Breaking News
light_mode
Trending Tags

Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
  • visibility 667
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Assalamualaikum wr wb.

Perkenalkan, nama saya Bramantyo dan Alhamdulillah saya termasuk warga NU. Walaupun ‘NU Abangan’, wong Iqra saja belum khatam.

Tapi saya sangat bangga jadi warga NU, walaupun saya tidak tahu, apakah NU bangga punya warga seperti saya. Dan sebagai bukti kebanggaan saya menjadi warga NU, saya tidak terpancing untuk ikut-ikutan ganti nama menjadi ‘Bram Al-Khotot,’ agar dilihat orang sebagai orang yang shaleh. Karena bagi saya yang orang NU Abangan, kadar keshalehan orang itu tidak dilihat dari nama, tapi dari cara pandang dan sikap kita dalam melihat, menyikapi dan memperlakukan semua makhluk ciptaan Allah SWT.

Dan, walaupun latar belakang saya sebagai pelukis, saya juga tidak terpancing untuk ikut-ikutan melukis lingkaran hitam di jidat saya, agar terlihat sebagai orang beriman. Karena bagi saya sebagai orang NU Abangan, kadar keimanan seseorang itu tidak sesederhana dilihat dari stempel atau tanda hitam di jidat, atau terlihat dari celana kulot di atas mata kaki, dari grup pecel lele (persatuan celana lebar). Tapi dari cara kita mensyukuri dan ridho atas segala takdir dan ketetapan-Nya.

Saya hanya ingin jadi warga NU yang sederhana, yang apa adanya, bukan ada apanya. Yang percaya bahwa sebaik-baiknya orang adalah yang berguna bagi sesamanya, bermanfaat bagi lingkungannya.

Saya hanya ingin jadi warga NU yang sederhana, yang akan mengucap takbir “Allahu Akbar” karena menyaksikan kebesaran Tuhan. Bukan “Allahu Akbar” untuk memprovokasi, membakar atau mencaci-maki sesama makhluk Allah SWT.

Alhamdulillah, saya dilahirkan di lingkungan NU. Suatu lingkungan yang masih memegang erat dakwah dan budaya NU. Masih teringat dalam ingatan saya, saat saya masih kecil—yah, SD lah—kalau ada tetangga meninggal, perasaan ini campur aduk: antara sedih dan senang. Sedih karena ditinggal tetangga untuk selamanya. Senang karena sudah membayangkan: selama tujuh hari pasti dapat berkat.

NU itu ibarat pepatah, diam-diam menghanyutkan. Dihina pasti memaafkan. Dicaci-maki, malah balas mendoakan yang baik-baik. Disenggol malah ngajak silaturrahmi. Selalu menjadi air, saat lainnya jadi api yang membakar sekitarnya. Sangat meneduhkan.

NU itu santai. NU itu slow man. Sampai karena sangat slow-nya, pernah saya pameran lukisan bareng teman-teman NU, pembukaan pameran jam delapan malam, undangan disebar jam enam sore. Tapi karena iman dan percaya bahwa semua sudah diatur sama Tuhan, akhirnya terlaksana juga pembukaan pamerannya, sukses dan lancar. Slow man. Semua pasrahkan pada Tuhan, yang penting kita sudah usaha.

NU itu bagai karang yang kokoh diterjang ombak peradaban moral yang semakin kusut. NU itu berani berlapar-lapar dan berjuang (tapi takut salid), pissss.

Mengidentifikasi orang NU itu mudah: orangnya tidak spaneng, suka guyon, bisa memaklumi orang, lucu, imut, penuh rasa toleransi, (mangane akeh, salidtan), piss maneh. Tidak suka teriak-teriak “Allahu Akbar” sambil membakar. Tidak suka shalat bareng-bareng di pinggir jalan sehabis teriak-teriak memaki dan mencaci orang. Pokoke jooooooooosss….

Orang itu kalau melihat keajaiban alam, langsung menunduk dan ingat Tuhan. Bukan malah gumunan, lalu sibuk bilang amin dan menyuruh untuk disebarkan lewat WA.

Karena ingat…. Akan tiba suatu masa, mulut ini dikunci dan jari-jari bersaksi bahwa setiap hari, ia dipakai untuk mencaci, dan sebarkan intoleransi tiap hari.

NU adalah mata air para pencari ilahi. Samudera bagi pantai-pantai budaya. NU adalah tiang-tiang peradaban. NU adalah matahari, penerang bagi siang-siangku. Dan rembulan, penerang bagi malam-malamku.

Terima kasih.
Wassalamualaikum wr wb.

