Breaking News
light_mode
Trending Tags

5 Pedoman Sukses Bagi Kader NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
  • visibility 1.020
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: KH. Ali Maksum Krapyak

Bekal bagi pengurus dan warga NU dalam meraih sukses organisasi, Bekal itu adalah:

1. Ats-Tsiqatu bi Nahdlatul Ulama. 
Maksudnya, setiap warga NU harus yaqin dan percaya penuh terhadap NU sebagai satu-satunya tuntunan hidup yang benar. Sebagai satu keyaqinan yang timbul dari sikap batin, tentulah sekaligus menuntut adanya realisasi yg bersifat lahiriyah. Jadi bukan sekedar percaya. Sebab “percaya” belum memastikan adanya realisasi lahiriyah. Setelah menyadari dan meyaqininya, perlu mempertanyakan pada diri masing-masing sudahkah sikap dan perilaku lahiriyah kita tercermin dari ajaran-ajaran NU? Sudahkah tingkah laku kita saban hari sesuai dengan bimbingan NU? Sudahkah ibadah serta pengabdian terhadap bangsa dan Negara sesuai dengan rumusan NU? dan seterusnya.

2. Al-Ma’rifat wal istiqon bi Nahdlatul Ulama’.
Maksudnya, setiap warga NU harus membekali diri dengan ilmu-belajar (ngilmoni) tentang NU secara sungguh-sungguh. Faktor ini penting sekali, terutama dalam proses pembentukan keyaqinan warga terhadap NU. Sebab keyaqinan yang wujudnya hanya bersifat alami (bukan berdasar ilmu), akan mudah digoyahkan dan kabur dimakan arus zaman.

3. Al-Amalu bi ta’limi Nahdlatul Ulama
Maksudnya, warga NU harus mempraktekkan ajaran dan tuntunan NU. Tuntunan NU adalah tuntunan Islam yang murni bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Nabi, yang dijabarkan menurut tata cara yang benar, yakni dijabarkan menurut bimbingan mahdzab, tidak sekedar menurut kemampuan akal manusia yang selamanya tidak benar itu.

Dalam bermahdzab akal manusia akan diberi kesempatan seluas-luasnya, dengan diimbangi bimbingan yang tertib dan sempurna. Disini, praktis harus diawali dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang nampaknya ringan semisal alat membaca tahlil, manaqib, istighotsah, burdah, sholawatan, yasinan, waqi’ahan, sema’an Al Qur’an membaca do’a iftitah dengan INNI WAJJAHTU, dzikir tahlil, menghormati ulama’ ad-dien dsb, dimana kesemuanya itu mempunyai dasar hukum yang jelas dan kuat.

Walaupun hanya ibadah sunnah, namun perbuatan-perbuatan tersebut tidak sedikit andilnya dalam membawa panji-panji Islam. Ia mampu membikin kemasyhuran syiar Islam dari tahun ke tahun dan bahkan dari abad ke abad. Kalau usaha penggalakkan ibadah-ibadah diatas ditinggalkan oleh sebagian manusia-manusia dengan sikap tidak bertanggungjawab, maka dari itu tidaklah berlebihan jika sholawatan, yasinan, tahlilan dll dipertahankan keberadaannya oleh NU yang sekaligus sebagai ciri khas NU dan salah satu langkahnya dalam mempertahankan kelanggengan Jam’iyyah secara utuh.

4. Al-Jihadu Fi Sabili Nahdlatul Ulama
Maksudnya, memperjuangkan NU agar tetap lestari dan berkembang pesat. Dalam mengabdi terhadap NU hanya dikenal adanya pengabdian dan perjuangan NU (hobi), tidak mengenal apa itu SUKSES atau GAGAL. Kalau kita telah tenggelam dalam NU, haruslah berjuang pantang mundur dengan menelusuri benang-benang NU dibawah restu Ulama’.

Dalam surat At Taubah ayat 105 Allah berfirman “Dan berkatalah: berbuatlah kamu sekalian, maka Allah dan Rosulnya, serta kaum mukminin akan menilai perbuatanmu itu“, ayat itu memerintahkan agar kita berbuat dan berbuat terus.
Adapun mengenai penilaiannya tergantung Allah, Rasul serta kaum mukminin seluruhnya.

Jadi, Allah  hanya menilai kwalitas usaha kita saja. Bukan menilai seberapa besar keberhasilan yang kita peroleh. Salah satu bukti Allah mengangkat Nabi Nuh termasuk ulul azmi, akan tetapi Nabi Sulaiman tidak diangkatNya. Padahal Nabi Nuh AS tergolong Nabi yang kurang sukses dalam membawa misi kenabian, selama 950 tahun beliau hanya mampu menggaet 12 orang dari manusia-manusia yang hidup di zaman Nabi Nuh AS.

