Breaking News
light_mode
Trending Tags

RMI PCNU Purworejo Gelar Sarasehan “Revolusi Sampah Pesantren: Dari Masalah Jadi Berkah”

  • account_circle Syukri Ab
  • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
  • visibility 171
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWOREJO – Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (RMI PCNU) Kabupaten Purworejo menggelar kegiatan Sarasehan Pengurus Pondok Pesantren se-Kabupaten Purworejo pada Ahad (17/5/2026). Mengusung tema “Revolusi Sampah Pesantren: Dari Masalah Jadi Berkah”, kegiatan ini berlangsung di gedung SMK Nurussalaf yang berada di kompleks Ponpes Nurussalaf Kemiri, Purworejo.

​Kegiatan strategis ini dihadiri oleh 61 perwakilan Pondok Pesantren NU se-Kabupaten Purworejo. RMI PCNU menghadirkan para pakar di bidangnya sebagai narasumber, yaitu perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Kabupaten Purworejo, Bu Suci Indriasari dan Pak Imam Fauzi, serta Direktur Krapyak Peduli Sampah (KPS) Yogyakarta, Andika Muhammad Nuur, S.Ak.

​Sampah Pesantren Jadi PR Besar

Dalam sambutannya, Ketua RMI PCNU Purworejo, KHR. M Amir Kilal, S.Ag., mengungkapkan bahwa latar belakang pemilihan tema ini didasari atas keresahan para pengurus mengenai pengelolaan limbah di lingkungan pesantren.
​”Ngobrol-ngobrol masalah sampah di pondok pesantren itu cukup menjadi PR besar bagi pesantren yang tentunya harus bisa segera ditangani dan ditanggulangi. Semoga dari kegiatan ini para pengurus tidak hanya paham teori saja, akan tetapi bisa dipraktikkan di pondok masing-masing,” ujar KHR. M Amir Kilal.

​Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, KH. M. Haekal, S.Pd.I. Ia menyebutkan bahwa volume sampah di Kabupaten Purworejo yang mencapai hampir 300 ton per hari menjadikan pesantren, sebagai bagian dari masyarakat, memiliki tanggung jawab besar untuk ikut mengatasinya.
​“Kami mengucapkan terima kasih kepada DLHP Purworejo dan Direktur Krapyak Peduli Sampah yang berkenan memberikan ilmu. Semoga ikhtiar kita bersama bisa mengelola sampah dengan baik,” tutur KH. M. Haekal.

​Mendorong Konsep Eco-Pesantren dan Ekonomi Sirkular

Pada sesi materi pertama, Bu Suci Indriasari selaku perwakilan DLHP Purworejo memaparkan program “Eco-Pesantren”. Program ini mengintegrasikan wawasan konservasi lingkungan dengan nilai-nilai religi, berlandaskan prinsip I’malu fauqo ma’amilu (berusaha lebih dari rata-rata orang lain secara bersungguh-sungguh).
​Secara praktik, pesantren didorong memilah sampah asrama. Sampah organik (55–70%) diarahkan untuk diolah menjadi pupuk, biogas, hingga budidaya maggot. Sementara sampah anorganik (30–45%) dikelola melalui Bank Sampah Asrama (BSA) agar bernilai ekonomi.

​Sesi kedua diisi oleh Direktur Krapyak Peduli Sampah (KPS), Andika Muhammad Nuur, S.Ak., yang membagikan kisah sukses Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta. KPS berhasil menerapkan inovasi ekstrem dengan memilah sampah hingga 36 kategori—mengungguli negara maju seperti Jepang (23 jenis) dan Swedia (15 jenis).

​Melalui slogan “Pilah, Olah, Berkah” di lahan mini seluas 90 meter persegi, KPS sukses memotong volume sampah harian dari 2 ton menjadi hanya 100 kilogram. Transformasi pola pikir ini juga mengubah beban biaya buang sampah swasta sebesar Rp30 juta per bulan menjadi sumber penghasilan yang pernah mencapai Rp20 juta per bulan melalui ekonomi sirkular bersama UMKM sekitar.
​”Dulu kan sampah dianggap kotor, bau, enggak bisa diapa-apakan. Sekarang sampah itu investasi,” tegas Andika.

​Percepatan Digitalisasi Lewat Portal Digdaya Pesantren NU

RMISetelah sesi tanya jawab mengenai pengelolaan sampah selesai, acara dilanjutkan dengan sosialisasi program “Digdaya Pesantren X Portal Pesantren NU” yang diinisiasi oleh PBNU.

​Sekretaris RMI PCNU Purworejo, Muhammad Syukri Abadi, menjelaskan bahwa program digitalisasi ini hadir untuk menjawab persoalan klasik terkait pendataan pesantren NU yang selama ini dinilai belum rapi dan kurang memberikan nilai tambah bagi pesantren itu sendiri.

