Merti Desa Pangenrejo, Gus Ahil Ajak Warga Syukuri Nikmat dan Istiqomah Bersholawat

PURWOREJO – Ketua GP Ansor Kabupaten Purworejo, KH Tashilul Manasik atau Gus Ahil, menghadiri peringatan Merti Desa Pangenrejo yang digelar di lapangan Balai Desa Pangenrejo, Sabtu (17/01/2026). Acara diisi dengan sholawat bersama sebagai wujud syukur dan silaturahmi warga.

Dalam tausiyahnya, Gus Ahil menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT. “Nikmat itu bermacam-macam, ada nikmat sehat dan ada nikmat hati yang senang akan kebaikan. Nikmat sehat perlu kita syukuri, termasuk kita bisa hadir di acara sholawat Merti Desa Pangenrejo. Nikmat hati yang senang kebaikan juga patut disyukuri, karena hadirin semua rela hadir meski cuaca dingin, hanya untuk bersholawat dan tholabul ilmi,” ujarnya.

Ia kemudian mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Wa idz ta’adz-dzana rabbukum la’in syakartum la’azîdannakum wa la’in kafartum inna ‘adzâbî lasyadîd. (QS Ibrahim: 7)

Dari ayat tersebut, Gus Ahil mengingatkan bahwa seorang hamba yang mampu mensyukuri nikmat akan mendapatkan tambahan nikmat dari Allah SWT. Sebaliknya, jika nikmat diabaikan dengan keluhan, maka ancaman azab Allah akan datang.

“Pelajaran dari ayat ini adalah bagaimana kita merawat hati agar penuh syukur kepada Allah SWT,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Ahil menyebut rasa bungah hati malam ini menjadi bukti istiqomah warga Desa Pangenrejo dalam merajut tali silaturahmi melalui sholawat. “Sholawatan di malam ini sudah sering dilakukan di Desa Pangenrejo. Ini kebaikan yang mudah diucapkan tapi susah dilakukan, yaitu istiqomah,” ungkapnya.

Momen peringatan ini juga bertepatan dengan bulan Rajab, salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Gus Ahil mengingatkan doa yang biasa dibaca di bulan Rajab:

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadhan.

“Doa ini maknanya sangat dalam, harapan kita semua semoga bulan Rajab dan Sya’ban yang penuh berkah ini bisa mengantarkan kita bertemu Ramadhan,” jelasnya.

Dalam tausiyahnya, Gus Ahil juga menyinggung peristiwa Isra Mi’raj, perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke langit tujuh. Dari peristiwa itu, umat Islam diperintahkan melaksanakan sholat lima waktu.

“Isra Mi’raj bisa disebut hari lahirnya sholat. Maka alangkah buruknya jika kita memperingati Isra Mi’raj tapi tidak semangat melaksanakan sholat wajib. Ibadah wajib ibarat nasi, sedangkan ibadah sunnah ibarat lauk. Tanpa lauk, nasi terasa hambar. Begitu pula ibadah wajib yang sebaiknya dilengkapi dengan ibadah sunnah,” pesan Gus Ahil.

Ia menutup tausiyah dengan mengingatkan bahwa tujuan utama acara ini adalah meminta ridho Allah SWT dan syafaat Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.
You need to agree with the terms to proceed

Pagar Nusa sebagai Ruang Pembinaan Remaja, Wabup Dion Ajak Kolaborasi Cegah Kenakalan Remaja
Bazar Sembako Murah NU Care LAZISNU Winong, Wujud Kepedulian Menjelang Ramadhan

Cabang

Ancab

Kabar NU

Mungkin Kamu Suka