Breaking News
light_mode
Trending Tags

ISOMIL, Sarana Diplomasi untuk Damaikan Konflik di Dunia Islam

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
  • visibility 396
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, NU Online
Konflik yang tak henti melanda sejumlah negara di Timur Tengah dan sejumlah negara Asia, seperti di Suriah, Palestina, Afghanistan dan Filipina, menjadi keprihatinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebagai ikhtiar mendamaikan berbagai konflik tersebut, PBNU menggelar International Summit of The Moderate Islamic Leader (ISOMIL) sebagai sarana diplomasi bagi negara Islam yang sedang dilanda konflik.
“Indonesia sebagai bangsa dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, serta posisinya yang netral dalam berbagai konflik internasional. NU juga punya pengalaman dalam resolusi sejumlah konflik di dalam dan luar negeri, termasuk di Afghanistan,” ujar Ketua Panitia ISOMIL, Imam Aziz, Jumat (6/5/2016).
Kemelut konflik di Timur Tengah menurut Imam, bersumber dari radikalisme yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Radikalisme yang mengatasnamakan agama Islam, kata Imam, akan terus tumbuh dan menyebar di berbagai tempat, membuat berbagai konflik sulit terselesaikan.
“Di sinilah peran aktif Indonesia dalam menjalankan diplomasi internasional sangat diharapkan banyak pihak. Karena itu NU, menginisiasi pertemuan para pemimpin dunia Islam, dalam kegiatan ISOMIL. Kami berharap, dari pertemuan ini lahir resolusi dan kesepakatan antarnegara berpenduduk Muslim untuk bersama-sama mengakhiri konflik dengan mencegah penyebaran radikalisme,” tandasnya.
NU, kata Imam, akan mendorong peran aktif para ulama dan tokoh masyarakat dari negara-negara peserta ISOMIL untuk mengembangkan pemahaman keagamaan Islam yang moderat dan menggalang konsolidasi global para ulama dan umat Islam untuk menginisiasi perdamaian.
 
Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr PBNU yang juga Koordinator Media ISOMIL, Juri Ardiantoro menambahkan, melalui kegiatan ini, Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan Islam moderat lainnya ditantang untuk menegaskan interpretasi yang benar, argumentatif dan kokoh, untuk menolak ideologi radikal. 
“Bersama ulama moderat seluruh dunia, NU dituntut untuk menjernihkan, mana tafsir yang harus ditolak dan mana yang harus dikembangkan. Kemudian mengajak seluruh dunia untuk mendukung tafsir kalangan moderat dan memarginalkan tafsir radikalisme,” paparnya.
 
Pengalaman NU dalam menangani konflik keagamaan di luar negeri, telah terbukti, di antaranya dengan terbentuknya organisasi NU Afghanistan (NUA) pada tahun 2014, yang kini telah berkembang dan berdiri di 22 Provinsi di negara tersebut. Ketua NUA Fazal Ghani Kakar.
“NU di Afghanistan, telah menyatukan lebih dari 6000 ulama setempat dan berperan dalam meredakan konflik yang sebelumnya sulit dihentikan di Afghanistan. Kini jika kita melihat berita tentang Afghanistan, bukan lagi tentang perang atau konflik antarsuku, tetapi tentang upaya serius pemerintah menghadang terorisme dan sikap ulama setempat yang menolak radikalisme,” papar Juri.
Sebelumnya, pada Rabu (4/5/2016) lalu, Ketua NUA Fazal Ghani Kakar diundang dalam diskusi yang digelar PCNU Kota Bogor, tentang Dinamika Islam global dan peran NU di Afghanistan.
Dalam diskusi tersebut, Fazal mengakui bahwa ia dan para ulama setempat mengadopsi prinsip dan ajaran NU di Indonesia, setelah pihaknya berkunjung dan mempelajari pola dakwah para ulama NU di Indonesia. Tak hanya itu, NUA juga mengirimkan para pelajarnya untuk bermukim mengaji di pesantren dan kuliah di sejumlah Perguruan Tinggi NU di Jakarta.
 
