Breaking News
light_mode
Trending Tags

Membongkar Kerancuan Islam dan Islamisme

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 25 Des 2016
  • visibility 605
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Islam dan Islamisme sampai saat ini terus menerus menjadi perhatian publik dunia, sehingga memicu lahirnya terminologi saintifik tentang studi ‘islamologi’. Yakni sebuah kajian Islam dengan kerangka ilmu sosial berbasis penelitian yang mengaitkan realitas keislaman dengan konflik internasional di dunia politik, seperti halnya Sovietologi era awal abad XX (Prakata, VII). Dengan demikian, Bassam Tibi mencoba membeberkan alas an-alasan argumentative-ilmiah dalam bingkai sains sosial tentang “Islam” dan “Islamisme” yang tidak boleh gebyah-uyah. Sebab menurutnya, ada suatu kontradiksi dalam peristilahan (contraditio in terminis) antara Islam dan Islamisme. Islam sebagai keyakinan dan Islamisme sebagai politik keagamaan; yang menggunakan simbol agama untuk tujuan politik.

Dalam buku setebal 302 halaman tersebut, Bassam Tibi mengajak pembaca merefleksikan krisis Timur Tengah (meski tidak semua) yang gagal dalam membangun sebuah Negara atau tatanan paska kolonialisme yang melanda negeri para bangsa arab tersebut, sehingga merancukan term “Islam” dan “Islamisme”. Istilah ‘arab’ bermaksud membatasi dan sekaligus menghubungkan pesimisme yang terkoneksi dengan peristiwa perang  enam hari bangsa arab (Mesir, Yordania, dan Suriyah) dengan Israel (1967). Kekalahan tersebut menciptakan krisis legitimasi di dunia Arab, menandai awal runtuhnya sekulerisme dan bersamaan dengan munculnya politik yang diagamaisasikan dari islamisme (halaman 56-57).

Paham Islamisme kemudian diproduksi, dikembangkan, dipropagandakan dan disistematiskan pertama kali dengan istilah “harbu al-afkar”. Istilah harbu al-afkar atau perang pemikiran merupakan perwujudan konsep jihad yang dikobarkan oleh Sayyid Qutb dan Hasan al Bana dalam perseteruan kosmik iman/islam (muslim atau dia dan kelompoknya) denga kufr (Yahudi dan semua yang tidak sejalan dengan Qutb kawan-kawanya). Perang abadi antara mu’min dan kaafir oleh Qutb, kata Bassam Tibi, dalam kitab Hasan Al Bana Risalatul Jihad dan Sayyid Qutb Ma’rakatuna Ma’al Yahud (pertarungan kita dengan kaum yahudi). Sikap ini selain atas nama agama (diagamakan), juga bagian dari adanya dugaan pengecohan ummat muslim dalam keadaan dunia-politik dengan penctraan “islam yang dikepung”.

Kerangka perang (anti semitisme dalam studi barat) ini diperkuat oleh gagasan tentang ghozwul fikr (invasi intelektual) atas dunia Islam, diduga dihasut oleh orang-orang Yahudi (dalam konsep terbaru Yahudi mendompleng Barat dan juga kaum Salibiyun) halaman 80, 76, 85. Agenda penting (utama atau inti) dari gerakan-gerakan Islamisme yang disampaikan dalam buku tersebut, hemat penulis, ada enam.

Pertama, ialah Hakimiyyat Allah (pemerintahan tuhan). Asumsi utama ideologi islamis (islamisme) adalah bahwa hanya Allah, bukan manusia yang berhak memerintah dunia (halaman 137). Lawan dari ide ini adalah ide demokrasi yang dikembangkan (dipromosiskan) oleh Barat, yang menekankan “kedaulatan rakyat”, sebagaimana dalam konstitusi UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebab, menurut Islamisme, apa yang sekarang dikenal dengan azmat aldemokratiyyah (krisis demokrasi di dunia arab) dikarenakan para penduduknya tidak menggunakan hukum Allah.

Kedua, Din Wa Daulah (kesatuan antara agama dan Negara). Artinya, ketika para islamisme berbicara tentang din wa daulah agama bersatu dengan tatanan Negara, mereka menerapkan suatu ide al hall al-islam (solusi islam) bukan dalam arti demokrasi melainkan memperbarui tatanan politik yang ada dalam mengupayakan berdirinya negara syariah. Dan inilah ide utamanya, bukan kekerasan, yang merupakan cirri khas dan condition sine quo non dari Islamisme (halaman43). Hal ini sebagai sebuah bentuk perlawanan dan perang (konspirasi Yahudi dan Salibiyun) atau bentuk legitimasi kekerasan, tetapi juga untuk mengubah format jihad klasik: dari perang regular yang dilakoni oleh Negara Islam menjadi terror yang dilancarkan oleh para aktor islamis non- Negara (halaman 27, 291).

