Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tashwirul Afkar, Kelompok Diskusi Pemuda NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 785
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tashwirul Afkar adalah kelompok diskusi yang bermetamorfosis menjadi madrasah dan kursus, dibentuk oieh K.H. Abdul Wahab hasbullah setelah beliau pulang dari Makkah pada tahun 1914. Markasnya ada di Surabaya.

Setelah pulang dari Makkah itu, mbah Wahab tinggal di Kertopaten, dan memulai rintisan mengadakan diskusi kecil-kecilan dengan para koleganya. Tujuannya untuk mencerdaskan kalangan santri dan kiai-kiai dengan cara melakukan diskusi dan perdebatan. Diskusi ini membesar sampai diperlukan madrasah untuk mendidik para kader.

Mbah Wahab menghubungi koleganya, K.H. Ahmad Dahlan Kebondalem untuk bergiat dalam kelompok diskusi ini, dan meningkatkan statusnya menjadi Madrasah Tashwirul Afkar (MTA) pada tahun 1919. Madrasah ini bertempat di Ampel, dengan merekrut para murid di Surabaya bagian utara, sambil kegiatan-kegiatan diskusi terus berjalan.

Kelompok diskusi ini anggotanya terdiri dari para kiai dan kiai-kiai muda. Ketuanya dipegang oleh K.H. Achmad Dahlan Kebondalem. Menurut Choirul Anam dalam buku Perkembangan dan Pertumbuhan Nahdlatul Ulama, Madrasah TA hingga kini masih ada, tetapi tempatnya berpindah ke pinggiran Surabaya.Situasi di tanah air yang mendorong dibentuknya TA adalah adanya perdebatan masalah-masalah khilafiyah dan serangan kalangan yang terpengaruh Wahabi terhadap ulama bermadzhab Ahlussunah wal Jama’ah, yang harus dihadapi kalangan pesantren; dan adanya penjajahan yang membuat rakyat semakin miskin dan terbelakang.

Dengan adanya TA, kiai-kiai muda di daerahnya masing-masing sudah bisa dan sanggup meladeni perdebatan dan diskusi yang menantang mereka, dan siap maju dalam gerakan kebangsaan.Tentu saja, K.H. Abdul Wahab Hasbullah tidak bisa menghadapi serangan-serangan kaum anti-madzhab Ahlussunnah wal jama’ah secara sendirian. Sebab itu, pada tahun 1924, TA ditingkatkan lagi kegiatannya dengan membuka kursus persoalan-persoalan keagamaan guna memberdayakan pengetahuan para kiai muda untuk mempertahankan madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah, bukan hanya diskusi dan membuat madrasah.

Kegiatan ini dipusatkan di Madrasah Nahdlatul Wathan, yang juga didirikan K.H. Abdul Wahab Hasbullah dan para koleganya, yang diselenggarakan 3 kali seminggu. Pesertanya tak terbatas dari Jawa Timur, tetapi juga dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Madura. Jumlah peserta kursus sebanyak 65 orang. Karena pesertanya banyak, K.H. Abdul Wahab Hasbullah meminta teman-temannya untuk ikut membantu, diantaranya K.H. Bisri Syansuri, K.H. Mas Alwi, K.H. Abdul Halim Leuwimunding Majalengka, K.H. Ridwan Abdullah dari Surabaya, K.H. Maksum Lasem, dan K.H. Khalil Lasem.

Mereka yang membantu dari kalangan muda adalah Abdullah Ubaid, Thahir Bakri, Abdul Hakim Petukangan Surabaya, Hasan, dan Nawawi dari Surabaya. Dengan dibuatnya kursus-kursus ini, K.H. Abdul Wahab hasbullah telah mempersiapkan pertahanan ampuh bagi kiai-kiai muda di daerah untuk langsung bisa berhadapan dan meladeni perdebatan yang dilancarkan kaum anti madzhab Ahlussunah wal Jama’ah sekaligus ikut memikirkan nasib bangsa yang sedang terjajah.

