Breaking News
light_mode
Trending Tags

ISOMIL, Sarana Diplomasi untuk Damaikan Konflik di Dunia Islam

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 6 Mei 2016
  • visibility 346
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, NU Online
Konflik yang tak henti melanda sejumlah negara di Timur Tengah dan sejumlah negara Asia, seperti di Suriah, Palestina, Afghanistan dan Filipina, menjadi keprihatinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebagai ikhtiar mendamaikan berbagai konflik tersebut, PBNU menggelar International Summit of The Moderate Islamic Leader (ISOMIL) sebagai sarana diplomasi bagi negara Islam yang sedang dilanda konflik.
“Indonesia sebagai bangsa dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, serta posisinya yang netral dalam berbagai konflik internasional. NU juga punya pengalaman dalam resolusi sejumlah konflik di dalam dan luar negeri, termasuk di Afghanistan,” ujar Ketua Panitia ISOMIL, Imam Aziz, Jumat (6/5/2016).
Kemelut konflik di Timur Tengah menurut Imam, bersumber dari radikalisme yang kemudian menyebar ke seluruh dunia. Radikalisme yang mengatasnamakan agama Islam, kata Imam, akan terus tumbuh dan menyebar di berbagai tempat, membuat berbagai konflik sulit terselesaikan.
“Di sinilah peran aktif Indonesia dalam menjalankan diplomasi internasional sangat diharapkan banyak pihak. Karena itu NU, menginisiasi pertemuan para pemimpin dunia Islam, dalam kegiatan ISOMIL. Kami berharap, dari pertemuan ini lahir resolusi dan kesepakatan antarnegara berpenduduk Muslim untuk bersama-sama mengakhiri konflik dengan mencegah penyebaran radikalisme,” tandasnya.
NU, kata Imam, akan mendorong peran aktif para ulama dan tokoh masyarakat dari negara-negara peserta ISOMIL untuk mengembangkan pemahaman keagamaan Islam yang moderat dan menggalang konsolidasi global para ulama dan umat Islam untuk menginisiasi perdamaian.
 
Ketua Lajnah Ta’lif wan Nasyr PBNU yang juga Koordinator Media ISOMIL, Juri Ardiantoro menambahkan, melalui kegiatan ini, Nahdlatul Ulama (NU) dan kalangan Islam moderat lainnya ditantang untuk menegaskan interpretasi yang benar, argumentatif dan kokoh, untuk menolak ideologi radikal. 
“Bersama ulama moderat seluruh dunia, NU dituntut untuk menjernihkan, mana tafsir yang harus ditolak dan mana yang harus dikembangkan. Kemudian mengajak seluruh dunia untuk mendukung tafsir kalangan moderat dan memarginalkan tafsir radikalisme,” paparnya.
 
Pengalaman NU dalam menangani konflik keagamaan di luar negeri, telah terbukti, di antaranya dengan terbentuknya organisasi NU Afghanistan (NUA) pada tahun 2014, yang kini telah berkembang dan berdiri di 22 Provinsi di negara tersebut. Ketua NUA Fazal Ghani Kakar.
“NU di Afghanistan, telah menyatukan lebih dari 6000 ulama setempat dan berperan dalam meredakan konflik yang sebelumnya sulit dihentikan di Afghanistan. Kini jika kita melihat berita tentang Afghanistan, bukan lagi tentang perang atau konflik antarsuku, tetapi tentang upaya serius pemerintah menghadang terorisme dan sikap ulama setempat yang menolak radikalisme,” papar Juri.
Sebelumnya, pada Rabu (4/5/2016) lalu, Ketua NUA Fazal Ghani Kakar diundang dalam diskusi yang digelar PCNU Kota Bogor, tentang Dinamika Islam global dan peran NU di Afghanistan.
Dalam diskusi tersebut, Fazal mengakui bahwa ia dan para ulama setempat mengadopsi prinsip dan ajaran NU di Indonesia, setelah pihaknya berkunjung dan mempelajari pola dakwah para ulama NU di Indonesia. Tak hanya itu, NUA juga mengirimkan para pelajarnya untuk bermukim mengaji di pesantren dan kuliah di sejumlah Perguruan Tinggi NU di Jakarta.
 
