Breaking News
light_mode
Trending Tags

Dahsyatnya Makna Kata “Dulimu” pada Mars Yalal Wathan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
  • visibility 2.111
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Siapa datang mengancammu
‘Kan binasa di bawah dulimu!”

Jakarta, LD-PBNU – Kalimat di atas adalah penggalan dari mars Yalal Wathan. Sebuah mars yang hingga saat ini tetap berkumandang di kalangan Nahdlatul Ulama. Mars ini diciptakan oleh KH Wahab Hasbullah. Pesan dari mars ini adalah untuk membakar semangat nasionalisme bangsa Indonesia waktu itu.

Mars Yaalal Wathan ini juga dikenal dengan Syubbanul Wathan (pemuda cinta tanah air). Benih-benih cinta tanah air ini akhirnya bisa menjadi energi positif bagi rakyat Indonesia secara luas sehingga perjuangan tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi pergerakan sebuah bangsa yang cinta tanah airnya untuk merdeka dari segala bentuk penjajahan.

Di era saat ini, banyak terjadi kesalahan persepsi terkait kata dalam mars tersebut. Salah satunya yang asing adalah kata “Dulimu” dalam penggalan syair “Siapa datang mengancammu ‘Kan binasa dibawah dulimu!”. Bahkan dalam beberapa kesempatan, ada yang keliru mengucap Kata “Dulimu” menjadi “Durimu”. Tentunya jika digabungkan maka akan bermakna jauh dan maksud dari mars ini diciptakan oleh Mbah Wahab.

Praktisi Linguistik Jombang Khoirul Hasyim, kata “Dulimu” ini merupakan serapan dari bahasa melayu. ‘Duli’ ini termasuk bahasa klasik. Dan tidak banyak orang yang menggunakan kata ‘Duli’ ini. Pada waktu itu hanya orang-orang tertentu saja yang menggunakan kata ini.

“Kata Duli ini pada waktu itu hanya digunakan oleh Para ilmuwan, sastrawan, bangsawan. Sebab kata ‘duli’ tidak bisa disematkan kepada sembarang kata, terkecuali kepada sesuatu yang begitu besar, istimewa,” terang Pengajar Bahasa di STKIP Jombang ini.

Kata ‘Duli’ ini merupakan bahasa melayu, kata kehormatan yang hanya dipakai apabila berkata kepada raja atau berbicara tentang raja. Seperti sebutan Baginda.

“Di era itu sangat tinggi sekali ilmu bahasa yang dimiliki oleh Mbah Wahab, terbukti dengan menggunakan kata Duli dalam Mars Ya Lal Wathon,” ujarnya.

Lantas apa arti dari kata “Dulimu” dalam mars Ya Lal Wathon. Menurut Hasyim, ada dua makna dalam kata Duli ini, yakni debu dan kaki. Keduanya berjenis Nomina.

Lebih jauh Hasyim menjelaskan, jika yang dimaksud ‘Kan Binasa di bawah dulimu’ maka makna ‘Duli’ merupkan objek yang memiliki fungsi sebagai alat. Singkatnya, bahwa ‘Duli’ harus merepresentasikan makna alat yang melekat pada verba yang membinasakan sebab terjadinya binasa bermakna hancur lebur (hancur sehancur-hancurnya).

Dari peran yang dimiliki ‘duli’ dapat dipastikan ia bermakna ‘kaki’. Mengenai siapa dan apa ‘kaki’ yang dimaksud tersebut, tinggal dilakukan perikan lagi, siapakah peyangga -NKRI-. Sebab sufiks ‘-mu’ mengikatkan ‘duli’ kepada subjek yang melakukan peran aksi sebagai agen.

