Breaking News
light_mode
Trending Tags

LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Feb 2016
  • visibility 568
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari-hari ini, Indonesia diramaikan dengan isu kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ingin diakui eksistensinya sebagai sebuah perilaku normal dan ingin mendapatkan hak-hak hukum. Sebenarnya keberadaan LGBT sudah ada sejak lama. Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang dihukumnya kaum Nabi Luth karena berperilaku homoseksual. Dalam tradisi lokal, juga ada gemblak, yaitu remaja dan anak kecil yang dijadikan kekasih oleh seorang warok agar kesaktiannya tetap terjaga. Seiring dengan perkembangan zaman dan masuknya ajaran Islam, tradisi gemblak ini pun luntur. Agama berperan dalam menghapus perilaku menyimpang ini.

Jika Islam dan ajaran agama samawi berusaha menghapus perilaku ini. Dalam tradisi sekuler dan liberal, LGBT diakui eksistensinya sebagai sebuah bentuk kenormalan dan mendapat hak hukum untuk menikah dengan sesama jenis. Mereka berdalih, berdasarkan sains, LGBT merupakan sesuatu yang alamiah yang terjadi pada semua makhluk hidup, baik manusia atau hewan. Dan jika dihadapkan antara sains dan agama, sains yang harus dimenangkan. Kelompok sekuler dan liberal beranggapan bahwa keyakinan agama hanya didasarkan atas dogma, sedangkan sains adalah temuan ilmiah. Meskipun demikian, klaim sains tentang normalitas LGBT sendiri juga masih menjadi perdebatan diantara para ilmuwan.

Neil N. Whitehead (2013) dalam penelitiannya berjudul My Genes Made Me Do It! Homosexuality and the Scientific Evidence terkait dengan orang-orang homoseksual yang memiliki saudara kembar dengan gen identik menunjukkan dari sembilan pasangan kembar yang salah satunya homoseksual, hanya terdapat satu yang pasangannya juga homoseksual. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada faktor genetik. Hasil penelitian ini secara otomatis juga menafikan aspek biologi lainnya terkait dengan homoseksual. Ia berpendapat bahwa faktor nurture lebih besar daripada faktor nature. Adanya faktor “gay gen” juga tidak secara otomatis membuat orang menjadi seorang homoseksual. Disinilah peran ajaran agama untuk memandu seseorang memiliki orientasi sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk hidup.

Pada kepengurusan PBNU periode 2010-2015 pernah ada usulan untuk membahtsulmasailkan (mengkaji) masalah LGBT ini, tetapi usulan tersebut ditolak karena hukumnya sudah jelas. Sesuatu yang dibahas adalah persoalan yang sifatnya masih remang-remang. Dalil-dalil dalam agama Islam yang terkandung dalam Qur’an dan hadits secara tegas mengharamkan perilaku homoseksual.

Tuntutan pengakuan hukum juga bertentangan dengan dasar bernegara di Indonesia. Indonesia mendasarkan diri pada Pancasila yang berketuhanan sementara negara-negara sekuler dan liberal yang melegalkan LGBT memang mendasarkan diri pada kebebasan individu. Dengan basis ketuhanan, nilai-nilai agama memandu perilaku individu. Orang tidak boleh bertindak seenaknya dengan alasan tidak menganggu individu lain, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai kemaslahatan bersama. Pada negara yang menganut paham sekuler dan liberal, hak individu diatas segala-galanya selama hal itu tidak menganggu hak orang lain.

Bagi NU yang selama ini selalu memposisikan sebagai kelompok tengah (tawazun), yang tidak ekstrem kiri atau kanan, maka upaya untuk legalisasi LGBT merupakan bagian dari pertarungan lama yang selama ini terus berlangsung. NU menentang ide-ide yang dikampanyekan kelompok kiri (kelompok liberalis) yang mengagungkan kebebasan tanpa batas, sebagaimana penentangan NU terhadap upaya “pemurnian” Islam ala Arab (kelompok fundamentalis) yang sangat kaku dalam menafsirkan teks-teks agama.

