Breaking News
light_mode
Trending Tags

Belajar Perdamaian Pada Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Sabtu, 18 Jun 2016
  • visibility 587
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Buku ini merupakan hasil tesis penulis yang kemudian digubah menjadi buku populer sehingga setiap pembaca mampu mencerna dengan renyah. Selain itu, penulis buku ini menjadi aktifis Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), dimana Gus Dur menjadi bagian dari pendiri lembaga ini. Lembaga yang lahir pada 12 Juli 2000 ini berusaha menyebarkan tradisi dialog dalam pengembangan kehidupan keberagamaan yang humanis dan pluralis di tanah air. Selain itu, misi ICRP ingin mewujudkan masyarakat Indonesia yang damai, berkeadilan, setara, persaudaraan dalam pluralisme agama dan kepercayaan, dan penghormatan kepada martabat manusia.

Pendidikan menjadi jembatan penting menuju hal yang ingin kita capai. Dengan perdamaian yang berorientasi pada pengurangan konflik dan mencegah terjadinya kekerasan. Maka, kita tak bisa lepas dari kurikulum pendidikan mencakup subjek seperti: toleransi, tema-tema tentang perbedaan etno-kultural dan agama, bahaya diskriminasi, penyelesaian konflik dan mediasi, Hak Asasi Manusia (HAM), demokrasi dan pemahaman atas kemajemukan (pluralitas), kemanusia universal dan subjek-subjek lain yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Abdurrahman Ad-Dakhil sebagai santri genuine mengawali pendidikan dasarnya di pesantren. Berbagai literaratur baik Islam hingga Barat menjadi konsumsinya sejak usia muda. Dengan bacaan yang kuat inilah Gus Dur mampu mengaktualisasikan keilmuan menjadi tindakan kongkret. Sepanjang perjalanan hidupnya, Gus Dur kemudian dikenal sebagai pembela kaum minoritas, penggerak demokrasi, mendorong terwujudnya kehidupan nirkekerasan. (hal. 138)
Tak hanya berhenti pada tataran konsep belaka banyak gerakan yang telah dikerjakan beliau, mulai pembelaan terhadap Jemaah Ahmadiyah, kelompok yang dituduh komunis, kasus tabloid Monitor, peristiwa Banyuwangi dan pembunuhan di Jawa Timur tahun 1998, persoalan etnis Tionghoa dan teorisme (hal 193-206) Pembelaan dan gerakan ini tak lepas dari orientasi kemanusiaan, kebersamaan, kesejahteraan, nilai proporsionalitas, pengakuan terhadap pluralitas dan heterogenitas dan antihegemoni dan antidominasi.
Gus Dur memahami bahwa pendidikan Islam tak bisa diejawantahkan dengan baik tanpa menggunakan strategi yang baik. Strategi politik menjadi jalan pertama yang ditempuh. Kedua, strategi kultural; yang menekankan pada basis pesantren sebagai lembaga, satuan, sistem, dan struktur pendidikan yang bisa menyelenggarakan pendidikan secara mandiri. Ketiga, strategi sosio-kultural dengan cara mengembangkan cara berfikir masyarakat dengan mempertahankan nilai-nilai keislaman.
Dalam karangan langsung Gus Dur “Islamku, Islam Anda dan Islam Kita” (2005) secara panjang lebar menerangkan tentang Islam perdamaian dan permasalahan internasional. Walaupun Gus Dur memegang teguh nilai-nilai kepesantrenan dengan kuat beliau mampu memberikan analisis yang kuat mengenai peta perpolitikan dunia internasional. Memberikan pandangan dan alternatif untuk perang Irak, memberikan jalan kerjasama antara Indonesia-Muangthai, memberikan pendapat di forum internasional dan kontribusi lain untuk perdamaian.
Perdamaian menurut Gus Dur bisa diciptakan dan dihapuskan dengan jalan penanganan secara tuntas persoalan utama berupa kesalah pahaman dasar antara ideologi negara dan aspirasi keagamaan. Bila hal pokok ini mampu terselesaikan niscaya para pemegang kekuasaan bisa mengejawantahkan dalam bentuk paket kebijakan prinsipil. Harapan inilah yang disampaikan dalam “Islam Kosmopolitan” (2007) sehingga pemerintah dari tingkat pusat hingga daerah memahami hal prinsip yang perlu dipegangi dalam menjalankan sebuah kebijakan.
Melihat perdamaian tak bisa dilepaskan dari latar belakang presiden keempat ini beragama Islam. Islam berakar kata dari salam yang berarti perdamaian. Maka Islam adalah perdamaian itu sendiri. Dengan kesadaran penuh Gus Dur mampu mengejawantahkan makna Islam menjadi perdamaian dalam kehidupan sehari-hari. Bila kita ingin lebih detil menyimak kehidupan cucu pendiri Nahdlatul Ulama ini dari kecil sudah mengenal pluralitas bahkan, Gus Dur mengakui bahwa leluhurnya juga memiliki latar belakang yang beragam.
Dengan kesantrian yang mendarah daging dan referensi keilmuan kitab kuning menjadi pijakan dalam menentukan arah pembicaaan Gus Dur. Permasalahan yang menimpanya mampu diurai dan dicarikan solusi dengan berbagai macam variannya. Kemudian diaktualisasikan dalam implementasikan dalam gerakan sosial, politik dan kemasyarakatan.
Dalam menulis Gus Dur walaupun tak menggunakan footnote sebagaimana kajian ilmiah. Tulisannya menunjukkan kelas seorang yang berpengetahuan luas, banyak tokoh Islam atau non-muslim yang menjadi pijakannya dalam berargumentasi. Hal ini juga dikuatkan bahwa Gus Dur memiliki sederet gelar honouris causa dalam bidang bidang Filsafat Hukum, Ilmu Hukum dan Politik, Ilmu Ekonomi dan Manajemen, dan Ilmu Humaniora, kemanusiaan dari berbagai universitas dunia.
Putra menteri agama pertama ini layak menjadi guru bangsa yang baik. Bila kita melihat Gus Dur secara utuh kita bisa mengambil pelajaran yang bisa kita kloning bagi masa-masa kita. Setidaknya terdapat tiga karakter kuat yang tak lepas dari Gus Dur. Pertama, gerakan sosial. Kedua, nilai-nilai luhur yang bisa menerobos apapun sebab nilai ini telah menjadi norma. Ketiga, Gus Dur sebagai seorang aktivis; dia memiliki target dan tujuan yang harus tercapai dalam tiap langkah dan geraknya.
Guru bangsa yang meninggal 30 Desember 2009 selalu memberikan kejutan dalam tingkah lakunya. Berbagai golongan membuat acara doa bersama untuk mengenang jasa dan pemikirannya. Begitu pula buku ini memberikan tambahan kekayaan referensi mengenai perdamaian. Perdamaian itu sendiri bukan sekadar menumpuk sebagai ilmu di universitas namun, menjadi ilmu aplikasi yang terus berkembang dan dikembangkan untuk meminimalkan konflik yang ada Indonesia. Semoga.
 
