Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dahsyatnya Makna Kata “Dulimu” pada Mars Yalal Wathan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
  • visibility 1.986
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Siapa datang mengancammu
‘Kan binasa di bawah dulimu!”

Jakarta, LD-PBNU – Kalimat di atas adalah penggalan dari mars Yalal Wathan. Sebuah mars yang hingga saat ini tetap berkumandang di kalangan Nahdlatul Ulama. Mars ini diciptakan oleh KH Wahab Hasbullah. Pesan dari mars ini adalah untuk membakar semangat nasionalisme bangsa Indonesia waktu itu.

Mars Yaalal Wathan ini juga dikenal dengan Syubbanul Wathan (pemuda cinta tanah air). Benih-benih cinta tanah air ini akhirnya bisa menjadi energi positif bagi rakyat Indonesia secara luas sehingga perjuangan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi pergerakan sebuah bangsa yang cinta tanah airnya untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan.

Di era saat ini, banyak terjadi kesalahan persepsi terkait kata dalam mars tersebut. Salah satunya yang asing adalah kata “Dulimu” dalam penggalan syair “Siapa datang mengancammu ‘Kan binasa dibawah dulimu!”. Bahkan dalam beberapa kesempatan, ada yang keliru mengucap Kata “Dulimu” menjadi “Durimu”. Tentunya jika digabungkan maka akan bermakna jauh dan maksud dari mars ini diciptakan oleh Mbah Wahab.

Praktisi Linguistik Jombang Khoirul Hasyim, kata “Dulimu” ini merupakan serapan dari bahasa melayu. ‘Duli’ ini termasuk bahasa klasik. Dan tidak banyak orang yang menggunakan kata ‘Duli’ ini. Pada waktu itu hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan kata ini.

“Kata Duli ini pada waktu itu hanya digunakan oleh Para ilmuwan, sastrawan, bangsawan. Sebab kata ‘duli’ tidak bisa disematkan kepada sembarang kata, terkecuali kepada sesuatu yang begitu besar, istimewa,” terang Pengajar Bahasa di STKIP Jombang ini.

Kata ‘Duli’ ini merupakan bahasa melayu, kata kehormatan yang hanya dipakai apabila berkata kepada raja atau berbicara tentang raja. Seperti sebutan Baginda.

“Di era itu sangat tinggi sekali ilmu bahasa yang dimiliki oleh Mbah Wahab, terbukti dengan menggunakan kata Duli dalam Mars Ya Lal Wathon,” ujarnya.

Lantas apa arti dari kata “Dulimu” dalam mars Ya Lal Wathon. Menurut Hasyim, ada dua makna dalam kata Duli ini, yakni debu dan kaki. Keduanya berjenis Nomina.

Lebih jauh Hasyim menjelaskan, jika yang dimaksud ‘Kan Binasa di bawah dulimu’ maka makna ‘Duli’ merupkan objek yang memiliki fungsi sebagai alat. Singkatnya, bahwa ‘Duli’ harus merepresentasikan makna alat yang melekat pada verba yang membinasakan sebab terjadinya binasa bermakna hancur lebur (hancur sehancur-hancurnya).

Dari peran yang dimiliki ‘duli’ dapat dipastikan ia bermakna ‘kaki’. Mengenai siapa dan apa ‘kaki’ yang dimaksud tersebut, tinggal dilakukan perikan lagi, siapakah peyangga -NKRI-. Sebab sufiks ‘-mu’ mengikatkan ‘duli’ kepada subjek yang melakukan peran aksi sebagai agen.

“Barangkali, yang ndek-ndek an ini dapat menjadi awal penyadaran kembali tentang berakibat menjadi ‘binasa di bawah dulimu,” pungkasnya. (Fqh)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berani Berkata “Aku tidak tahu”

    Berani Berkata “Aku tidak tahu”

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Suatu kali Abdullah bin Umar ditanya oleh seseorang tentang ilmu waris, kemudian Abdullah bin Umar menjawab, “Aku tidak tahu.” Si penanya berkata, “Apa yang menahan anda untuk menjawab pertanyaanku?”Beliau menjawab, “Ibnu Umar jika ditanya sesuatu yang tidak diketahuinya, maka ia akan berkata: Aku tidak tahu.” (Jami Bayan Al Ilmi wa Fadhlih, karya Al Hafizh Ibnu […]

  • PRNU Donorati: Kami Akan Meneruskan Perjuangan fii Sabilillah para Ulama

    PRNU Donorati: Kami Akan Meneruskan Perjuangan fii Sabilillah para Ulama

    • calendar_month Kamis, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org- Semangat 1 Abad NU juga tampak dari ujung Kecamatan Purworejo, PRNU Donorati yang turut serta mengikuti lomba fragmen yang diselenggarakan MWCNU Purworejo di sesi ke 4 pada Rabu (1/2/23) malam di komplek Musholla darussurur Dusun Panggulan Donorati dengan tema “Resolusi Jihad NU”. Pertunjukan ini dioerankan oleh kolaborasi para sesepuh dan kaum muda. Sinopsis […]

  • Fatayat NU Gelar Peningkatan Kapasitas Daiyah di Daerah Transmigrasi

    Fatayat NU Gelar Peningkatan Kapasitas Daiyah di Daerah Transmigrasi

    • calendar_month Kamis, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Pimpinan Pusat (PP) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) bekerja sama dengan Kementerian Desan dan Transmigrasi Republik Indonesia (RI) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Mental Spiritual bagi Daiyah di Daerah Transmigrasi di Balai Besar Pengembangan Latihan Masyarakat  (BBPLM) Jakarta Timur, Selasa (17/10) lalu. Kegiatan ini dilaksanakn selama empat hari (16-20/10) dan diikuti 30 peserta terdiri atas […]

  • Tahlil Perkuat Ukuwah Warga Buntit

    Tahlil Perkuat Ukuwah Warga Buntit

    • calendar_month Kamis, 10 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Di era kemajuan yang berkembang semakin pesat, seringkali membuat manusia lupa dengan kodratnya sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan orang lain. Lalu apa solusinya? Salah satunya ialah tahlil.  “Tanpa silaturahmi atau interaksi sosial, sifat individualisme semakin merasuk dalam diri seseorang sehingga rasa kebersamaan, kepedulian dan toleransi semakin memprihatinkan. Tidak hanya masyarakat kota, melainkan […]

  • Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Purworejo Distribusikan Sembako

    Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama Purworejo Distribusikan Sembako

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2020
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Kabupaten Purworejo terjun lingkungan kemasyarakat untuk memberikan bantuan paket sembako, demi meringankan beban masyarakat di tengah pandemi covid-19. Bantuan ini diberikan pada Minggu, 10/05/2020, di beberapa kecamatan di wilayah Kabupaten Purworejo. Informasi yang dihimpun Tim Media Ansor Purworejo bahwa LPBI NU ini […]

  • Tim Media Ansor Purworejo Trip Sejarah di Museum Tosan Aji

    Tim Media Ansor Purworejo Trip Sejarah di Museum Tosan Aji

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 363
    • 1Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org– Tim media pimpinan cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Purworejo melaksanakan trip edukasi sejarah di Museum Tosan Aji Kabupaten Purworejo, Ahad (21/11/2021) kemarin. Acara tersebut berkerjasama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Purworejo dan diikuti oleh tim media dan bidang seni budaya PC GP Ansor Purworejo. Staf UPT pemantau Alun-alun dan pemandu wisata Kabupaten Purworejo Esti […]

expand_less