Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sejarah Ansor

  • account_circle admin
  • calendar_month Senin, 30 Des 2019
  • visibility 1.716
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kelahiran Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca-Sumpah Pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. Terutama, saat perjuangan fisik melawan penjajahan dan penumpasan G 30 S/PKI, peran Ansor sangat menonjol.

“Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama”

Ansor dilahirkan dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) dari situasi ”konflik” internal dan tuntutan kebutuhan alamiah. Berawal dari perbedaan antara tokoh tradisional dan tokoh modernis yang muncul di tubuh Nahdlatul Wathan, organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pendidikan Islam, pembinaan mubaligh, dan pembinaan kader. KH Abdul Wahab Hasbullah, tokoh tradisional dan KH Mas Mansyur yang berhaluan modernis, akhirnya menempuh arus gerakan yang berbeda justru saat tengah tumbuhnya semangat untuk mendirikan organisasi kepemudaan Islam.

Dua tahun setelah perpecahan itu, pada 1924 para pemuda yang mendukung KH Abdul Wahab –yang kemudian menjadi pendiri NU– membentuk wadah dengan nama Syubbanul Wathan (Pemuda Tanah Air). Organisasi inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor ini merupakan saran KH. Abdul Wahab, “ulama besa” sekaligus guru besar kaum muda saat itu, yang diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam perjuangan membela dan menegakkan agama Allah. Dengan demikian ANO dimaksudkan dapat mengambil hikmah serta tauladan terhadap sikap, perilaku dan semangat perjuangan para sahabat Nabi yang mendapat predikat Ansor tersebut. Gerakan ANO (yang kelak disebut GP Ansor) harus senantiasa mengacu pada nilai-nilai dasar Sahabat Ansor, yakni sebagi penolong, pejuang dan bahkan pelopor dalam menyiarkan, menegakkan dan membentengi ajaran Islam. Inilah komitmen awal yang harus dipegang teguh setiap anggota ANO (GP Ansor).

Meski ANO dinyatakan sebagai bagian dari NU, secara formal organisatoris belum tercantum dalam struktur organisasi NU. Hubungan ANO dengan NU saat itu masih bersifat hubungan pribadi antar tokoh. Baru pada Muktamar NU ke-9 di Banyuwangi, tepatnya pada tanggal 10 Muharram 1353 H atau 24 April 1934, ANO diterima dan disahkan sebagai bagian (departemen) pemuda NU dengan pengurus antara lain: Ketua H.M. Thohir Bakri; Wakil Ketua Abdullah Oebayd; Sekretaris H. Achmad Barawi dan Abdus Salam.

Dalam perkembangannya secara diam-diam khususnya ANO Cabang Malang, mengembangkan organisasi gerakan kepanduan yang disebut Banoe (Barisan Ansor Nahdlatul Oelama) yang kelak disebut BANSER (Barisan Serbaguna). Dalam Kongres II ANO di Malang tahun 1937. Di Kongres ini, Banoe menunjukkan kebolehan pertamakalinya dalam baris berbaris dengan mengenakan seragam dengan Komandan Moh. Syamsul Islam yang juga Ketua ANO Cabang Malang. Sedangkan instruktur umum Banoe Malang adalah Mayor TNI Hamid Rusydi, tokoh yang namaya tetap dikenang dan bahkan diabadikan sebagai sama salah satu jalan di kota Malang.

Salah satu keputusan penting Kongres II ANO di Malang tersebut adalah didirikannya Banoe di tiap cabang ANO. Selain itu, menyempurnakan Anggaran Rumah Tangga ANO terutama yang menyangkut soal Banoe.

Pada masa pendudukan Jepang organisasi-organisasi pemuda diberangus oleh pemerintah kolonial Jepang termasuk ANO. Setelah revolusi fisik (1945 – 1949) usai, tokoh ANO Surabaya, Moh. Chusaini Tiway, melempar mengemukakan ide untuk mengaktifkan kembali ANO. Ide ini mendapat sambutan positif dari KH. Wachid Hasyim, Menteri Agama RIS kala itu, maka pada tanggal 14 Desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor, disingkat Pemuda Ansor (kini lebih pupuler disingkat GP Ansor).

