitu bidang tauhid, fiqih dan bidang tasawuf. Pemikiran Tuan Guru Bengkel dalam persoalan tauhid merepresentasikan bahwa Tuan Guru Bengkel adalah ulama yang memegang paham ahl-Sunnah wa al-Jama’ah An-Nahdlyah. Tema yang disajikan merupakan tema besar yang menjadi perhatian ulama ahl-Sunnah wa al-Jama’ah diantaranya 1) Masalah sifat Allah dan para rasul-Nya, 2) Masalah kekuasaan Allah dan perbuatan manusia, dan 3) Masalah keimanan dan keislaman (hal 134).
Adapun dalam bidang fiqih merupakan bidang kajian yang banyak menjadi bahan diskusi karena dianggap kontroversi, diantaranya masalah mati syahid dunia akhiratnya salah satu tokoh yang meninggal disebabkan oleh perisean. Perisean merupakan sebuah tradisi dalam masyakarat Sasak dimana dua orang pepadu saling mengadu ketangkasan (halaman 228). Masalah kedua yang dianggap kontroversi  adalah tidak adanya Sorong Serah dalam perkawinan (halaman 238). Sorong Serah merupakan upacara yang dilakukan untuk membayar harga seorang perempuan dalam tradisi adat Sasak. Perkara lain dalam bidang fiqih adalah karya Tuan Guru Bengkel tentang haji yang terdapat dalam kitab Jamuan Tersaji pada Manasik Haji. Kitab ini menyajikan masalah haji lengkap yang diawali penjelasannya tentang masalah rukun Islam yang lima dan rukun iman yang enam.
Sedangkan dalam bidang tasawuf,  Tuan Guru Bengkel mengajarkan salah satu bidang tasawuf yaitu tarekat. Tarekat yang dikembangkan adalah tarekat Qadiriyah Naqsabandiyah Khalwatiyah. Selain tarekat, topik pembahasan yang masih dalam kajian tasawuf adalah masalah lagu atau nyanyian dan tarian. Tuan Guru Bengkel menulis masalah ini dalam kitab Luqthatul Jawharah yang ditulis pada tahun 1933. Kitab lainnya yang ditulis adalah tentang tasawuf, Cempaka Mulia Perhiasan Manusia, Intan Berlian Perhiasan Laki Perempuan, dan Permaiduri. 
 
Walhasil bahwa buku karya Adi Fadli tentang sosok Tuan Guru Bengkel menjadi bahan bacaan dan kajian awal bahwa betapa produktifnya ulama yang hidup diparo abad ke-20 yang dianggap sebagai tokoh sang pembaru dalam model dakwah yaitu bil lisan, bil kitabah, dan bil hal. Selain itu buku ini menambah khazanah pengetahuan kita tentang teori masuknya Islam ke Lombok. Dalam penelitian Adi Fadli ini menjelaskan bahwa Islam masuk ke Lombok dengan tiga teori.
Buku ini seperti yang dikatakan salah satu Guru Besar Sejarah UGM dalam pengantarnya layak untuk menjadi bacaan khalayak ramai, khususnya bagi mereka yang menggeluti kajian sejarah Islam di Indonesia, atau Islam di Nusantara, maupun sejarah lokal. Selain itu mereka yang tertarik pada persoalan sejarah keagamaan, sejarah sosial-budaya, dan segi-segi lainnya perlu untuk menjadikan buku ini sebagai salah satu referensi penting.
Info Buku
Judul Buku : Pemikiran Islam Lokal TGH. M. Shaleh Hambali Bengkel
Penulis : Adi Fadli
Penerbit         : Pustaka Lombok
Cetakan         : i, 2016
Tebal : xxvi – 358
Peresensi
Retno Sirnopati

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (2)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ansor Gebang Dilantik, Gus Ahil: Harus Jadi PAC Unggulan

    Ansor Gebang Dilantik, Gus Ahil: Harus Jadi PAC Unggulan

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 129
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org-Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Gebang masa khidmah 2025–2028 resmi dilantik dan memulai kiprah organisasinya. Pelantikan berlangsung khidmat pada Ahad (18/1/2026) di Gedung Pertemuan Desa Gebang, Kabupaten Purworejo, dan dipimpin oleh perwakilan Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Provinsi Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gebang, […]

  • Berkas Pendampingan Lokal Desa 2015

    Berkas Pendampingan Lokal Desa 2015

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Download

  • PAC GP Ansor Bruno Ikut Hadir dalam Acara Bimbingan Teknis dan Peluncuran Website 16 PAC Gerakan Pemuda Ansor

    PAC GP Ansor Bruno Ikut Hadir dalam Acara Bimbingan Teknis dan Peluncuran Website 16 PAC Gerakan Pemuda Ansor

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Purworejo, 25 Juni 2023 – Dalam acara bimbingan teknis (bimtek) dan peluncuran website 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor di gedung PCNU Kabupaten Purworejo, Muhamad Hidayatullah, selaku Wakil Ketua Bidang Media, memberikan pelatihan terkait teknologi informasi (IT) dan media kepada para peserta. Ketua PAC Ansor Bruno Nur Arifin, A.md.Ak, Wakil Ketua Muhamad Irfan Romadhon, S.Sos, […]

  • Motivasi Belajar Al Qur’an dengan Arak-Arakan

    Motivasi Belajar Al Qur’an dengan Arak-Arakan

    • calendar_month Kamis, 29 Des 2016
    • account_circle admin
    • visibility 667
    • 0Komentar

    Gebang, ansorpurworejo.orgKirab santri (arak-arakan) yang sering dilakukan oleh kebanyakan masyarakat untuk memeriahkan dalam kegiatan peringatan hari besar islam (PHBI).Acara maulid nabi Muhammad SAW misalnya, arak arakan biasanya ada kuda yang dimainkan dan ditungganggi oleh anak yang khotmil Qur’an.Begitu juga  jamaah mushola Al Barokah dusun Buntit desa Gintungan Gebang Purworejo menggelar kirab santri dengan berpawai mengelilingi […]

  • Prihatin Bom Makasar, Ansor Siap Jaga Keamanan dan Petakan Potensi Radikalisme 

    Prihatin Bom Makasar, Ansor Siap Jaga Keamanan dan Petakan Potensi Radikalisme 

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Masagoez
    • visibility 683
    • 0Komentar

    SEMARANG (Sigi Jateng) – Merasa prihatin dengan perisapan umat Nasrani dalam perayaan paskah yang terganggu karena aksi teror bom di Gereja Katedral Makassar, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H. Solahuddin Aly menyatakan siap membantu aparat keamanan untuk menjaga gereja-gereja yang ada di Jawa Tengah. Pria yang akrab disapa Gus Solah itu sudah memberikan informasi […]

  • AKSI TEROR PARIS PBNU Minta Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan

    AKSI TEROR PARIS PBNU Minta Semua Pihak Tingkatkan Kewaspadaan

    • calendar_month Sabtu, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 1Komentar

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Dunia dan kemanusiaan berduka. Serangkaian serangan bersenjata dan ledakan bom menewaskan lebih 100 nyawa, di enam titik di kota Paris, Perancis, Jum’at malam (13/11/2015). Terkait aksi terror kejam ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) turut menyampaikan duka mendalam dan mengecam keras tindakan tak beradab tersebut. Sebagai bagian dari elemen masyarakat  beragama, PBNU […]

expand_less