“Kehadiran NU di Afghanistan diharapkan menjadi sebuah oase di tengah-tengah keinginan rakyat Afghanistan yang cinta damai, dan umumnya menganut ajaran Ahlussunah wal Jamaah,” kata Fazal.
Dia berpendapat NU Afghanistan bisa mencontoh NU di Indonesia, yang katanya telah menjadi “jiwa bangsa” (jiwa bangsa Indonesia). Dia ingin NU di Afghanistan menjadi organisasi besar yang dihormati peran karena semangatnya untuk menyampaikan pesan perdamaian, solidaritas dan kemanusiaan. Red: Mukafi Niam

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Islam pasti akan jaya, tidak akan menjadi agama hina hanya karena dijelek-jelekkan oleh siapapun. Demikian disampaikan Mubaligh dari Kedung Sari, Purworejo KH Yusuf Rosyadi saat mengisi ceramah di Senepo, Kutoarjo, Jawa Tengah. Di Purworejo, Selasa (1/11), Kiai Yusuf mengatakan, umat Islam mempunyai pendapat berbeda-beda menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) […]

  • Mutiara Hikmah #2

    Mutiara Hikmah #2

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2020
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Pertama, Berorganisasi Ansor Banser itu menyenangkan, pembelajaran sekaligus jalan perjuangan yang bernilai Ibadah. Jika belum sampai ” ke titik itu “ padahal sudah didalam gerbongnya, mungkin kita baru sampai di titiknya koma. Atau bisa jadi memang belum ada waktu untuk merasakanya. Jika belum bisa merasakanya, mungkin kita sendiri yang belum benar – benar nyambung denganya, […]

  • Ansor Bayan Kerjasama dengan Polres Purworejo Sosialisasi Tangkal Radikalisme dan Intoleran

    Ansor Bayan Kerjasama dengan Polres Purworejo Sosialisasi Tangkal Radikalisme dan Intoleran

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2021
    • account_circle admin
    • visibility 451
    • 0Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – FGD (Focus Group Discussion) Sat Binmas Polres Purworejo lakukan sosialisasi radikalisme dan intoleran bersama PAC GP Ansor Bayan di Ponpes Assyifa Desa Besole, Kec. Bayan, Kab. Purworejo pada selasa (14/12). Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PCNU Kabupaten Purworejo KH. Drs. Farid Solihin MM.Pd, Ketua MWCNU Kecamatan Bayan K. Purwanto S.Pd.I M.Pd, […]

  • Mau Ansoran Wajib Ijin Istri Tidak? | KH. Khabib Anwar Play Button

    Mau Ansoran Wajib Ijin Istri Tidak? | KH. Khabib Anwar

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Pada Eps. 9 JTG membahas dinamika perijinan istri ketika ingin beraktivitas di luar

  • PP GP Ansor: Pelantikan Purworejo Momentum Peneguhan Niat dan Khidmah Konkret

    PP GP Ansor: Pelantikan Purworejo Momentum Peneguhan Niat dan Khidmah Konkret

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 13
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Ketua Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, KH M. Hanies Cholil Barro, menegaskan bahwa pelantikan merupakan peneguhan niat dan penguatan estafet khidmah. Hal itu disampaikan dalam acara pelantikan PC GP Ansor Purworejo masa khidmat 2025–2029 yang digelar di Ganeca Convention Hall, Minggu (21/12/2025). Menurutnya, pelantikan bukan sekadar seremonial, melainkan penguatan barisan perjuangan dari kepengurusan […]

  • Gus Mahfudz

    7 Pesan Gus Mahfudz Untuk Pengurus Ansor

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 1.412
    • 0Komentar

    Menjelang Isya santriwati Pondok Pesantren An-Nuur Maron Purworejo berlalu lalang di sekitaran ndalem KHR. Mahfudz Chamid. Seperti suasana khas pesantren pada umunya, para santri membawa kitab dan menunduk khusuk ketika ada beberapa tamu yang lewat, termasuk kepada Tim Media Ansor yang malam itu beranggotakan 7 personil. Tim Media memang memiliki niatan khusus sowan dengan beliau […]

expand_less