Breaking News
light_mode
Trending Tags

Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
  • visibility 697
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Assalamualaikum wr wb.

Perkenalkan, nama saya Bramantyo dan Alhamdulillah saya termasuk warga NU. Walaupun ‘NU Abangan’, wong Iqra saja belum khatam.

Tapi saya sangat bangga jadi warga NU, walaupun saya tidak tahu, apakah NU bangga punya warga seperti saya. Dan sebagai bukti kebanggaan saya menjadi warga NU, saya tidak terpancing untuk ikut-ikutan ganti nama menjadi ‘Bram Al-Khotot,’ agar dilihat orang sebagai orang yang shaleh. Karena bagi saya yang orang NU Abangan, kadar keshalehan orang itu tidak dilihat dari nama, tapi dari cara pandang dan sikap kita dalam melihat, menyikapi dan memperlakukan semua makhluk ciptaan Allah SWT.

Dan, walaupun latar belakang saya sebagai pelukis, saya juga tidak terpancing untuk ikut-ikutan melukis lingkaran hitam di jidat saya, agar terlihat sebagai orang beriman. Karena bagi saya sebagai orang NU Abangan, kadar keimanan seseorang itu tidak sesederhana dilihat dari stempel atau tanda hitam di jidat, atau terlihat dari celana kulot di atas mata kaki, dari grup pecel lele (persatuan celana lebar). Tapi dari cara kita mensyukuri dan ridho atas segala takdir dan ketetapan-Nya.

Saya hanya ingin jadi warga NU yang sederhana, yang apa adanya, bukan ada apanya. Yang percaya bahwa sebaik-baiknya orang adalah yang berguna bagi sesamanya, bermanfaat bagi lingkungannya.

Saya hanya ingin jadi warga NU yang sederhana, yang akan mengucap takbir “Allahu Akbar” karena menyaksikan kebesaran Tuhan. Bukan “Allahu Akbar” untuk memprovokasi, membakar atau mencaci-maki sesama makhluk Allah SWT.

Alhamdulillah, saya dilahirkan di lingkungan NU. Suatu lingkungan yang masih memegang erat dakwah dan budaya NU. Masih teringat dalam ingatan saya, saat saya masih kecil—yah, SD lah—kalau ada tetangga meninggal, perasaan ini campur aduk: antara sedih dan senang. Sedih karena ditinggal tetangga untuk selamanya. Senang karena sudah membayangkan: selama tujuh hari pasti dapat berkat.

NU itu ibarat pepatah, diam-diam menghanyutkan. Dihina pasti memaafkan. Dicaci-maki, malah balas mendoakan yang baik-baik. Disenggol malah ngajak silaturrahmi. Selalu menjadi air, saat lainnya jadi api yang membakar sekitarnya. Sangat meneduhkan.

NU itu santai. NU itu slow man. Sampai karena sangat slow-nya, pernah saya pameran lukisan bareng teman-teman NU, pembukaan pameran jam delapan malam, undangan disebar jam enam sore. Tapi karena iman dan percaya bahwa semua sudah diatur sama Tuhan, akhirnya terlaksana juga pembukaan pamerannya, sukses dan lancar. Slow man. Semua pasrahkan pada Tuhan, yang penting kita sudah usaha.

NU itu bagai karang yang kokoh diterjang ombak peradaban moral yang semakin kusut. NU itu berani berlapar-lapar dan berjuang (tapi takut salid), pissss.

Mengidentifikasi orang NU itu mudah: orangnya tidak spaneng, suka guyon, bisa memaklumi orang, lucu, imut, penuh rasa toleransi, (mangane akeh, salidtan), piss maneh. Tidak suka teriak-teriak “Allahu Akbar” sambil membakar. Tidak suka shalat bareng-bareng di pinggir jalan sehabis teriak-teriak memaki dan mencaci orang. Pokoke jooooooooosss….

Orang itu kalau melihat keajaiban alam, langsung menunduk dan ingat Tuhan. Bukan malah gumunan, lalu sibuk bilang amin dan menyuruh untuk disebarkan lewat WA.

Karena ingat…. Akan tiba suatu masa, mulut ini dikunci dan jari-jari bersaksi bahwa setiap hari, ia dipakai untuk mencaci, dan sebarkan intoleransi tiap hari.

NU adalah mata air para pencari ilahi. Samudera bagi pantai-pantai budaya. NU adalah tiang-tiang peradaban. NU adalah matahari, penerang bagi siang-siangku. Dan rembulan, penerang bagi malam-malamku.

Terima kasih.
Wassalamualaikum wr wb.