“Kehadiran NU di Afghanistan diharapkan menjadi sebuah oase di tengah-tengah keinginan rakyat Afghanistan yang cinta damai, dan umumnya menganut ajaran Ahlussunah wal Jamaah,” kata Fazal.
Dia berpendapat NU Afghanistan bisa mencontoh NU di Indonesia, yang katanya telah menjadi “jiwa bangsa” (jiwa bangsa Indonesia). Dia ingin NU di Afghanistan menjadi organisasi besar yang dihormati peran karena semangatnya untuk menyampaikan pesan perdamaian, solidaritas dan kemanusiaan. Red: Mukafi Niam

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahlil Perkuat Ukuwah Warga Buntit

    Tahlil Perkuat Ukuwah Warga Buntit

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 549
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Di era kemajuan yang berkembang semakin pesat, seringkali membuat manusia lupa dengan kodratnya sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan orang lain. Lalu apa solusinya? Salah satunya ialah tahlil.  “Tanpa silaturahmi atau interaksi sosial, sifat individualisme semakin merasuk dalam diri seseorang sehingga rasa kebersamaan, kepedulian dan toleransi semakin memprihatinkan. Tidak hanya masyarakat kota, melainkan […]

  • NGERINYA BUNUH DIRI

    NGERINYA BUNUH DIRI

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Kisah Sahabat Nabi yang Masuk Neraka saat Perang Uhud Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah bercerita kepadanya, “Telah datang kepada kami seorang lelaki yang tak kami ketahui siapa ia, tetapi ada yang mengatakan bahwa namanya Quzman. Jika nama orang ini disebut, Rasulullah SAW bersabda: ‘Dia pasti termasuk penghuni neraka.’ Sewaktu meletusnya Perang […]

  • Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017

    Hasil Lengkap Rekomendasi Munas dan Konbes NU 2017

    • calendar_month Minggu, 26 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 1Komentar

      REKOMENDASI MUSYAWARAH NASIONAL ALIM ULAMA DAN KONFERENSI BESAR NAHDLATUL ULAMA NTB, 23-25 NOVEMBER 2017 Latar Belakang Indonesia tengah menghadapi berbagai ujian kebangsaan yang tercermin dari lunturnya nasionalisme, maraknya penggunaan sentimen SARA dalam kehidupan sosial-politik, menjamurnya radikalisme dan sektarianisme, serta maraknya korupsi dan terorisme yang berimpit dengan gejala kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi.    NU […]

  • Halaqoh Muballigh Aswaja NU

    Halaqoh Muballigh Aswaja NU

    • calendar_month Senin, 5 Nov 2018
    • account_circle admin
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Hadir dalam Halaqoh Muballigh Aswaja NU mewakili PC GP Ansor PurworejoNara Sumber :KH Hamid AKKH Hudallah Ridwan Sebagian Pointernya :1. Tetap Rapatkan Barisan dan Rapikan Pergerakan2. NU dan Banomnya Wajib Terus Bergerak dan Berkhidmah unt Ummat3. Benang Merah Sejarah Islam dan Bangsa di Nusantara dan di Dunia menjadi salah satu Acuan Mengapa dan Bagaimana kita […]

  • Kyai Akhmad Burhani : Ansor Bayan Siap Giatkan Kaderisasi Secara Maksimal

    Kyai Akhmad Burhani : Ansor Bayan Siap Giatkan Kaderisasi Secara Maksimal

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 346
    • 0Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo/org – Puluhan kader muda NU mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang diselenggarakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Bayan selama tiga hari 7-9 januari 2022, yang bertempat di Ponpes Roudhotut Tholibin Desa Ketiwijayan, Bayan, Purworejo. K. Akhmad Burhani S.Sy, ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bayan menyampaikan bahwa antusias kader muda NU […]

  • PAC GP Ansor Purworejo Gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar Angkatan V

    PAC GP Ansor Purworejo Gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar Angkatan V

    • calendar_month Kamis, 10 Jul 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 115
    • 3Komentar

    Purworejo – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Purworejo sukses menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Angkatan V pada Jumat–Ahad, 27–29 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, Kelurahan Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo. PKD merupakan agenda rutin kaderisasi GP Ansor yang bertujuan membekali kader muda dengan keterampilan dan wawasan kepemimpinan. Para […]

expand_less