GP Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikan rupa menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 32 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Sumber : ansor.or.id

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pimpin GP Ansor Purworejo, H. Muhammad Haekal S.Pd.I Minta Dukungan Semua Pihak

    Pimpin GP Ansor Purworejo, H. Muhammad Haekal S.Pd.I Minta Dukungan Semua Pihak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Forum konferensi GP Ansor Purworejo di pesantren Al-Anwar Maron, Ahad (21/12), mengamanahkan H. Muhammad Haekal S.Pd.I untuk menggerakkan pemuda NU ini untuk masa bakti 2014-2018. Kepada peserta forum dan banom NU lainnya, Haikal meminta kerja sama dalam mengimplementasikan program NU. “Tentu ini merupakan amanah yang tidak ringan mengingat tantangan organisasi ke depan yang semakin berat. […]

  • Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Ikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2022

    Ribuan Santri di Kecamatan Kemiri Ikuti Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2022

    • calendar_month Sabtu, 22 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 220
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Gelar upacara Hari Santri Nasional 2022 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Kemiri gandeng Forkompimcam Camat Kemiri. kegiatan hari santri diikuti oleh 1000 santri se-kecamatan Kemiri beserta muspika kecamatan Kemiri. Sabtu (22/10/2022) Hadir pada kesempatan ini Camat Kemiri, Kapolsek Kemiri, Danramil Kemiri, PC Muhammadiyah Kemiri, Kepala KUA Kemiri, Kepala Sekolah Ma’arif Se […]

  • Selapanan Majelis Dzikir Dan Sholawat Bersama PAC GP Ansor Kec. Bener Sekaligus Santunan Anak Yatim dan Pambagian Reward Penginputan Data Kader Ansor Banser

    Selapanan Majelis Dzikir Dan Sholawat Bersama PAC GP Ansor Kec. Bener Sekaligus Santunan Anak Yatim dan Pambagian Reward Penginputan Data Kader Ansor Banser

    • calendar_month Minggu, 30 Jul 2023
    • account_circle PAC Bener
    • visibility 76
    • 0Komentar

    “Selapanan Majelis Dzikir dan Sholawat” yang diselenggarakan oleh PAC GP Ansor Kecamatan Bener pada tanggal 29 Juli 2023 di Dusun Krendo, Desa Legetan. Dalam acara tersebut, beberapa tokoh dan pejabat penting yang hadir adalah: Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Kecamatan Bener Bapak Camat R. Imam Ciptadi, S.Pd, M.M. Kapolsek (Kepala Kepolisian Sektor) atau perwakilan dari […]

  • Cek Fakta: Tidak Benar Artikel Berjudul Jual Miras Hukumnya Boleh untuk Membantu Kas Negara

    Cek Fakta: Tidak Benar Artikel Berjudul Jual Miras Hukumnya Boleh untuk Membantu Kas Negara

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.645
    • 2Komentar

    Ditengah polemik soal Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, beredar pesan berantai yang cukup meresahkan di grup-grup whatsapp berupa tangkapan layar artikel berjudul: Jual Miras Boleh Untuk Membantu Kas Negara dengan gambar utama wakil presiden K.H. Ma’ruf Amin. Tangkapan layar dengan judul “Jual Minuman Keras Hukumnya Boleh Untuk Membantu Kas Negara” tersebut dimuat […]

  • Banser Bener Gotong Royong Persiapkan Pembangunan Gedung MWC NU Bener

    Banser Bener Gotong Royong Persiapkan Pembangunan Gedung MWC NU Bener

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Akhmad Nasukhan
    • visibility 1.362
    • 0Komentar

    Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) melakukan aksi gotong royong untuk persiapan pembangunan kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Bener Senin (senin/1/3). Kegiatan gotong royong di Desa Kaliboto Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Bener Fuad Rofiq. Setiap harinya ada 15 personil Satkoryon Banser Bener yang […]

  • 14 Ranting NU Raih Penghargaan Lomba Dalam Rangka Satu Abad NU

    14 Ranting NU Raih Penghargaan Lomba Dalam Rangka Satu Abad NU

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle H.M. Haekal
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan Resepsi Puncak Satu Abad NU , MWCNU Purworejo memberikan penghargaan kepada 14 Ranting NU di Kecamatan Purworejo pada Rabu 15 / 2 / 2023 bertempat di Aula PP Alfahham Baledono Purworejo. Piagam penghargaan diberikan atas keikutsertaan mereka dalam kegiatan lomba Dekorasi dan Pertunjukan Fragmen/teatrikal dalam rangka satu abad NU yang dilaksanakan oleh MWCNU […]

expand_less