Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dahsyatnya Makna Kata “Dulimu” pada Mars Yalal Wathan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
  • visibility 2.410
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Siapa datang mengancammu
‘Kan binasa di bawah dulimu!”

Jakarta, LD-PBNU – Kalimat di atas adalah penggalan dari mars Yalal Wathan. Sebuah mars yang hingga saat ini tetap berkumandang di kalangan Nahdlatul Ulama. Mars ini diciptakan oleh KH Wahab Hasbullah. Pesan dari mars ini adalah untuk membakar semangat nasionalisme bangsa Indonesia waktu itu.

Mars Yaalal Wathan ini juga dikenal dengan Syubbanul Wathan (pemuda cinta tanah air). Benih-benih cinta tanah air ini akhirnya bisa menjadi energi positif bagi rakyat Indonesia secara luas sehingga perjuangan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi pergerakan sebuah bangsa yang cinta tanah airnya untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan.

Di era saat ini, banyak terjadi kesalahan persepsi terkait kata dalam mars tersebut. Salah satunya yang asing adalah kata “Dulimu” dalam penggalan syair “Siapa datang mengancammu ‘Kan binasa dibawah dulimu!”. Bahkan dalam beberapa kesempatan, ada yang keliru mengucap Kata “Dulimu” menjadi “Durimu”. Tentunya jika digabungkan maka akan bermakna jauh dan maksud dari mars ini diciptakan oleh Mbah Wahab.

Praktisi Linguistik Jombang Khoirul Hasyim, kata “Dulimu” ini merupakan serapan dari bahasa melayu. ‘Duli’ ini termasuk bahasa klasik. Dan tidak banyak orang yang menggunakan kata ‘Duli’ ini. Pada waktu itu hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan kata ini.

“Kata Duli ini pada waktu itu hanya digunakan oleh Para ilmuwan, sastrawan, bangsawan. Sebab kata ‘duli’ tidak bisa disematkan kepada sembarang kata, terkecuali kepada sesuatu yang begitu besar, istimewa,” terang Pengajar Bahasa di STKIP Jombang ini.

Kata ‘Duli’ ini merupakan bahasa melayu, kata kehormatan yang hanya dipakai apabila berkata kepada raja atau berbicara tentang raja. Seperti sebutan Baginda.

“Di era itu sangat tinggi sekali ilmu bahasa yang dimiliki oleh Mbah Wahab, terbukti dengan menggunakan kata Duli dalam Mars Ya Lal Wathon,” ujarnya.

Lantas apa arti dari kata “Dulimu” dalam mars Ya Lal Wathon. Menurut Hasyim, ada dua makna dalam kata Duli ini, yakni debu dan kaki. Keduanya berjenis Nomina.

Lebih jauh Hasyim menjelaskan, jika yang dimaksud ‘Kan Binasa di bawah dulimu’ maka makna ‘Duli’ merupkan objek yang memiliki fungsi sebagai alat. Singkatnya, bahwa ‘Duli’ harus merepresentasikan makna alat yang melekat pada verba yang membinasakan sebab terjadinya binasa bermakna hancur lebur (hancur sehancur-hancurnya).

Dari peran yang dimiliki ‘duli’ dapat dipastikan ia bermakna ‘kaki’. Mengenai siapa dan apa ‘kaki’ yang dimaksud tersebut, tinggal dilakukan perikan lagi, siapakah peyangga -NKRI-. Sebab sufiks ‘-mu’ mengikatkan ‘duli’ kepada subjek yang melakukan peran aksi sebagai agen.

“Barangkali, yang ndek-ndek an ini dapat menjadi awal penyadaran kembali tentang berakibat menjadi ‘binasa di bawah dulimu,” pungkasnya. (Fqh)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC GP Ansor Kemiri Semarakkan Ramadhan Dengan Tarling

    PAC GP Ansor Kemiri Semarakkan Ramadhan Dengan Tarling

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 349
    • 1Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kemiri dalam mengisi ramadhan dengan Tarawih Keliling (TARLING). Tarling kali ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kemiri. Tarling juga bertujuan untuk meningkatkan semangat khidmah kader dalam berorganisasi. Kegiatan ini diselenggarakan di Mushola Al Faizin Desa Kruyo Kulon, Kecamatan […]

  • PAC GP Ansor Bagelen Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Khidmah untuk Masyarakat

    PAC GP Ansor Bagelen Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi dan Khidmah untuk Masyarakat

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 10Komentar

    BAGELEN – Semangat pengabdian dan kaderisasi Nahdlatul Ulama mengemuka dalam Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Bagelen yang digelar di Masjid Al Huda Bugel, Ahad Pon (31/5/2026). Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan Pengajian Selapanan NU Ahad Pon yang rutin diikuti warga Nahdliyin Kecamatan Bagelen. Ratusan jamaah dari unsur Muslimat NU, badan otonom (Banom) […]

  • Rakernas LBH Ansor: Tegakkan Yang Adil Untuk Semua

    Rakernas LBH Ansor: Tegakkan Yang Adil Untuk Semua

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 739
    • 1Komentar

    Rakernas PP LBH Ansor yang diselenggarakan mulai hari ini, Jum’at (26/2) di Quest Hotel, Semarang, mengangkat tema “Tegakkan Yang Adil Untuk Semua”. Menurut ketua PP LBH Ansor Abdul Qodir, S.H., M.A, tema ini merupakan semangat LBH Ansor agar bisa bermanfaat seluas-luasnya dan bisa memberikan pendampingan hukum secara gratis ke semua orang. “Tema rakernas kali ini, […]

  • PAC GP Ansor Kecamatan Bruno Gelar Acara Haul Simbah Kyai R. Abdullah Karang Malang Bruno.

    PAC GP Ansor Kecamatan Bruno Gelar Acara Haul Simbah Kyai R. Abdullah Karang Malang Bruno.

    • calendar_month Selasa, 8 Agt 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 101
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org – PAC GP Ansor Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo menggelar acara Haul Simbah Kyai R. Abdullah Karang Malang di komplek makam Karang Malang pada Minggu Wage, (8/7/2023). Acara ini menjadi momen bersejarah bagi warga sekitar, karena merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan untuk memperingati dan mengenang jasa-jasa Simbah Kyai R. Abdullah Karang Malang, tokoh ulama […]

  • Amaliah Sejak Lahir Hingga Meninggalnya Muslim di Tanah Air

    Amaliah Sejak Lahir Hingga Meninggalnya Muslim di Tanah Air

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Bermula dari hajatan dan kemudian berakhir dengan hajatan. Begitulah perjalanan seorang Muslim di Tanah Air. Bahkan, sebelum dia lahir pun sudah ada hajatan, yaitu apa yang disebut dengan Mapati (ketika usia kandungan empat bulan) atau Mitoni (ketika usia kandungan tujuh bulan). Begitu juga ketika meninggal, penuh dengan hajatan seperti prosesi kematian dan penguburan. Setelah bersangkutan […]

  • Allah menciptakan tiga macam jenis makhluk dengan komposisi yang berbeda:

    Allah menciptakan tiga macam jenis makhluk dengan komposisi yang berbeda:

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Sahabat-sahabat Ansor yang selalu dalam satu barisan, Pertama, Allah menciptakan Malaikat, lalu memberikannya akal namun tidak dengan syahwat. Kedua, Allah menciptakan hewan, lalu memberikannya syahwat namun tidak dengan akal. Ketiga, Allah menciptakan manusia, lalu memberikannya akal dan juga syahwat. Barangsiapa yang syahwatnya lebih menguasai akalnya, maka hewan lebih baik darinya. Dan barang siapa yang akalnya […]

expand_less