Breaking News
light_mode
Trending Tags

Agar Puasa Tak Hanya Menghasilkan Lapar dan Dahaga

  • account_circle admin
  • calendar_month Minggu, 4 Jun 2017
  • visibility 511
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam keseharian, setiap orang diharuskan untuk selalu menambah kebaikan dan selalu bertambah baik setiap harinya. Seperti kata pepatah: hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.  Ketika seseorang berhenti dan merasa sudah cukup dengan apa yang sudah dilakukan, maka itu adalah hal yang kurang bisa dibenarkan.
Begitu pun dalam sikap beragama kita. Sedari mula kita diajarkan untuk menempuh satu persatu ajaran Islam, melaksanakan kewajiban dan kesunnahan yang telah diajarkan oleh Rasulullah dan ulama yang bisa diteladani. Tentunya tidak bisa berhenti di situ. Banyak ilmu Allah yang belum diketahui. Pemahaman dan perilaku beragama kita tidak boleh dirasa puas dengan capaian-capaian tertentu.
Puasa Ramadan, adalah bagian dari syariat Islam, bahkan dikenal sebagai rukun Islam. Allah memerintahkan umatnya yang beriman untuk menunaikan puasa, dengan tujuan menjadi orang yang bertakwa. Ketakwaan ini akan menghantarkan pelaku puasa menjadi hamba yang dikasihinya, karena sebagaimana disebut dalam banyak ayat Al Quran: “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”
Bagaimana ketakwaan seorang hamba sehingga bisa mendekatkan seseorang kepada Allah? Kitab Kifayatul Atqiya’wa Minhajul Ashfiya’ karya Sayyid Al Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad Dimyathi menjelaskan bahwa takwa adalah pusat segala sumber kebahagiaan. Takwa diartikan sebagai sikap melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik yang bersifat lahir maupun bersifat batin karena mengenal kuasa dan keagungan Allah.
Kitab yang menjadi syarah dari kitab Hidayatul Adzkiya’ila Thariqil Awliya’ karya Syekh Zainuddin Al Malibari ini menyebutkan bahwa menjaga ketakwaan dan menjauhi hawa nafsu itu ditempuh dengan mengamalkan syariat, thariqat, dan hakikat.
Disebutkan dalam syair:
فَشَرِيْعَةٌ كَسَفِيْنَةٍ وَ طَرِيْقَةٍ # كَالْبَحْرِ ثُمَّ حَقِيْقَةٍ دُرٌّ غَلَا
Syariat itu seperti kapal, dan thariqat itu seperti lautan. Dan Hakikat adalah mutiara (di lautan) yang bernilai mahal.
Lebih lanjut disebutkan, bahwa seseorang yang hendak mencapai derajat muttaqin dan dekat dengan Allah, harus menempuh laku syariat. Ia harus mau “naik kapal” yang telah ditetapkan oleh Allah, menekuninya dengan konsisten. Tidak mungkin seseorang akan mampu mengarungi lautan yang luas, tanpa naik kapal terlebih dahulu. Ia pun jadi tak kenal lautan, tak tahu keadaan. Demikian kurang lebih dalam Kifayatul Atqiya’.
Thariqat sebagai proses suluk dimaknai sebagai sikap untuk menahan diri, konsisten dalam beramal, serta menjaga dari hal-hal yang merusak kebaikan suatu amal. Jika syariat menekankan pada memenuhi rukun dan menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan keabsahan ibadah, maka thariqat sebagai proses menuju derajat muttaqin ini adalah menjaga diri dari hal-hal yang mengurangi nilai ibadah tersebut. Jadi bagaimana bisa mencapai derajat yang lebih tinggi tanpa mengenal syariat secara mencalam terlebih dahulu?
Setelah menaiki kapal syariat, lalu ngelangi, mengarungi lautan proses thariqat, maka diharapkan seorang hamba bisa menjaga ketakwaan, menjaga diri dari menuruti hawa nafsu dan godaan setan, lantas menemukan mutiara-mutiara hakikat ibadah sehingga bisa dekat dengan Allah. Semoga syariat puasa yang kita amalkan ini tidak berhenti pada taraf yang dikatakan Rasulullah: “Banyak orang puasa yang tidak mendapat apa pun kecuali lapar dan dahaga”, serta semakin bisa mendekatkan diri kepada Allah sebagai orang yang bertakwa. Wallahu a’lam. (NU Online, Muhammad Iqbal Syauqi)

Penulis

Penulis Resmi AnsorPurworejo.Org

Komentar (1)

  • Skapa personligt konto

    Your point of view caught my eye and was very interesting. Thanks. I have a question for you.

