Breaking News
light_mode
Trending Tags

Meneladani Mbah Imam Puro, Guru Besar Tarekat di Abad 19

  • account_circle admin
  • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
  • visibility 931
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PURWOREJO, ansorpurworejo.org –

Kanawi atau Khasan Banawi atau Kyai Imam Puro adalah salah satu ulama besar Purworejo yang di kenal luas di eks Karesidenan Bagelen dan Kedu, bahkan wilayah lainnya. Setiap tahunnya makam Kyai Imam Puro yang terletak di Baledono ini didatangi banyak peziarah dari berbagai wilayah di Indonesia. Karena itulah, untuk merawat kisah perjuangan Mbah Imam Puro sekaligus meneladaninya, Pimpinan Ranting GP Ansor Kelurahan Baledono mengadakan sarasehan bedah sejarah Mbah Imam Puro dengan mengangkat tema “Meneladani Mbah Imam Poero” pada Minggu (30/5) di Aula Al Arifin, Langgar Ndek, Baledono Krajan.

Dr Ahmad Athoilah,M A., sejarawan UGM dan Penulis Buku Sejarah dan Perkembangan NU di Kulonprogo yang hadir sebagai narasumber utama menyebut dalam pengantar diskusinya dengan label ‘Bintang Purworejo Ini Zaman’ untuk menyinggung kiprah Mbah Imam Puro. Pasalnya pada abad 19 Mbah Imam Puro memang sangat masyhur di Purworejo dan bahkan telah memiliki ribuan santri dari seantero Jawa untuk berguru Tarekat Syathariyah kepadanya di Ngemplak, Purworejo.

“Sebelum tahun 1885, dapat dipastikan Kiai Imam Pura telah kembali ke Jawa dan mulai mengajarkan Tarekat Syathariyah-nya yang terkenal di seantero Jawa. Dalam keterangan Michael Laffan berdasar Lor 7931,227 disebutkan bahwa Kiai Imam Pura memiliki metode pengajaran yang unik dan khas. Dengan itu, maka Kiai Imam Pura kemudian mendapat kunjungan ribuan santri untuk belajar tarekat”, terang Dr Athoilah.

Masih menurut Dr Athoillah, Mbah Imam Puro mampu mempertahankan ciri khas Bagelen dan Tarekat Syathariyah-nya ketika banyak tarekat lain mulai berkembang.

“Kiai Imam Pura sangat sadar betul bahwa tarekat Syathariyah pada akhir abad ke-19 telah bergeser berganti dengan hadirnya tarekat Qadiriyah dan Naqsabandiyah yang mulai menjamur di Jawa. Namun begitu, Kiai Imam Pura tetap mempertahankan identitas ‘khas’ Bagelennya yang sejak abad ke-18 merupakan basis dari pengajaran tarekat Syathariyah, bahkan paling awal di Jawa Tengah dan Jawa Timur.”, terangnya.

“Kiai Imam Pura berhasil memainkan pola sosial budaya yang telah terbentuk selama hampir satu setengah abad di Bagelan, yang memiliki Islam model agraris pedalaman yang santri-priayi yang tidak lepas dari identitas pesantren dan tarekat”, tambah Dr Athoillah.

Masih menurut Dr Athoillah, setidaknya ada tiga hal yang bisa digaris bawahi dari kiprah perjuangan Mbah Imam Puro.

“Yang pertama, Mbah Imam Puro ini memahami kearifan lokal, singkatnya Mbah Imam Puro tahu apa yang dibutuhkan dan digemari masyarakat pada waktu itu. Kemudian yang kedua, Mbah Imam Puro memahami bahwa di daerah Bagelen ini priyayi-santri masih memiliki tempat yang tinggi. Artinya Mbah Imam Puro memahami geneologi di Purworejo”, terangnya.

Narasumber kedua, KH Ahmad Hamid AK, yang merupakan Ketua Bani Imam Puro menyampaikan bahwa Mbah Imam Puro termasuk kyai yang kuat tirakat.

“Di keluarga kami, selalu disampaikan keturunannya simbah jangan sampai berbuat yang tercela. Ini untuk menekankan betapa dulu Mbah Imam Puro sudah memberikan kiprahnya yang luar biasa, ya jangan sampai keturunannya malah melakukan sesuatu yang mencederai kiprah itu”, terang Kyai Hamid AK

“Kalau ikut tirakatnya memang berat, salah satunya mbah yai Imam Puro itu mulai wirid sebelum Shubuh, dan nanti selesai atau keluar masjid itu setelah Dhuha. Hal seperti ini susah ditiru generasi hari ini. Dan satu hal lagi, beliau adalah orang yang sendiko dawuh sama gurunya, salah satunya ketika disuruh angon sampai 313 bebek oleh Mbah Rofingi Loning”, tambah beliau.

