Breaking News
light_mode
Trending Tags

LGBT dan Fitrah Manusia untuk Bereproduksi

  • account_circle admin
  • calendar_month Jumat, 19 Feb 2016
  • visibility 533
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari-hari ini, Indonesia diramaikan dengan isu kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ingin diakui eksistensinya sebagai sebuah perilaku normal dan ingin mendapatkan hak-hak hukum. Sebenarnya keberadaan LGBT sudah ada sejak lama. Dalam Al-Qur’an dikisahkan tentang dihukumnya kaum Nabi Luth karena berperilaku homoseksual. Dalam tradisi lokal, juga ada gemblak, yaitu remaja dan anak kecil yang dijadikan kekasih oleh seorang warok agar kesaktiannya tetap terjaga. Seiring dengan perkembangan zaman dan masuknya ajaran Islam, tradisi gemblak ini pun luntur. Agama berperan dalam menghapus perilaku menyimpang ini.

Jika Islam dan ajaran agama samawi berusaha menghapus perilaku ini. Dalam tradisi sekuler dan liberal, LGBT diakui eksistensinya sebagai sebuah bentuk kenormalan dan mendapat hak hukum untuk menikah dengan sesama jenis. Mereka berdalih, berdasarkan sains, LGBT merupakan sesuatu yang alamiah yang terjadi pada semua makhluk hidup, baik manusia atau hewan. Dan jika dihadapkan antara sains dan agama, sains yang harus dimenangkan. Kelompok sekuler dan liberal beranggapan bahwa keyakinan agama hanya didasarkan atas dogma, sedangkan sains adalah temuan ilmiah. Meskipun demikian, klaim sains tentang normalitas LGBT sendiri juga masih menjadi perdebatan diantara para ilmuwan.

Neil N. Whitehead (2013) dalam penelitiannya berjudul My Genes Made Me Do It! Homosexuality and the Scientific Evidence terkait dengan orang-orang homoseksual yang memiliki saudara kembar dengan gen identik menunjukkan dari sembilan pasangan kembar yang salah satunya homoseksual, hanya terdapat satu yang pasangannya juga homoseksual. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada faktor genetik. Hasil penelitian ini secara otomatis juga menafikan aspek biologi lainnya terkait dengan homoseksual. Ia berpendapat bahwa faktor nurture lebih besar daripada faktor nature. Adanya faktor “gay gen” juga tidak secara otomatis membuat orang menjadi seorang homoseksual. Disinilah peran ajaran agama untuk memandu seseorang memiliki orientasi sesuai dengan fitrahnya sebagai makhluk hidup.

Pada kepengurusan PBNU periode 2010-2015 pernah ada usulan untuk membahtsulmasailkan (mengkaji) masalah LGBT ini, tetapi usulan tersebut ditolak karena hukumnya sudah jelas. Sesuatu yang dibahas adalah persoalan yang sifatnya masih remang-remang. Dalil-dalil dalam agama Islam yang terkandung dalam Qur’an dan hadits secara tegas mengharamkan perilaku homoseksual.

Tuntutan pengakuan hukum juga bertentangan dengan dasar bernegara di Indonesia. Indonesia mendasarkan diri pada Pancasila yang berketuhanan sementara negara-negara sekuler dan liberal yang melegalkan LGBT memang mendasarkan diri pada kebebasan individu. Dengan basis ketuhanan, nilai-nilai agama memandu perilaku individu. Orang tidak boleh bertindak seenaknya dengan alasan tidak menganggu individu lain, tetapi juga harus mempertimbangkan nilai kemaslahatan bersama. Pada negara yang menganut paham sekuler dan liberal, hak individu diatas segala-galanya selama hal itu tidak menganggu hak orang lain.

Bagi NU yang selama ini selalu memposisikan sebagai kelompok tengah (tawazun), yang tidak ekstrem kiri atau kanan, maka upaya untuk legalisasi LGBT merupakan bagian dari pertarungan lama yang selama ini terus berlangsung. NU menentang ide-ide yang dikampanyekan kelompok kiri (kelompok liberalis) yang mengagungkan kebebasan tanpa batas, sebagaimana penentangan NU terhadap upaya “pemurnian” Islam ala Arab (kelompok fundamentalis) yang sangat kaku dalam menafsirkan teks-teks agama.

