Breaking News
light_mode
Trending Tags

Tashwirul Afkar, Kelompok Diskusi Pemuda NU

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
  • visibility 917
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tashwirul Afkar adalah kelompok diskusi yang bermetamorfosis menjadi madrasah dan kursus, dibentuk oieh K.H. Abdul Wahab hasbullah setelah beliau pulang dari Makkah pada tahun 1914. Markasnya ada di Surabaya.

Setelah pulang dari Makkah itu, mbah Wahab tinggal di Kertopaten, dan memulai rintisan mengadakan diskusi kecil-kecilan dengan para koleganya. Tujuannya untuk mencerdaskan kalangan santri dan kiai-kiai dengan cara melakukan diskusi dan perdebatan. Diskusi ini membesar sampai diperlukan madrasah untuk mendidik para kader.

Mbah Wahab menghubungi koleganya, K.H. Ahmad Dahlan Kebondalem untuk bergiat dalam kelompok diskusi ini, dan meningkatkan statusnya menjadi Madrasah Tashwirul Afkar (MTA) pada tahun 1919. Madrasah ini bertempat di Ampel, dengan merekrut para murid di Surabaya bagian utara, sambil kegiatan-kegiatan diskusi terus berjalan.

Kelompok diskusi ini anggotanya terdiri dari para kiai dan kiai-kiai muda. Ketuanya dipegang oleh K.H. Achmad Dahlan Kebondalem. Menurut Choirul Anam dalam buku Perkembangan dan Pertumbuhan Nahdlatul Ulama, Madrasah TA hingga kini masih ada, tetapi tempatnya berpindah ke pinggiran Surabaya.Situasi di tanah air yang mendorong dibentuknya TA adalah adanya perdebatan masalah-masalah khilafiyah dan serangan kalangan yang terpengaruh Wahabi terhadap ulama bermadzhab Ahlussunah wal Jama’ah, yang harus dihadapi kalangan pesantren; dan adanya penjajahan yang membuat rakyat semakin miskin dan terbelakang.

Dengan adanya TA, kiai-kiai muda di daerahnya masing-masing sudah bisa dan sanggup meladeni perdebatan dan diskusi yang menantang mereka, dan siap maju dalam gerakan kebangsaan.Tentu saja, K.H. Abdul Wahab Hasbullah tidak bisa menghadapi serangan-serangan kaum anti-madzhab Ahlussunnah wal jama’ah secara sendirian. Sebab itu, pada tahun 1924, TA ditingkatkan lagi kegiatannya dengan membuka kursus persoalan-persoalan keagamaan guna memberdayakan pengetahuan para kiai muda untuk mempertahankan madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah, bukan hanya diskusi dan membuat madrasah.

Kegiatan ini dipusatkan di Madrasah Nahdlatul Wathan, yang juga didirikan K.H. Abdul Wahab Hasbullah dan para koleganya, yang diselenggarakan 3 kali seminggu. Pesertanya tak terbatas dari Jawa Timur, tetapi juga dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Madura. Jumlah peserta kursus sebanyak 65 orang. Karena pesertanya banyak, K.H. Abdul Wahab Hasbullah meminta teman-temannya untuk ikut membantu, diantaranya K.H. Bisri Syansuri, K.H. Mas Alwi, K.H. Abdul Halim Leuwimunding Majalengka, K.H. Ridwan Abdullah dari Surabaya, K.H. Maksum Lasem, dan K.H. Khalil Lasem.

Mereka yang membantu dari kalangan muda adalah Abdullah Ubaid, Thahir Bakri, Abdul Hakim Petukangan Surabaya, Hasan, dan Nawawi dari Surabaya. Dengan dibuatnya kursus-kursus ini, K.H. Abdul Wahab hasbullah telah mempersiapkan pertahanan ampuh bagi kiai-kiai muda di daerah untuk langsung bisa berhadapan dan meladeni perdebatan yang dilancarkan kaum anti madzhab Ahlussunah wal Jama’ah sekaligus ikut memikirkan nasib bangsa yang sedang terjajah.

