Breaking News
light_mode
Trending Tags

Agar Puasa Tak Hanya Menghasilkan Lapar dan Dahaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 4 Jun 2017
  • visibility 536
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam keseharian, setiap orang diharuskan untuk selalu menambah kebaikan dan selalu bertambah baik setiap harinya. Seperti kata pepatah: hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.  Ketika seseorang berhenti dan merasa sudah cukup dengan apa yang sudah dilakukan, maka itu adalah hal yang kurang bisa dibenarkan.
Begitu pun dalam sikap beragama kita. Sedari mula kita diajarkan untuk menempuh satu persatu ajaran Islam, melaksanakan kewajiban dan kesunnahan yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan ulama yang bisa diteladani. Tentunya tidak bisa berhenti di situ. Banyak ilmu Allah yang belum diketahui. Pemahaman dan perilaku beragama kita tidak boleh dirasa puas dengan capaian-capaian tertentu.
Puasa Ramadan, adalah bagian dari syariat Islam, bahkan dikenal sebagai rukun Islam. Allah memerintahkan umatnya yang beriman untuk menunaikan puasa, dengan tujuan menjadi orang yang bertakwa. Ketakwaan ini akan menghantarkan pelaku puasa menjadi hamba yang dikasihinya, karena sebagaimana disebut dalam banyak ayat Al Quran: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”
Bagaimana ketakwaan seorang hamba sehingga bisa mendekatkan seseorang kepada Allah? Kitab Kifayatul Atqiya’wa Minhajul Ashfiya’ karya Sayyid Al Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad Dimyathi menjelaskan bahwa takwa adalah pusat segala sumber kebahagiaan. Takwa diartikan sebagai sikap melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik yang bersifat lahir maupun bersifat batin karena mengenal kuasa dan keagungan Allah.
Kitab yang menjadi syarah dari kitab Hidayatul Adzkiya’ila Thariqil Awliya’ karya Syekh Zainuddin Al Malibari ini menyebutkan bahwa menjaga ketakwaan dan menjauhi hawa nafsu itu ditempuh dengan mengamalkan syariat, thariqat, dan hakikat.
Disebutkan dalam syair:
فَشَرِيْعَةٌ كَسَفِيْنَةٍ وَ طَرِيْقَةٍ # كَالْبَحْرِ ثُمَّ حَقِيْقَةٍ دُرٌّ غَلَا
Syariat itu seperti kapal, dan thariqat itu seperti lautan. Dan Hakikat adalah mutiara (di lautan) yang bernilai mahal.
Lebih lanjut disebutkan, bahwa seseorang yang hendak mencapai derajat muttaqin dan dekat dengan Allah, harus menempuh laku syariat. Ia harus mau “naik kapal” yang telah ditetapkan oleh Allah, menekuninya dengan konsisten. Tidak mungkin seseorang akan mampu mengarungi lautan yang luas, tanpa naik kapal terlebih dahulu. Ia pun jadi tak kenal lautan, tak tahu keadaan. Demikian kurang lebih dalam Kifayatul Atqiya’.
Thariqat sebagai proses suluk dimaknai sebagai sikap untuk menahan diri, konsisten dalam beramal, serta menjaga dari hal-hal yang merusak kebaikan suatu amal. Jika syariat menekankan pada memenuhi rukun dan menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan keabsahan ibadah, maka thariqat sebagai proses menuju derajat muttaqin ini adalah menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah tersebut. Jadi bagaimana bisa mencapai derajat yang lebih tinggi tanpa mengenal syariat secara mencalam terlebih dahulu?
Setelah menaiki kapal syariat, lalu ngelangi, mengarungi lautan proses thariqat, maka diharapkan seorang hamba bisa menjaga ketakwaan, menjaga diri dari menuruti hawa nafsu dan godaan setan, lantas menemukan mutiara-mutiara hakikat ibadah sehingga bisa dekat dengan Allah. Semoga syariat puasa yang kita amalkan ini tidak berhenti pada taraf yang dikatakan Rasulullah: “Banyak orang puasa yang tidak mendapat apa pun kecuali lapar dan dahaga”, serta semakin bisa mendekatkan diri kepada Allah sebagai orang yang bertakwa. Wallahu a’lam. (NU Online, Muhammad Iqbal Syauqi)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • Skapa personligt konto