​Melalui platform Digdaya Pesantren, setiap pesantren NU nantinya akan divalidasi dan dipromosikan secara profesional melalui halaman profil resmi di laman resmi https://pesantren.nu.id/. Sistemnya dirancang inovatif mirip dengan platform pemesanan akomodasi online (seperti Traveloka), lengkap dengan informasi lokasi, keunggulan, hingga tombol aksi pendaftaran santri baru.

​”Masalah intinya adalah pesantren sudah didata, tapi belum diberi nilai tambah. Ini bukan sekadar pendataan pesantren, tapi cara agar pesantren NU lebih terlihat, lebih terhubung, dan lebih berdaya di era digital,” pungkas Syukri menutup kegiatan sarasehan tersebut.

  • Penulis: Syukri Ab

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PRNU Donorati: Kami Akan Meneruskan Perjuangan fii Sabilillah para Ulama

    PRNU Donorati: Kami Akan Meneruskan Perjuangan fii Sabilillah para Ulama

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org- Semangat 1 Abad NU juga tampak dari ujung Kecamatan Purworejo, PRNU Donorati yang turut serta mengikuti lomba fragmen yang diselenggarakan MWCNU Purworejo di sesi ke 4 pada Rabu (1/2/23) malam di komplek Musholla darussurur Dusun Panggulan Donorati dengan tema “Resolusi Jihad NU”. Pertunjukan ini dioerankan oleh kolaborasi para sesepuh dan kaum muda. Sinopsis […]

  • KH. Khabib Anwar: Hujan adalah Petunjuk, Ansor Harus Semakin Maju!

    KH. Khabib Anwar: Hujan adalah Petunjuk, Ansor Harus Semakin Maju!

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Purworejo – Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo, KH. Khabib Anwar, secara resmi membuka Musyawarah Kerja Anak Cabang (Muskerancab) I PAC GP Ansor Kecamatan Purworejo pada Ahad (23/02/25) di Pendopo Kecamatan Purworejo. Meskipun hujan deras mengguyur, semangat dan antusiasme kader tetap tinggi dalam mengikuti agenda tersebut. Dalam sambutannya, KH. Khabib Anwar menyampaikan bahwa hujan merupakan […]

  • SMK Ma’arif Bener Dorong Penguatan Skill Kepemimpinan Lewat Pendidikan Politik Bersama Wabup

    SMK Ma’arif Bener Dorong Penguatan Skill Kepemimpinan Lewat Pendidikan Politik Bersama Wabup

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Bener – SMK Ma’arif Bener kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang unggul melalui kegiatan pendidikan politik yang menghadirkan Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi SIKom MSi, sebagai pemateri, Selasa (29/04/2025). Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 100 siswa-siswi kelas X dan XI, yang dengan antusias menyimak paparan mengenai pentingnya skill kepemimpinan di era […]

  • Perkuat Regenerasi Kader dan Kepemimpinan, Empat Ranting GP Ansor di Bagelen Gelar Reorganisasi

    Perkuat Regenerasi Kader dan Kepemimpinan, Empat Ranting GP Ansor di Bagelen Gelar Reorganisasi

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 159
    • 0Komentar

    BAGELEN – Menjelang berakhirnya masa khidmat kepengurusan di berbagai tingkatan organisasi, sejumlah Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor di Kecamatan Bagelen mulai melaksanakan reorganisasi sebagai bagian dari proses kaderisasi dan regenerasi kepemimpinan. Beberapa ranting yang telah memulai tahapan reorganisasi di antaranya PR GP Ansor Desa Bagelen, Bapangsari, Soko, dan Dadirejo. Langkah ini menjadi bagian penting dalam […]

  • Pelantikan PAC ANSOR Ngombol di Ponpes Assunnah Joso

    Pelantikan PAC ANSOR Ngombol di Ponpes Assunnah Joso

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 555
    • 0Komentar

    Ngombol, ansorpurworejo.org Sabtu, 27 Februari 2016 di Ponpes Assunnah Joso diadakan pelantikan PAC Ansor dan Banser Kecamatan Ngombol. Sebelumnya diawali dengan Pelantikan PAC IPNU-IPPNU Ngombol. Hadir Ketua PC GP Ansor Purworejo Sahabat H. Muhammad Haekal, S.Pd.I. beserta sahabat-sahabat PC. Pelantikan sengaja di Ponpes Assunnah Joso Ngombol atas permintaan KH. Baihaqi Pendiri Pondok untuk mendapatkan pondok […]

  • Lika-liku Berdirinya Muslimat NU

    Lika-liku Berdirinya Muslimat NU

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 534
    • 1Komentar

    Ide kuat untuk mendirikan wadah khusus bagi perkumpulan perempuan Nahdlatul Ulama sebetulnya muncul sejak tahun 1938. Meskipun, peringatan hari lahir Muslimat Nahdlatul Ulama, yang menjadi produk final dari gagasan tersebut, dihitung sejak tahun 1946. Para perempuan NU melihat adanya kebutuhan untuk mendirikan organisasi tersendiri. Mereka yang sudah berperan di banyak sektor merasa belum terkonsolidasi dengan […]

expand_less