Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hari-Hari Dibolehkannya Berkurban pada Hari Raya Idul Adlha

  • account_circle PAC Kota
  • calendar_month Kamis, 29 Jun 2023
  • visibility 165
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari Raya Idul Adlha merupakan salah satu momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia. Selain menjadi peringatan atas ketaatan Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putranya atas perintah Allah, Idul Adlha juga melibatkan pelaksanaan ibadah kurban. Ibadah kurban ini dilakukan dengan menyembelih hewan tertentu sebagai bentuk pengorbanan dan kepatuhan kepada Allah. Namun, ada beberapa hari spesifik yang ditentukan dalam Islam sebagai waktu yang tepat untuk melaksanakan kurban.

Merujuk pada Kitab Fathul Qorib,

(و) يدخل (وقت الذبح) للأضحية (من وقت صلاة العيد) أي عيد النحر. وعبارة الروضة وأصلها ((يدخل وقت التضحية إذا طلعت الشمس يوم النحر، ومضى قدر ركعتين وخطبتين خفيفتين)) انتهى. ويستمر وقت الذبح (إلى غروب الشمس من آخر أيام التشريق)، وهي الثلاثة المتصلة بعاشر ذي الحجة – محمد بن قاسم الغزي، فتح القريب المجيب في شرح ألفاظ التقريب = القول المختار في شرح غاية الاختصار، صفحة ٣١٣

waktu penyembelihan kurban dimulai dari shalat ied, ketika matahari terbit pada hari raya korban, setelah sekiranya cukup untuk melaksanakan shalat dua rakaat dan dua khotbah ringan. Waktu penyembelihan berlanjut hingga matahari terbenam dari hari-hari terakhir Tasyriq, yaitu tiga hari setelah tanggal 10 Dzulhijjah atau tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Namun, jika masih ada hewan kurban yang belum disembelih namun telah usai waktu Tasyriq, menurut kitab I’anat at-Tholibin,

فلو ذبح بعد آخر أيام التشريق لم يقع أضحية. نعم، لو لم يذبح الواجبة حتى خرج الوقت وجب ذبحها، وتكون قضاء – البكري الدمياطي، كتاب إعانة الطالبين على حل ألفاظ فتح المعين صفحة ٢/٣٧٧

Apabila penyembelihan dilakukan setelah berakhir hari Tasyriq maka sembelihan tidak menjadi udlhiyah/kurban. Akan tetapi apabila hewan kurban wajib/kurban nadzar belum disembelih hingga melewati waktu Tasyriq, maka wajib bagi pemiliknya untuk melakukan penyembelihan hewan  tersebut sebagai kurban qodlo (penggantian).

Walhashil : Kurban sunnah tidak bisa dilakukan lagi setelah melewati hari Tasyriq, dengan batas akhir yaitu terbenamnya matahari tanggal 13 Dzulhijjah. Namun, jika kurban tersebut merupakan kurban wajib, meskipun sudah melewati hari Tasyriq, tetap wajib untuk melakukan penyembelihan dan dianggap sebagai kurban qodho.

Kesimpulan: Idul Adlha adalah momen penting dalam agama Islam, di mana umat Muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Hari-hari yang diperbolehkan untuk berkurban termasuk hari Tasyriq serta selama masa tertentu dalam bulan Dzulhijjah. Berkurban pada hari-hari ini merupakan amalan yang dianjurkan dan memberikan kesempatan bagi umat Muslim untuk memperkokoh hubungan mereka dengan Allah serta berbagi rezeki dengan sesama.

Penulis: Ustadz Nailul Kamal al-Hafidz | Penyunting: Muhammad Hilmy Fauzi

  • Penulis: PAC Kota

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RMI NU Purworejo Gelar Sarasehan Pesantren, Bahas Pengembangan Pesantren dan Implementasi Perda Pesantren

    RMI NU Purworejo Gelar Sarasehan Pesantren, Bahas Pengembangan Pesantren dan Implementasi Perda Pesantren

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 83
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Rabithah Ma’ahid Al Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kabupaten Purworejo menggelar Sarasehan Pondok Pesantren se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan yang diselenggarakan pada Ahad (6/8/23) di Aula STAINU Purworejo ini menindaklajuti hasil dari Halaqoh Ulama Nasional RMI PBNU Tahun 2023. Ketua RMI NU Purworejo, KHR.Amir Kilal, menyebut bahwa Pengurus RMI NU Purworejo pada […]

  • Meneladani Mbah Imam Puro, Guru Besar Tarekat di Abad 19

    Meneladani Mbah Imam Puro, Guru Besar Tarekat di Abad 19

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 957
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Kanawi atau Khasan Banawi atau Kyai Imam Puro adalah salah satu ulama besar Purworejo yang di kenal luas di eks Karesidenan Bagelen dan Kedu, bahkan wilayah lainnya. Setiap tahunnya makam Kyai Imam Puro yang terletak di Baledono ini didatangi banyak peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia. Karena itulah, untuk merawat kisah perjuangan […]

  • Hikmah Idul Adha: Teladan dari Nabi Ibrahim Alayhissalam

    Hikmah Idul Adha: Teladan dari Nabi Ibrahim Alayhissalam

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle PAC Kota
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Idul Adha, juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, adalah salah satu hari raya penting dalam agama Islam yang diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pada hari yang berharga ini, umat Muslim mengenang peristiwa penting dalam sejarah ketika Nabi Ibrahim (Abraham) bersedia mengorbankan putranya, Ismail (Ishmael), sebagai tanda ketaatan dan kepatuhan mereka kepada Allah SWT. […]

  • KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

    KH Subchi Parakan: Kiai Bambu Runcing, Guru Jenderal Soedirman

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 560
    • 1Komentar

    Revolusi kemerdekaan Indonesia ditopang oleh perjuangan kaum santri dan barisan Kiai yang menyelamatkan negeri. Sayangnya, kisah perjuangan para kiai dan santri, tenggelam dalam narasi sejarah Indonesia. Salah satunya, Kiai Subchi Parakan, yang dikenal dengan “Kiai Bambu Runcing”. Bagaimana kisah hidup dan perjuangan Kiai Subchi? Kiai Subchi lahir di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah, sekitar tahun 1850. […]

  • GP Ansor Dirikan 573 Posko Mudik untuk Dukung Kelancaran Lebaran

    GP Ansor Dirikan 573 Posko Mudik untuk Dukung Kelancaran Lebaran

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Jakarta  – Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mendirikan 573 Posko Mudik yang tersebar di berbagai titik strategis di seluruh Indonesia. Posko-posko ini menyediakan beragam fasilitas bagi para pemudik, seperti bengkel, hiburan, makanan, serta tempat istirahat. Kehadiran posko ini diharapkan dapat membantu kelancaran perjalanan masyarakat yang pulang ke kampung halaman untuk merayakan Lebaran. Ketua Umum […]

  • Berani Berkata “Aku tidak tahu”

    Berani Berkata “Aku tidak tahu”

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Suatu kali Abdullah bin Umar ditanya oleh seseorang tentang ilmu waris, kemudian Abdullah bin Umar menjawab, “Aku tidak tahu.” Si penanya berkata, “Apa yang menahan anda untuk menjawab pertanyaanku?”Beliau menjawab, “Ibnu Umar jika ditanya sesuatu yang tidak diketahuinya, maka ia akan berkata: Aku tidak tahu.” (Jami Bayan Al Ilmi wa Fadhlih, karya Al Hafizh Ibnu […]

expand_less