Breaking News
light_mode
Trending Tags

LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Feb 2016
  • visibility 606
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari-hari ini, Indonesia diramaikan dengan isu kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ingin diakui eksistensinya sebagai sebuah perilaku normal dan ingin mendapatkan hak-hak hukum. Sebenarnya keberadaan LGBT sudah ada sejak lama. Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang dihukumnya kaum Nabi Luth karena berperilaku homoseksual. Dalam tradisi lokal, juga ada gemblak, yaitu remaja dan anak kecil yang dijadikan kekasih oleh seorang warok agar kesaktiannya tetap terjaga. Seiring dengan perkembangan zaman dan masuknya ajaran Islam, tradisi gemblak ini pun luntur. Agama berperan dalam menghapus perilaku menyimpang ini.

Jika Islam dan ajaran agama samawi berusaha menghapus perilaku ini. Dalam tradisi sekuler dan liberal, LGBT diakui eksistensinya sebagai sebuah bentuk kenormalan dan mendapat hak hukum untuk menikah dengan sesama jenis. Mereka berdalih, berdasarkan sains, LGBT merupakan sesuatu yang alamiah yang terjadi pada semua makhluk hidup, baik manusia atau hewan. Dan jika dihadapkan antara sains dan agama, sains yang harus dimenangkan. Kelompok sekuler dan liberal beranggapan bahwa keyakinan agama hanya didasarkan atas dogma, sedangkan sains adalah temuan ilmiah. Meskipun demikian, klaim sains tentang normalitas LGBT sendiri juga masih menjadi perdebatan diantara para ilmuwan.

Neil N. Whitehead (2013) dalam penelitiannya berjudul My Genes Made Me Do It! Homosexuality and the Scientific Evidence terkait dengan orang-orang homoseksual yang memiliki saudara kembar dengan gen identik menunjukkan dari sembilan pasangan kembar yang salah satunya homoseksual, hanya terdapat satu yang pasangannya juga homoseksual. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada faktor genetik. Hasil penelitian ini secara otomatis juga menafikan aspek biologi lainnya terkait dengan homoseksual. Ia berpendapat bahwa faktor nurture lebih besar daripada faktor nature. Adanya faktor “gay gen” juga tidak secara otomatis membuat orang menjadi seorang homoseksual. Disinilah peran ajaran agama untuk memandu seseorang memiliki orientasi sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk hidup.

Pada kepengurusan PBNU periode 2010-2015 pernah ada usulan untuk membahtsulmasailkan (mengkaji) masalah LGBT ini, tetapi usulan tersebut ditolak karena hukumnya sudah jelas. Sesuatu yang dibahas adalah persoalan yang sifatnya masih remang-remang. Dalil-dalil dalam agama Islam yang terkandung dalam Qur’an dan hadits secara tegas mengharamkan perilaku homoseksual.

Tuntutan pengakuan hukum juga bertentangan dengan dasar bernegara di Indonesia. Indonesia mendasarkan diri pada Pancasila yang berketuhanan sementara negara-negara sekuler dan liberal yang melegalkan LGBT memang mendasarkan diri pada kebebasan individu. Dengan basis ketuhanan, nilai-nilai agama memandu perilaku individu. Orang tidak boleh bertindak seenaknya dengan alasan tidak menganggu individu lain, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai kemaslahatan bersama. Pada negara yang menganut paham sekuler dan liberal, hak individu diatas segala-galanya selama hal itu tidak menganggu hak orang lain.

Bagi NU yang selama ini selalu memposisikan sebagai kelompok tengah (tawazun), yang tidak ekstrem kiri atau kanan, maka upaya untuk legalisasi LGBT merupakan bagian dari pertarungan lama yang selama ini terus berlangsung. NU menentang ide-ide yang dikampanyekan kelompok kiri (kelompok liberalis) yang mengagungkan kebebasan tanpa batas, sebagaimana penentangan NU terhadap upaya “pemurnian” Islam ala Arab (kelompok fundamentalis) yang sangat kaku dalam menafsirkan teks-teks agama.

