Breaking News
light_mode
Trending Tags

LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Feb 2016
  • visibility 647
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari-hari ini, Indonesia diramaikan dengan isu kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ingin diakui eksistensinya sebagai sebuah perilaku normal dan ingin mendapatkan hak-hak hukum. Sebenarnya keberadaan LGBT sudah ada sejak lama. Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang dihukumnya kaum Nabi Luth karena berperilaku homoseksual. Dalam tradisi lokal, juga ada gemblak, yaitu remaja dan anak kecil yang dijadikan kekasih oleh seorang warok agar kesaktiannya tetap terjaga. Seiring dengan perkembangan zaman dan masuknya ajaran Islam, tradisi gemblak ini pun luntur. Agama berperan dalam menghapus perilaku menyimpang ini.

Jika Islam dan ajaran agama samawi berusaha menghapus perilaku ini. Dalam tradisi sekuler dan liberal, LGBT diakui eksistensinya sebagai sebuah bentuk kenormalan dan mendapat hak hukum untuk menikah dengan sesama jenis. Mereka berdalih, berdasarkan sains, LGBT merupakan sesuatu yang alamiah yang terjadi pada semua makhluk hidup, baik manusia atau hewan. Dan jika dihadapkan antara sains dan agama, sains yang harus dimenangkan. Kelompok sekuler dan liberal beranggapan bahwa keyakinan agama hanya didasarkan atas dogma, sedangkan sains adalah temuan ilmiah. Meskipun demikian, klaim sains tentang normalitas LGBT sendiri juga masih menjadi perdebatan diantara para ilmuwan.

Neil N. Whitehead (2013) dalam penelitiannya berjudul My Genes Made Me Do It! Homosexuality and the Scientific Evidence terkait dengan orang-orang homoseksual yang memiliki saudara kembar dengan gen identik menunjukkan dari sembilan pasangan kembar yang salah satunya homoseksual, hanya terdapat satu yang pasangannya juga homoseksual. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada faktor genetik. Hasil penelitian ini secara otomatis juga menafikan aspek biologi lainnya terkait dengan homoseksual. Ia berpendapat bahwa faktor nurture lebih besar daripada faktor nature. Adanya faktor “gay gen” juga tidak secara otomatis membuat orang menjadi seorang homoseksual. Disinilah peran ajaran agama untuk memandu seseorang memiliki orientasi sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk hidup.

Pada kepengurusan PBNU periode 2010-2015 pernah ada usulan untuk membahtsulmasailkan (mengkaji) masalah LGBT ini, tetapi usulan tersebut ditolak karena hukumnya sudah jelas. Sesuatu yang dibahas adalah persoalan yang sifatnya masih remang-remang. Dalil-dalil dalam agama Islam yang terkandung dalam Qur’an dan hadits secara tegas mengharamkan perilaku homoseksual.

Tuntutan pengakuan hukum juga bertentangan dengan dasar bernegara di Indonesia. Indonesia mendasarkan diri pada Pancasila yang berketuhanan sementara negara-negara sekuler dan liberal yang melegalkan LGBT memang mendasarkan diri pada kebebasan individu. Dengan basis ketuhanan, nilai-nilai agama memandu perilaku individu. Orang tidak boleh bertindak seenaknya dengan alasan tidak menganggu individu lain, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai kemaslahatan bersama. Pada negara yang menganut paham sekuler dan liberal, hak individu diatas segala-galanya selama hal itu tidak menganggu hak orang lain.

Bagi NU yang selama ini selalu memposisikan sebagai kelompok tengah (tawazun), yang tidak ekstrem kiri atau kanan, maka upaya untuk legalisasi LGBT merupakan bagian dari pertarungan lama yang selama ini terus berlangsung. NU menentang ide-ide yang dikampanyekan kelompok kiri (kelompok liberalis) yang mengagungkan kebebasan tanpa batas, sebagaimana penentangan NU terhadap upaya “pemurnian” Islam ala Arab (kelompok fundamentalis) yang sangat kaku dalam menafsirkan teks-teks agama.

Sebagai manusia dan sebagai warga negara, kelompok LGBT harus dihargai dan mendapat hak-haknya sebagai warga negara sebagaimana orang lain. Tetapi meminta status normal atas perilaku LGBT, apalagi keinginan untuk menyebarkannya adalah bertentangan dengan fitrah manusia. Kasus-kasus pencabulan remaja dan anak-anak oleh pengidap LGBT juga harus diproses secara hukum karena hal ini menimbulkan trauma bagi anak yang masih dalam proses perkembangan dan pencarian jati diri. NU akan mendukung upaya penyandang LGBT yang ingin memperbaiki diri karena sudah menjadi tugas NU untuk memperbaiki kondisi masyarakat. (Mukafi Niam)

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/65881/lgbt-dan-fitrah-manusia-untuk-bereproduksi

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 Mukjizat Nabi Ilyasa AS, Sang Penerus Dakwah Nabi Ilyas.