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    Balas19 Juni 2026 11:28 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren

    Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Pesantren

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle admin
    • visibility 656
    • 0Komentar

    Saat ini kita berada pada era global. Arus globalisasi –tentunya- membawa dampak terhadap pembangunan karakter bangsa dan masyarakatnya. Globalisasi memunculkan pergeseran nilai. Nilai lama semakin meredup, yang digeser dengan nilai-nilai baru yang belum tentu pas dengan nilai-nilai kehidupan di masyarakat. Sudah tidak diragukan lagi bahwa pesantren memiliki kontribusi nyata dalam pembangunan pendidikan. Apalagi dilihat secara […]

  • Hikmah Idul Adha: Teladan dari Nabi Ibrahim Alayhissalam

    Hikmah Idul Adha: Teladan dari Nabi Ibrahim Alayhissalam

    • calendar_month Rabu, 28 Jun 2023
    • account_circle PAC Kota
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Idul Adha, juga dikenal sebagai Hari Raya Kurban, adalah salah satu hari raya penting dalam agama Islam yang diperingati oleh umat Muslim di seluruh dunia. Pada hari yang berharga ini, umat Muslim mengenang peristiwa penting dalam sejarah ketika Nabi Ibrahim (Abraham) bersedia mengorbankan putranya, Ismail (Ishmael), sebagai tanda ketaatan dan kepatuhan mereka kepada Allah SWT. […]

  • Dr. Wahyu Triasmara Sampaikan Pesan Inspiratif di Acara Manisjangan Bersholawat: “Produk Desa yang Mendunia”

    Dr. Wahyu Triasmara Sampaikan Pesan Inspiratif di Acara Manisjangan Bersholawat: “Produk Desa yang Mendunia”

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 141
    • 2Komentar

    Purworejo, ANSORPURWOREJO.ORG,-Acara Manisjangan Bersholawat yang digelar pada Sabtu, 15/11/ 2025, di Halaman Mushola Baitul Makmur, lokasi yang merupakan kediaman masa kecil Dr. Wahyu Triasmara. Acara ini dalam rangka satu dekade DRW Skincare dan 8 Tahun Muda Mudi Manisjangan Sidomulyo menjadi momen penuh inspirasi. Dalam sambutannya, pendiri DRW Skincare, Dr. Wahyu Triasmara, membagikan kisah perjalanan panjang […]

  • Download Buku Aswaja An Nahdliyah (pdf) LTN NU Jawa Timur

    Download Buku Aswaja An Nahdliyah (pdf) LTN NU Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 923
    • 0Komentar

    Buku saku dan buku putih ini sangat penting dibaca kader Ansor dan NU untuk lebih memperdalam wawasan Aswaja An Nahdliyah

  • Ranting Ansor Dadirejo Adakan Panen Raya Untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi

    Ranting Ansor Dadirejo Adakan Panen Raya Untuk Wujudkan Kemandirian Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 14 Mar 2021
    • account_circle Muhamad Ansori
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    Ranting Ansor Desa Dadirejo, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo mengadakan panen raya pada Hari Minggu (14/3) di areal persawahan Desa Dadirejo. Lahan sawah yang diolah kader Ansor Banser ini disewa dari Pemerintah Desa Dadirejo. Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Bagelen, sahabat Khanifudin Muhammad Diyanto menuturkan bahwa kegiatan seperti ini termasuk kegiatan pemberdayaan kader di bidang ekonomi. […]

  • IPNU-IPPNU kemiri gelar Makesta, Akhmad Najeh : Makesta Gerbang Awal Masuk IPNU IPPNU

    IPNU-IPPNU kemiri gelar Makesta, Akhmad Najeh : Makesta Gerbang Awal Masuk IPNU IPPNU

    • calendar_month Jumat, 12 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 461
    • 0Komentar

    KEMIRI, ansorpurworjo.org – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo adakan kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (MAKESTA) pada Jum’at – Ahad (5-7/11) bertempat di Aula Balai Desa Waled, MI Guppi At Taqwa Waled, Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo. Hadir dalam kesempatan ini, Pengurus MWC NU […]

expand_less