Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dahsyatnya Makna Kata “Dulimu” pada Mars Yalal Wathan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
  • visibility 2.232
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Siapa datang mengancammu
‘Kan binasa di bawah dulimu!”

Jakarta, LD-PBNU – Kalimat di atas adalah penggalan dari mars Yalal Wathan. Sebuah mars yang hingga saat ini tetap berkumandang di kalangan Nahdlatul Ulama. Mars ini diciptakan oleh KH Wahab Hasbullah. Pesan dari mars ini adalah untuk membakar semangat nasionalisme bangsa Indonesia waktu itu.

Mars Yaalal Wathan ini juga dikenal dengan Syubbanul Wathan (pemuda cinta tanah air). Benih-benih cinta tanah air ini akhirnya bisa menjadi energi positif bagi rakyat Indonesia secara luas sehingga perjuangan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi pergerakan sebuah bangsa yang cinta tanah airnya untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan.

Di era saat ini, banyak terjadi kesalahan persepsi terkait kata dalam mars tersebut. Salah satunya yang asing adalah kata “Dulimu” dalam penggalan syair “Siapa datang mengancammu ‘Kan binasa dibawah dulimu!”. Bahkan dalam beberapa kesempatan, ada yang keliru mengucap Kata “Dulimu” menjadi “Durimu”. Tentunya jika digabungkan maka akan bermakna jauh dan maksud dari mars ini diciptakan oleh Mbah Wahab.

Praktisi Linguistik Jombang Khoirul Hasyim, kata “Dulimu” ini merupakan serapan dari bahasa melayu. ‘Duli’ ini termasuk bahasa klasik. Dan tidak banyak orang yang menggunakan kata ‘Duli’ ini. Pada waktu itu hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan kata ini.

“Kata Duli ini pada waktu itu hanya digunakan oleh Para ilmuwan, sastrawan, bangsawan. Sebab kata ‘duli’ tidak bisa disematkan kepada sembarang kata, terkecuali kepada sesuatu yang begitu besar, istimewa,” terang Pengajar Bahasa di STKIP Jombang ini.

Kata ‘Duli’ ini merupakan bahasa melayu, kata kehormatan yang hanya dipakai apabila berkata kepada raja atau berbicara tentang raja. Seperti sebutan Baginda.

“Di era itu sangat tinggi sekali ilmu bahasa yang dimiliki oleh Mbah Wahab, terbukti dengan menggunakan kata Duli dalam Mars Ya Lal Wathon,” ujarnya.

Lantas apa arti dari kata “Dulimu” dalam mars Ya Lal Wathon. Menurut Hasyim, ada dua makna dalam kata Duli ini, yakni debu dan kaki. Keduanya berjenis Nomina.

Lebih jauh Hasyim menjelaskan, jika yang dimaksud ‘Kan Binasa di bawah dulimu’ maka makna ‘Duli’ merupkan objek yang memiliki fungsi sebagai alat. Singkatnya, bahwa ‘Duli’ harus merepresentasikan makna alat yang melekat pada verba yang membinasakan sebab terjadinya binasa bermakna hancur lebur (hancur sehancur-hancurnya).

Dari peran yang dimiliki ‘duli’ dapat dipastikan ia bermakna ‘kaki’. Mengenai siapa dan apa ‘kaki’ yang dimaksud tersebut, tinggal dilakukan perikan lagi, siapakah peyangga -NKRI-. Sebab sufiks ‘-mu’ mengikatkan ‘duli’ kepada subjek yang melakukan peran aksi sebagai agen.

“Barangkali, yang ndek-ndek an ini dapat menjadi awal penyadaran kembali tentang berakibat menjadi ‘binasa di bawah dulimu,” pungkasnya. (Fqh)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lirik Mars Ansor Banser, Kader Militan Wajib Hafal!

    Lirik Mars Ansor Banser, Kader Militan Wajib Hafal!

