Breaking News
light_mode
Trending Tags

KH Hasyim Asy’ari dan Tebuireng Awal

  • account_circle admin
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2015
  • visibility 812
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemilihan lokasi Muktamar NU di Jombang 1-5 Agustus pada 2015 nanti patut diapresiasi. Sebagai “ibu kota” NU, Jombang melahirkan banyak tokoh NU. Mulai Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, Mbah Wahab Hasbullah, Mbah Bisri Syansuri, Gus Wahid Hasyim sampai presiden RI ke-4 Gus Dur.

Jumlah ini belum ditambah dengan banyak aktivis NU yang sudah almarhum maupun yang sekarang masih ber-khidmat. Baik kepada NU secara langsung ataupun lewat banom, lajnah, lembaga dan organisasi underbow.

Namun yang paling menarik adalah sosok Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari. Kiai kharismatik yang akrab dipanggil dengan Mbah Hasyim ini adalah sosok pejuang tangguh dengan masa yang sangat berliku. Rintangan yang dihadapi juga tidak kecil. Mulai saat masih menuntut ilmu sampai wafat 1947 karena memikirkan nasib umat.
Dunia Hitam

Nama besar Pesantren Tebuireng sekarang tidak lepas dari sosok Mbah Hasyim. Terlebih sejak jenasah Gus Dur dimakamkan di situ. Setidaknya dua ribu peziarah setiap hari mengunjungi makam presiden RI keempat itu. Tentu ini menjadikan Pesantren Tebuireng sebagai pondok pesantren “tersibuk” di Indonesia. Apalagi yang berkunjung tidak hanya dari kalangan orang Islam. Tapi juga komunitas non-Muslim. Bahkan dari luar negeri.  

Semua penulis sepakat bahwa dusun Tebuireng, sebelum pendirian pesantren, awalnya adalah pusat kemaksiatan di abad XIX Masehi. Ini sebagai akibat negatif dari pendirian Pabrik Gula Tjoekir oleh Belanda. Baik dalam bentuk perjudian, perampokan, prostitusi, minuman keras, pencurian, dan sebagainya. Ini yang dalam teori sosiologi disebut sebagai culture shock.

Namun beberapa penulis berbeda pendapat tentang asal usul nama Tebuireng. Setidaknya terdapat empat pendapat. Pertama, nama Tebuireng berasal dari nama Kebo Ireng. Dia seorang pimpinan pasukan kerajaan Majapahit yang meninggal dunia di daerah itu.

Sosok ini menjadi justifikasi bagi para ahli maksiat di sekitar Tebuireng. Bahkan Wiro, pimpinan kelompok ini, mengaku didatangi Kebo Ireng dalam rupa ghaib sebelum bertanding dan dikalahkan oleh Abdullah (hlm. 236). Pendapat pertama ini juga didukung Aguk Irawan dalam Penakluk Badai: Novel Biografi KH Hasyim Asy’ari (2012).

Kedua, menyatakan bahwa nama Tebuireng berasal dari kata kebo (kerbau) dan ireng (hitam). Kata Tebuireng merujuk kepada kebo bule yang terperosok ke dalam kubangan besar, penuh dengan lintah penghisap darah. Karena terlalu banyak darah yang dihisap lintah, maka warna kulitnya berubah menjadi hitam (ireng). Sejak saat itu daerah tersebut bernama kebo ireng yang akhirnya lambat laun berubah menjadi Tebuireng.

Pendapat kedua ini paling populer di kalangan masyarakat dan para penulis. Pendapat ini ditulis dalam buku Akarhanaf berjudul Kiai Hasjim Asj’ari; Bapak Umat Islam Indonesia (1950), buku karya Solichin Salam berjudul KH. Hasyim Asy’ari; Ulama Besar Indonesia (1963) dan buku Aboebakar Atjeh berjudul Sedjarah Hidup KH. A. Wahid Hasjim dan Karangan Tersiar (1957).

Ketiga, memiliki kemiripan dengan pendapat kedua. Hanya kerbau yang dimaksud adalah milik Mbah Hasyim. Sebelum kejadian itu, daerah tersebut belum memiliki nama. Jadi, menurut pendapat ini, insiden kerbau masuk ke kubangan besar itu terjadi setelah Mbah Hasyim mendirikan pesantren. Itulah cikal bakal nama Tebuireng.

Keempat adalah pendapat yang tidak begitu populer di telinga masyarakat. Pendapat ini menyatakan bahwa nama Tebuireng berasal dari banyaknya tanaman tebu yang tumbuh di daerah Cukir. Kulit tebu ini berwarna hitam, yang bahasa Jawa disebut dengan ireng.

Tebu varietas ini memiliki kadar gula lebih tinggi daripada varietas lainnya. Sehingga hasil produksi pengolahan tebu menjadi gula lebih meningkat jika dibandingkan menggiling varietas tebu lainnya. Ini yang mendorong pendirian sebuah pabrik gula baru di daerah selatan Jombang bernama NV. Koldy en Coster van Housf Suiker Fabric.

Karena pengucapan penduduk lokal yang sulit, nama perusahaan itu lebih terkenal dengan sebutan Pabrik Cukir. Pendapat keempat ini disampaikan Abdul Basit Adnan dalam buku Kemelut di NU (1982).

Klarifikasi Ulang

Pendapat terakhir memiliki kedekatan dengan titik kebenaran. Dalam buku Guru Sejati Hasyim Asy’ari ini, Masyamsul Huda juga lebih mempercayai pendapat keempat (hlm. 259). Meski penulis menyebut Mbah Hasyim melakukannya pada tanggal 6 Pebruari 1906. Padahal, semua penulis biografi Mbah Hasyim merujuk bahwa tanggal itu adalah pengakuan Belanda kepada Pesantren Tebuireng sebagai badan hukum yang sah.

