Breaking News
light_mode
Trending Tags

Peringati Harlah ke-79, Muslimat NU Launching Program Tiga Mustika

  • account_circle Achmad Luthfi Khakim
  • calendar_month Minggu, 20 Jul 2025
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWOREJO – Pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-79 yang dipusatkan di Alun-alun Purworejo, Minggu (20/07/2025). Pada momentum tersebut juga dilaunching tiga program prioritas PP Muslimat NU yakni Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan), Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem), dan Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Forkopimda Kabupaten Purworejo, Jajaran Pengurus PCNU dan Banom serta kader Muslimat NU se Kabupaten Purworejo.

Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Prof Dr Ismawati Hafidz MAg dalam orasinya dihadapan belasan ribu anggota Muslimat NU se Kabupaten Purworejo menekankan bahwa anggota Muslimat harus terus bergerak dan berkarya sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, kepada bangsa dan negara.

“Program Mustika Darling, Mustika Mesem dan Mustika Segar merupakan program layanan untuk kemaslahatan anak bangsa yang sinergis antara keluarga Muslimat NU dengan pemerintah,” terangnya.

Maka, dirinya berpesan kepada pengurus Muslimat NU di Kabupaten Purworejo untuk membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Muslimat NU dengan segala sumber daya yang dimilikinya adalah kekuatan besar sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merealisasikan program-programnya.

Di Jawa Tengah, sambungnya, Muslimat memiliki banyak sekali aset layanan di berbagai bidang dalam rangka membantu beragam program pemerintah. Diantaranya, 4254 unit layanan pendidikan TPA, KB, RA, TK dan LPI. Tiga asrama mahasiswi, 31 klinik dan rumah sakit, 41 panti asuhan, 41 koperasi, 7 BLK dan baru saja dibentuk kelompok paralegal Muslimat NU untuk pendampingan persoalan kekerasan perempuan dan anak.
“Di tingkat nasional, baru saja dibentuk asosiasi profesor Muslimat NU yang anggotanya ada 67 orang,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Purworejo, Hj Yuli Hastuti SE dalam sambutannya mengakui bahwa peran Muslimat NU selama ini telah menjadi bagian penting dalam dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Dalam perjalanannya, Muslimat NU selalu hadir memperkuat kaum perempuan di Kabupaten Purworejo melalui program pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya.

“Maka pada momentum peringatan Hari Lahir ke-79 Muslimat NU ini saya mengajak untuk bersama-sama membangun dan mewujudkan visi Pemerintah Daerah yakni Purworejo Berseri, Berdaya saing, Sejahtera, Religius dan Inovatif,” tandasnya.

  • Penulis: Achmad Luthfi Khakim

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergi Ansor dan Fatayat, Kawal Karakter Generasi Z Lewat Pesantren Kilat di SMAN 10 Purworejo

    Sinergi Ansor dan Fatayat, Kawal Karakter Generasi Z Lewat Pesantren Kilat di SMAN 10 Purworejo

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 45
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Mengisi kemuliaan bulan suci Ramadhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor dan PAC Fatayat NU Kecamatan Pituruh bersinergi menyelenggarakan kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan di SMAN 10 Purworejo. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai 2 hingga 9 Maret 2026, dengan peserta seluruh siswa kelas X dan XI yang terbagi dalam tujuh rombongan […]

  • Ngaji Kitab Kuning MDS Rijalul Ansor PAC Pituruh

    Ngaji Kitab Kuning MDS Rijalul Ansor PAC Pituruh

    • calendar_month Jumat, 28 Jul 2023
    • account_circle PAC Pituruh
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Pada malam kamis, tanggal 26 Juli 2023, dilaksanakan kegiatan ngaji bareng kitab kuning bersama Majlis Dzikir Sholawat Rijalul Ansor di Masjid Nur Siroj, Desa Girigondo, Kedobiyangan Kulon Kali. Acara ini dihadiri oleh sejumlah jamaah dan diisi dengan kajian kitab Risalah Ahlussunah wal Jamaah karya KH Hasyim As’ari. Kegiatan ngaji kitab kuning kali ini menjadi momen […]

  • Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

    Saya Hanya Ingin Jadi Warga NU yang Sederhana

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 667
    • 0Komentar

    Assalamualaikum wr wb. Perkenalkan, nama saya Bramantyo dan Alhamdulillah saya termasuk warga NU. Walaupun ‘NU Abangan’, wong Iqra saja belum khatam. Tapi saya sangat bangga jadi warga NU, walaupun saya tidak tahu, apakah NU bangga punya warga seperti saya. Dan sebagai bukti kebanggaan saya menjadi warga NU, saya tidak terpancing untuk ikut-ikutan ganti nama menjadi […]

  • Pelantikan PAC ANSOR Ngombol di Ponpes Assunnah Joso

    Pelantikan PAC ANSOR Ngombol di Ponpes Assunnah Joso

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 524
    • 0Komentar

    Ngombol, ansorpurworejo.org Sabtu, 27 Februari 2016 di Ponpes Assunnah Joso diadakan pelantikan PAC Ansor dan Banser Kecamatan Ngombol. Sebelumnya diawali dengan Pelantikan PAC IPNU-IPPNU Ngombol. Hadir Ketua PC GP Ansor Purworejo Sahabat H. Muhammad Haekal, S.Pd.I. beserta sahabat-sahabat PC. Pelantikan sengaja di Ponpes Assunnah Joso Ngombol atas permintaan KH. Baihaqi Pendiri Pondok untuk mendapatkan pondok […]

  • IT dan Santri di Era ‘Cyber Culture’

    IT dan Santri di Era ‘Cyber Culture’

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 1Komentar

    Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara meluncurkan Program National Born to Control di Ruang Roeslan Abdul Gani Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (30/01/2017). Program ini diluncurkan, karena pemerintah melihat permasalahan utama dalam mengatasi ancaman di dunia siber, adalah kurangnya sumber daya manusia (SDM), padahal ancaman serangan siber sangat tinggi. Langkah antisipastif terkait dunia siber itu, adalah hal […]

  • Umat Islam Harus Bisa Bedakan Ulama dan Khutaba

    Umat Islam Harus Bisa Bedakan Ulama dan Khutaba

    • calendar_month Minggu, 3 Jun 2018
    • account_circle admin
    • visibility 635
    • 1Komentar

    Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Syekh Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi Ciamis, Syekh Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi menjelaskan bahwa umat mesti membedakan dengan tegas yang mana ulama dan yang mana sekadar khutaba’ (penceramah). Ia menyampaikan hal itu pada pengajian rutin di kesempatan Ramadhan tahun ini. “Jangan kaburkan istilah ulama dengan khutaba, sabda Rasulullah, sebagaimana diperingatankan oleh Sahabat […]

expand_less