Sedangkan Nabi Sulaiman AS adalah Nabi yang sukses, dimana hanya membawa misi kenabian hanya sekitar kurang dari 200 tahun, beliau mempunyai pengikut dalam jumlah yang menggembirakan. Hal ini berkaitan dengan satu kaidah yang menyatakan “pahala itu seukur
dengan kualitas kepayahannya”

Dalam perjuangan NU, hanya dikenal BUAH PERJUANGAN yang ihdal husnayaini, termaktub dalam ayat yang (artinya) berbunyi: .……..”Yakni, seandainya sukses dalam perjuangan, maka akan dapat hasanah di dunia dan hasanah di akherat. Dan bila gagal dalam perjuangan, maka hasanah akherat pasti akan diperolehnya”.

5. Ash-Shobru fi sabili Nahdlatul Ulama
Yakni sabar dalam ber-NU, baik sabar dalam melakukan tugas, dalam menghadapi rintangan kegagalan atau sabar ketika berhadapan dengan rayuan-rayuan manusia yang non-NU, serta pihak- pihak yang memusuhi ajaran Nabi.

Allah berfirman (artinya) : ……….…………….. “Dan demikianlah kami jadikan tiap-tiap Nabi itu musuh. Yaknii setan-setan dari jenis manusia dan jin sebagian mereka membisikkan kepada yang lain dengan perkataan yang manis untuk menipu manusia”. 

Menurut ayat diatas ada 2 musuh. Yaitu setan jin dan setan manusia. Setan jenis jin bisa tertumpas dengan keampuhan ayat kursi. Sedangkan setan yang berjenis manusia tidaklah semudah itu. Kedua setan itu selalu mempengaruhi manusia dengan perkataan dan janji-janji yang manis, agar manusia menyimpang dari ajaran agama Islam.

Mereka pintar sekali menyulap manusia. Apabila manusia (termasuk kita) tidak selalu waspada dan sabar, kita akan hanyut dalam buaiannya. Pengabdian terhadap agama bagaikan orang yang memegang bara api, kalau dipegang panas dan kalau dibuang mati yang sesuai dengan hadits nabi SAW tentang beragama dizaman akhir.

Dalam mengemban amanat jam’iyah, ada beberapa hal yang khususnya harus dimengerti oleh pengurus NU lebih-lebih untuk mengembangkan kerjasama dengan pemerintah. Hal ini sangat perlu karena merupakan modal dasar dalam ikhtiar mewujudkan kemaslahatan bangsa dan negara. Bagaimanapun NU itu dilahirkan oleh, dari, dan untuk bangsa Indonesia.

Tak mengherankan jika menurut kiai Ali program-program NU harus sejalan dengan program-program pemerintah, sepanjang tidak bertentangan dengan aqidah Islam. Salah satu ciri sikap ASWAJA adalah tidak memisah-misahkan antara Iman, Islam dan Ihsan.

Dengan kata lain, dalam rumusan modern bisa disebutkan bahwa antar keyakinan, pelaksanaan, dan peningkatan kualitas pelaksanaan itu adalah satu kesatuan, tidak berdiri sendiri. Pola sikap seperti ini tentu saja sangat diperlukan di saat-saat pembangunan tengah digalakkan dimana menuntut kerja keras dan kesanggupan yang tinggi ini. Nabi sendiri tidak membenarkan sikap pasif dan menunggu hasil hanya dengan lamunan.

Demikianlah menurut kiai Ali Maksum, makin jelas tugas dalam berkhidmah (hobi) ini. Yaitu: berbuat dan berbuat. Membanggakan kejayaan masa silam baru ada manfaatnya, jika kita berbuat untuk untuk melestarikan kejayaan itu atau mengembangkannya untuk lebih jaya. Nilai seseorang, lebih-lebih di era pembangunan ini, adalah sepenuhnya terletak pada hasil prestasinya sendiri. Dan jika memang harus berbangga, maka prestasi kita sendirilah yang patut dibanggakan. Hal itu sangat penting agar warga NU tidak buta terhadap perkembangan politik yg terjadi.