Info Buku
Judul : Peace Education dan Pendidikan Perdamaian Gus Dur
Penulis : Ahmad Nurcholish
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : 2015
Tebal : 236 halaman dan xxviii
 
Peresensi
Mukhamad Zulfa
Pegiat Diskusi Rabu Sore IDEASTUDIES Semarang aktif di jaringan pesantren Jawa Tengah.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • b"asta binance h"anvisningskod

    I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

    Balas5 Juni 2026 8:18 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Paysafecard casino: Überblick für den ersten Besuch

    Paysafecard casino: Überblick für den ersten Besuch

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
    • account_circle PAC Loano
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Ein Paysafecard-Code besteht aus 16 Ziffern und enthält zuvor bezahltes Guthaben. Damit kannst du bei einem unterstützenden Händler zahlen, ohne dem Händler unmittelbar eine Bankkartennummer mitzuteilen. Wenn du beim Einstieg über https://www.baumanngartenbau.ch/post/nat%C3%BCrlicher-pflanzenschutz auf das Thema gestossen bist, beginne beim paysafecard casino mit den Zahlungsbedingungen für deinen Wohnsitz. Für die Schweiz zählen insbesondere CHF, zugelassene Nutzung, […]

  • Wabup Apresiasi GP Ansor Andil Cegah Corona

    Wabup Apresiasi GP Ansor Andil Cegah Corona

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 458
    • 1Komentar

    Wakil Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH mengapresiasi Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang telah andil dalam mencegah virus corona covid-19 di Kabupaten Purworejo, dengan kegiatan bhakti sosial. Ini menunjukkan kepedulian organisasi masyarakat sangat bagus. “Saya atas nama pemerintah Kabupaten Purworejo menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada GP Ansor yang turut serta dalam pencegahan […]

  • Warnai Ekosistem Digital, PAC GP Ansor Purworejo Bentuk Komunitas Digital

    Warnai Ekosistem Digital, PAC GP Ansor Purworejo Bentuk Komunitas Digital

    • calendar_month Rabu, 9 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 399
    • 1Komentar

    PURWOREJO, – Ekosistem digital menjadi sebuah dunia baru yang perlu diwarnai oleh Ansor dalam rangka melaksanakan dan memperluaskan cakupan dakwah pemuda ahlus sunnah wal jamaah an-nahdliyyah khususnya di kecamatan Purworejo (9/3). Pesan disampaikan oleh Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Purworejo M Abdul Chamid pada rapat koordinasi Departemen Media IT, Seni Budaya dan […]

  • Ansor Bersholawat dan Santunan Anak Yatim

    Ansor Bersholawat dan Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 0Komentar

    Kemiri, ansorpurworejo.orgAlun-alun Kemiri dipadati ribuan jamaah dari semua elemen masyarakat kabupaten Purworejo khususnya Purworejo bagian barat hari Jumat malam (06/05/2016).Acara yang prakarsai oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Purworejo ini merupakan acara pengajian akbar peringatan hari besar Islam Rajabiyah Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor.Acara tersebut dimeriahkan dengan parade 313 hadroh dan diisi […]

  • Ansor Banser Bener Gelar Konsolidasi Dan Apel Tanggap Bencana

    Ansor Banser Bener Gelar Konsolidasi Dan Apel Tanggap Bencana

    • calendar_month Minggu, 29 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 727
    • 1Komentar

    BENER, ansorpurworejo.org – Pimpinan Ansor dan Banser Kecamatan Bener, menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana dan Konsolidasi PAC GP Ansor & Kasatkoryon Banser Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, yang bertempat di Cacabankidul, Bener, Minggu,29/12/2019. Acara ini merupakan salah satu follow up setelah diadakannya Diklatsar Banser di Kecamatan Bener beberapa waktu yang lalu. Tak kurang dari 400 an […]

  • Tim Media Ansor Purworejo Trip Sejarah di Museum Tosan Aji

    Tim Media Ansor Purworejo Trip Sejarah di Museum Tosan Aji

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org– Tim media pimpinan cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Purworejo melaksanakan trip edukasi sejarah di Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo, Ahad (21/11/2021) kemarin. Acara tersebut berkerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo dan diikuti oleh tim media dan bidang seni budaya PC GP Ansor Purworejo. Staf UPT pemantau Alun-alun dan pemandu wisata Kabupaten Purworejo Esti […]

expand_less