Meski begitu, K.H. Abdul Wahab Hasbullah masih belum yakin usaha tersebut bisa massif membentengi kaum Ahlussunah wal Jama’ah dan melibatkannya dalam gerakan kebangsaan. Untuk itu, ia meminta restu pada Hadratusy Syekh Hasim Asy’ari untuk boleh mendirikan jam’iyah. Sampai akhirnya tahun 1926 jam’iyah ini bisa dibentuk dengan nama Nahdlatul Ulama.Sumber: Ensiklopedia Nahdlatul Ulama

Referensi: www.writravelicious.com

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH R. As’ad Syamsul Arifin Mengawal Negara dari Tapal Kuda

    KH R. As’ad Syamsul Arifin Mengawal Negara dari Tapal Kuda

    • calendar_month Selasa, 14 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 528
    • 1Komentar

    Oleh: Munawir Aziz,Kiai Raden As’ad Syamsul Arifin lahir pada 1897 M/1315 H di Syi’ib Ali, Makkah dari pasangan Raden Ibrahim dan Siti Maemunah. Ketika As’ad kecil lahir, oleh ayahnya, bayi mungil itu langsung dipeluk untuk dibawa menuju Ka’bah. Jarak sejauh 200 meter antara Syi’ib Ali dan Ka’bah tidak menjadi halangan untuk membawa bayi ini mendekat […]

  • Peringati HSN, Ansor Peduli Adakan Cek Kesehatan Gratis

    Peringati HSN, Ansor Peduli Adakan Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 1.544
    • 0Komentar

    PURWOREJO – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor melalui Tim Ansor Peduli melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat di Kompleks Mushola Al-Maksum Kelurahan Lugosobo, Purworejo pada Minggu (25/10/2020). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui progam Ansor Peduli yang digelar bersamaan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H. Wakil Ketua PC GP Ansor Bidang Sosial Kesehatan dan Tanggap […]

  • Sejarah di Balik Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

    Sejarah di Balik Lahirnya Pancasila 1 Juni 1945

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Nu Online, Perjuangan memerdekakan Indonesia dari kolonialiasme telah melalui tahapan dan usaha yang panjang tetapi matang. Selain perjuangan fisik, bangsa Indonesia secara gigih mampu membangun pondasi kemerdekaan dengan merumuskan dasar dan ideologi negara melalui persiapan-persiapan yang dilakukan oleh para tokoh bangsa dengan wadah BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada Maret 1945 dan PPKI […]

  • Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    Gus Aun: Empat Karakter Yang harus Dimiliki GP Ansor

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 834
    • 1Komentar

    Saat Acara Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang I PC GP Ansor Purworejo masa khidmah 2019 – 2023 di Gedung NU Center Purworejo , Sahabat H Aunullaah A’la Habib Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat GP Ansor yang hadir mewakili Ketua Umum PP GP Ansor Sahabat H Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutanya dihadapan Pengurus PC GP Ansor Purworejo […]

  • Ansor Kaliwader Pererat Warga dengan Voli

    Ansor Kaliwader Pererat Warga dengan Voli

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Santri sebagai bagian dari warga masyarakat, peran dan keberadaanya seringkali dibenturkan dengan dikotomi santri dan abangan, sebuah ironi yang secara tidak sengaja terpelihara dari warisan penjajahan. Momen peringatan HSN (Hari Santri Nasional) tahun 2016 ini dimanfaatkan betul oleh Ansor Ranting Kaliwader dengan mengadakan lomba bola voli sebagai media interaksi antara santri dan warga […]

  • Selapanan Selasa Pahing PAC GP Ansor Pituruh, Sekaligus Pelantikan PR GP Ansor Prapag Kidul

    Selapanan Selasa Pahing PAC GP Ansor Pituruh, Sekaligus Pelantikan PR GP Ansor Prapag Kidul

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    PITURUH – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pituruh menyelenggarakan selapanan Selasa Pahing dan sekaligus Pelantikan pengurus pimpinan panting (PR) GP Ansor Prapag Kidul, Kecamatan Pituruh, Selasa (9/11/2021) malam, di Musholla Al-Ikhlas, Dukuh Krajan, Desa Prapag Kidul, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Hadir pada kesempatan tersebut, Sekertaris PC GP Ansor Purworejo Agus H.M Tashilul […]

expand_less