Terdapat beberapa hal yang harus diklarifikasi ulang dari buku ini. Sebagai novel sejarah, sumber kutipan seharusnya valid dari sumber aslinya. Tidak sekedar disebut dalam daftar pustaka (hlm. 269).

Penyebutan “nama asli” Pesantren Tebuireng juga kurang proporsional. Salafiyah Syafi’iyah, seharusnya dikutip secara jelas untuk menyebut pesantren yang didirikan Mbah Hasyim pada 1899 itu. Ini mengingat nama Salafiah Syafi’yah sudah menjadi trade mark pesantren saat itu.

Verifikasi selanjutnya yang perlu ditanyakan adalah pendirian PG Tjoekir yang di buku ini disebut 1884. Mengingat semua referensi yang ada selama ini merujuk angka 1825 sebagai pendirian PG Tjoekir (hlm. 17).

Penyerangan tentara Belanda yang dipimpin de Kock untuk menangkap Mbah Hasyim juga perlu diverifikasi ulang (hlm. 261). Ini karena di beberapa maraji’ disebut bahwa penyerangan itu dilakukan Belanda pada tahun 1932. Serangan ini yang menyebabkan Mbah Hasyim “terpaksa diungsikan” ke Pesantren Keras.

Di atas itu semua, usaha Masyamsul Huda untuk “menulis” berbagai cerita rakyat patut diapresiasi. Selama ini cerita rakyat hanya dituturkan dari mulut ke mulut. Dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Dengan ditulis, cerita rakyat itu akan “tetap hidup” meski sang penutur sudah meninggal dunia.*

Data Buku

Judul : Guru Sejati Hasyim Asy’ari
Penulis : Masyamsul Huda
Penerbit : Pustaka Inspira, Jakarta
Tahun : Maret 2014
Cetakan : Pertama
Tebal : 271 halaman
ISBN : 978-602-97066-6-6
Harga : Rp 45.000,-
Peresensi : Mukani, alumni Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Seblak dan guru SMAN 1 Jombang

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • sign up for binance

    I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.

    Balas26 Maret 2025 5:40 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Motivasi Organisasi.

    Motivasi Organisasi.

    • calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
    • account_circle PAC Bener
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Motivasi Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bener Sahabat Ahmad Aziz dalam organisasi di Gerakan Pemuda Ansor adalah mendorong atau daya penggerak yang mendorong individu atau anggota dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan dan kinerja yang lebih baik. Ini melibatkan faktor-faktor  anggota organisasi, seperti semangat kerja, komitmen, loyalitas, dan kepuasan kerja. Berikut beberapa elemen penting dalam […]

  • Al-Syami Ungkap 10 Fakta Suriah yang Ditutup-tutupi Media Takfiri

    Al-Syami Ungkap 10 Fakta Suriah yang Ditutup-tutupi Media Takfiri

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

    Jakarta, NU Online Ikatan Alumni Suriah (Syam) Indonesia (Al-Syami) mengungkap 10 fakta tentang Suriah yang selalu ditutup-tutupi oleh media-media takfiri di tanah air. Sekretaris Al-Syami Muhammad Najih Arromadloni menjelaskan bahwa pihaknya mempunyai tanggung jawab untuk meluruskan kebohongan-kebohongan publik dan data-data manipulatif yang diakibatkan oleh fabrikasi media-media tersebut. “Seperti pada Rabu, 11 Mei 2016 kemarin, Al-Syami […]

  • Sahabat Miftahuzaman: Islam Masuk Ke Indonesia Melalui Pendekatan Budaya

    Sahabat Miftahuzaman: Islam Masuk Ke Indonesia Melalui Pendekatan Budaya

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Departemen Seni Budaya PC GP Ansor Kabupaten Purworejo bersama dengan Tim Media Ansor se Kabupaten Purworejo melakukan kunjungan edukasi ke Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo pada Minggi (21/11). Wakil Ketua PC GP Ansor Bidang Seni Budaya, Sahabat Miftahuzzaman menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini bertujuan untuk mendekatkan generasi milenial dengan sejarah bangsanya. “Penting bagi kita untuk […]

  • Ansor Purworejo 2019 – 2023 Resmi Dilantik

    Ansor Purworejo 2019 – 2023 Resmi Dilantik

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Purworejo telah melakukan pelantikan dan rakercab masa khidmat 2019-2023 pada Minggu, (23/02/2020). Acara pelantikan ansor Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor ini dihadiri oleh beberapa forkompemda, lapisan masyarakat dan dihadiri anggota Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten Purworejo, lembaga Nahdlatu Ulama kabupaten Purworejo. Pelantikan […]

  • PC GP Ansor Purworejo Melantik 15 Pimpinan Ranting Ansor Kecamatan Pituruh

    PC GP Ansor Purworejo Melantik 15 Pimpinan Ranting Ansor Kecamatan Pituruh

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Guna membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih di Organisasi Gerakan Pemuda Ansor khususnya di wialayah Kecamatan Pituruh. PAC GP Ansor Kecamatan Pituruh menggelar Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) […]

  • Ansor Bener Gelar PKD Angkatan Ke 2

    Ansor Bener Gelar PKD Angkatan Ke 2

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 922
    • 0Komentar

    Bener, (ansorpurworejo.org) – Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Bener melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Angkatan Ke-2, di Desa Limbangan Bener yang dimulai pada Jumat (26/3/2021). Hadir dalam kegiatan ini, KH. Rofiq Chusnudin (Ketua MWC NU Bener), Kiai Habib Anwar (Ketua PC GP Ansor Purworejo), R. Muhammad Abdullah (DPRD Dapil 6), Drs. Hammron Rosadi (Ketua LP […]

expand_less