Penulis adalah pekerja seni lukis, tinggal di Purworejo, Jawa Tengah. Penulis juga merupakan anggota jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo. Pernah ikut pameran lukisan bertemakan ulama dan tokoh NU pada Haul Gus Dur di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2018 silam. Tulisan ini dibacakan penulis pada Peringatan Harlah NU ke-98 16 Rajab 1442 H oleh forum diskusi ‘Kopi Panas’ di Rumah Juang, Purworejo.

Dimuat pertama kali di NU Online dengan judul yang sama.

https://www.nu.or.id/post/read/126986/saya-hanya-ingin-jadi-warga-nu-yang-sederhana

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 87
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Sambang ranting merupakan program kerja Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri pada tahun 2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menguatkan organisasi dan filantropi NU dengan ranting nahdlatul ulama di Zona VI (Ranting NU Jatiwangsan, Ranting NU Girimulyo, Ranting NU Girijoyo, Ranting NU Turus, Ranting NU Dilem. Hal ini juga merupakan dalam rangka […]

  • Desa Seren Tebar Benih Ikan 10.000 ekor dikali

    Desa Seren Tebar Benih Ikan 10.000 ekor dikali

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 370
    • 0Komentar

    GEBANG. ansorpurworejo.org – Dalam rangka mempPeringati Hari Santri Nasional (HSN) kegiatan yang diselenggarakan oleh GP Ansor Ranting desa Seren bersama Santri TPQ & asatidz se desa Seren yang berjumlah 450 santri dari jumlah TPQ 15 tempat, Minggu, 24/10/2021. Dalam rangka memperingati hari santri tahun 2021 ansor ranting desa seren mengadakan Sepeda Santai, Lomba santri dan […]

  • GP Ansor Purworejo Tebar 1.934 Ikan, Tutup Rangkaian Harlah ke-92

    GP Ansor Purworejo Tebar 1.934 Ikan, Tutup Rangkaian Harlah ke-92

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Purworejo – Rangkaian peringatan Harlah ke-92 Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Purworejo ditutup dengan kegiatan olahraga goes dan tebar benih ikan di Bendungan Kedung Putri, Loano, pada Jumat sore, (1/5/2026). Ketua GP Ansor Purworejo, H. M. Tashilul Manasik, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan yang dimulai dari Kota Purworejo hingga finish di Bendungan Kedung […]

  • Kajian dan Diskusi Hukum Penyembelihan Bersama MDS Rijalul Ansor Pituruh

    Kajian dan Diskusi Hukum Penyembelihan Bersama MDS Rijalul Ansor Pituruh

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Pituruh, Pada malam kamis, tanggal, 08 Mei 2024, pukul 20.30 Wib. MDS Rijalul Ansor PAC GP Pituruh menggelar kegiatan pengajian rutin di Musholla Assolihin Desa Prapagkidul Pituruh. Acara ini dihadiri oleh puluhan anggota dan masyarakat setempat. Materi kajian kali ini membahas tentang penyembelihan dan buruan, yang disampaikan oleh Sahabat Muhammad Hanif Rohman, selaku Ketua Rijalul […]

  • Aku Bangga Jadi Kader GP Ansor

    Aku Bangga Jadi Kader GP Ansor

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    JAWATENGAH, ansorpurworejo.org – Akreditasi merupakan ikhtiar bersama meningkatkan kedisiplinan, mengukur dan mengevaluasi kinerja secara periodik sekaligus sebagai sarana meningkatkan soliditas organisasi. Sehingga, GP Ansor sebagai organisasi kepemudaan-keagamaan terbesar di dunia ini, dituntut untuk professional menjalankan roda organisasi, tidak hanya unggul dalam konsolidasi namun juga mampu melaksanakan seluruh program yang direncanakan secara baik, rapi dan tuntas. […]

  • MWC NU Bruno mengirim perwakilan dan ikut serta di Rapat Koordinasi Gerakan Keluarga Maslahat Nahdhatul Ulama (GKMNU)

    MWC NU Bruno mengirim perwakilan dan ikut serta di Rapat Koordinasi Gerakan Keluarga Maslahat Nahdhatul Ulama (GKMNU)

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 54
    • 0Komentar

    Pada Sabtu, 29 Juli 2023, telah diadakan Rakor IV GKMNU (Gerakan Keluarga Maslahat NU) di Gedung PCNU Kabupaten Purworejo. Acara dimulai pukul 13.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Dalam kesempatan tersebut, hadir Satgas GKMNU PW NU Jawa Tengah, serta masing-masing organisasi NU tingkat kecamatan yang mengirimkan 6 orang perwakilan dari MWC NU, unsur Muslimat NU, […]

expand_less