    Balas19 Juni 2026 11:28 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus Ranting GP Ansor Desa Donorati Resmi Dilantik, Gus Ahil Tekankan Semangat Khidmah dan Kaderisasi

    Pengurus Ranting GP Ansor Desa Donorati Resmi Dilantik, Gus Ahil Tekankan Semangat Khidmah dan Kaderisasi

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Hakim Wicaksono
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Purworejo, ANSORPURWOREJO.ORG – Kepengurusan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Desa Donorati Masa Khidmah 2025–2027 resmi dilantik oleh Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Purworejo, H. Muhammad Tashilul Manasik, S.Psi., M.Pd. (Gus Ahil) pada Ahad, 30 November 2025. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di halaman Musholla Nurul Huda, Donorati. Acara pelantikan dirangkai dengan pengajian umum yang sekaligus dihadiri […]

  • Suksesnya Kegiatan MAKESTA IPNU-IPPNU Kecamatan Bagelen

    Suksesnya Kegiatan MAKESTA IPNU-IPPNU Kecamatan Bagelen

    • calendar_month Senin, 10 Jul 2023
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Desa Semono, 7 Juli 2023 – Kegiatan Masa Kesatuan Aksi (MAKESTA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tahun 2023 yang diselenggarakan di Desa Semono pada tanggal 4-6 Juli, berhasil mencapai kesuksesan yang gemilang. Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai daerah ini memberikan dampak yang positif dan memberikan […]

  • Ibadahnya Ahli Maksiat | KH. Khabib Anwar Ketua PC GP Ansor Purworejo Play Button

    Ibadahnya Ahli Maksiat | KH. Khabib Anwar Ketua PC GP Ansor Purworejo

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2021
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Kali ini JTG 8 masih bersama KH. Khabib Anwar Ketua PC GP Ansor Kabupaten Purworejo membahas tentang “Orang Yang Masih Suka Maksiat, Tapi Juga Punya Keinginan Untuk Beribadah”

  • Konferensi Muslimat NU Kutoarjo Teguhkan Khidmah dan Kemandirian Perempuan

    Konferensi Muslimat NU Kutoarjo Teguhkan Khidmah dan Kemandirian Perempuan

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Konferensi Anak Cabang Muslimat NU Kutoarjo 2025 menetapkan Ny. Tasrifah Hamam sebagai Ketua baru. Forum ini meneguhkan khidmah, merawat tradisi, dan memperkuat kemandirian perempuan NU di Purworejo.

  • Hari Ini Awal Rangkaian Peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU

    Hari Ini Awal Rangkaian Peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2016
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Jakarta, NU OnlinePengurus Muslimat NU hari ini Rabu (23/3) pagi memberikan memberikan layanan kesehatan dan pengobatan gratis bagi 250 peserta di Jalan KH Agus Salim, Kota Malang. Bakti sosial ini mengawali rangkaian peringatan Harlah Ke-70 Muslimat NU yang puncaknya diadakan di Stadion Gajayana, Malang, pada Sabtu 26 Maret 2016. Sementara pada Kamis pagi 24 Maret […]

  • Pelantikan Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Clapar:

    Pelantikan Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Clapar:

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
    • account_circle PAC Bagelen
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Clapar, 14 September 2024 — Pada tanggal 14 September 2024, Masjid Al-Falah di Desa Clapar menjadi saksi penting dalam sejarah organisasi Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) di Kabupaten Purworejo. Acara pelantikan Pimpinan Ranting GP Ansor Desa Clapar ini dilaksanakan dengan khidmat dan penuh semangat, menandai awal kepemimpinan baru yang diharapkan dapat membawa semangat dan inovasi […]

expand_less