    3 Mukjizat Nabi Ilyasa AS, Sang Penerus Dakwah Nabi Ilyas.

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Nabi Ilyasa alaihissalam merupakan keturunan keempat dari Nabi Yusuf sekaligus putra angkat Nabi Ilyas. Di usianya yang masih muda, Ilyasa sering ikut Nabi Ilyas untuk berdakwah. Allah SWT kemudian mengutus Ilyasa untuk melanjutkan tugas dakwah Ilyas kepada penduduk di negeri Ba’labak. Melalui mukjizat Nabi Ilyasa pula, ia menunjukkan keberadaan dan kekuasaan Allah. Selain mendapat bekal mukjizat, […]

  • SMK Ma’arif NU 1 Bener Melaksanakan Lounching Kelas Jepang

    SMK Ma’arif NU 1 Bener Melaksanakan Lounching Kelas Jepang

    • calendar_month Selasa, 31 Jan 2023
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 391
    • 0Komentar

    BENER, ansorpurworejo.org – Pada Sabtu, 28 Januari 2023, SMK Ma’arif NU 1 Bener melaksanakan lounching Kelas Jepang yang bertempat di Tandem Resto Desa Kaliurip Kecamatan Bener. Acara yang menghadirkan Kepala Dinas Perindustrian, tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Purworejo itu berlangsung sangat meriah. Dikemas dengan gambaran masadepan suasana Jepang namun juga tidak meninggalkan karakter agama dan […]

  • Kyai Dalhar

    Kyai Dalhar

    • calendar_month Kamis, 28 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 806
    • 1Komentar

    Berikut ini adalah ringkasan manaqib beliau yang penulis peroleh dari keterangan keluarga. Terutama kakek penulis yaitu KH Ahmad Abdul Haq dan beberapa petikan catatan yang penulis peroleh dari catatan – catatan Mbah Kyai Dalhar. Kelahiran & Nasabnya Mbah Kyai Dalhar lahir di komplek pesantren Darussalam, Watucongol, Muntilan, Magelang pada hari Rabu, 10 Syawal 1286 H […]

  • Ranting Ansor Dadirejo Adakan Panen Raya Untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi

    Ranting Ansor Dadirejo Adakan Panen Raya Untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 1.316
    • 0Komentar

    Ranting Ansor Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo mengadakan panen raya pada Hari Minggu (14/3) di areal persawahan Desa Dadirejo. Lahan sawah yang diolah kader Ansor Banser ini disewa dari Pemerintah Desa Dadirejo. Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bagelen, sahabat Khanifudin Muhammad Diyanto menuturkan bahwa kegiatan seperti ini termasuk kegiatan pemberdayaan kader di bidang ekonomi. […]

  • Refleksi Pergerakan GP Ansor Akhir Tahun 2019 (Bagian 1)

    Refleksi Pergerakan GP Ansor Akhir Tahun 2019 (Bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2019
    • account_circle Masagoez
    • visibility 586
    • 1Komentar

    “Pemuda dalam Sejarah Perjuangan suatu Bangsa, terlahir untuk mewarnai, menginspirasi, mengawal dan memajukanya” Negara Indonesia salah satu dari Negara yang berhasil berdiri berkah dari pergerakan kaum mudanya , meski bukan hanya karena itu saja Banyak tokoh tokoh muda pendiri bangsa ini , baik di daerah maupun di pusat ibu kota yang telah mempertaruhkan jiwa raga […]

  • Khotmil Qur’an dan Bagi Takjil Sekaligus Buka Bersama

    Khotmil Qur’an dan Bagi Takjil Sekaligus Buka Bersama

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle admin
    • visibility 580
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – PAC IPNU IPPNU Kemiri menyelenggarakan khotmil qur’an, berbagi takjil dan buka bersama. Sabtu, 08/05/2021 sore. Kegiatan sosial ini merupakan salah satu agenda tahunan yang diselenggarakan pada bulan suci ramadhan 1442 H. Dalam kegiatan ini diikuti kurang 50 anggota IPNU-IPPNU kecamatan Pituruh. Kegiatan ditujukan kepada warga masyarakat Kemiri di sekitar Perempatan dan Pasar […]

expand_less