Sebagai manusia dan sebagai warga negara, kelompok LGBT harus dihargai dan mendapat hak-haknya sebagai warga negara sebagaimana orang lain. Tetapi meminta status normal atas perilaku LGBT, apalagi keinginan untuk menyebarkannya adalah bertentangan dengan fitrah manusia. Kasus-kasus pencabulan remaja dan anak-anak oleh pengidap LGBT juga harus diproses secara hukum karena hal ini menimbulkan trauma bagi anak yang masih dalam proses perkembangan dan pencarian jati diri. NU akan mendukung upaya penyandang LGBT yang ingin memperbaiki diri karena sudah menjadi tugas NU untuk memperbaiki kondisi masyarakat. (Mukafi Niam)

Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/65881/lgbt-dan-fitrah-manusia-untuk-bereproduksi

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Purworejo Tolak ISIS

    GP Ansor Purworejo Tolak ISIS

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 1Komentar

    Gerakan Islam radikal Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang meresahkan masyarakat di berbagai belahan dunia menuai penolakan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sekitar seratusan anggota organisasi kepemudaan tersebut melakukan aksi long march dan orasi di depan Mapolres Purworejo, Kamis (2/4). Sepanjang perjalanan […]

  • Gambaran Keindahan Surga yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

    Gambaran Keindahan Surga yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Kenikmatan surga digambarkan dalam banyak ayat Al-Qur’an. Seperti termaktub dalam surah Al-Insan ayat 20, وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا Artinya: Dan apabila kamu melihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar Dalam surah Al Baqarah ayat 25, Allah SWT mengabarkan bahwa keindahan surga diperuntukkan bagi orang-orang […]

  • Duet K. Drs. Pardiono , M.Pd dan H. Suranto S.Sos , M.PA pimpin Ranting NU Ganggeng Purworejo

    Duet K. Drs. Pardiono , M.Pd dan H. Suranto S.Sos , M.PA pimpin Ranting NU Ganggeng Purworejo

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 214
    • 0Komentar

    PURWOREJO, ansorpurworejo.org – Ditengah semarak perayaan untuk menyambut Satu Abad NU 16 Rajab 1344 H – 16 Rajab 1444 H , Pengurus NU Ranting Desa Ganggeng Purworejo adakan Acara Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan Pelantikan PRNU Ganggeng. Ahad, 29/01/2024, sebanyak 41 orang Warga Desa Ganggeng mengucapkan ikrar pelantikan sebagai Pengurus Ranting NU Desa […]

  • Hadir di Selapanan Malam Selasa Pahing PAC Ansor Pituruh, LBH Ansor Purworejo Sosialisasikan Diri

    Hadir di Selapanan Malam Selasa Pahing PAC Ansor Pituruh, LBH Ansor Purworejo Sosialisasikan Diri

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2020
    • account_circle admin
    • visibility 749
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kabupaten Purworejo yang diresmikan pada tanggal 15 Maret 2019, pada Senin, 12/10/2020 hadir di kecamatan Pituruh dalam acara selapanan malam selasa pahing sekaligus mensosialisasikan dirinya untuk Nahdliyin Kecamatan Pituruh dan Purworejo. Diungkapkan, Ketua LBH Ansor Purworejo Sahabat Muzayyin, SH bahwa kehadiran di selapanan malam selasa pahing PAC Ansor […]

  • Rakernas LBH Ansor: Tegakkan Yang Adil Untuk Semua

    Rakernas LBH Ansor: Tegakkan Yang Adil Untuk Semua

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle admin
    • visibility 666
    • 1Komentar

    Rakernas PP LBH Ansor yang diselenggarakan mulai hari ini, Jum’at (26/2) di Quest Hotel, Semarang, mengangkat tema “Tegakkan Yang Adil Untuk Semua”. Menurut ketua PP LBH Ansor Abdul Qodir, S.H., M.A, tema ini merupakan semangat LBH Ansor agar bisa bermanfaat seluas-luasnya dan bisa memberikan pendampingan hukum secara gratis ke semua orang. “Tema rakernas kali ini, […]

  • Sambut Pengajian Selapanan Ancab Gebang ; Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak Giat Latihan Paduan Suara

    Sambut Pengajian Selapanan Ancab Gebang ; Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak Giat Latihan Paduan Suara

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2023
    • account_circle PAC Gebang
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak Giatkan Latihan Paduan Suara Menyambut Pengajian Rutin Tingkat ANCAB GEBANG Ngemplak, 19 Juli 2023 — Ranting Fatayat-Muslimat Ngemplak kembali giatkan latihan paduan suara yang intensif dalam persiapan menyambut Pengajian Rutin Tingkat ANCAB GEBANG. Dengan semangat yang membara, anggota Fatayat-Muslimat Ngemplak berupaya mempersembahkan penampilan yang memukau dan berkesan pada acara yang dijadwalkan akan […]

expand_less