Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mengenang Usmar Ismail, Sineas NU Pembuat Film Nasional Pertama

  • account_circle Muhammad Hidayatullah
  • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
  • visibility 537
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanggal 2 januari bertepatan dengan wafatnya salah seorang sineas Nahdlatul Ulama yang disebut membuat Film Indonesia Pertama, Usmar Ismail. Film yang disutradarainya, Darah dan Doa, disebut sebagai film Indonesia pertama karena digarap sepenuhnya oleh orang Indonesia. Film itu diproduksi Perusahan Film Nasional Indonesia (Perfini), perusahaan yang didirikannya. Ia juga merupakan ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi), sebuah lembaga yang didirikan Nahdlatul Ulama di Bandung pada tanggal 28 Maret 1962 .

Seperti dikutip NU Online, Choirotun Chisaan dalam bukunya, “Lesbumi; Strategi Politik Kebudayaan” mengatakan, pandangan kebudayaan Lesbumi adalah humanisme relijius, yaitu berlandaskan kepada ketauhidan dan kemanusiaan. Lebih tegasnya adalah, hablum minallah wa hablum minan nas, yaitu mencintai Allah dan mencintai manusia. Menurut Chisaan, pandangan Lesbumi semacam itu, merupakan gejala baru di Indonesia di antara pandangan-pandangan kesenian lain yang muncul di tahun 50 hingga 60-an. Pandangan itu sesuai dengan pandangan tokoh utamanya, Usmar Ismail, yang religius humanis. Hal itu tampak dalam tulisan-tulisannya mengenai konsep kesenian dan kebudayaan, terutama dalam tulisan Usmar Ismail “Seniman Indonesia dan Karyanya”. Tulisan itu, menurut Ensiklopedi NU, dipandang oleh teman-temannya sebagai manifesto atau surat kepercayaan kesenimanan Usmar. 

Film yang rilis pada 1950 itu sebenarnya bukan film pertama Usmar Ismail. Sebelumnya, ia mengarahkan film Harta Karun dan Tjitra. Selain film-film ini, ia juga dikenal lewat karya-karyanya seperti Lewat Djam Malam, Enam Djam di Djogdja, Tiga Dara, dan lainnya. Tiap akhir Maret, tepatnya tanggal 30 Maret lantas diperingati sebagai Hari Film Nasional. Penetapannya diambil dari hari pertama pengambilan gambar film Darah & Doa atau Long March of Siliwangi. Film itu dimulai dibuat pada 30 Maret 1950.

Dalam tulisan lain, Usmar menegasakan bahwa tugas seniman dan budayawan adalah untuk mengabdi kepada Allah. Karenanya para seniman dan para kiai harus bergandengan tangan untuk mengembangkan syiar Islam. Pandangannya itu semakin kentara ketika berhadapan dengan Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra). Sebagai Ketua Umum Lesbumi, ia menempati ujung tombak front A dalam Nasakom. A mewakil kalangan agamis dalam unsur-unsur Nasakom itu yang terdiri dari Nas (nasionalis) yang diwakili LKN, A (agamis) diwakili Lesbumi, dan kom (komunis) diwakili Lekra. Bagi Usmar, masuknya Lesbumi ke dalam Nasakom itu menjadi penting karena sebagai saluran para seniman Muslim. Sebab, saat itu, tak ada partai Islam yang kuat selain NU, setelah Masyumi dibubarkan Presiden Soekarno.

Perjalanan panjangnya sebagai seniman sekaligus tokoh Nahdliyyin menyimpan banyak cerita. Dikutip dari FilmIndonesia.or.id, semasa Perang Kemerdekaan, Usmar Ismail aktif sebagai jurnalis di sejumlah media. Hal ini sempat membuatnya mendapat pengalaman tak enak. Pada 1948, ia pernah ditawan Belanda atas tuduhan melakukan subversi. Kala itu, ia datang ke Jakarta sebagai wartawan politik Kantor Berita Antara. Usmar Ismail juga mengantongi berbagai penghargaan. Ia mendapatkan perhatian dari Presiden Soekarno. Pada 1962, ia menerima penghargaan di bidang kebudayaan, Piagam Wijayakusuma. Bahkan Usmar Ismail pernah diabadikan dalam Doodle dihalaman utama Google saat Hari Film Nasional. Nama Usmar Ismail juga diabadikan sebagai tajuk penghargaan perfilman dari jurnalis film, yang malam puncaknya digelar saat Hari Film, pada 30 Maret. Selain itu namanya juga diabadikan sebagai monumen dalam sejumlah hal mulai dari ruas jalan hingga Gedung Perfilman yang berada di Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, 20 Maret 1921 dan meninggal di Jakarta, 2 Januari 1971 pada umur yang ke 49 tahun. Ia menjadi pengurus Besar Nahdlatul Ulama 1964 – 1069 dan pernah menjadi Anggota DPR – Gotong Royong 1966 – 1969.