Ketiga, Nizom Islami (sistem/tatanan baru Islam). Nizom islam dimaksudkan untuk menjadi langkah pertama dalam proses bertahap. Hal yang membuat Islamisme menjadi isu global adalah bagian kedua dari visi ini: perluasan Negara islam untuk menciptakan sebuah tatanan dunia. Revolusi dunia yang diproklamasikan oleh islamis tidak hanya bertujuan untuk membuat tatanan politik dari Negara territorial, tetapi juga diarahkan menuju pembaharuan dunia. Islamisme mengubah mengubah universalisme Islam menjadi internasionalisme politik yang berusaha menggantikan tatanan sekuler yang ada dari Negara-bangsa yang berdaulat dengan satu ‘islam’(halaman, 44).

Keempat, ummah (komunitas). Inveted ummah (umat bentukan) atau meminjam istilah dari Benedict Anderson sebagai “kommunitas yang dibayangkan” (imagined community) bukanlah ummah seperti islam tradisional atau komunitas iman, tetapi gerakan politik yang anggotanya mendukung pemberlakuan hukum syariah secara ketat oleh Negara (halaman, 44). Kelima, Siyyadatul Islam (kepemimpinan islam). Bagian ini ditegaskan oleh Qutb dalam bukunya al-salam al-‘alami wa al-islam, kutib Bassam Tibi, “bahwa hanya dominasi islam yang dapat menjamin perdamaian dunia; untuk mencapainya, ia menganjurkan agar menafsirkan jihad sebagai “sebuah revolusi dunia komprehensif (internasionalisme politik islam) yang permanen dalam rangka membangun pemerintahan Allah demi menyelamatkan seluruh umat manusiai” (halaman 214).

Keenam, autentisistas islam (kemurnian Islam). ialah upaya prufikasi kontemporer yang merepresentasikan suatu reaksi balik terhadap proses (westernisasi), halaman 29. Sebagimana Daniel Bell katakana, the return of the sacred (kembalinya yang suci). The return of the sacred adalah kebangkitan program tertentu berdasarkan agama. Menurut Bassam Tibi, meski ada penampakan artifisial dari kebangkitan kembali agama, “kembalinya yang suci” bukanlah sebentuk “renaisans agama”, melainkan agama menerima suatu bentuk politis (halaman 2).

Keenam hal yang penulis ambil dari buku Bassam Tibi tersebut, merupakan manifesto politik Islamisme yang berbeda dengan Islam atau bisa dikatakan conditio sine quo non (syarat mutlak) identitas Islamisme. Bahkan, beliau berpendapat bahwa mereka (islamisme) itu paling tepat dipahami sebagai ideologi totalitarianisme religius, tidak seperti totalitarianisme pendahulunya, yaitu fasisme, komunisme yang sekuler. Disana juga banyak istilah-istilah penting yang menjadi bahasa-bahasa komunikasi Islamimisme, seperti tsaurah al ‘alamiyah (revolusi dunia), iIham (tipu daya), tadhhiyah (kurban) al-hulul al-mustauradah (solusi -solusi impor) dan lain sebagainya.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, pada bagian-bagian tertentu, Bassan Tibi agaknya mengeneralisir anasir-anasir islamisme di belahan Timur Tengah, seperti gerakan Hamas dan Fatah Palestine terhadap kolonialisme Israel, coup de etat di Ikhwanul Muslimin/ Hizbut Tahrir Mesir dan Libiya terhadap pemerintah tangan besi, ISIS di Suriyah dan Iraq, AKP di Turkey, Wahabi Arab Saudi dan lain-lainya. Ambisi neo-kapitalisme global kurang dilibatkan dalam analisis buku tersebut. Kesanya, Krisis Timur Tengan bersih dari campur tangan asing soal politik ekonomi, sebagaimana yang terjadi di Iraq, Libya.

