Breaking News
light_mode
Trending Tags

Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
  • visibility 726
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Assalamualaikum wr wb.

Perkenalkan, nama saya Bramantyo dan Alhamdulillah saya termasuk warga NU. Walaupun ‘NU Abangan’, wong Iqra saja belum khatam.

Tapi saya sangat bangga jadi warga NU, walaupun saya tidak tahu, apakah NU bangga punya warga seperti saya. Dan sebagai bukti kebanggaan saya menjadi warga NU, saya tidak terpancing untuk ikut-ikutan ganti nama menjadi ‘Bram Al-Khotot,’ agar dilihat orang sebagai orang yang shaleh. Karena bagi saya yang orang NU Abangan, kadar keshalehan orang itu tidak dilihat dari nama, tapi dari cara pandang dan sikap kita dalam melihat, menyikapi dan memperlakukan semua makhluk ciptaan Allah SWT.

Dan, walaupun latar belakang saya sebagai pelukis, saya juga tidak terpancing untuk ikut-ikutan melukis lingkaran hitam di jidat saya, agar terlihat sebagai orang beriman. Karena bagi saya sebagai orang NU Abangan, kadar keimanan seseorang itu tidak sesederhana dilihat dari stempel atau tanda hitam di jidat, atau terlihat dari celana kulot di atas mata kaki, dari grup pecel lele (persatuan celana lebar). Tapi dari cara kita mensyukuri dan ridho atas segala takdir dan ketetapan-Nya.

Saya hanya ingin jadi warga NU yang sederhana, yang apa adanya, bukan ada apanya. Yang percaya bahwa sebaik-baiknya orang adalah yang berguna bagi sesamanya, bermanfaat bagi lingkungannya.

Saya hanya ingin jadi warga NU yang sederhana, yang akan mengucap takbir “Allahu Akbar” karena menyaksikan kebesaran Tuhan. Bukan “Allahu Akbar” untuk memprovokasi, membakar atau mencaci-maki sesama makhluk Allah SWT.

Alhamdulillah, saya dilahirkan di lingkungan NU. Suatu lingkungan yang masih memegang erat dakwah dan budaya NU. Masih teringat dalam ingatan saya, saat saya masih kecil—yah, SD lah—kalau ada tetangga meninggal, perasaan ini campur aduk: antara sedih dan senang. Sedih karena ditinggal tetangga untuk selamanya. Senang karena sudah membayangkan: selama tujuh hari pasti dapat berkat.

NU itu ibarat pepatah, diam-diam menghanyutkan. Dihina pasti memaafkan. Dicaci-maki, malah balas mendoakan yang baik-baik. Disenggol malah ngajak silaturrahmi. Selalu menjadi air, saat lainnya jadi api yang membakar sekitarnya. Sangat meneduhkan.

NU itu santai. NU itu slow man. Sampai karena sangat slow-nya, pernah saya pameran lukisan bareng teman-teman NU, pembukaan pameran jam delapan malam, undangan disebar jam enam sore. Tapi karena iman dan percaya bahwa semua sudah diatur sama Tuhan, akhirnya terlaksana juga pembukaan pamerannya, sukses dan lancar. Slow man. Semua pasrahkan pada Tuhan, yang penting kita sudah usaha.

NU itu bagai karang yang kokoh diterjang ombak peradaban moral yang semakin kusut. NU itu berani berlapar-lapar dan berjuang (tapi takut salid), pissss.

Mengidentifikasi orang NU itu mudah: orangnya tidak spaneng, suka guyon, bisa memaklumi orang, lucu, imut, penuh rasa toleransi, (mangane akeh, salidtan), piss maneh. Tidak suka teriak-teriak “Allahu Akbar” sambil membakar. Tidak suka shalat bareng-bareng di pinggir jalan sehabis teriak-teriak memaki dan mencaci orang. Pokoke jooooooooosss….

Orang itu kalau melihat keajaiban alam, langsung menunduk dan ingat Tuhan. Bukan malah gumunan, lalu sibuk bilang amin dan menyuruh untuk disebarkan lewat WA.

Karena ingat…. Akan tiba suatu masa, mulut ini dikunci dan jari-jari bersaksi bahwa setiap hari, ia dipakai untuk mencaci, dan sebarkan intoleransi tiap hari.