 “Memang kita tidak perlu berpolitik praktis, tetapi tidak boleh buta terhadap politik” kata kiai Ali. Kiai Ali sering mengutip sabda Nabi Muhammad SAW : “sesungguhnya Allah menolak (keburukan, kerusakan) melalui tangan-tangan penguasa apa yang tidak ditolakNya dengan Al Qur’an“, maka mengerti politik itupun wajib, agar tidak termakan politik.
________________

Ditulis ulang oleh Cak Ahmad Fathoni Roda Mas, PW LTNNU Jatim, dikutip dari buku KH. Ali Ma’shum; Perjuangan dan Pemikiran-pemikirannya.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Muhammad Noor Fuad Terpilih Sebagai Kepala Desa Mudalrejo Periode 2023-2029

    Ketua Pimpinan Ranting GP Ansor Muhammad Noor Fuad Terpilih Sebagai Kepala Desa Mudalrejo Periode 2023-2029

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 71
    • 0Komentar

    LOANO, ansorpurworejo.org- Muhammad Noor Fuad, Ketua Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor (GP ANSOR) Desa Mudalrejo, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, berhasil terpilih sebagai Kepala Desa Mudalrejo untuk periode 2023-2029 dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar di balai desa Mudalrejo pada Rabu, (6/11/2023). Dalam pemungutan suara yang berlangsung dengan lancar, Muhammad Noor Fuad mampu mengumpulkan dukungan […]

  • Perkuat Regenerasi Kader dan Kepemimpinan, Empat Ranting GP Ansor di Bagelen Gelar Reorganisasi

    Perkuat Regenerasi Kader dan Kepemimpinan, Empat Ranting GP Ansor di Bagelen Gelar Reorganisasi

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 217
    • 3Komentar

    BAGELEN – Menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan di berbagai tingkatan organisasi, sejumlah Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor di Kecamatan Bagelen mulai melaksanakan reorganisasi sebagai bagian dari proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan. Beberapa ranting yang telah memulai tahapan reorganisasi di antaranya PR GP Ansor Desa Bagelen, Bapangsari, Soko, dan Dadirejo. Langkah ini menjadi bagian penting dalam […]

  • Pelantikan Bersama Pengurus Ranting NU dan Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Kambangan Menyemarakkan Desa Kambangan

    Pelantikan Bersama Pengurus Ranting NU dan Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Kambangan Menyemarakkan Desa Kambangan

    • calendar_month Sabtu, 12 Agt 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 62
    • 0Komentar

    Pada Rabu, 08 Agustus 2023, suasana khidmat dan penuh makna terasa di Masjid Al-Ikhlas, Margosono Desa Kambangan. Acara pelantikan bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Desa Kambangan kecamatan Bruno berlangsung dengan meriah dari pukul 10.00 hingga 13.00. Dalam acara ini, tampak beberapa tokoh agama dan organisasi hadir, […]

  • Prototype Kader Andalan

    Prototype Kader Andalan

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle admin
    • visibility 84
    • 1Komentar

    Banyak orang yang galau tentang peran apa yang bisa Ia berikan kepada masyarakat. Sementara mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan atau membuat perubahan yang besar tidak semudah kata-kata bijak itu sendiri. Faktanya omongan-omongan kita, mau sebenar apapun dan mau sebaik apapun belum tentu didengarkan orang lain, apalagi orang lain mau melakukan suatu tindakan yang sesuai dengan […]

  • Membangun Soliditas & Militansi Kader, PAC GP Ansor Purworejo Gelar Rakercab

    Membangun Soliditas & Militansi Kader, PAC GP Ansor Purworejo Gelar Rakercab

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 546
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – PAC GP Ansor Purworejo Selenggarakan Silaturahim dan Rakerancab dengan mengusung tema ” Membangun Soliditas & Militansi Kader”. Silaturahim dan rakerancab ini merupakan momen silaturahim antar sahabat ansor dan penyusunan program kerja yang belum terealisasi. Kegiatan ini bertempat di Graha Siola Convention Hall RM. H. Dargo Pangenrejo. Ahad (04/06) Hadir pada kesempatan ini, […]

  • Lazisnu Purworejo Bangkit Bersama Petani Berbagi Sayuran Guna Makmurkan Masyarakat

    Lazisnu Purworejo Bangkit Bersama Petani Berbagi Sayuran Guna Makmurkan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 26 Mei 2021
    • account_circle Alfin Zidni
    • visibility 625
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorepurworejo.org – PC NU Purworejo melalui Nucare- Lazisnu menyelangarakan bagi – bagi sayuran gratis kerjasama dengan petani sayuran jalur Ketembes Wonosobo, kegiatan tersebut dilaksanakan didua tempat di Desa Lugosobo, Gebang dan Desa Wero Ngombol Purworejo. Selasa, 25/05/2021. Menurut manajer bidang pentasyarufan dan Pendayagunaan Lazisnu Purworejo Miftahudin menyampaikan kegiatan tersebut sebagai upaya lazisnu mendorong peningkatan […]

expand_less