Meski begitu, hemat penulis, buku hasil penelitian tiga dekade tersebut sangat membantu membuka cara pandang bahkan memperkuat pemahaman kita -sebagai warga NKRI mengutip istilah  Bassam Tibi buat Islam Indoensia (Nusantara) ialah Islam kewargaan (civil Islam) halaman135- tentang berbagai aksi teror, takfiri, khilafah, bid’ah dan key word yang selama ini kita kenal. Pada prakteknya, bentuk mereka ada yang institusionalisme (partai/parlemen) yang bermain dengan demokrasi seperti, amun ada pula yang jihadiisme dengan menggunakan jalur-jalur di luar intsitusional (non parlemen). Wallahu ‘alam

Identitas Buku:
Judul: Islam dan Islamisme
Penulis: Bassam Tibi
Penerjemah: Alfathri Adlin
Penerbit: Mizan Pustaka Bandung
Cetakan: I, Agustus 2016-12-23
Tebal: 302 halaman
Peresensi: Ali Makhrus, Kader GP Ansor-Banser Kabupaten Madiun.

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

    LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

    • calendar_month Jumat, 19 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 617
    • 1Komentar

    Hari-hari ini, Indonesia diramaikan dengan isu kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ingin diakui eksistensinya sebagai sebuah perilaku normal dan ingin mendapatkan hak-hak hukum. Sebenarnya keberadaan LGBT sudah ada sejak lama. Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang dihukumnya kaum Nabi Luth karena berperilaku homoseksual. Dalam tradisi lokal, juga ada gemblak, yaitu remaja dan anak kecil […]

  • Ansor Banser Fokus Gerakan Sosial

    Ansor Banser Fokus Gerakan Sosial

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle admin
    • visibility 679
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Ansor dan Banser Purworejo melalui Progam Peduli Sahabar memberikan santunan kepada anak yatim di Bulan Muharam pada Jumat (26/8/2020) di Desa Gebang Kecamatan Gebang Purworejo. Santunan anak yatim hasil donasi penggalan dana. Sekretaris PC GP Ansor Purworejo Tashilul Manasik mengatakan santunan anak yatim ini merupakan kegiatan sosial yang dapat dilaksanakan dikala musim […]

  • Merti Desa Pangenrejo, Gus Ahil Ajak Warga Syukuri Nikmat dan Istiqomah Bersholawat

    Merti Desa Pangenrejo, Gus Ahil Ajak Warga Syukuri Nikmat dan Istiqomah Bersholawat

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 180
    • 6Komentar

    PURWOREJO – Ketua GP Ansor Kabupaten Purworejo, KH Tashilul Manasik atau Gus Ahil, menghadiri peringatan Merti Desa Pangenrejo yang digelar di lapangan Balai Desa Pangenrejo, Sabtu (17/01/2026). Acara diisi dengan sholawat bersama sebagai wujud syukur dan silaturahmi warga. Dalam tausiyahnya, Gus Ahil menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT. “Nikmat itu bermacam-macam, ada nikmat sehat dan […]

  • Refleksi Pergerakan GP Ansor Akhir Tahun 2019 (Bagian 1)

    Refleksi Pergerakan GP Ansor Akhir Tahun 2019 (Bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2019
    • account_circle Masagoez
    • visibility 561
    • 1Komentar

    “Pemuda dalam Sejarah Perjuangan suatu Bangsa, terlahir untuk mewarnai, menginspirasi, mengawal dan memajukanya” Negara Indonesia salah satu dari Negara yang berhasil berdiri berkah dari pergerakan kaum mudanya , meski bukan hanya karena itu saja Banyak tokoh tokoh muda pendiri bangsa ini , baik di daerah maupun di pusat ibu kota yang telah mempertaruhkan jiwa raga […]

  • Menyemarakkan Semangat Kebangsaan melalui Turnamen Futsal: Ajakan Bergabung dengan GP Ansor

    Menyemarakkan Semangat Kebangsaan melalui Turnamen Futsal: Ajakan Bergabung dengan GP Ansor

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 82
    • 0Komentar

    GP Ansor, salah satu organisasi kepemudaan Islam terbesar di Indonesia, terus berinovasi dalam upaya menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan agama melalui pendekatan inklusif. Kali ini, GP Ansor mengajak seluruh pemuda dan masyarakat umum untuk bergabung melalui turnamen futsal yang digelar dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan. Turnamen futsal, selain menjadi ajang kompetisi yang menyenangkan, juga dapat menjadi […]

  • Tarling Putaran IV dan Penyerahan Al Quran

    Tarling Putaran IV dan Penyerahan Al Quran

    • calendar_month Minggu, 3 Jul 2016
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 2Komentar

    ansorpurworejo.org Tarawih keliling (Tarling) yang diadakan pada malam minggu tanggal 2 Juli 2016 di Mushola Nur Iman desa Kliwonan Kec. Banyuurip Purworejo merupakan Tarling putaran ke IV yang di prakarsai oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Purworejo. Tarling putaran I Sabtu 11 Juni di Grabag, Putaran II Sabtu 18 Juni di Bener […]

expand_less