Breaking News
light_mode
Trending Tags

Agar Puasa Tak Hanya Menghasilkan Lapar dan Dahaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 4 Jun 2017
  • visibility 521
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam keseharian, setiap orang diharuskan untuk selalu menambah kebaikan dan selalu bertambah baik setiap harinya. Seperti kata pepatah: hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.  Ketika seseorang berhenti dan merasa sudah cukup dengan apa yang sudah dilakukan, maka itu adalah hal yang kurang bisa dibenarkan.
Begitu pun dalam sikap beragama kita. Sedari mula kita diajarkan untuk menempuh satu persatu ajaran Islam, melaksanakan kewajiban dan kesunnahan yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan ulama yang bisa diteladani. Tentunya tidak bisa berhenti di situ. Banyak ilmu Allah yang belum diketahui. Pemahaman dan perilaku beragama kita tidak boleh dirasa puas dengan capaian-capaian tertentu.
Puasa Ramadan, adalah bagian dari syariat Islam, bahkan dikenal sebagai rukun Islam. Allah memerintahkan umatnya yang beriman untuk menunaikan puasa, dengan tujuan menjadi orang yang bertakwa. Ketakwaan ini akan menghantarkan pelaku puasa menjadi hamba yang dikasihinya, karena sebagaimana disebut dalam banyak ayat Al Quran: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”
Bagaimana ketakwaan seorang hamba sehingga bisa mendekatkan seseorang kepada Allah? Kitab Kifayatul Atqiya’wa Minhajul Ashfiya’ karya Sayyid Al Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad Dimyathi menjelaskan bahwa takwa adalah pusat segala sumber kebahagiaan. Takwa diartikan sebagai sikap melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik yang bersifat lahir maupun bersifat batin karena mengenal kuasa dan keagungan Allah.
Kitab yang menjadi syarah dari kitab Hidayatul Adzkiya’ila Thariqil Awliya’ karya Syekh Zainuddin Al Malibari ini menyebutkan bahwa menjaga ketakwaan dan menjauhi hawa nafsu itu ditempuh dengan mengamalkan syariat, thariqat, dan hakikat.
Disebutkan dalam syair:
فَشَرِيْعَةٌ كَسَفِيْنَةٍ وَ طَرِيْقَةٍ # كَالْبَحْرِ ثُمَّ حَقِيْقَةٍ دُرٌّ غَلَا
Syariat itu seperti kapal, dan thariqat itu seperti lautan. Dan Hakikat adalah mutiara (di lautan) yang bernilai mahal.
Lebih lanjut disebutkan, bahwa seseorang yang hendak mencapai derajat muttaqin dan dekat dengan Allah, harus menempuh laku syariat. Ia harus mau “naik kapal” yang telah ditetapkan oleh Allah, menekuninya dengan konsisten. Tidak mungkin seseorang akan mampu mengarungi lautan yang luas, tanpa naik kapal terlebih dahulu. Ia pun jadi tak kenal lautan, tak tahu keadaan. Demikian kurang lebih dalam Kifayatul Atqiya’.
Thariqat sebagai proses suluk dimaknai sebagai sikap untuk menahan diri, konsisten dalam beramal, serta menjaga dari hal-hal yang merusak kebaikan suatu amal. Jika syariat menekankan pada memenuhi rukun dan menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan keabsahan ibadah, maka thariqat sebagai proses menuju derajat muttaqin ini adalah menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah tersebut. Jadi bagaimana bisa mencapai derajat yang lebih tinggi tanpa mengenal syariat secara mencalam terlebih dahulu?
Setelah menaiki kapal syariat, lalu ngelangi, mengarungi lautan proses thariqat, maka diharapkan seorang hamba bisa menjaga ketakwaan, menjaga diri dari menuruti hawa nafsu dan godaan setan, lantas menemukan mutiara-mutiara hakikat ibadah sehingga bisa dekat dengan Allah. Semoga syariat puasa yang kita amalkan ini tidak berhenti pada taraf yang dikatakan Rasulullah: “Banyak orang puasa yang tidak mendapat apa pun kecuali lapar dan dahaga”, serta semakin bisa mendekatkan diri kepada Allah sebagai orang yang bertakwa. Wallahu a’lam. (NU Online, Muhammad Iqbal Syauqi)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • Skapa personligt konto