Meski begitu, K.H. Abdul Wahab Hasbullah masih belum yakin usaha tersebut bisa massif membentengi kaum Ahlussunah wal Jama’ah dan melibatkannya dalam gerakan kebangsaan. Untuk itu, ia meminta restu pada Hadratusy Syekh Hasim Asy’ari untuk boleh mendirikan jam’iyah. Sampai akhirnya tahun 1926 jam’iyah ini bisa dibentuk dengan nama Nahdlatul Ulama.Sumber: Ensiklopedia Nahdlatul Ulama

Referensi: www.writravelicious.com

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selapanan Majelis Dzikir Dan Sholawat Bersama PAC GP Ansor Kec. Bener Sekaligus Santunan Anak Yatim dan Pambagian Reward Penginputan Data Kader Ansor Banser

    Selapanan Majelis Dzikir Dan Sholawat Bersama PAC GP Ansor Kec. Bener Sekaligus Santunan Anak Yatim dan Pambagian Reward Penginputan Data Kader Ansor Banser

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle PAC Bener
    • visibility 154
    • 1Komentar

    “Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat” yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Bener pada tanggal 29 Juli 2023 di Dusun Krendo, Desa Legetan. Dalam acara tersebut, beberapa tokoh dan pejabat penting yang hadir adalah: Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Kecamatan Bener Bapak Camat R. Imam Ciptadi, S.Pd, M.M. Kapolsek (Kepala Kepolisian Sektor) atau perwakilan dari […]

  • Wakil Rais NU Jateng: Pangeran Diponegoro Santri dan Pengamal Tarekat

    Wakil Rais NU Jateng: Pangeran Diponegoro Santri dan Pengamal Tarekat

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 713
    • 2Komentar

    Purworejo, NU Online – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Achmad Chalwani Nawawi menjelaskan bahwa peran santri dalam melawan penjajah dan ikut merebut kemerdekaan tidak sedikit.  “Dan di antara para santri itu adalah Pangeran Diponegoro, pemimpin Perang Jawa yang legendaris itu,” ujarnya.  Hal ini disampaikan dalam Diskusi Interaktif Pimpinan Cabang (PC) […]

  • Harlah ke-75 Fatayat NU Purworejo: Momentum Kaderisasi dan Kebangkitan Perempuan Nahdliyin

    Harlah ke-75 Fatayat NU Purworejo: Momentum Kaderisasi dan Kebangkitan Perempuan Nahdliyin

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 148
    • 3Komentar

    PURWOREJO – Harlah ke-75 Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purworejo bukan sekadar peringatan seremonial. Di balik gegap gempita acara yang digelar di GOR Sarwo Edhie Wibowo, Kamis (1/5/2025), terselip pesan penting: penguatan kader perempuan muda NU dan konsolidasi organisasi sebagai kekuatan strategis dalam pembangunan bangsa dan daerah. Diikuti ribuan kader dari 16 Pimpinan Anak Cabang […]

  • Rijalul Ansor Purworejo Gelar Tarhim Perdana di Kutoarjo, Ini Jadwal Lengkapnya

    Rijalul Ansor Purworejo Gelar Tarhim Perdana di Kutoarjo, Ini Jadwal Lengkapnya

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 154
    • 2Komentar

    Purworejo – Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Purworejo menggelar Tarhim (Tarawih dan Silaturahim) perdana Ramadhan 1447 H di Mushola Al-Mubarok, Senepo Barat, Kutoarjo, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi pembuka rangkaian program Tarhim Ramadhan yang akan digelar di sejumlah wilayah di Kabupaten Purworejo sebagai bagian dari upaya menghidupkan syiar […]

  • Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Peringati Hari Santri Nasional 2023

    Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Peringati Hari Santri Nasional 2023

    • calendar_month Minggu, 22 Okt 2023
    • account_circle PAC Kemiri
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Kemiri, 22 Oktober 2023 – Sebanyak ribuan santri dari berbagai lembaga pendidikan dan pondok pesantren di Kecamatan Kemiri meriahkan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2023. Acara peringatan tersebut dihelat di Alun-Alun Kecamatan Kemiri pada hari Ahad, 22 Oktober 2023. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kemiri bersama dengan Forum Komunikasi Kecamatan (FORKOMPIMCAM) Kemiri menggelar […]

  • Momentum Idul Adha 1444 H : Warga Nahdliyyin di Kecamatan Gebang sembelih Ratusan Sapi dan Kambing Qurban

    Momentum Idul Adha 1444 H : Warga Nahdliyyin di Kecamatan Gebang sembelih Ratusan Sapi dan Kambing Qurban

    • calendar_month Rabu, 5 Jul 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Momentum Idul Adha 1444 H : Warga Nahdliyyin di Kecamatan Gebang sembelih Ratusan Sapi dan Kambing Qurban Gebang, 29 Juni 2023 – Momentum perayaan Idul Adha 1444 H dirayakan dengan penuh khidmat oleh warga Nahdliyyin di Kecamatan Gebang. Ribuan warga nahdliyyin dari berbagai penjuru wilayah berbondonng-bondong mendatangi masjid dan musholla yang ada setiap desa yang […]

expand_less