Penulis adalah pekerja seni lukis, tinggal di Purworejo, Jawa Tengah. Penulis juga merupakan anggota jaringan Gusdurian Kabupaten Purworejo. Pernah ikut pameran lukisan bertemakan ulama dan tokoh NU pada Haul Gus Dur di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 2018 silam. Tulisan ini dibacakan penulis pada Peringatan Harlah NU ke-98 16 Rajab 1442 H oleh forum diskusi ‘Kopi Panas’ di Rumah Juang, Purworejo.

Dimuat pertama kali di NU Online dengan judul yang sama.

https://www.nu.or.id/post/read/126986/saya-hanya-ingin-jadi-warga-nu-yang-sederhana

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Konfercab Menuju Masa Depan: GP Ansor Purworejo Mantapkan Barisan Pemuda NU

    Dari Konfercab Menuju Masa Depan: GP Ansor Purworejo Mantapkan Barisan Pemuda NU

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 97
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Gedung KPPN Purworejo menjadi saksi lahirnya babak baru kepemimpinan dan konsolidasi kader dalam Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Purworejo, Minggu (13/7/2025). Acara lima tahunan yang digelar penuh semangat ini bukan sekadar forum pergantian pengurus, melainkan ruang pembuktian militansi kader dan keberlanjutan peran strategis organisasi dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan […]

  • Ijazah Doa dari KH. M. Cholil Bisri Agar Diberi Kemudahan dalam Berhaji

    Ijazah Doa dari KH. M. Cholil Bisri Agar Diberi Kemudahan dalam Berhaji

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 67
    • 0Komentar

    (Bruno, 27 Juni 2023), Dalam rangka menjaga dan memastikan keselamatan serta kenyamanan jamaah yang berusia lanjut, Kementerian Agama Indonesia telah meluncurkan program haji ramah lansia yang bertujuan untuk memudahkan Jama’ah dalam menjalankan ibadah haji. Dalam upaya ini, almarhum almaghfurlah KH Muhammad Cholil Bisri, seorang ulama ternama, meng-ijazahkan doa yang diharapkan dapat membantu para Jamaah dalam […]

  • PRNU Donorati: Kami Akan Meneruskan Perjuangan fii Sabilillah para Ulama

    PRNU Donorati: Kami Akan Meneruskan Perjuangan fii Sabilillah para Ulama

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 331
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org- Semangat 1 Abad NU juga tampak dari ujung Kecamatan Purworejo, PRNU Donorati yang turut serta mengikuti lomba fragmen yang diselenggarakan MWCNU Purworejo di sesi ke 4 pada Rabu (1/2/23) malam di komplek Musholla darussurur Dusun Panggulan Donorati dengan tema “Resolusi Jihad NU”. Pertunjukan ini dioerankan oleh kolaborasi para sesepuh dan kaum muda. Sinopsis […]

  • PAC Ansor Loano Gelar Loano Bersholawat dan Santunan Anak Yatim Peringati Tahun Baru Islam 1445 H

    PAC Ansor Loano Gelar Loano Bersholawat dan Santunan Anak Yatim Peringati Tahun Baru Islam 1445 H

    • calendar_month Minggu, 6 Agt 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 57
    • 0Komentar

    LOANO, ansorpurworjo.org – Sabtu (5/7/2023), Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo menyelenggarakan acara Sholawatan dan Santunan Anak Yatim di halaman Masjid Darussalam, Desa Kemejing, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo. Acara ini merupakan rangkaian peringatan Tahun Baru Hijriyah 1445 H. Kemeriahan acara dimulai dengan pemberian santunan kepada tujuh anak yatim yang […]

  • PC IPNU Purworejo Peringati Tahun Baru Tanpa Kembang Api & Terompet

    PC IPNU Purworejo Peringati Tahun Baru Tanpa Kembang Api & Terompet

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2020
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 482
    • 1Komentar

    PURWOREJO – Selamat tahun baru 2020, IPNU Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama memperingati hari pergantian tahun 2020. Perayaan malam pergantian tahun baru digelar di gedung DPD KNPI PURWOREJO. Acara yang mengusung tema “Dari Pelajar Agama Bangsa Negeri” dimeriahkan dengan Grub Akustik Band dan para pemuda dari kalangan Pemuda, Siswa hingga mahasiswa. Mereka menyambut malam pergantian tahun […]

  • 9 Pandangan Dan Penegasan Politik NU

    9 Pandangan Dan Penegasan Politik NU

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2020
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 1.106
    • 2Komentar

    Sebagai organisasi Islam dengan masa terbesar di dunia, menjadikan Nahdlatul Ulama magnet tersendiri bagi banyak kalangan. Tak terkecuali dalam berbagai situasi politik yang ada dinegeri ini. Strukturnya yang kuat dari tingkatan nasional hingga tingkatan terbawah di dusun-dusun dan perkampungan, bahkan kini Nahdatul Ulama setidaknya telah memiliki kepengurusan di 36 negara, menjadikan tarikan-tarikan kepada Nahdlatul Ulama […]

expand_less