“Barangkali, yang ndek-ndek an ini dapat menjadi awal penyadaran kembali tentang berakibat menjadi ‘binasa di bawah dulimu,” pungkasnya. (Fqh)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Download Buku Aswaja An Nahdliyah (pdf) LTN NU Jawa Timur

    Download Buku Aswaja An Nahdliyah (pdf) LTN NU Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 882
    • 0Komentar

    Buku saku dan buku putih ini sangat penting dibaca kader Ansor dan NU untuk lebih memperdalam wawasan Aswaja An Nahdliyah

  • Tahun ini, UNU Yogyakarta Siap Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

    Tahun ini, UNU Yogyakarta Siap Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

    • calendar_month Kamis, 16 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 652
    • 0Komentar

    Yogyakarta, ansorpurworejo.orgSetelah mendapatkan izin dari Kemenristekdikti bernomor SK No. 529/KPT/I/2016 tentang izin pendirian universitas, Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) Yogyakarta siap menerima pendaftaran mahasiswa baru tahun ini. Rencananya kegiatan belajar-mengajar akan dimulai pada September 2017. Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua PWNU DIY Purwo Santoso yang juga Rektor UNU Yogyakarta. “Untuk sementara, UNU Yogyakarta menempati gedung di […]

  • Wisata Rohani sebagai Wujud Sinergi antara PAC GP Ansor Bruno dengan Keluarga Besar Cafe & Resto Idum Iyub

    Wisata Rohani sebagai Wujud Sinergi antara PAC GP Ansor Bruno dengan Keluarga Besar Cafe & Resto Idum Iyub

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle PAC Bruno
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Purworejo, 5 Juli 2023 – Pada Hari Rabu Pahing, Keluarga Besar Cafe & Resto Idum Iyub menggandeng Pengurus Harian PAC GP Ansor Kecamatan Bruno serta beberapa Kader Ansor Banser melaksanakan kegiatan Ziarah waliyullah dan Ulama di beberapa tempat yang penuh keberkahan di Purworejo, Magelang, dan Yogyakarta. Acara yang dimulai pukul 16.00 waktu setempat ini dihadiri […]

  • PAC GP Ansor Bagelen Gelar Ziarah Makam Aulia di Jawa Timur

    PAC GP Ansor Bagelen Gelar Ziarah Makam Aulia di Jawa Timur

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 52
    • 0Komentar

    Pada tanggal 4 hingga 6 Agustus 2023, Pengurus Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PAC GP Ansor) Bagelen menyelenggarakan kegiatan ziarah ke beberapa tempat makam Aulia di Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat rasa kebersamaan dan meningkatkan spiritualitas anggota dalam mendekatkan diri kepada Tuhan serta mengenang jasa pahlawan dan tokoh agama di tempat-tempat bersejarah. Hari […]

  • Peringati Harlah 92 dengan Gowes Bangkalan-Jombang, GP Ansor Jadi Hub Anak Muda Jelajahi Sejarah Ulama

    Peringati Harlah 92 dengan Gowes Bangkalan-Jombang, GP Ansor Jadi Hub Anak Muda Jelajahi Sejarah Ulama

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Jombang – Gerakan Pemuda Ansor kembali meneguhkan khidmatnya kepada umat dan bangsa melalui kegiatan gowes ziarah dari Bangkalan menuju Jombang, menempuh jarak sekitar 123 kilometer melintasi enam kabupaten/kota. Kegiatan bertajuk Ziarah Akbar & SEPEDA (Satukan Energi Pemuda Indonesia) ini menjadi bagian dari rangkaian Harlah ke-92 GP Ansor. Ribuan peserta ambil bagian, terdiri dari kader Ansor, […]

  • Kegiatan Banser Kecamatan Bagelen, mengawal Kegiatan PKK

    Kegiatan Banser Kecamatan Bagelen, mengawal Kegiatan PKK

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna) dengan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masyarakat, turut aktif dalam mengawal proses penilaian Kampung Cantik PKK di Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen. Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga dalam rangka mendukung program PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang dilaksanakan di tingkat desa. Kampung Cantik PKK adalah […]

expand_less