Sebagai manusia dan sebagai warga negara, kelompok LGBT harus dihargai dan mendapat hak-haknya sebagai warga negara sebagaimana orang lain. Tetapi meminta status normal atas perilaku LGBT, apalagi keinginan untuk menyebarkannya adalah bertentangan dengan fitrah manusia. Kasus-kasus pencabulan remaja dan anak-anak oleh pengidap LGBT juga harus diproses secara hukum karena hal ini menimbulkan trauma bagi anak yang masih dalam proses perkembangan dan pencarian jati diri. NU akan mendukung upaya penyandang LGBT yang ingin memperbaiki diri karena sudah menjadi tugas NU untuk memperbaiki kondisi masyarakat. (Mukafi Niam)

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/65881/lgbt-dan-fitrah-manusia-untuk-bereproduksi

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU Bener Gelar Apel Kebangsaan Sebagai Bukti Cinta Tanah Air

    NU Bener Gelar Apel Kebangsaan Sebagai Bukti Cinta Tanah Air

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 258
    • 0Komentar

    BENER, ansorpurworejo.org – Banser Bener berbaju loreng dan berbaris rapi dilapangan layaknya pasukan tempur yang siap ke medan perang, sejumlah prajurit Banser NU mengikuti upacara Apel Kebangsaan yang diselenggarakan oleh MWC NU Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo dalam rangka menyemarakkan Harlah NU ke 99 Sabtu, 19 Februari 2022 dihalaman SMK Maarif NU Bener. Hadir dalam acara […]

  • Wakil Rais NU Jateng: Pangeran Diponegoro Santri dan Pengamal Tarekat

    Wakil Rais NU Jateng: Pangeran Diponegoro Santri dan Pengamal Tarekat

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 700
    • 0Komentar

    Purworejo, NU Online – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Achmad Chalwani Nawawi menjelaskan bahwa peran santri dalam melawan penjajah dan ikut merebut kemerdekaan tidak sedikit.  “Dan di antara para santri itu adalah Pangeran Diponegoro, pemimpin Perang Jawa yang legendaris itu,” ujarnya.  Hal ini disampaikan dalam Diskusi Interaktif Pimpinan Cabang (PC) […]

  • Beda dari Tahun Sebelum, SMK VIP Ma’arif NU Kemiri Peringati HSN dengan Resiki Masjid

    Beda dari Tahun Sebelum, SMK VIP Ma’arif NU Kemiri Peringati HSN dengan Resiki Masjid

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 471
    • 1Komentar

    KEMIRI, – Tanggal 22 Oktober merupakan Peringatan Hari Santri Nasional, pada tahun ini, Hari Santri jatuh pada hari Jumat (22/10/2021). Dalam rangka memperingati hari santri nasional, SMK VIP Ma’arif NU 1 KEMIRI menggelar kegiatan sosial yaitu dengan mendatang masjid disekitar sekolah dan melaksanakan pembersih di dalam maupun luar masjid, kegiatan sosial ini merupakan salah kepedulian […]

  • MURI: NU Pecahkan Rekor Dunia

    MURI: NU Pecahkan Rekor Dunia

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Jakarta – Upaya tanpa lelah yang dilakukan Rabithah Ma’had Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) dalam memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2021 berbuah manis. Tidak hanya itu, antusias seluruh santri di Indonesia dalam mengikuti siaran langsung kegiatan tersebut membuat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengganjarnya dengan sertifikat rekor MURI kategori ‘Peringatan Hari Besar Keagamaan dengan […]

  • Merti Desa Pangenrejo, Gus Ahil Ajak Warga Syukuri Nikmat dan Istiqomah Bersholawat

    Merti Desa Pangenrejo, Gus Ahil Ajak Warga Syukuri Nikmat dan Istiqomah Bersholawat

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Akhmad Najeh
    • visibility 160
    • 6Komentar

    PURWOREJO – Ketua GP Ansor Kabupaten Purworejo, KH Tashilul Manasik atau Gus Ahil, menghadiri peringatan Merti Desa Pangenrejo yang digelar di lapangan Balai Desa Pangenrejo, Sabtu (17/01/2026). Acara diisi dengan sholawat bersama sebagai wujud syukur dan silaturahmi warga. Dalam tausiyahnya, Gus Ahil menekankan pentingnya mensyukuri nikmat Allah SWT. “Nikmat itu bermacam-macam, ada nikmat sehat dan […]

  • KISAH SEORANG MUKMIN YANG MENEMUI DAJJAL PADA AKHIR ZAMAN

    KISAH SEORANG MUKMIN YANG MENEMUI DAJJAL PADA AKHIR ZAMAN

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Pada akhir zaman kelak, satu riwayat hadits mengisahkan ada seorang mukmin yang dengan berani menghadapi sosok Dajjal dan bala tentaranya. Kisah ini diceritakan langsung oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya. Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim yang kemudian dikisahkan dari Abu Said Al Khudri RA. Abu Said mengutip cerita Rasulullah SAW yang dinukil dari Imam Abu […]

expand_less