NU adalah mata air para pencari ilahi. Samudera bagi pantai-pantai budaya. NU adalah tiang-tiang peradaban. NU adalah matahari, penerang bagi siang-siangku. Dan rembulan, penerang bagi malam-malamku.

Terima kasih.
Wassalamualaikum wr wb.

Penulis adalah pekerja seni lukis, tinggal di Purworejo, Jawa Tengah. Penulis juga merupakan anggota jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo. Pernah ikut pameran lukisan bertemakan ulama dan tokoh NU pada Haul Gus Dur di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2018 silam. Tulisan ini dibacakan penulis pada Peringatan Harlah NU ke-98 16 Rajab 1442 H oleh forum diskusi ‘Kopi Panas’ di Rumah Juang, Purworejo.

Dimuat pertama kali di NU Online dengan judul yang sama.

https://www.nu.or.id/post/read/126986/saya-hanya-ingin-jadi-warga-nu-yang-sederhana

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid

    Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 933
    • 0Komentar

    Kyai Haji (KH) Abdurrahman Wahid atau terkenal sebagai Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940 dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil atau “Sang Penakluk”, dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara dari keluarga yang sangat terhormat […]

  • PC GP Ansor Purworejo Melantik 15 Pimpinan Ranting Ansor Kecamatan Pituruh

    PC GP Ansor Purworejo Melantik 15 Pimpinan Ranting Ansor Kecamatan Pituruh

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 293
    • 2Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Guna membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih di Organisasi Gerakan Pemuda Ansor khususnya di wialayah Kecamatan Pituruh. PAC GP Ansor Kecamatan Pituruh menggelar Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) […]

  • 448 PESERTA IKUTI PELATIHAN PEMULASARAN JENAZAH MWCNU PURWOREJO

    448 PESERTA IKUTI PELATIHAN PEMULASARAN JENAZAH MWCNU PURWOREJO

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 519
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Dalam rangka memberikan pemahaman tata cara perawatan jenazah dengan baik, benar, cepat dan tertib sesuai tuntunan syari’at Islam , Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Purworejo menyelenggarakan “Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Putra dan Putri” yang dilaksanakan di 5 Zona se-Kecamatan pada tanggal 9 Januari 2022 sampai dengan 13 Februari 2022. Ky. Muh […]

  • Pesan Rais Syuriyah MWCNU Purworejo kepada Pengurus NU : Teladani Nabi Syuaib AS ketika Khidmah di NU

    Pesan Rais Syuriyah MWCNU Purworejo kepada Pengurus NU : Teladani Nabi Syuaib AS ketika Khidmah di NU

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2023
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 370
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Dalam Khutbah Iftitah Puncak Resepsi peringatan Satu Abad NU MWCNU Purworejo Rabu 15/2 /2023 di Aula PP Al Fahham Baledono , Rais Syuriyah MWCNU Purworejo KH.R. Chamid Bakri berpesan tentang tujuan NU didirikan dan tugas pengurusnya. Tujuan dan tugasnya antara lain untuk menggerakan dan mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik secara agama […]

  • Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ANSOR dan Diklatsar Banser di lapangan Desa Tursino

    Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ANSOR dan Diklatsar Banser di lapangan Desa Tursino

    • calendar_month Senin, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 793
    • 1Komentar

    Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) ANSOR dan Diklatsar Banser di lapangan Desa Tursino, Kecamatan Kutoarjo diikuti oleh ratusan pemuda dari Zona III mencakup Kecamatan Kutoarjo, Bayan, Grabag dan Butuh. Muslihuddin sebagai ketua panitia menegaskan kegiatan ini dilaksanakan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Purworejo untuk mencetak kader muda NU yang mandiri, dinamis, serta mampu berjuang di tengah […]

  • Motivasi Organisasi.

    Motivasi Organisasi.

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle PAC Bener
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Motivasi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bener Sahabat Ahmad Aziz dalam organisasi di Gerakan Pemuda Ansor adalah mendorong atau daya penggerak yang mendorong individu atau anggota dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan dan kinerja yang lebih baik. Ini melibatkan faktor-faktor  anggota organisasi, seperti semangat kerja, komitmen, loyalitas, dan kepuasan kerja. Berikut beberapa elemen penting dalam […]

expand_less