Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dahsyatnya Makna Kata “Dulimu” pada Mars Yalal Wathan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
  • visibility 2.302
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Siapa datang mengancammu
‘Kan binasa di bawah dulimu!”

Jakarta, LD-PBNU – Kalimat di atas adalah penggalan dari mars Yalal Wathan. Sebuah mars yang hingga saat ini tetap berkumandang di kalangan Nahdlatul Ulama. Mars ini diciptakan oleh KH Wahab Hasbullah. Pesan dari mars ini adalah untuk membakar semangat nasionalisme bangsa Indonesia waktu itu.

Mars Yaalal Wathan ini juga dikenal dengan Syubbanul Wathan (pemuda cinta tanah air). Benih-benih cinta tanah air ini akhirnya bisa menjadi energi positif bagi rakyat Indonesia secara luas sehingga perjuangan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi pergerakan sebuah bangsa yang cinta tanah airnya untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan.

Di era saat ini, banyak terjadi kesalahan persepsi terkait kata dalam mars tersebut. Salah satunya yang asing adalah kata “Dulimu” dalam penggalan syair “Siapa datang mengancammu ‘Kan binasa dibawah dulimu!”. Bahkan dalam beberapa kesempatan, ada yang keliru mengucap Kata “Dulimu” menjadi “Durimu”. Tentunya jika digabungkan maka akan bermakna jauh dan maksud dari mars ini diciptakan oleh Mbah Wahab.

Praktisi Linguistik Jombang Khoirul Hasyim, kata “Dulimu” ini merupakan serapan dari bahasa melayu. ‘Duli’ ini termasuk bahasa klasik. Dan tidak banyak orang yang menggunakan kata ‘Duli’ ini. Pada waktu itu hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan kata ini.

“Kata Duli ini pada waktu itu hanya digunakan oleh Para ilmuwan, sastrawan, bangsawan. Sebab kata ‘duli’ tidak bisa disematkan kepada sembarang kata, terkecuali kepada sesuatu yang begitu besar, istimewa,” terang Pengajar Bahasa di STKIP Jombang ini.

Kata ‘Duli’ ini merupakan bahasa melayu, kata kehormatan yang hanya dipakai apabila berkata kepada raja atau berbicara tentang raja. Seperti sebutan Baginda.

“Di era itu sangat tinggi sekali ilmu bahasa yang dimiliki oleh Mbah Wahab, terbukti dengan menggunakan kata Duli dalam Mars Ya Lal Wathon,” ujarnya.

Lantas apa arti dari kata “Dulimu” dalam mars Ya Lal Wathon. Menurut Hasyim, ada dua makna dalam kata Duli ini, yakni debu dan kaki. Keduanya berjenis Nomina.

Lebih jauh Hasyim menjelaskan, jika yang dimaksud ‘Kan Binasa di bawah dulimu’ maka makna ‘Duli’ merupkan objek yang memiliki fungsi sebagai alat. Singkatnya, bahwa ‘Duli’ harus merepresentasikan makna alat yang melekat pada verba yang membinasakan sebab terjadinya binasa bermakna hancur lebur (hancur sehancur-hancurnya).

Dari peran yang dimiliki ‘duli’ dapat dipastikan ia bermakna ‘kaki’. Mengenai siapa dan apa ‘kaki’ yang dimaksud tersebut, tinggal dilakukan perikan lagi, siapakah peyangga -NKRI-. Sebab sufiks ‘-mu’ mengikatkan ‘duli’ kepada subjek yang melakukan peran aksi sebagai agen.

“Barangkali, yang ndek-ndek an ini dapat menjadi awal penyadaran kembali tentang berakibat menjadi ‘binasa di bawah dulimu,” pungkasnya. (Fqh)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    Pelantikan Pengurus PMII Komisariat Imam Puro Masa Khidmah 2025/2026 Dirangkai Talkshow Aswaja

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 164
    • 1Komentar

    PURWOREJO – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Imam Puro STAINU Purworejo menggelar Pelantikan Pengurus Masa Khidmah 2025/2026 yang dirangkai dengan Talkshow Aswaja, bertempat di Auditorium STAINU Purworejo, pada Sabtu (10/1/2025). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komisariat PMII Imam Puro dan berlangsung dengan khidmat serta penuh semangat kaderisasi. Hadir dalam kegiatan tersebut Churdaini, M.Pd., Sekretaris PCNU […]

  • Peringati Hari Santri Nasional, SMP Nurul Muttaqin Kemiri Gelar Upacara Sesuai Protokol Pakai Masker

    Peringati Hari Santri Nasional, SMP Nurul Muttaqin Kemiri Gelar Upacara Sesuai Protokol Pakai Masker

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 590
    • 1Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Hari ini, tepatnya tanggal 22 Oktober 2020 merupakan peringatan Hari Santri Nasional. Pada peringatan tahun ini, diusunglah tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Mengingat peringatan Hari Santri tahun ini berada di tengah Pandemi Covid-19. Dalam memperingati hari santri ini, SMP Nurul Muttaqin Kemiri menggelar upacara bendera di Halaman SMP Nurul Muttaqin Kemiri, Kamis, […]

  • Pria Sangar Bertato itu Bukan Preman

    Pria Sangar Bertato itu Bukan Preman

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Ahmad Naufa
    • visibility 1.565
    • 1Komentar

    Pria tinggi berbadan kekar itu menuju kami. Dengan wajah yang sangar, namun masih memiliki sedikit keramahan. Ia menyalami. Di pergelangan tangannya yang berotot, tampak jelas tato besar yang sulit dihapus. *** Di zaman kecil dulu, jika melihat pemandangan seperti ini, saya tidak butuh narasi banyak untuk langsung menjustifikasinya sebagai orang yang tak terhormat: preman. Tapi […]

  • PCNU Purworejo Bangun Gedung di Lugosobo

    PCNU Purworejo Bangun Gedung di Lugosobo

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 659
    • 3Komentar

    GEBANG, ansorpurworejo.org – Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung PCNU Kabupaten Purworejo, yang berlokasi di Lugosobo, Kamis (19/08/2021). Hadir dalam acara ini Ketua DPRD Dion Agasi Setyabudi SIKom MSi, Pengurus NU Kabupaten Purworejo, dan sejumlah ulama dan kyai setempat . Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama telah […]

  • MWC NU Kecamatan Bayan Gelar Konferensi Pemilihan Pengurus Baru

    MWC NU Kecamatan Bayan Gelar Konferensi Pemilihan Pengurus Baru

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 638
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Bulan ini terasa istimewa bagi warga Nahdliyyin di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sebab pada hari ini, minggu (1/8) MWC NU Kecamatan Bayan menyelenggarakan Konferensi MWCNU di Ponpes Al Hamidiyyah Sucenjuru Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Konferensi yang bertemakan “Merawat Tradisi, Menguatkan Jati Diri, Menuju Organisasi yang Berwibawa dan Mandiri” ini […]

  • NGERINYA BUNUH DIRI

    NGERINYA BUNUH DIRI

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 77
    • 1Komentar

    Kisah Sahabat Nabi yang Masuk Neraka saat Perang Uhud Ibnu Ishaq berkata bahwa Ashim bin Umar bin Qatadah bercerita kepadanya, “Telah datang kepada kami seorang lelaki yang tak kami ketahui siapa ia, tetapi ada yang mengatakan bahwa namanya Quzman. Jika nama orang ini disebut, Rasulullah SAW bersabda: ‘Dia pasti termasuk penghuni neraka.’ Sewaktu meletusnya Perang […]

expand_less