  • Penulis: Muhammad Hidayatullah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semakin Besar LBH Ansor, Semakin Banyak Masyarakat Yang Bisa Dilayani

    Semakin Besar LBH Ansor, Semakin Banyak Masyarakat Yang Bisa Dilayani

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 686
    • 0Komentar

    Pimpinan Pusat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor mengadakan Rakernas mulai hari ini Jumat, 26/2 di Quset Hotel, Semarang. Dalam sambutannya, Ketua PP LBH GP Ansor, Abdul Qodir, S.H., M.A., menyampaikan bahwa LBH Ansor terus melakukan konsolidasi agar bisa semakin luas menjangkau masyarakat yang membutuhkan. “Untuk menjangkau dan melayani pencari keadilan si seluruh pelosok nusantara LBH […]

  • Pelantikan 9 Ranting GP Ansor di Kecamatan Gebang

    Pelantikan 9 Ranting GP Ansor di Kecamatan Gebang

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 712
    • 0Komentar

    Gebang, ansorpurworejo.org PC GP ANSOR Kab Purworejo melantik sembilan (9)  ranting desa se-kecamatan Gebang. Acara di halaman mushola Al Iman dukuh Siwinong Desa Penungkulan Gebang. Adapun pengurus ranting yang dilantik diantaranya dari desa Kemiri, Pakem, Gebang, Gintungan, Mlaran, Seren, Redin, Sidoleren, Winong lor Kec. Gebang. Ahad(5/02/2017) Dalam acara tersebut  sekaligus pengajian rutinan warga Nahdliyin tingkat […]

  • Sambang sahabat Ranting  PAC GP Ansor Pituruh disambut antusias oleh masyarakat

    Sambang sahabat Ranting PAC GP Ansor Pituruh disambut antusias oleh masyarakat

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 167
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pengurus PAC GP Ansor Pituruh melakukan agenda silaturahmi dalam agenda reoni PKD ke 3 angkatan 2022. Kegiatan dilaksanakan di mushola Az Zahro. Kegiatan dihadiri oleh alumni PKD Angkatan 2022, tokoh masyarakat, pengurus PC GP Ansor Purworejo. Minggu, 25/09/2022. Malik Khairul Anam, Ketua PAC Ansor Pituruh menyampaikan bahwa tantangan Ansor kedepan cukup besar […]

  • Resmi Dilantik, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Winong Masa Khidmat 2026–2028 Siap Berkhidmat dan Bersinergi

    Resmi Dilantik, Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Winong Masa Khidmat 2026–2028 Siap Berkhidmat dan Bersinergi

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 326
    • 0Komentar

    KEMIRI – Momentum Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama dimanfaatkan sebagai ajang penguatan organisasi kepemudaan. Pimpinan Ranting (PR) Gerakan Pemuda Ansor Desa Winong, Kecamatan Kemiri, resmi dilantik untuk Masa Khidmat 2026–2028 dalam sebuah acara yang digelar di Halaman Masjid Al-Ma’arif Desa Winong, Selasa (3/2/2026) malam. Pelantikan tersebut menjadi wujud kesiapan para pengurus PR GP […]

  • Gus Mahfudz

    7 Pesan Gus Mahfudz Untuk Pengurus Ansor

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hidayatullah
    • visibility 1.535
    • 4Komentar

    Menjelang Isya santriwati Pondok Pesantren An-Nuur Maron Purworejo berlalu lalang di sekitaran ndalem KHR. Mahfudz Chamid. Seperti suasana khas pesantren pada umunya, para santri membawa kitab dan menunduk khusuk ketika ada beberapa tamu yang lewat, termasuk kepada Tim Media Ansor yang malam itu beranggotakan 7 personil. Tim Media memang memiliki niatan khusus sowan dengan beliau […]

  • Lembaga Ekonomi PC GP Ansor Siapkan Database Usaha Kader

    Lembaga Ekonomi PC GP Ansor Siapkan Database Usaha Kader

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 927
    • 1Komentar

    Lembaga Ekonomi PC GP Ansor Kabupaten Purworejo sedang menyiapkan beberapa terobosan dalam bidang ekonomi. Hal ini diungkapkan oleh Ketua PC GP Ansor bidang Ekonomi, sahabat Agil Wagiyono. “Yang paling mendasar tentu saja kami akan melakukan pendataan usaha kader Ansor. Dengan pendataan ini kita bisa petakan peluang-peluang kedepan”, ungkapnya. Byinks Foundation menulis artikel tentang berita ini […]

expand_less