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    Balas19 Juni 2026 11:28 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Dilantik, MWC NU Kecamatan Bayan Lakukan Musyawarah Kerja

    Setelah Dilantik, MWC NU Kecamatan Bayan Lakukan Musyawarah Kerja

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 319
    • 0Komentar

    BAYAN, ansorpurworejo.org – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bayan mengadakan pelantikan pengurus harian dan lembaga NU, di Pon Pes Al Hamidiyyah, Sucenjurutengah, Bayan, Purworejo, Ahad (3/10). Pembacaan Surat Keputusan (SK) dalam pelantikan pengurus MWC NU Kecamatan masa khidmah 2021-2026 dibacakan oleh Sekretaris PCNU Purworejo, Firman Yasin A.W S.Ag sedangkan pelantikannya oleh […]

  • Pelatihan seni gambar Henna

    Pelatihan seni gambar Henna

    • calendar_month Senin, 15 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Grabag, ansorpurworejo.org Tampak ramai suasana gemuruh ibu-ibu muda dan para remaja putri yang memadati balai pertemuan kantor kepala desa kalirejo kec. Grabag. ada apakah? Ya ternyata ada pelatihan seni gambar Henna yang digelar oleh para mahasiswa KKN Stainu Purworejo. Minggu 14/5/2017Seni gambar  yang berasal dari negara Hindustan ini sedang ngetrend dikalangan muda putri saat ini […]

  • Di rumah mengajarlah!

    Di rumah mengajarlah!

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Di rumah mengajarlah! Apa yg dibutuhkan masyarakat kalian kaji. Ilmu itu meskipun dibagikan tidak habis, tidak seperti uang. Jika kalian mau mengamalkn ilmu, niscaya akan diberi kefahaman ilmu2 yg lain. Kalian sebarkan ilmu. Masyarakat itu menunggu kalian. Dirumah jgn malas2an Dawuh Almukarom Murobi ruhiy KH. M Anwar Manshur Lirboyo yang selalu beliau tancapkan kepada santri-santrinya, […]

  • Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    Islam Tidak Menjadi Hina Walau Dihina

    • calendar_month Selasa, 1 Nov 2016
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 1Komentar

    Purworejo, ansorpurworejo.org Islam pasti akan jaya, tidak akan menjadi agama hina hanya karena dijelek-jelekkan oleh siapapun. Demikian disampaikan Mubaligh dari Kedung Sari, Purworejo KH Yusuf Rosyadi saat mengisi ceramah di Senepo, Kutoarjo, Jawa Tengah. Di Purworejo, Selasa (1/11), Kiai Yusuf mengatakan, umat Islam mempunyai pendapat berbeda-beda menanggapi pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) […]

  • Ansor Bersholawat dan Santunan Anak Yatim

    Ansor Bersholawat dan Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Sabtu, 7 Mei 2016
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    Kemiri, ansorpurworejo.orgAlun-alun Kemiri dipadati ribuan jamaah dari semua elemen masyarakat kabupaten Purworejo khususnya Purworejo bagian barat hari Jumat malam (06/05/2016).Acara yang prakarsai oleh Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Purworejo ini merupakan acara pengajian akbar peringatan hari besar Islam Rajabiyah Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor.Acara tersebut dimeriahkan dengan parade 313 hadroh dan diisi […]

  • Sambang sahabat Ranting  PAC GP Ansor Pituruh disambut antusias oleh masyarakat

    Sambang sahabat Ranting PAC GP Ansor Pituruh disambut antusias oleh masyarakat

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 153
    • 0Komentar

    PITURUH, ansorpurworejo.org – Pengurus PAC GP Ansor Pituruh melakukan agenda silaturahmi dalam agenda reoni PKD ke 3 angkatan 2022. Kegiatan dilaksanakan di mushola Az Zahro. Kegiatan dihadiri oleh alumni PKD Angkatan 2022, tokoh masyarakat, pengurus PC GP Ansor Purworejo. Minggu, 25/09/2022. Malik Khairul Anam, Ketua PAC Ansor Pituruh menyampaikan bahwa tantangan Ansor kedepan cukup besar […]

expand_less