Sebagai manusia dan sebagai warga negara, kelompok LGBT harus dihargai dan mendapat hak-haknya sebagai warga negara sebagaimana orang lain. Tetapi meminta status normal atas perilaku LGBT, apalagi keinginan untuk menyebarkannya adalah bertentangan dengan fitrah manusia. Kasus-kasus pencabulan remaja dan anak-anak oleh pengidap LGBT juga harus diproses secara hukum karena hal ini menimbulkan trauma bagi anak yang masih dalam proses perkembangan dan pencarian jati diri. NU akan mendukung upaya penyandang LGBT yang ingin memperbaiki diri karena sudah menjadi tugas NU untuk memperbaiki kondisi masyarakat. (Mukafi Niam)

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/65881/lgbt-dan-fitrah-manusia-untuk-bereproduksi

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Mahfudz: Niatan Baik Gus Yaqut Untuk Mengayomi Semua Umat Beragama

    Gus Mahfudz: Niatan Baik Gus Yaqut Untuk Mengayomi Semua Umat Beragama

    • calendar_month Jumat, 25 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 1.367
    • 1Komentar

    Keputusan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas mengenai pengaturan pengeras suara Masjid menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Seperti diketahui sebelumnya, aturan menteri ini mendapat pertanyaan dari banyak pihak. Ketua Rijaalul Ansor PP GP Ansor, KHR Mahfudz Chamid juga memberikan pandanganya. Menurut sosok yang biasa di sapa Gus Mahfudz ini, publik jangan terpancing secara berlebihan menanggapi peraturan tersebut. […]

  • Tata Cara Sholat Tasbih

    Tata Cara Sholat Tasbih

    • calendar_month Minggu, 28 Mar 2021
    • account_circle admin
    • visibility 6.156
    • 0Komentar

    Salah satu shalat sunnah yang dianjurkan oleh para ulama kita adalah shalat tasbih. Dinamakan demikian karena di dalam shalat tersebut banyak dibaca tasbih. Sebagian masyarakat muslim di Indonsia menjadikan shalat tasbih sebagai sarana untuk mendapatkan lailatul qadr di bulan Ramadhan. Untuk menjaring malam yang sangat mulia ini mereka melakukan shalat malam secara berjamaah di sepuluh […]

  • Rapat Koordinasi Jawa Tengah Bersholawat bersama Habib Syekh Assegaf

    Rapat Koordinasi Jawa Tengah Bersholawat bersama Habib Syekh Assegaf

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2016
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.orgRapat Koordinasi Menindaklanjuti Surat Gubernur Jawa Tengah  tentang Pelaksanaan: Jawa Tengah Bersholawat bersama Habib Syekh Assegaf dari Solo yang akan di selenggarakan pada 18 April 2016 bertempat di Alun-alun Purworejo. Dari Unsur NU yang di Undang untuk menghadiri Rapat adalah diantaranya: PC NU, PC RMI NU, PC Ansor dan Satkorcab Banser Purworejo. Rapat tersebut […]

  • Ansor dan Strategi Kebudayaan NU

    Ansor dan Strategi Kebudayaan NU

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 465
    • 0Komentar

    Berbicara generasi muda NU, tidak hanya berbicara mengenai masa lalu, dan kini, tetapi juga berbicara dan merencanakan masa depan. Tidak hanya 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, 50 tahun namun juga 100 tahun atau 200 tahun ke depan. Generasi muda NU adalah lintasan waktu tak terbatas. Bagaimana jadinya, jika waktu yang tak terbatas itu dibiarkan […]

  • Duet K. Drs. Pardiono , M.Pd dan H. Suranto S.Sos , M.PA pimpin Ranting NU Ganggeng Purworejo

    Duet K. Drs. Pardiono , M.Pd dan H. Suranto S.Sos , M.PA pimpin Ranting NU Ganggeng Purworejo

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 256
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Ditengah semarak perayaan untuk menyambut Satu Abad NU 16 Rajab 1344 H – 16 Rajab 1444 H , Pengurus NU Ranting Desa Ganggeng Purworejo adakan Acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Pelantikan PRNU Ganggeng. Ahad, 29/01/2024, sebanyak 41 orang Warga Desa Ganggeng mengucapkan ikrar pelantikan sebagai Pengurus Ranting NU Desa […]

  • PC GP Ansor Purworejo Siapkan Posko Mudik Lebaran 2025 untuk Pemudik

    PC GP Ansor Purworejo Siapkan Posko Mudik Lebaran 2025 untuk Pemudik

    • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
    • account_circle Achmad Luthfi Khakim
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org – Dalam rangka mensukseskan Hari Raya Idul Fitri 1446 H, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kabupaten Purworejo mendirikan Posko Mudik Lebaran 2025 yang beroperasi sejak 27 Maret hingga 6 April 2025. Posko ini didirikan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik yang melintasi wilayah Purworejo. Pembukaan posko mudik ini secara […]

expand_less