Sarasehan yang berlangsung sekitar satu setengah jam ini menjadi langkah awal untuk pemuda Ansor lebih peduli dan mau mengangkat sejarah alim ulama di daerahnya.

Kegiatan sarasehan ini sendiri merupakan acara puncak dari rangkaian Gebyar Syawalan yang diadakan Pimpinan Ranting GP Ansor Baledono sejak Hari Jum’at yang lalu.

Kontributor: Huda

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAC GP Ansor Kemiri Semarakkan Ramadhan Dengan Tarling

    PAC GP Ansor Kemiri Semarakkan Ramadhan Dengan Tarling

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 1Komentar

    KEMIRI, ansorpurworejo.org – Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kemiri dalam mengisi ramadhan dengan Tarawih Keliling (TARLING). Tarling kali ini merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kemiri. Tarling juga bertujuan untuk meningkatkan semangat khidmah kader dalam berorganisasi. Kegiatan ini diselenggarakan di Mushola Al Faizin Desa Kruyo Kulon, Kecamatan […]

  • YJRA Purworejo Peringati Harlah Yang Ke 3

    YJRA Purworejo Peringati Harlah Yang Ke 3

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2020
    • account_circle admin
    • visibility 613
    • 0Komentar

    Pekacangan – Hari Lahir YJRA (Yayasan Jam’iyyah Ruqyah Aswaja) yang ke 3 diadakan oleh PC YJRA Purworejo di Madrasah Wassalim Al Asna, Ds. Pekacangan, Kec. Pituruh, Kab. Purworejo. Acara ini diselenggarakan langsung oleh PC YJRA Kabupaten Purworejo, Rabu Malam, (15 /01) pukul 19.00 WIB. “Harlah Ke – 3 Th ini memang sengaja diadakan di Sekertaris […]

  • 9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu

    9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu

    • calendar_month Minggu, 17 Sep 2017
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 1Komentar

    Sembilan tim siap ikut meramaikan kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Tengah II Zona Kedu. Mereka akan memperebutkan satu tiket ke babak final Region Jateng II, di mana satu tiket sudah digenggam oleh pemenang dari Zona Soloraya, Walisongo FC. Penanggung jawab LSN Jateng II Zona Kedu Sholahuddin Al-Ahmadi menerangkan sembilan tim tersebut akan […]

  • PC GP Ansor Purworejo Melantik 15 Pimpinan Ranting Ansor Kecamatan Pituruh

    PC GP Ansor Purworejo Melantik 15 Pimpinan Ranting Ansor Kecamatan Pituruh

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 282
    • 2Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Guna membentuk dan mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa yang cerdas dan tangguh, memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. berkepribadian luhur, berakhlak mulia, sehat, terampil, patriotik, ikhlas dan beramal shalih di Organisasi Gerakan Pemuda Ansor khususnya di wialayah Kecamatan Pituruh. PAC GP Ansor Kecamatan Pituruh menggelar Pelantikan Pimpinan Ranting (PR) […]

  • Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren

    Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 648
    • 0Komentar

    Saat ini kita berada pada era global. Arus globalisasi –tentunya- membawa dampak terhadap pembangunan karakter bangsa dan masyarakatnya. Globalisasi memunculkan pergeseran nilai. Nilai lama semakin meredup, yang digeser dengan nilai-nilai baru yang belum tentu pas dengan nilai-nilai kehidupan di masyarakat. Sudah tidak diragukan lagi bahwa pesantren memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan. Apalagi dilihat secara […]

  • KEMBUL BUJONO SEGO MEGONO

    KEMBUL BUJONO SEGO MEGONO

    • calendar_month Rabu, 17 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Rasa syukur tiada kira terpanjat kehadirat Allah yang maha Esa, atas segala karunia utamanya dalam ngalap berkah berorganisasi GP Ansor namanya. Pada tradisi jawa, rasa syukur seringkali diekspresikan dengan duduk lesehan dengan menikmati hidangan sebagai simbol kebersamaan secara manusiawi, dan kesetaraan dalam pandangan ilahi, kembul bujono namanya. Sego Megono juga menjadi simbol tirakat yang diambil […]

expand_less