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
    • account_circle admin
    • visibility 905
    • 0Komentar

    Mars GP Ansor Darah dan nyawa telah kuberikanSyuhada rebah Allahu AkbarKini bebas rantai ikatanNegara jaya Islam yang benar Berkibar tinggi panji gerakanIman di dada patriot perkasaAnsor maju satu barisanSeribu rintangan patah semua Tegakkan yang adil hancurkan yang dzalimMakmur semua lenyap yang nistaAllahu Akbar – Allahu AkbarPajar baja gerakan kita Bangkitlah bangkit putra pertiwiTiada gentar dada […]

  • IPNU-IPPNU kemiri gelar Makesta, Akhmad Najeh : Makesta Gerbang Awal Masuk IPNU IPPNU

    IPNU-IPPNU kemiri gelar Makesta, Akhmad Najeh : Makesta Gerbang Awal Masuk IPNU IPPNU

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworjo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo adakan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) pada Jum’at – Ahad (5-7/11) bertempat di Aula Balai Desa Waled, MI Guppi At Taqwa Waled, Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Hadir dalam kesempatan ini, Pengurus MWC NU […]

  • LBH Ansor Purworejo Kenalkan Advokasi Hukum ke Ranting Baledono

    LBH Ansor Purworejo Kenalkan Advokasi Hukum ke Ranting Baledono

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 583
    • 0Komentar

    Dalam acara rutinan selapanan Ranting Ansor Baledono Purworejo, terlihat banyak peserta sejak dari kawula muda sampai pada usia tua sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dalam kesempatan ini, Upaya demi upaya terus dilakukan oleh LBH ANSOR Purworejo untuk memahamkan perihal hukum di negeri kita Indonesia. Penyuluhan atau sosialisasi Hukum merupakan program pembinaan peningkatan hukum masyarakat Nahdliyyin […]

  • Tak Sepaham dengan Pancasila dan NKRI, Silakan Pergi dari Indonesia

    Tak Sepaham dengan Pancasila dan NKRI, Silakan Pergi dari Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2016
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Tulungagung, NU Online Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor H Yaqut Kholil Qoumas (Gus Tutut) menegaskan bahwa bagi Ansor dan Banser NKRI harga mati dan  harus di pertahankan. Karena Ansor dan Banser adalah anak kandung NU, maka mewarisi perjuangan para ulama pendiri bangsa. Untuk itu, maka sudah menjadi kewajiban bagi Ansor dengan Banser untuk terus […]

  • Penyebaran Hoax adalah Sebuah Kekejian

    Penyebaran Hoax adalah Sebuah Kekejian

    • calendar_month Senin, 26 Des 2016
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Pati, Di era digital seperti saat ini arus informasi dinilai menjadi begitu mudah didapatkan. Hanya saja ironisnya tidak semua informasi tersebut bisa dipercaya kebenarannya. Bahkan berita sesungguhnya dan berita hoax atau bohong itu semakin sulit untuk dibedakan. Anis Sholeh Baasyin, saat membuka Suluk Maleman pada Sabtu (24/12) kemarin bahkan menyebut perilaku penyebar hoax itu adalah […]

  • LAKMUD IPNU-IPPNU Pituruh Fokus Bangun Kesadaran Ideologis dan Regenerasi Kader

    LAKMUD IPNU-IPPNU Pituruh Fokus Bangun Kesadaran Ideologis dan Regenerasi Kader

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 76
    • 2Komentar

    PITURUH – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU dan IPPNU Kecamatan Pituruh sukses menggelar Latihan Kader Muda (Lakmud) pada 12–14 Desember 2025. Sebanyak 28 peserta terpilih mengikuti proses pengkaderan formal yang dirancang untuk membentuk kader militan, berideologi kuat, dan memiliki kesadaran organisasi yang matang.   Sejak hari pertama, peserta langsung disuguhkan materi fundamental seperti Analisis Sosial, […]

expand_less